
Muh terkejut, ketika membuka pintu ternyata orangtua Ambar sudah ada disana.
" Kenapa pintunya dikunci? Apa yang kalian lakukan berdua duaan di dalam satu kamar. ?" Papa Ambar menatap penuh curiga. Ia melihat ke arah Ambar.
" Kenapa pakaianmu berantakan dan terbuka seperti itu ?" tanya papa Ambar penuh selidik.
" Tolong kalian harus memberi kami penjelasan." mama Ambar yang tadinya hanya diam akhirnya ikut bicara.
Muh tak bisa bicara apa-apa, ia bingung mau menjelaskannya.
" Hei Muh, resliting celana mu terbuka. " Papa melihat ke arah resliting celana Muh.
Muh merasa malu dan menaikkan resliting celananya.
" Maafkan kami ma pa." Muh meminta maaf kepada orangtua Cinta.
" Tidak bisa hanya dengan kata maaf, kami harus menemui orangtua mu. Paling tidak kami harus berbicara dengan orangtua mu. "
" Tapi kami tidak melakukan apa pun." jawab Muh.
" Kamu bilang tidak melakukan apapun, lihat pakaiannya ?" Mama Ambar berteriak dengan keras sembari menunjuk ke arah Ambar yang bajunya acak-acakan nyaris buxxx.
" Kami harus menemui orangtua mu sekarang juga. Kalau kamu tidak mau maka kami akan membawa persoalan ini ke kepolisian. " ancam papa Ambar.
" Saya tidak melakukan hal di luar batas yang merusak Ambar. Tanya saja sama anak bapak, bila perlu tes saja keperawanannya. " jawab Muh dengan santai dan tenang.
" Saya tidak peduli, hari ini kami ingin bertemu kedua orangtuamu. Ambar dimana rumah orangtua Muh, berapa nomor telpon yang bisa dihubungi. "
" Rumahnya di. Jln xxx Komplek xxx Blok xxx. " jawab Ambar.
__ADS_1
" Ambar ayo kita kerumah Muh untuk minta pertanggungjawabannya."
" Pak, saya tidak merusak Ambar. Tapi kalau bapak mau bertemu dengan orangtuaku silahkan saja. " jawab Muh.
" Mereka ada di rumah pukul 5 sore. Silahkan saja temui orangtua saya. Ambar aku pamit dulu . Tolong kamu jelaskan ke orangtuamu bahwa yang kita lakukan hanya sebatas luarnya saja. " Muh meninggalkan rumah Ambar. Ia berjalan dengan tenang, ia tahu semua ini jebakan.
" Kalau memang harus menikahi Ambar, yahhh apa boleh buat. Kuliah kan masih bisa tetap lanjut. Anggap saja bonus untuk olahraga pagi dan malam hari. 😄😄😄." batin Muh.
Itulah Muh, ia selalu menganggap semua masalah itu mudah.
***
Tepat pukul 5 sore hari
Tok tok tok
" Asaalamu'alaikum."
" Saya orangtua Ambar kekasihnya Muh. Saya mau datang kemari, mau bertemu dengan kedua orangtua Muh."
" Maaf pak, apakah bapak sudah ada janji temu?" tanya pak satpam.
" Sudah."
" Baiklah harap tunggu sebentar ya pak, saya akan menghubungi Pak Romli terlebih dahulu." Pak satpam menelpon ayah Muh.
" Silahkan masuk pak, pak Romli sudah menunggu di dalam. " Pak satpam mengantarkan kedua orangtua Cinta.
" Silahkan duduk pak, ibu. Perkenalkan saya ayah Muh, dan ini istri saya bundanya Muh. " Ayah mempersilahkan kedua orangtua Ambar duduk. Ambar yang ikut hadir disana hanya diam saja. Ia menundukkan wajahnya, namun senyum kemenangan terukir diwajahnya.
__ADS_1
" Saya ucapkan terima kasih sudah bersilaturahim kemari. Semoga pertemuan ini membawa kabar yang baik." Ayah membuka pembicaraan.
" Kami tidak perlu berbasa basi pak. Maksud kedatangan kami kemari, mau meminta pertanggungjawaban Muh. Hari ini kami ke kosan anak kami Ambar. ....." kedua orangtua menceritakan semua kejadian yang mereka lihat di kosannya Ambar.
" Kami minta maaf atas kelakuan Muh, bapak meminta pertanggungjawaban Muh. Maksudnya pertanggungjawaban yang bagaimana? Mohon diperjelas lagi pak. "
" Kami ingin Muh segera menikahi anak kami, sebelum kejadian yang tak diharapkan terjadi dan mereka kebablasan lebih jauh lagi. Setidaknya bertunangan pun tidak masalah."
Ayah dan bunda tersenyum menanggapi perkataan bapak Ambar.
" Mengenai hal ini, kami akan membicarakannya terlebih dahulu dengan Muh. Insya Allah kami segera memberikan kabar kepada bapak dan ibu."
" Kami tidak mau terlalu lama, kami ingin keputusannya secepatnya."
" Maaf ya bapak, ibu juga Ambar. Sebenarnya maksud bapak ibu mau meminta pertanggungjawaban anak kami itu apa? Apakah Ambar saat ini tengah mengandung anak Muh? . Ambar bunda nanya ke kamu, tolong jawab dengan jujur. Apakah kamu hamil? " Bunda menatap Ambar dengan tajam. Ambar yang tadinya tersenyum penuh kemenangan, terdiam dan terkejut mendengar pertanyaan bunda.
" Sa... Sa ya saya tidak hamil bun." jawab Ambar dengan gugup.
" Kalau kamu tidak hamil, mengapa seheboh ini. Apakah selama ini kamu tidak pernah berciuman, berpelukan dengan laki-laki lain? ."
" Maksud ibu apa menuduh anak kami seperti itu? Saya tidak terima. Kalau kalian tidak mau bertanggungjawab, maka kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum." tantang orangtua Ambar.
" Silahkan saja, kalau bapak ibu mau membawa ke jalur hukum. Saya punya bukti yang akurat mengenai Ambar. Ambar apakah kamu sudah siap berhadapan dengan bunda? Atau foto-foto dan video-video itu bunda perlihatkan ke orangtua mu? Bunda sudah cukup baik dengan kamu, tapi kalau kalian tetap menantang juga. Kami juga siap menghadapi tantangan kalian. Besok foto-foto dan video-video ini akan kami serahkan ke pengacara kami dan bersiaplah untuk diekspos ke media. " bunda memperlihatkan foto-foto dan video-video syur Ambar bersama Leo dan ada juga beberapa laki-laki lainnya.
Kedua orangtua Ambar terkejut, merasa malu dan takut. Ambar segera beranjak dari duduknya, dan meninggalkan rumah Muh. Begitu pun kedua orangtuanya, tanpa basa basi keluar dari rumah Muh.
" Ingat pak, jangan sampai lupa kami tunggu jalur hukumnya." Bunda berteriak kepada kedua orangtua Ambar.
Ambar dan kedua orangtuanya langsung naik ke mobil, dan meninggalkan rumah Muh dengan perasaan malu.
__ADS_1
" Kamu itu bodoh sekali Ambar, padahal satu langkah lagi kita sudah bisa menguasai Muh dan keluarganya." Bunda berteriak marah ke Ambar.
" Sudahlah ma kita tidak perlu berdebat, tugasmu sekarang Ambar memikat Muh agar tak terpengaruh dengan perkataan orangtuanya."