Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
107


__ADS_3

Mata Sheril mulai berkabut, namun dengan cepat ia menyekanya, setelah mendengar langkah kaki mendekatinya.


"Bersihkan ini semuanya, ini juga! Ini kau cuci dengan bersih ya. Setelah beres nanti kau lap meja itu semuanya."


Sheril terdiam sejenak.


Perempuan itu memerintah seolah dialah bos di sini. Karena Sheril merasa dia baru bekerja di sini, dia hanya mengalah saja, daripada nanti bermasalah dan dia di pecat, Sheril kemudian mengangguk dengan berat.


Kenapa perempuan ini memberikannya begitu banyak pekerjaan? Padahal sejak tadi Sheril belum istrahat. Sementara perempuan itu hanya duduk saja sambil memainkan ponselnya. Sheril meliriknya sekilas, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Dia menghela napas lelahnya. Capek? Tentu saja Sheril capek, dari pagi ia belum istrahat. Kapan pekerjaan ini selesai, piring kotor masih banyak menumpuk, sementara perempuan itu sudah memberikan pekerjaan yang lainnya.


Dengan cekatan, Sheril mempercepat cuci piring. Setelah selesai, ia mencuci wajan yang cukup besar, dia pun kesulitan untuk mengangkatnya. Sial sekali, perempuan itu sengaja mengerjainya. Sheril duduk sebentar, hanya untuk meredakan kakinya yang pegal akibat kelamaan berdiri. Baru beberapa menit ia duduk, perempuan itu sudah meneriakinya.


"Hey perempuan bodoh, enak sekali kau duduk dan bersantai! Kapan pekerjaan mu selesai kalau begini!"


Wajah perempuan itu tampak dingin.


Ada apa? Kenapa dia sepertinya sangat membenci Sheril? Padahal Sheril tidak pernah menggangunya?


Sheril yang tidak ingin berdebat, langsung berdiri dan memulai lagi menggosok kuali dengan sikat kawat khusus, untuk membersihkan panci.


Sesekali Sheril menyeka keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya.


Dengan sabar Sheril menyelesaikan tugasnya.


lalu mulai mengelap meja sesuai perintah perempuan tadi.

__ADS_1


Dari pagi Sheril mulai bekerja, baru istrahat setelah jam menunjukkan pukul setengah satu. Perutnya dari tadi minta di isi, bayinya di dalam pasti juga sudah kelaparan.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi Mama akan makan," Sheril mengelus perutnya.


Dia segera mengambil piring dan menyendok nasi.


Mereka boleh makan mengambil makanan yang ada di rumah makan itu. Sheril mengambil sepotong ayam, ia memilih daging yang kecil dan meletakkannya di atas nasi, serta sedikit pucuk ubi dan juga lalapan timun untuk menemaninya makan.


Tiba-tiba perempuan yang sebaya dengannya datang dan menghampirinya.


Ia mengambil piring yang di pegang Sheril, meliriknya sekilas, lalu mengambil potongan daging dan meletakkannya di tempatnya semula. Perempuan itu mengambil satu ceker ayam, dan meletakkannya di piring Sheril. ia menatapnya tanpa ekspresi.


"Ini! Tidak lebih dari ceker ayam, kau hanya patas memakan ini!" Wanita itu menyodorkan piring ke arahnya, Sheril langsung menerimanya dengan lapang dada. Padahal tadi Sheril melihat, dia mengambil ikan yang cukup besar, juga daging ayam.


Apa bedanya dengan dirinya? Dia juga karyawan di sini.


Sheril menghela napasnya, lalu membawa piring makanannya kebelakang.


Ia makan dengan lahap. Ia tidak membantah di perlakukan seperti itu, yang terpenting ia makan dan dapat bekerja.


Miris sekali!


Kenapa aku seperti ini? Kenapa orang-orang membencinya? Apa kesalahan ku?


Sheril berusaha tegar, meski hatinya rapuh.


.

__ADS_1


.


.


.


Sheril Segera pulang setelah rumah makan tutup, karyawan yang lainnya juga sama seperti Sheril.


Mereka pulang mengendarai motor, ada juga yang di jemput. Sheril hanya berjalan kaki menuju kontrakannya yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Cukup lelah berjalan kaki dalam keadaan seperti itu.


Tanpa Sheril sadari, sebuah mobil hitam mengikutinya dari belakang. Sama sekali Sheril tidak curiga. Ia berjalan menyusuri trotoar.


Pulang malam, berjalan kaki sendiri dalam keadaan begini?


Sampai di sini dulu ya gaes.


kalo tidak ada halangan, mudah-mudahan author update lagi setelah ini


Penasaran?


yuk komen dong?


...****************...


Jangan lupa ya dukungannya. Wajib like setelah membaca


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2