
Hujan deras yang membasahi bumi, sejak sore sampai malam, masih mengguyur kota Bandung. Jalan tampak licin, air menggenang di berbagai sudut, membuat orang-orang malas keluar kalau bukan ada keperluan mendesak.
Tidak terkecuali dengan dua pasang suami istri ini. Mereka saling memeluk dalam satu selimut, merasakan kehangatan cinta mereka.
Pipi Sheril memerah. Zian menggodanya dalam selimut. Sheril tampak bersemu malu.
"Mas, apaan sih kamu."
Zian tersenyum dan memeluknya gemas.
"Mau lagi dong sayang ..., ngk apa-apa ya."
"Ngk mau."
Sheril memalingkan wajahnya dengan cemberut.
"Oh gitu ya, mulai tega lagi nih ceritanya."
"Em ..., kamu sih, Mas goda aku terus."
Hehehe, zian terkekeh.
"Oke deh sayang, aku janji tidak akan menggoda mu lagi, ini serius."
Zian berbisik di telinga Sheril. Sheril jadi merinding.
Zian mulai melancarkan aksinya hingga berkali-kali. Adegan panas itu membuat Sheril tidak bertenaga, tubuhnya terasa remuk. Hingga suatu malam dia merasa sangat lapar, sementara di luar sana masih hujan sangat deras.
"Mas, aku lapar,"
Keluhannya terdengar lemas.
"Ya sayang, kamu mau makan apa? Biar aku cari keluar."
"Tapi di luar hujan,"
__ADS_1
"Ngk apa-apa, demi kamu," Zian tersenyum tipis.
"Ah, mulai gombal."
Zian terkekeh.
"Aku serius. Bentar aku ganti baju dulu."
Zian bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi, membersihkan dirinya.
"Aku pergi dulu ya," Zian mencium kening istrinya, kemudian melangkah pergi keluar.
Di luar hujan masih begitu deras. Zian meminjam payung pada satpam.
Pergi ke restoran di seberang hotel. Untung restoran itu belum tutup, kalau tidak, dia akan berjalan kaki ke ujung jalan untuk mencari makanan.
Keluar dari restoran itu, Zian melangkah ingin nyebrang jalan. Tiba-tiba sebuah mobil melaju sangat kencang, alhasil bajunya basah kena cipratan air akibat mobil itu yang terlalu ngebut.
"Woy brengsek! Berhenti kau bajingan!" Zian berteriak dengan kencang. Wajahnya berubah kelam, tangannya mengepal erat.
Jika saja dia tau pemilik mobil itu, Zian akan memberikan perhitungan yang lebih kepadanya.
Mobil itu masih beruntung, plat nya tidak terlihat jelas olehnya.
Zian menatap dirinya sendiri yang basah kuyup.
"Jika aku tau, aku akan membunuh mu!" Zian masih marah dan kesal. ekspresi wajahnya tidak dapat di artikan.
Sampai di gerbang hotel. Zian menyerahkan payung yang dia pinjam barusan. Satpam itu tampak memperhatikannya dengan wajah yang bingung.
Sudah pakai payung, tapi masih basah kuyup?
"Tuan, kenapa basah, kan ada payung?"
satpam itu tampak penasaran.
__ADS_1
Zian menatap wajah satpam itu dengan dingin.
"Payung yang kau berikan tidak berguna sama sekali. Payung ini bocor dan berlubang."
Satpam itu tercengang.
"Tapi tidak mungkin pak, barusan saya pakai tidak bocor!"
"Coba saja kau pergi ke pinggir jalan itu!"
Satpam itu menuruti perintah Zian. Ia memakai payung dan berjalan ke tepi jalan. Tiba-tiba sebuah mobil melaju begitu cepat. Dan genangan air yang di lalui mobil itu mengenai tubuhnya.
"Hey sialan, berhenti ...."
Satpam itu berteriak kencang, setelah berteriak seperti itu, dia baru menyadari, kalau Zian mengerjainya. Yang terjadi padanya saat ini sama seperti orang tadi.
Satpam itu menepuk jidatnya. "Dasar bodoh, bodoh." Dia merutuki dirinya sendiri. Kemudian menatap Zian yang sedang terkekeh. Zian melangkah pergi begitu cepat.
"Tuan tunggu, Tuan."
Satpam itu berusaha mengejarnya, namun Zian tidak peduli lagi.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah, juga bintang lima di penilaian. Karena tugas author sangat berat, dari pada kalian yang hanya membaca. jadi tolong saling mengerti untuk saling menyemangati. yuk mulai dari sekarang.
Wajib likeβοΈ
klik bintang lima di penilaian βοΈ
tap love βοΈ
vote setiap akhir pekan βοΈ
komen jika ada kritik dan saranβοΈ
__ADS_1
dan jangan lupa follow akun author