
sesampainya di apartemen, Jeslyn langsung membereskan kamar tidur untuk Novak, sedangan Novak melihat ke sekeliling tempat tersebut, yang terasa asing di matanya.
aparatement yang di tinggali oleh Jeslyn memang cukup besar, dia memiliki lantai paling atas, sehingga memiliki pemandangan yang cukup bagus.
sedangkan di sisi lain Syam yang mengkhawatirkan sikap Jeslyn begitu gelisah, andai saja semua yang dia lakukan itu di ketahui Ken atau Mike! meraka tidak akan pernah bisa memaafkannya.
"bagai mana ini? " di sisi lain aku kasihan padanya? " di sisi lain ini tidak benar berbuat begini! " aku harus apa? " iiihhhh!!! batin Syam, sambil berjalan lunggak lenggok juga memainkan kuku jempol tangan dengan menggigit gigitnya karena khawatir.
sedangan Novak, mengingat sesuatu di sebuah pulau dengan seorang gadis, dia tidak lupa nama dan wajah gadis itu, bukanlah Jeslyn.
dia memeluk dirinya dengan lembut, dan tertawa begitu indah di mata Novak.
sorot matanya yang begitu membuat dirinya tidak bisa melupakan gadis itu.
"kenapa yang aku ingat hanya nama dan wajah gadis itu? kenapa aku tidak meminggat apa-apa? " Aaarggggrrhh!! karena kesal Novakpun berteriak.
membuat Jeslyn mendengar teriakan itu, dan dia pun langsung keluar dengan tergesa-gesa menghampiri Novak.
"Novak, ada apa? kamu tidak apa-apa kan! " tanya Jeslyn.
Novak menatap tajam Jeslyn, membuat jantung Jeslyn berdekup dengan kencangnya.
"apa dia sudah mengingat semuanya? " batin Syam yang baru saja dia pun keluar dari kamarnya setelah mendengar teriakan Novak.
"katakan dengan jelas, apa hubunganmu denganku nona?" tanya Novak.
Jeslyn gelagapan bingung mendapat pertanyaan seperti itu.
"kii-ta aa-dalah, sepasang kekasih! iyah kekasih! " jawab Jeslyn dengan terbata.
mata Novak begitu tajam menatap Jeslyn, seolah sedang mencari jawaban dari sorot mata gadis itu.
"seetttt! " Novak menangkap dagu Jeslyn dengan kasarnya, membuat Syam syok, begitu juga dengan Jeslyn sendiri.
"Novak apa-apa an kamu ini, hentikan! kamu menyakitiku. "
ucap Jeslyn terbata, dia pun sembari ketakutan berpikir, jangan jangan dia sudah tau semuanya.
tapi Novak tidak mau melepaskannya, dia malah mendorong memepet badan Jeslyn hingga mentok ketembok.
di luar dugaan, Novak yang malah tiba-tiba mencium bibir Jeslyn dengan kasar. awalnya Jeslyn meronta, lama-kelamaan dia malah menikmati ciuman tersebut, dengan memejamkan matanya. jantungnya bedegup tidak karuan.
Syam yang melihat hal tersebut langsung memalingkan wajahnya berbalik badan tidak ingin melihat semua itu.
"tidak! tidak aku rasakan apa-apa! " pikir Novak, dia pun menepis kan wajah Jeslyn ke samping.
"dia sedang membohongi ku! " batin Novak.
__ADS_1
dia pun meninggalkan Jeslyn dengan wajah tanpa bersalah, duduk di atas sofa sambil memegang keningnya yang terasa berat.
"jangan memaksakan dirimu untuk mengingat semuanya! " nanti kepala mu sakit lagi. " ucap Jeslyn sambil menghampiri memegang tangan Novak.
"heemmm, aku mau istirahat! " tapi aku mau tanya satu hal, jika kamu adalah kekasihku, artinya kamu tau di mana aku tinggal, dan keluargaku? " pertanyaan Novak lagi-lagi membuat Jeslyn bingung.
pasalnya dia tidak mungkin mengantarkan Novak ke kediaman Shinoda, itu sama saja menyerahkan dirinya kepada istrinya. dan untuk kebersamaan yang di inginkan nya tidak akan terjadi kalo seperti itu.
"anu, kamu tinggal bersamaku! "
"jangan bohong, jika aku tinggal bersama mu, kenapa kita tinggal berbeda kamar? " kamu bilang kamu kekasihku bukan? " tanya Novak lagi.
"dan di mana barang-barang ku? "
Lagi-lagi Jeslyn di buat bingung oleh pertanyaan itu, satu kebohongan yang harus terus di ikuti oleh kebohongan lainnya, membuat Jeslyn tidak berdaya.
tetapi rasa keinginan untuk bersama Novak sangat kuat, membuatnya terpaksa harus berbohong lagi dan lagi.
"begini Nova, karena kamu tidak di temukan sekian lama dan mengira kamu telah tiada, maka dari itu aku memberikan semua barang-barang mu kepada orang yang membutuhkan! "
"dan prihal kita tinggal berbeda kamar, karena kamu belum pulih, aku takut mengganggu mu! "
"barang-barang ku kau kasih semua? " tanyanya.
"heemmm semua, dan mengenai keluargamu, aku belum bisa memberi tau mu saat ini"
"masalahnya kenapa! "
jawab Jeslyn, dia yang harus mencari alasan yang tepat untuk menjelaskan apa yang tidak akan membuat Novak curiga.
""benar juga yang dia katakan, aku harus menjaga diriku, dan semoga saja aku bisa menemukan jawabannya nanti. " batin Novak.
"baiklah, aku akan istirahat! "
"heemmm." jawab Jeslyn lega.
setelah Novak pergi ke kamarnya Jeslyn mencoba mencari alasan apa yang tepat untuk membuat Novak percaya jika dirinya adalah kekasihnya.
dan untuk kelurganya, Jeslyn sudah mendapat jawabannya, harus di bawa kemana nanti.
diapun mengangambil barang-barangnya yang di berikan Novak dulu kepadanya, masih tersimpan rapih di atas lemari, dan itulah yang akan membuktikannya kelapada Novak, bahwa mereka memang sepasang kekasih.
_______________________________________________
di tempat lain Ken yang sedang menunggu seseorang begitu bahagia, akhirnya dia bisa bertemu dengan gadis yang dia sukai, setelah sekian lama dia baru menyadari bahwa perkataan Tuannya benar, kalo dirinya menyukai Felysia.
gadis cantik itu keluar dari dalam panti asuhan, dia tersenyum lebar ke arah Ken yang sedang duduk di dalam mobilnya.
__ADS_1
"tuan, anda sudah datang? " silahkan. " ucap Felysia ramah.
Ken tersenyum menatap gadis itu tanpa berkedip.
"tuan, tuaannn! " sapa Felysia.
"aah, iyah. "
"mau masuk atau di sini saja? " tanyanya sambil tersipu malu, karena Ken terus saja menatapnya.
"iyah, tolong bawakan ini, untuk anak-anak di dalam. " ujar Ken sambil memberikan beberapa tengtengan kantong kresek yang berisi berbagai makanan untuk anak-anak di dalam panti yang di tinggali oleh Felysia.
dengan sigap Felysia pun mengabil tengtengan tersebut. Ken membuka bagasi mobilnya setelah itu dia mengabil beberapa bingkisan lagi dari dalam bagasinya.
tangannya penuh dengan barang-barang bawaannya. membuat Felysia benar-benar tersanjung dengan kebaikan Ken.
di dalam panti, ibu pengurus panti tersebut menunggu dengan senyuman lebar di wajahnya. begitu juga dengan anak-anak di sana, begitu senang atas kedatangan Ken.
"terimakasih Tuan. " ucap Felysia yang kala itu berjalan di samping Ken.
"bisa tidak, jangan memanggil ku Tuan! " bisik Ken membuat wajah Felysia memereah.
"selamat datang nak Ken, terimakasih sudah mengunjungi kami. " ujar ibu panti, dia yang mengenal Ken sewaktu pembunuhan Romi yang di tuduhkan kepada Felysia waktu itu.
"ibu, apa kabar Bu? " jawab Ken.
"heemmm ibu baik-baik saja, juga gimana kabar nak Ken belakangan ini? " balik tanya ibu panti tersebut.
Ken tersenyum, sambil menjawab hal yang sama. diapun bertanya harus menyimpan barang-barang bawaanya di mana, ibu panti menyuruh Felysia mengantarkan nya.
Ken pun masuk ke dalam panti asuhan tersebut mengikuti langkah Felysia.
setelah sampai dapur, Felysia menyuruh Ken menyimpannya di atas meja panjang di dapur tersebut.
"sini biar ku bantu! " pinta Felysia setelah dia menaruh tengtengannya, dia pun membantu membawa barang yang di bawa Ken.
semenjak hari itu, Ken lebih sering mengunjungi panti asuhan tersebut, terlebih dia sering membantu keuangan untuk keperluan panti itu.
dia yang merasa hidupnya sangat kesepian setelah Novak tiada, lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak di panti tersebut jika ada waktu senggang.
perusahan Shinoda Grup mulai meredup namanya akhir-akhir ini, semenjak di pegang Mike. dia yang kurang berpengalaman di banding kakaknya pun sering kewalahan dan putus asa menghadapi kliennya. beruntung bisa bertahan saat ini karena ada Ken di sampingnya.
Ken memang cukup bisa di andalkan setelah Pak Morris, tetapi Pak Morris sekarang lebih memilih menjadi kepala pelayan di kediaman Shinoda, karena usianya yang sudah tidak muda lagi.
Bersambung....
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
__ADS_1
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***