
" jangan pura-pura bego kamu! " ujar Nori yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua nya pun ikut nimbrung bicara.
"ku kira sifat mu secantik wajahmu, kamu ini iblis yang berparas cantik Nona! " tambah Nori.
"aku tidak mengerti apa yang kalian katakan! " jawab Sarah dengan mundur beberapa langkah tergetar.
"apa Jony telah mengungkapkan semuanya! " bukan kah dia telah menghilangkan bukti itu? ". gumam Sarah dalam hatinya.
" katakan siapa pria itu! " tanya Niken kembali.
"kamu memang tidak akan pernah berubah Sar! " aku kira dengan kamu bekerja dari nol kamu akan berubah. tapi ternyata kamu tidak akan pernah berubah, kebencian mu terhadapku lebih besar ternyata!". ujar Niken sambil menatap wajah Sarah yang pucat pasi.
"kamu telah memenjarakan paman Jordan! " dia satu-satunya orang yang menyayangiku, tapi kamu membuat nya masuk penjara! " jawab Sarah dengan penuh emosi dia meluapkan kekesalannya itu.
"dia di penjara bukan salahku, tapi atas kesalahan nya sendiri! " karena dia telah menutupi bukti atas beberapa pembunuhan yang di lakukan Ayahmu! " jawab Niken membuat Sarah terkejut.
"tidak! " teriaknya. dia mengingat kembali kenangan buruk yang menimpa ibu-Nya.
"kenapa Sar! kamu tidak kuat mendengar kenyataan yang sebenarnya bukan! " perkataan Niken membuat Sarah terpojok.
"sampai kapan kamu sadar Sar, bahwa yang kamu lakukan sejak dulu kepada ku, itu semata-mata hanya kebencian yang tidak beralasan! " aku masih mengingat sewaktu masa kecil, pernah sekali kamu berbuat baik kepada ku. dan aku berharap kamu bisa berubah! " tapi sekarang sudah terlambat, semua bukti sudah di serahkan kepada polisi! "
ucapan Niken sontak membuat Sarah syok.
"polisi! " apa maksudmu dengan polisi? " tanyanya dengan gemetar.
"Rissa." panggilan Niken memberi kode kepada Rissa untuk memanggil polisi ke situ.
"tidak! tidak! aku tidak mau di penjara! " Sarah bergumam sendiri.
"Niken aku mohon jangan bawa aku ke kantor polisi! " aku janji aku akan berubah. tolong aku. " jangan bawa aku ke kantor polisi. " Sarah memohon dengan bersujud di kaki Niken, sontak membuat Niken tercengang.
"lepaskan kaki ku. " apa apaan kamu ini. " seru Niken sambil melangkah mundur menjauhi Sarah yang berusaha memegang kaki Niken.
"selamat malam Nona! " sapa dua orang polisi yang sudah berdiri di luar pintu apartemen nya Sarah, yang tadi di panggil oleh Rissa.
Sarah langsung menengok dengan ragu ke arah dua suara pria di pintu apartemen nya.
"polisi! " gumamnya.
"tidak! kumohon Nike, jangan penjarakan aku! " ungkapnya.
"ini bukan wewenang ku Sar! " andai saja aku bisa membantumu. " jawab Niken.
"Nona bisa Anda ikut kami! " ujar salah satu dari polisi tadi.
__ADS_1
"bawa saja dua pak! " ujar Nori yang geram melihat Sarah yang terus memohon mohon kepada Niken.
"silahkan Anda ikut kami Nona! " polisi tersebut meraih borgol di tangannya, dan mengaitkan ke pergelangan tangan Sarah.
"lepaskan pak, lepaskan! " aku tidak membunuh Romi, tapi Jony lah yang membunuhnya! " teriak Sarah putus asa, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya harus masuk penjara, semua karirnya akan benar-benar hancur sekarang.
"jelaskan nanti di kantor polisi. " jawab bapa-bapa polisi kepada Sarah.
"Rissa, cari tau siapa pria yang dia hubungi itu! " ujar Niken.
"siap Nona, " seperti biasa Rissa dengan sigap mengikuti Nona nya.
"Nor, sekarang model mu yang bernama Sarah sudah tidak ada lagi! " maafkan aku yah, karena masalah ini namamu ikut jelek. " ujar Niken sambil menyedekapkan kedua tangan nya di di hadapan Nori.
"sudah lah Nike, aku tidak pedulikan itu, yang terpenting sekarang adalah dirimu! " jawab Nori.
"thanks yah Nor, kamu sudah menjadi sahabat ku yang terbaik. " jika tidak ada kamu aku tidak tau? "
"sudah jangan bicara yang gak gak, memang nasib mu juga sudah baik Nike! " jawab Nori memotong perkataan Niken yang melan kolis itu.
sedangkan Rissa hanya tersenyum senyum di belakang mereka.
di lantai dasar Sarah masih histeris karena kedua polisi membawanya dengan paksa, semua mata menuju ke arah mereka.
kerumunan orang-orang pun mulia berdatangan, dan di antar kerumunan tersebut, seorang pria memperhatikan dengan seksama, matanya sayu melihat kejadian tersebut.
Niken menatap Sarah yang masih teriak "aku tidak mau di penjara! " aku mohon! "
dua orang polisi tersebut memasukan Sarah kedalam kendaraan polisi.
Niken menarik napas panjang, Rissa yang berdiri di loby apartemen bersama Niken tidak bisa keluar karena kerumunan orang-orang di luar sana, mata Rissa tertuju ke sebuah kerumunan tersebut, betapa terkejutnya Rissa melihat seseorang bertopeng yang berdiri di antar kerumunan tersebut.
"bukan nya dia pria yang waktu itu memberikan bukti itu? " siapa sebenarnya pria itu! " gumam Rissa dalam hati-Nya.
pria tersebut membulat kan jari nya ke arah Rissa sehingga menyerupai angka nol.
mata Rissa terbelalak terkejut.
"benar memang dia! " Rissa pun berusaha ingin menyusul pria tersebut tetapi pria itu melambaikan tangan nya ke arah Rissa lalu membelakangi Rissa dan meninggalkan kerumunan tersebut.
"Nona Rissa mau kemana? " tanya Nori yang melihat gelagat Rissa seperti mencari seseorang.
"ada apa Riss?, tanya Niken juga..
" Nona, aku melihat pria misterius yang memberikan bukti itu. " jawab Rissa.
__ADS_1
"mana? di mana dia? " tanya Niken.
dengan secepat kilat pria tersebut sudah menghilang di antara kerumunan orang-orang di sana.
"tadi disana Nona, tapi entah lah kemana dia pergi? " jawab Rissa sambil tetap matanya melihat ke sekeliling orang-orang di sana.
orang-orang yang berkerumun pun mulai bubar, mereka kebanyakan karyawan dan penghuni apartemen di sana.
"Rissa, sudahlah jangan cari lagi ayo kita pulang, aku butuh istirahat. " ujar Niken mengajak Rissa untuk kembali.
"baik Nona." dengan terpaksa Rissa pun mengikuti kemauan Nona nya.
di kediaman Shinoda seorang pria masuk secara diam-diam, dia memasuki kamar Mike.
Novak yang mengetahui dari salah satu orang kepercayaan, mendengar bahwa Mike sudah beberapa hari tidak berada di negara di mana dia kuliahnya.
Novak sedang berada di kamar Mike melihat sekeliling kamar tersebut.
"jika dia tidak ada di negara itu? kemana anak itu pergi? " di sini tidak ada! " gumamnya.
dia pun sampai tertidur di sebuah kursi di kamar adiknya itu.
seseorang mencoba membuka handle pintu kamar tersebut, dengan perlahan dia memasuki kamar tersebut.
Novak yang menyadari ada seseorang yang memasuki kamar adiknya itu terkejut, karena dia melihat orang itu memakai baju hitam-hitam masuk secara
sembunyi-sembunyi.
Novak menggisik kedua matanya, mencoba memperjelas penglihatan nya menatap orang yang memakai pakaian serba hitam tersebut di kegelapan malam di kamar adiknya itu.
orang tersebut tidak menyadari ada seseorang di sana.
"jegrek," suara stop kontak di kamar tersebut berbunyi dan lampu pun mulai menerangi ruangan tersebut.
"hey, siapa kamu! " teriak Novak yang melihat pria berpakaian serba hitam tersebut yang masih membelakangi dirinya.
"berani sekali kamu memasuki kamar adik ku! " teriak Novak.
orang yang memakai pakaian serba hitam tersebut tercengang tanpa bergerak masih dengan posisi membelakangi Novak.
"Mike! apa itu kau! " ujar Novak yang ternyata pria itu adalah tidak lain adiknya sendiri.
dengan pelan orang tersebut membalikan badannya ke arah Novak.
"heheheh kak! " ujarnya ketawa meringis karena ketahuan oleh kakaknya.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan dengan pakaian mu! " ujar Novak penasaran dengan kostum yang di pakai oleh adiknya tersebut.
Bersambung....