Cinta

Cinta
bukti yang kuat


__ADS_3

setelah Simon dan istrinya memasuki kamar, Merryssa bertanya kepada Simon.


"sayang bagai mana ini? bagai mana jika benar yang kamu katakan di tlp tadi? " tanyanya.


" tenanglah sayang, aku yakin putri kita tidak mungkin terlibat. " Jawab Simon kepada istrinya.


kembali kepada Rissa dia dengan cepat memasuki kantor polisi membawa sebuah bukti keterlibatan Jony dan Sarah di handphone miliknya yang di kirim oleh Ken tadi.


"selamat malam nona? " ujar salah satu stap kepolisian di sana.


"malam Pak, saya ingin melapor kasus kecelakaan Romi di butik sebelum akhirnya dia di habisi oleh pria itu! " ujar Rissa sambil memberikan sebuah rekaman suara kepada salah satu polisi di sana.


"bukti baru yang menguatkan pria itu dan gadis yang bernama Sarah itu bersalah atas kejadian tersebut. " ujar Rissa kembali menjelaskan kepada pihak yang berwajib.


para polisi di sana saling tatap, nama yang di sebut oleh Rissa berbeda dengan yang dia tangkap.


"Sarah! bukan kah namanya Felicya?" ujar salah seorang polisi tersebut.


"tidak pak, gadis itu tidak bersalah! " jawab Rissa.


"tapi pria itu telah mengakui bahwa? "


"tidak! itu hanya akal-akalan dia saja. " potong Rissa kepada petugas yang bicara saat itu.


"betul pak polisi, Felicya hanya korban fintah dari pria itu! " ujar salah seorang pria yang baru saja memasuki ruangan tersebut, mata semua orang teralihkan kepada suara pria yang baru saja datang.


"Ken! " ujar Rissa.


"tuan Ken! " ujar salah seorang petugas yang kenal betul dengan pria yang baru saja datang.


"Iyah, ma'af kan saya bapak-bapak. " saya bukan tidak percaya kepada kalian, tetapi pria ini terlalu licik, jadi saya memutuskan mencari bukti sendiri! " ujar Ken sambil meraih beberapa poster dari dalam tasnya dan menyerahkan nya kepada salah seorang polisi di sana.


"dan inilah bukti yang sangat kuat untuk menahan mereka berdua! " ujar Ken, sekali lagi dia mengeluarkan sebuah plesdisck dari saku jasnya.


"bapak-bapak boleh cek keaslian dari rekaman suara tersebut. " ujar Ken lagi.


"baiklah Tuan Ken, saya akan menangani kasus ini dengan baik. " terimakasih atas kerjasama kalian." ujar salah satu kepala Kepolisian yang baru saja datang dan mendengar semuanya tadi.


"satu lagi bapak-bapak, saya sudah memasang rekaman di rumah tersangka! dan saya harap kita mendapatkan bukti yang lebih kuat dari ini, supaya pria dan gadis itu tidak bisa berkutik! " ujar Rissa sambil menyerahkan sebuah laptop yang menayangkan beberapa rekaman di apartemen nya Sarah.


tapi sayangnya rekaman tersebut masih belum bisa membuktikan apa-apa.


"dan satu lagu, ini adalah telpon umum yang biasa di pakai Jony menghubungi seseorang. " ujar Rissa kembali memperlihatkan rekaman di sebuah tepat dekat dengan kantor polisi di sana.

__ADS_1


"baiklah bapak-bapak, apa Felicya bisa bebas sekarang? " tanya Ken yang tidak sabar ingin melihat Felicya bebas.


"bebaskan gadis itu! " perintah kepala Kepolisian di sana menyuruh anak buahnya untuk segera membebaskan Felicya.


"Riss, bisakah aku titipkan gadis itu di rumah mu? " tanya Ken kepada Rissa.


"baiklah, dia bisa ikut bersama ku. " jawab Rissa.


"dia tidak mempunyai siapapun dia gadis yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan bersama Romi. " ungkap Ken lagi kepada Rissa.


"kamu bisa mengandalkan ku! " jawab Rissa, walau hatinya sedikit cemburu, Ken tidak tau bahwa Rissa mempunyai perasaan kepada dirinya selama ini.


tapi Ken hanya menganggap Rissa sebagai temannya.


tidak berapa lama kemudian, Felicya sudah berada di hadapan merek.


"tuan! benarkah aku bebas? " tanya Felicya dengan matanya yang sendu dia menatap Ken.


"apa nona yang menyuruh kalian membebaskan ku? " tanya Felicya kembali, dia yang mengira Niken lah yang telah mengirim dua orang di hadapan nya untuk membebaskan dirinya.


"kamu memang tidak bersalah, dan polisi tidak berhak menahan mu lagi! " jawab Rissa.


"semua ini berkat Tuan Ken. " ujar Rissa kembali sambil melihat kesamping di mana Ken berdiri sedang menatap Felicya.


"baiklah Tuan, dan nona-nona sebelum kalian pergi, silahkan tanda tangan surat surat ini! " ujar seorang polisi yang menyerahkan surat kebebasan atas nama Felicya yang akan di tanda tangan oleh pihak keluarga Felicya.


"baiklah, Terimakasih dan saya harap pihak kepolisian menyelidiki lagi lebih lanjut atas keterlibatan Nona Sarah. " ujar Ken. sambil meraih pena dan menandatangani kertas yang di berikan oleh polisi tadi.


"baik Tuan, kami akan berusaha keras untuk menyelidiki semua ini! " jadi serahkan semua nya kepada pihak kepolisian. " ujar kepala Kepolisian di sana.


mereka pun berpamitan untuk meninggalkan tempat tersebut, Felicya benar-benar merasa sangat beruntung ternyata setelah kepergian Romi masih banyak orang-orang yang perduli dengan dirinya.


"Elicya, kamu sekarang ikutlah dengan Rissa. " ujar Ken yang menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada Rissa.


"ma'af kan saya Tuan, saya tidak bisa ikut nona Rissa. lebih baik saya akan pergi ke panti asuhan tempat kami dulu di besarkan. " jawab Felicya dia yang tidak ingin membebani Rissa atau yang lainnya.


Rissa menatap Ken, dia juga berharap Felicya tidak ikut bersamanya karena hanya akan menyebabkan dirinya tambah terluka, karena Ken lebih memberikan perhatiannya kepada Felicya di banding kepada dirinya.


"baiklah, aku akan mengantar mu ke sana. " jawab Ken.


"terimakasih Tuan. " ujar Felicya sambil merundukan badan nya di hadapan Rissa. diapun berpamitan kepada Rissa dengan memasuki kendaraan Ken, yang sudah di buka pintu nya oleh Ken.


"selamat malam nona, terimakasih. " ujar nya.

__ADS_1


"heemmm, jawab Rissa dengan dehem.


hatinya begitu sangat cemburu melihat pria yang dia sukai dekat dengan Felicya.


" Riss, kami pamit". ujar Ken sambil menutup pintu Felicya, dia pun melambai kan tangan nya ke arah Rissa.


Rissa hanya mengangguk kan kepalanya kecil, dia pun bergegas memasuki kendaraannya dengan hati yang kecewa.


"syukurlah dia tidak ikut bersama ku, jika tidak aku akan melihat kedekatan mereka berdua! " gerutu Rissa dalam hatinya sambil menekan pedal gas kendaraannya.


di kediaman Simon, Niken yang sengaja menunggu Rissa kembali dengan meminum kopi bersama temannya di teras rumahnya.


di dalam kamar tidurnya, Simon mendapat panggilan di ponsel miliknya.


dia bergegas mengangkat panggilan tersebut dengan pelan dia keluar dari kamar tidurnya menuju ruangan kerja miliknya.


"Iyah! "


"benarkah! "


"jadi putriku tidak terlibat! "..


" cari tau gadis itu!


"baiklah! "


"aku tidak akan membiarkan gadis itu menyakiti putriku! " jawab Simon sambil mengakhiri panggilannya.


suara panggilan tersebut pun terhenti, informasi yang di dapat Simon cukup untuk membuktikan seseorang di tahan.


entah siapa yang dia hubungi, dan bagai mana orang tersebut mengenal Sarah Anderson gadis yang melukai Romi atau yang akan menghancurkan kehidupan putrinya Niken.


"aku tidak akan tinggal diam! siapapun yang mencoba mengusik kehidupan putriku, aku akan menghancurkan nya tanpa sisa! " gumam Simon dalam hatinya.


" gadis ini sungguh berani dia! "


Simon lalu menghampiri Niken dan Nori yang masih duduk di teras rumahnya.


"Nike teman mu belum pulang? " ujar Simon sambil menatap ke arah Nori.


"belum Pap,, Niken masih menunggu kabar dari Rissa. " jawab Niken.


"Papa tidur saja duluan, Papa harus istirahat dengan cukup, agar kesehatan Papa terjaga. " ujar Niken kepada ayah angkatnya itu.

__ADS_1


"hemmm baiklah, selamat malam putriku" jawab Simon sambil mengecup kening Niken.


bersambung...


__ADS_2