Cinta

Cinta
Jangan bermimpi! "


__ADS_3

setelah kedua nya keluar dari ruang rahasia, Niken bergegas mengambil tas, bermaksud ingin keluar dari ruangan kantor kekasihnya itu.


tapi Novak menahan tangan Niken. " jangan pergi! " temani aku dulu sebentar. " ujar nya.


"aku harus pergi meeting. " jawab Niken.


"biarkan itu! suruh Rissa yang menghandle semuanya, hari ini aku ingin bersama mu! " bisik Novak sambil menarik badan Niken ke pelukan nya.


Niken terdiam mematung, suara dari Novak benar-benar terdengar sangat putus asa saat itu.


"ada apa lagi dengan nya? kenapa suaranya begitu sedih! " gumam Niken yang merasakan perasaan kekasihnya itu memang betul-betul membutuhkan dirinya.


"baiklah, aku akan menghubungi Rissa dulu. " jawab Niken sambil meraih telpon genggam di dalam tas yang sudah di pegang nya.


sedangkan di luar Rissa sedang asyik berbincang sambil minum kopi bersama Mike di kantin gedung Shinoda Grup.


mata semua karyawan di sana tertuju kepada keduanya, terlebih Mike. dia adalah salah satu Tuan Muda pemilik perusahaan di sana, tentu saja kebersamaan keduanya mengundang banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


Rissa yang salah tingkah mendapat perhatian semua orang di sana berbicara.


"tidak seharusnya aku minum kopi bersamamu di sini! " ungkapnya kepada Mike.


"memang kenapa? " jangan perdulikan orang-orang, mereka hanya iri kepadamu! " ungkap Mike secara tidak langsung dia memuji dirinya sendiri.


lagi sedang asikk keduanya terdengar suara handphone milik Rissa berdering.


"aku harus pergi, nona manggil ku! " ujar Rissa.


"Iyah non" jawab Rissa yang langsung mengangkat ponselnya di hadapan Mike.


"siap non.


" aku akan pergi sekarang juga.


"tidak apa-apa non, ini sudah kewajiban ku! "


begitulah jawaban Rissa yang langsung menutup panggilan dari Niken tersebut, dan bergegas berdiri bermaksud ingin pergi dari tempat dia duduk.

__ADS_1


"ada apa? " belum juga berdiri dari duduknya Rissa sudah mendapat pertanyaan dari Mike.


"aku harus pergi menyelesaikan pekerjaan nona hari ini, karena nona tidak bisa bekerja hari ini! " jawab Rissa, sambil meraih tas yang berisi fail fail penting di dalamnya.


"kenapa? ' dia bukan nya bersama kakak ku. " heemmm ini pasti ulah kakak. " baiklah kalo begitu, aku akan ikut bersama kamu! " ujar Mike sambil berdiri ingin mengikuti Rissa.


Rissa yang tidak enak karena perlakuan Mike yang berlebihan pun menolak nya.


"jangan Tuan, nanti kakak mu tau bisa marah! " tolak Rissa.


"tidak ada yang akan marah, lagi siapa suruh pacar nya memberi tanggung jawab kepada mu! " untuk mereka bisa berduaan? " ujar Mike.


Rissa yang melihat kengototan dari sikap Mike akhirnya tidak bisa menolak, mereka pun bergegas keluar dari kantin sana menuju parkiran di mana kendaraan yang di bawa oleh Rissa terparkir tidak jauh dari kantin gedung tersebut.


di lantai atas Ken yang mendapat telepon dari Pak Morris dia pun bergegas pamitan kepada Novak.


"permisi! " Novak yang masih memeluk Niken pun langsung melepaskan pelukan nya tersebut.


" masuklah! " jawab Novak.


Niken yang salah tingkah karena suara ketukan pintu dari Ken pun, langsung mencari tempat duduk yang agak jauh dari berdirinya Novak setelah melepaskan pelukan nya tadi.


"baiklah! " kamu hati-hati Ken, jika ada apa-apa, hubungi saya! " jawab Novak.


"baik tuan, saya permisi, Non! " ujar Ken yang berpamitan juga kepada Niken dengan memanggutkan kepala nya di hadapan Niken.


"tunggu Ken! "


"iyah tuan, " Ken yang mendengar tuan nya memanggil kembali dia pun menghentikan langkahnya sebelum keluar dari ruangan itu.


"awasi Mike, jangan sampai terjadi sesuatu kepada nya! " ujar Novak.


"sudah tuan, sepertinya Tuan Muda Mike sedang bersama nona Rissa tuan. " jawab Ken, membuat Niken mengerinyitkan kedua alisnya.


"bersama Rissa? " tanya Novak.


"iyah Tuan, tapi jangan khawatir, dua orang kepercayaan kami mengawasi Tuan Muda Mike. " jawab Ken.

__ADS_1


"baiklah, jangan sampai orang-orang itu menyakiti adik ku! " ujar Novak yang membuat kepala Niken di penuhi berbagai pertanyaan.


"kalo begitu, kamu uruslah semuanya dengan baik! " jika perlu jangan kasih ampun siapapun yang terlibat dengan itu! " perintah Novak yang tegas tidak ingin mengampuni siapapun yang terlibat dengan masalah yang sedang mereka bicarakan itu. sorot matanya terlihat sebuah kebencian yang amat dalam, aora membunuh nya membuat siapa saja yang memandangnya bergidik ketakutan.


Niken hanya menduga-duga dalam hatinya! dia teringat obrolan ayahnya tadi pagi, bahwa ayah kandung kekasihnya itu adalah seorang pimpinan mapia di negara tersebut. mungkin yang di bicarakan nya itu masalah keterkaitan pembunuhan yang di rencanakan oleh ayah kandung nya terhadap Ibu nya dan tuan Shinoda, atau entahlah. sangkaan dalam benak Niken bercabang kemana-mana.


setelah cukup yakin mendengar perintah dari Novak pun, Ken bergegas meninggalkan ruangan tersebut.


dia menuju sebuah gudang yang di sebutkan oleh Pak Morris.


segerombolan orang yang memakai stelan serba hitam sudah mengelilingi gudang tersebut, Pak Morris yang semakin terpojok berada di dalam Gudang tersebut berpura-pura memohon ampunan kepada salah seorang pria yang merupakan pemimpin dari orang-orang tersebut.


dan kubu lain yang memakai stelan serba putih juga diam-diam mengintai segerombolan pria yang mengelilingi gudang tersebut pun sudah siap siaga menunggu aba-aba dari pimpinan mereka juga, yang tidak lain adalah Kenji, Ken dengan bergegas menghampiri orang-orang nya itu memberi perintah.


"hancurkan siapa saja yang terlibat di dalam, kecuali orang-orang kita! " perintah Ken kepada orang-orang nya itu.


dengan secepat kilat kubu yang memakai stelan serba putih itu kubu dari pihak Ken menyerbu kubu lawan yang mengelilingi Gudang, semburan darah dan suara sayatan pedang pun terlihat begitu menegangkan.


dengan secepat kilat kubu musuh yang memang sudah masuk dalam perangkap Kenji pun lumpuh tidak menyisakan ampun sedikit pun.


orang-orang yang berhadapan di dalam gudang terutama dari kubu lawan tidak menyadari orang-orang nya telah di lumpuhkan.


"katakan Morris! apa kamu mau bekerja sama dengan anak ku dan diriku! " ujar salah seorang pria setengah baya yang masih terlihat gagah perkasa menodongkan senjatanya ke arah kepala Pak Morris.


Pak Morris hanya tersenyum, tadinya yang berpura-pura kalah kini wajahnya sudah berubah tenang dengan menyunggingkan senyuman puas di bibirnya


"anak mu tidak akan mengikuti jejak langkah mu! " jawab Pak Morris dengan percaya diri.


"apa maksud dari perkataan mu! " dia harus mengikuti jejak ku.!


"jangan bermimpi! "


"Morris kenapa kamu sepercaya diri itu! "


"aku percaya karena aku yang membesarkan nya, walau pun kamu ayah nya, tapi tidak ada hak untuk mu atas diri-Nya! "


"hahahah! aku suka rasa percaya dirimu itu terlalu tinggi dari dulu, buktinya kamu tidak bisa menyelamatkan Tuan mu! " sekarang juga sama kamu tidak akan bisa menyelamatkan putra Shinoda satu-satunya, dia akan bernasib sama dengan Ayah-nya. dan putra ku satu-satu nya yang akan menjadi penerus dari Shinoda company! "

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2