
Beruntungnya Sheril kala itu, ada sahabatnya yang berkunjung, Sheril pergi bersama Elian setelah lama bercerita panjang lebar.
Sheril sangat senang, matanya langsung berbinar. Sheril mengajak Elian ke taman belakang, meminta bibi Arum membuat minuman hangat buat mereka, tidak lupa bibi Arum juga membawa cemilan buat mereka makan di kala bersantai. Elian mengajukan banyak pertanyaan. Sheril sempat kewalahan dengan pertanyaan konyol sahabatnya, terkadang mereka tertawa lucu, sadar akan cerita mereka. tidak lupa Elian juga menanyakannya keadaan Sheril, apakah ia bahagia atau justru sebaliknya. Sheril bercerita tentang kehidupan sehari-harinya.
"Berarti suami kamu benar-benar mencintai kamu," ucap Elian menyela cerita sahabatnya.
"Iya sih El, tapi sampai kapan aku tersembunyi seperti ini? Aku juga mau seperti keluarga lainya," mata Sheril mulai berkaca-kaca.
"Sudah-sudah, stop ceritanya, sekarang bukan itu yang kamu pikirkan Sheril, ingat kandungan kamu, sebentar lagi kamu akan menjadi orang tua, ingat, anak mu membutuhkan ayahnya, jangan mikirin yang macem-macem dulu deh, setelah lahiran kamu boleh mengambil keputusan seperti apa, emang inilah resiko menjadi yang kedua, tapi kamu jangan pikirkan itu dulu, pokus dengan Baby yang kamu kandung," sela Elian pada Sheril. Ia tak tega melihat kesedihan di wajah sahabatnya.
"Ngk bisa gitu lah El ..,"
"Iya, aku tau, cuman .., sekarang itu pokus dengan kandungan kamu, udah itu aja dulu," ucap Elian memotong kalimat Sheril, ia mendapati Sheril menghela napas yang panjang.
"Sayangnya di sini jauh dari kota, tempatnya sejuk banget, aku suka," ucap Elian sambil memandang ke depan menatap kolam renang yang ada di bawah taman, ia mengalihkan pembicaraan, ada tangga berliku menuju kolam renang itu, di kiri kanan tangga itu terdapat tanaman bunga Bougenville yang berjejer rapi, indah sekali. Apa lagi bunga Bougenville yang hampir penuh dengan bunganya.
"Iya, aku suka menghabiskan waktu di sini, di tempat ini membuatku menumpahkan segala permasalahan ku, aku sedikit lega," ucap Sheril tersenyum kecil, sambil ikut memandang kebawah seperti Elian.
__ADS_1
Elian memegang kedua pundak Sheril. "Kamu yang sabar ya, semua yang terjadi sudah takdir, sekuat apa pun kita menolak, kita tidak bisa menghindar, yang jelas jaga anak kamu sekarang," ucap Elian berusaha menenangkan sahabatnya, ia memeluk Sheril dengan erat.
Sheril mengangguk.
"Aku kangen Relaks coffe," ucap Sheril dalam pelukan sahabatnya.
"Kita bisa pergi kesana sekarang," ucap Elian menatap Sheril sambil tersenyum lebar.
Seketika Sheril langsung berbinar senang, ia juga ikut tersenyum, namun tidak begitu lama senyuman itu kembali menghilang.
"Tapi bagaimana jika suamiku tidak mengizinkan?" Ucap Sheril.
"Kamu benar, lagi pula aku bosan di sini terus," ucap Sheril seraya mengeluarkan ponselnya, mencari nama suaminya di sana. Sheril langsung menghubunginya lewat telpon WhatsApp. Tapi tidak di angkat. Sheril berinisiatif kirim pesan, "mas, ada sahabatku Elian berkunjung, aku bosan, ingin melihat keluar bareng Elian, boleh ya, kalau mas mau pulang, nanti langsung jemput Sheril aja di Relaks coffe," setelah merasa cukup mengetik, segera menekan tombol enter, pesan pun langsung terkirim, namun belum di baca.
Sheril yakin nanti pas mas Zian membuka ponselnya, ia langsung akan membaca pesan darinya.
"Ayo, kita pergi sekarang," ucap Sheril berbinar yang di ikuti Elian. Merekapun pamit pada bibi Arum.
__ADS_1
"Bibi, Sheril mau pergi sebentar, mau ketempat sahabatku," ucap Sheril yang di sambut bibi Arum dengan ekspresi takut. Sesaat bibi Arum terdiam, ia bingung antara mengizinkan atau tidak.
"Tapi Non ...,"
"Bibi jangan khwatir, aku sudah izin sama mas Zian meski ia belum menjawab pesanku," ucap Sheril meyakinkan bibi Arum yang ketakutan.
"Iya Non, tapi jangan lama-lama ya, cepat pulang, nanti Tuan marah," ujar bibi Arum ragu mengiyakan ucapan Sheril.
"Iya bi, Sheril pergi dulu ya," pamit Sheril dan Elian seraya beranjak dari hadapan bibi Arum.
.
.
.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
maafkan author ya yang jarang update, author berharap kalian para pembaca, tetap setia menunggu update terbaru dari author. terimakasih atas dukungannya.
sebentar lagi akan memasuki hari lebaran, author minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pendukung dan pembaca setia author, terimakasih atas kunjungan, komentar dan dukungannya, author sangat berterima kasih atas kalian yang sudah berkomentar positif, sekali lagi minal Aidin wallfaizin 🙏🙏.