
"wooow kakak ipar ternyata rumah mu tidak jauh dari pantai, kita jalan-jalan dulu sebentar ke sana yah! " Mike terkagum melihat keindahan sepanjang jalan yang di kelilingi Gunung gunung, terlihat dari bukit yang hampir sampai ke rumah Niken sebuah pantai yang menyatu dengan bukit.
"indahnya, ternyata kampung kakak ipar seindah ini! " jika tau begini aku bisa sering mengunjungi tempat ini kak. "
Niken hanya tersenyum getir, memang indah tempat ia di lakhirkan dan di besarkan itu, tetapi kenangan pahit selalu menghantui diri-Nya.
"jika kalian ingin berjalan jalan di pantai silahkan, aku tidak ikut, aku tunggu kalian di rumah saja, banyak yang harus aku urus! " lagian aku harus bertemu dengan orang yang penting. " ujar Niken.
"Iyah, Mike kalian pergi saja bersama Rissa, aku akan menemani Niken di sini! "
ujar Nori juga, sepertinya Nori paham maksud Mike. yang ingin berduaan dengan Rissa, Rissa hanya tersipu malu.
" Iyah Riss, pergi lah, kamu kan sudah lama tidak pergi refresing. "
"tapi nona! "
"sudah jangan pikirkan aku, Nori bersama ku, dan lihat lah dua pria besar ini juga bersama kami. " kalian pergi lah, " ujar Niken meyakinkan Rissa.
sesampainya di rumah Niken, seorang ibu-ibu setengah baya berlari menghampiri mobil yang di tumpangi Niken dan yang lain.
"Nike! Nike apa itu kamu nak? " suara senang dari Ibu Ajat pun sudah menyambut Niken.
pelan-pelan Niken membuka pintu mobilnya, dan Bu Ajat sudah memberondongnnya dengan berbagai ciuman dan pelukan di badan Niken, air mata nya tak henti-hentinya menetes.
Niken pun ikut larut dalam suka cita yang di rasakan Ibu Ajat.
"Ibu maafkan Niken, Niken baru sempat menjenguk Ibu sekarang. "
"sudah lah nak sudah! " yang penting kamu sekarang sudah kesini, semoga kamu selalu bahagia Nak. "
Ibu ajat terus saja mengoceh, sampai yang lain bingung hanya saling tatap.
"mau ke pantai? " tanya Mike kepada Rissa yang sedang asiik melihat obrolan Bu Ajat dan Niken.
Rissa hanya menggelengkan kepalanya.
sedangkan Nori tanpa basa basi, dia mengajak dua orang pria berbadan kekar itu memasuki rumah Niken, bermaksud ingin membersihkan nya, matanya heran melihat di dalam ruangan tersebut sudah tertata rapih beberapa cemilan dan beberapa gelas minuman di atas meja pun sudah tersedia.
"katanya rumah ini kosong, kenapa seperti ada penghuninya? " gumam Nori. "bersih, rapih, tertata dengan baik.
" Nike! " teriak Nori.
Niken dan Bu Ajat pun menoleh pada Nori.
"lihatlah dulu kesini Nike. "
"sebentar yah Bu, saya kesana dulu. "
"Iyah nak, silahkan. Ibu juga harus ke pasar sebentar, nanti ibu berbincang-bincang lagi dengan mu, ibu rindu kamu nak. "
"Iyah Bu, nanti Niken tunggu di rumah. "
__ADS_1
Bu Ajat pun berpamitan kepada semuanya, sedangan Rissa dan Mike menghampiri Nori yang berdiri di depan pintu masuk rumah nya Niken.
setelah Niken sampai dan melihat ke dalam ruangan tersebut pun merasa heran, melihat isi rumah peninggalan kedua orang tuanya itu begitu tertata rapih dan bersih.
"apa Bu Ajat yang mengurus rumah ini? " tapi aku tidak pernah meminta nya. "
"siapa yang membersihkan rumah mu Nike? " tanya Nori.
Niken hanya menggelengkan kepalanya, dia sendiri pun bingung siapa yang sudah mengurus rumahnya dengan begitu baik.
"anda sudah datang nona, silahkan! " suara seorang wanita setengah baya muncul dari dalam dapur.
Niken mengerinyitkan kedua alisnya heran.
"ibu ini! "
"saya non, pelayan di rumah non. "
"pelayan? " tapi saya tidak. "
"Tuan Novak yang meminta saya non. "
"ooowh, aku sudah curiga, pasti kakak ku! " dia kasih kejutan apa lagi buat kakak ipar? " ujar Mike.
"baiklah Bu, saya mengerti, ibu bukan berasal dari kampung ini bukan? " karena saya baru melihat Ibu. "
"bukan non, saya adalah yang mengenal tuan Ken. "
"benarkah? "
"Iyah! lihat saja dari postur tubuhnya yang masih terlihatan kekar walau pun dia seorang wanita tua. "
"yah sudah lah, ayo kita masuk, dan kalian tidur di kamar sana, Rissa kamu tidur di kamar ku, dan aku akan tidur di kamar mendiang Ibuku. " ujar Niken.
mereka semua pun masuk, kecuali dua orang pria berbadan kekar tadi mereka hanya berdiri di teras rumah.
"silahkan nona, jika ada yang kurang berkenan dengan pekerjaan saya, harap nona menegur saya. "
" tidak Bu, ini sudah sangat memuaskan. "
"apa Ibu juga tinggal di rumah ini Bu? "
"Iyah non, saya di perintahkan Tuan untuk meninggali rumah non, agar terurus dengan baik, jika suatu sa'at non dan tuan kembali rumah tidak perlu di bersihkan lagi" tapi jika non keberatan saya akan pergi. "
"tidak tidak bukan seperti itu Bu, apa Ibu tidak mempunyai keluarga? atau suami yang Ibu tinggalkan untuk mengurus rumah ini? "
"tidak non, saya tidak mempunyai siapa pun, hidup saya sebatang kara, anak saya sudah tiada. "
"saya ikut prihatin Bu, !
" terimakasih non, "
__ADS_1
"silahkan non, Ibu sudah membersihkan semua kamar. "
"terimakasih Bu. "
"jangan sungkan non, jika perlu apa-apa nona bisa panggil saya di dapur. "
" baik Bu, terimaksih.
setelah Ibu itu pergi, Niken membuka kamar mendiang ibu-Nya, betapa terkejutnya Niken melihat isi kamar tersebut sudah penuh dengan barang-barang mewah yang terlihat baru semuanya.
"di mana barang-barang Ibu,? "
Niken sedikit kesal, karena barang barang peninggalan Ibu nya sudah tidak ada satu pun.
Niken bergegas kedapur maksud ingin menanyakan barang-barang tersebut kepada Ibu tadi.
"Bu, Bu! "
"Iyah non, ada yang bisa saya bantu? "
"Ibu, apa Ibu lihat barang-barang Ibuku? "
"barang-barang yang mana non! "
"semuanya Bu, ranjang, kursi tua, dan meja rias Ibu saya tidak ada di dalam kamar nya? "
"maafkan saya non, saya masuk rumah ini yang tersisa hanya barang-barang yang ada di dalam lemari pojok kamar itu non. " Ibu tidak tau ada barang-barang yang non sebutkan tadi non! "
"benarkah? " kemana semua barang-barang itu? " gumam Niken penasaran.
"tuan Novak bilang, rumah ini sudah kosong dari sebelum di ambil kembali non! " yang Ibu dengar dari tetangga non, seseorang sudah datang mengambil barang-barang dan mengosonbkan nya. "
"oooh baiklah Bu, saya tau siapa orang tersebut! " begitu sangat membenci Ibuku dia tega membuang barang-barang Ibu juga! "
"Ibu dengar juga rumah ini awalnya sudah mau di beli oleh seseorang, makanya di kosongkan non. "
"baiklah Bu, kalo begitu saya paham! "
"baiklah non. " silahkan non istirahat dulu, nanti kalo sudah waktunya makan siang Ibu bangunkan. "
"sekali lagi terimakasih Bu, dan Niken minta maaf, karena telah salah sangka sama Ibu. "
"tidak apa-apa non, Ibu memahami situasinya! "
Niken tersenyum getir, wajahnya sudah sangat sendu karena hatinya terus saja mengingat mendiang ibunya.
sedangan Nori dan Mike duduk di ruangan tamu sambil menikmati segelas kopi beserta cemilan nya.
Bersambung...
***terimakasih, kepada sahabat-sahabat ku yang telah mendukung karya ini, sehat selalu buat kalain.
__ADS_1
semoga kebaikan kalian dengan mendukung karya "CiNTa" ini di berikan kesehatan, kesuksesan untuk kita semua, lob you All❤❤❤***