
Niken memberikan mikroskop nya kepada Novak.
"lihatlah pemandangan di atas sana, begitu sangat mengagumkan. " ujar Niken menyuruh Novak untuk melihat pemandangan di atas langit dengan mikroskop tersebut.
Novak tersenyum, lalu mengikuti perkataan dari Niken, walaupun dia sudah sering melihat hal tersebut, tapi dia tidak ingin mengecewakan Niken karena telah menawarinya hal itu.
"sangat indah dan mengagumkan," ujar Novak yang malah menatap wajah Niken yang tersinari lampu yang terlihat sangat mempesona di buatnya.
"apa! kamu bukan melihat ke sini tapi ke sana! " jawab Niken menunjuk kan jarinya ke atas langit, "belum juga dia melihat pemandangan di atas sana malah sudah berbicara indah! " gerutu Niken yang membuat Novak Shinoda tersenyum puas.
****
di apartemen yang kecil Sarah sedang menyusun rencana dengan seseorang, dia berbicara untuk jangan sampai Romi buka mulut atas kecelakaan yang menimpa nya.
"bagai mana pun caranya, kamu harus membungkam si Romi! " ujarnya kepada laki-laki di hadapan nya.
"saya mengerti, akan saya lakukan apa yang kamu mau, tetapi satu hal yang harus kamu berjanji kepada ku! " jawab laki-laki itu meminta sebuah janji dari Sarah.
"apa! " tanya Sarah.
"kamu tau kan, dari awal aku bertemu dengan mu, aku sudah menyukai mu! " jadi jika kamu menginginkan Romi untuk tidak bisa berbicara aku punya ide, asal kamu berjanji untuk mau menjadi istri ku! " perkataan laki-laki di hadapannya sungguh sangat mengejutkan Sarah.
"apa yang kamu katakan barusan? " apa aku tidak salah dengar! " teriak Sarah, yang menjadi bergidig melihat tampang laki-laki di hadapannya.
"Nona! tidak ada pilihan lain untuk mu, aku membantumu karena satu alasan itu? " jawabnya menekan Sarah yang sedang dilema.
"bagai mana mungkin aku menikahi pria ini, dia lebih tua dariku! " gumam Sarah dalam hatinya, tapi dia tidak punya pilihan lain saat ini. selain menyanggupi permintaan dari pria di hadapannya dari pada harus masuk penjara karena melukai Romi dengan sengaja menjatuhkan lemari tersebut.
"baiklah, aku akan menikahi mu tapi setelah masalah ini benar-benar selesai! " jawab Sarah, terpaksa membuat perjanjian dengan pria di hadapannya.
"baiklah kalo begitu, jika kamu berbuat bodoh, aku tidak segan-segan untuk memberi tahu semuanya tentang kejadian itu? " ujar laki-laki tersebut mencoba memperingatkan janji nya Sarah.
"oke" oke"! aku akan ikuti mau mu, tapi ingat, sebelum kamu meyakinkan ku untuk membungkam mulut Romi aku tidak akan menikahi mu! " jawab Sarah yang tidak ada pilihan lain saat ini.
"baiklah kalo begitu, aku pamit dulu, aku harus mengurus semuanya nanti, kamu tidak usah khawatir soal Romi. " ujar laki-laki tersebut sambil melangkah keluar dari apartemen Sarah.
__ADS_1
setelah beberapa saat Sarah terdiam terkulai lemas di dalam apartemen nya.
"aaaargghh! " teriaknya.
"bagai mana mungkin aku bisa menikah denganmu, aku sama sekali tidak mencintaimu, bodoh! " lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti setelah kamu menyelesaikan apa yang aku mau! " umpat Sarah dalam hatinya.
"bagai mana pun caranya, aku harus menjadi istri dari Shinoda! " gumam Sarah.
"kenapa Mike tidak pernah menghubungi ku? " apa dia benar-benar sudah melupakan ku! " Sarah yang teringat kepada Mike menjadi gelisah karena setelah Mike pergi ke luar Negeri dia tidak pernah mendapatkan kabar dari nya.
di sisi lain Mike yang sudah mengetahui no ponselnya telah di ganti, dia merasa kesal.
tapi dia tidak mempunyai pilihan lain selain meneruskan kuliahnya di sana. tekadnya untuk menjadi seperti kakaknya sangat kuat, sehingga tidak begitu ambil pusing dengan no Ponselnya yang baru.
"dasar kakak ini, pikir dia aku tidak bisa menghubungi teman-teman ku, dengan menukar no ponsel ku! " gumam nya dalam hati, yang sedang menghubungi teman-teman nya lewat media sosial lainnya.
"memang sih! aku tidak bisa menghubungi Sarah, sedang apa dia sekarang? " apa Niken membuatnya tertekan lagi? " kasihan gadis itu! " gumam Mike yang memikirkan keadaan Sarah.
rupanya Vidio yang dia lihatnya dari ponsel Sarah tempo hari telah berhasil membuatnya membenci Niken.
"aku tidak akan membiarkan mu menikahi kakak ku! " kamu tidak pantas menjadi istri dari keluarga Shinoda! " umpat Mike dalam hatinya.
" kakak ku sudah benar-benar terpengaruh oleh sikap manisnya gadis itu! " pikir Mike, Novak kakak nya telah di pengaruhi oleh sikap polosnya Niken.
vidio tersebut sudah benar-benar merubah perasaan dari seorang Mike, di saat hatinya terluka dengan tunangan Niken dengan kakak nya, dia juga harus melihat sebuah vidio yang mengejutkan tentang perlakuan Niken kepada teman nya Sarah Anderson.
"hi bro apa kabar? " kenapa ponsel mu tidak aktif! " ujar sebuah pesan di dalam akun sosial medianya Mike.
"Hi! sorry, aku sudah menganti no ponsel ku! " jawab Mike di dalam pesan tersebut.
mereka pun asik mengobrol di grup chat di salah satu akun media sosial mereka.
mereka tidak lain dan tidak bukan adalah, Brayan dan Leo, dua sahabat setianya Mike.
"tebak Mike? aku sekarang di mana? " tanya Leo kepada dua sahabatnya itu?.
__ADS_1
Mike bertanya begitu pun dengan Brayan mereka bertanya bersamaan.
√"dimana? "
√"memang di mana? "
tulisan di layar komputer mereka yang kompak bertanya kepada Leo.
tidak lama kemudian Leo mengirimi pesan bergambar, sebuah gedung perpustakaan yang terletak di negara di mana Mike sedang berada.
"heyy!! itu kampus ku!" seru Mike merasa terkejut sekalian merasa senang, karena salah satu sahabat nya menemaninya di situ.
"tunggu dulu jangan bilang kamu menyusul Mike ke sana Leo? " tanya Brayan juga heran.
"binggo! " aku memang di sini. " memang anak dari keluarga Shinoda saja yang bisa berkuliah di sini? " jawab Leo membawa-bawa keluarga Mike.
"heyyy!!! hentikan omong kosong mu, cepat temui aku." jawab Mike dengan kesal karena sindiran dari Leo.
sedangkan Brayan dia tertawa melihat perseteruan dua teman nya itu.
" baru saja kemarin kamu bilang padaku mau menyusul Mike, sekarang tiba-tiba sudah berada di sana dasar anak ini!! " gerutu Brayan, sekarang hanya tinggal dia yang masih berada di negara B.
"baguslah, biarkan mereka menjalani kehidupan yang akan lebih baik ke depannya, sekarang aku bisa fokus dengan pekerjaan ku! " gumam Brayan, dia yang memang sangat berbeda dari dua teman nya itu, dari kecil hidup Brayan sudah mandiri.
"hey Bray, " apa kau juga tidak ingin menyusul kami di sini? " ujar Mike di dalam pesan yang di tujukan kepada Brayan.
Brayan yang asik dengan pikirannya, dia hanya tersenyum senyum sendiri tidak memperhatikan layar laptopnya.
"kemana dia menghilang? " gumam Mike.
"sudah lah, dia tidak mau! jangan di paksa. " ujar Leo, membalas pesan dari Mike.
"baiklah kalo begitu temui aku sekarang, sekarang ayo kita bersenang-senang! " ujar Mike yang kegirangan karena di negara itu dia tidak sendirian lagi.
bersambung....
__ADS_1