Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
merubah sikap


__ADS_3

Zian pura-pura tidur setelah Ririn masuk kedalam kamar. Ririn menghampiri Zian. "Zian, tolong maafkan aku, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dan anak kita lagi, maafkan aku, aku janji akan merubah sikapku," ucap Ririn sambil mengelus pucuk kepala Zian.


Kemudian Ririn merebahkan tubuhnya di samping Zian, ia memeluk pinggang Zian dengan erat.


Zian langsung memalingkan wajahnya saat Ririn mencium keningnya.


"Sayang, kenapa kamu seperti ini, bukannya kamu suka kalau aku bersikap seperti ini," ujar Ririn menatap suaminya.


"Aku capek dan mau istrahat, jangan ganggu tidurku," ujar Zian seraya bangkit dan meninggalkan Ririn yang membisu di atas ranjang.


Zian pergi keruang kerjanya, dan tidur di sana.


"Zian kenapa kamu seperti ini, Kamu benar-benar sudah berubah," lirih Ririn sambil menatap kearah pintu dimana Zian menghilang di sana.


Sementara Sheril tidak bisa memejamkan matanya, ia gelisah dengan perasaannya. Sheril sengaja tidak menghubungi Zian lagi, walaupun hatinya sangat ingin menanyakan keberadaannya.


Ia merasa Zian sudah mempermainkan perasaannya. Tak terasa cairan bening itu lolos di pelupuk matanya.


"Aku tidak tau siapa sebenarnya suamiku, dari mana dia? siapa keluarganya, siapa mertuaku? Dan dia bekerja di mana?"


Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi isi pikiran Sheril.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak memperkenalkan aku dengan keluarganya? Dan kenapa Zian seperti menyembunyikan sesuatu dari ku," gumam Sheril dalam tangisnya.


Sheril akan menjalani rumah tangganya, sebatas mana Zian akan membawanya, ia akan mengikutinya, ia pun tidak akan mempertanyakan itu kalu bukan Zian sendiri yang bicara, itulah prinsip Sheril saat ini, kemudian ia pun akhirnya terlelap dalam pemikirannya.


...****************...


Pagi hari pun telah tiba, Zian sudah bersiap dengan pakaian formalnya. Sementara Ririn tidak ada di kamarnya lagi, entah kemana Zian tidak tau, biasanya Ririn belum bangun saat seperti ini.


Zian menuruni anak tangga. Ia melihat Ririn yang menunggunya di lantai dekat tangga. "Kamu sudah bangun, aku baru saja ingin membangunkan kamu, ayo sarapan dulu, aku sudah menyiapkannya," ujar Ririn seraya menggandeng tangan Zian.


"Aku sudah telat, aku sarapan di kantor saja," ujar Zian seraya melirik jam tangan mahalnya yang bertengger di tangan kirinya.


"Sayang, ayolah makan sedikit saja, aku sudah susah paya menyiapkan sarapan untuk mu, tapi kamu tidak mau memakannya," ujar Ririn sewot, meminta di turuti keinginannya tanpa ingin mengerti apa pun. Zian hanya ingin menghargai istrinya saja.


Ririn berusaha menjadi istri yang baik di mata Zian. Ia merubah sikapnya walaupun sebenarnya ia malas sekali melakukan hal seperti ini, apa lagi urusan dapur, ia paling malas.


Selesai sarapan, Zian langsung pamit.


"Mungkin aku dan Heru akan keluar kota dalam beberapa hari ini, bilang sana Mama jika ia menanyakan ku," ucap Zian tanpa melirik ekspresi Ririn.


Ririn menanggapi Zian dengan sebuah senyuman manisnya.

__ADS_1


"Iya, hati-hati, nanti akan aku sampaikan sama Mama," ujar Ririn seraya mengikuti punggung Zian dari belakang. Zian pun langsung menoleh.


"Kamu mau kemana?" Tanya Zian seraya menghentikan langkahnya.


"Sayang, aku mau mengantar kamu samapi kedepan, apa tidak boleh?" Tanya Ririn menatap Zian.


"Oh, secepat itu kah kamu berubah," tukas Zian.


"Zian, apakah kamu tidak ingin aku merubah sikapku, aku ingin memperbaiki segala kesalahanku selama ini," ujar Ririn menundukkan wajahnya.


"Ya sudah, terserah kamu saja, aku pamit," ujar Zian seraya melanjutkan langkah kakinya.


"Kenapa kamu berubah menjadi dingin seperti ini Zian, aku kangen kamu yang dulu," imbuh Ririn seraya memeluk Zian dari belakang.


"Sudahlah Ririn, aku sudah terlambat," ujar Zian melepaskan pelukan Ririn.


Zina melangkah menuju mobilnya, dimana Heru sudah membukakan pintu mobilnya untuk Zian.


Ririn menatap kepergian Zian, entah mengapa hatinya merasa nyeri mendengar kata-kata Zian, Zian berubah menjadi sosok es balok yang dingin.


Ririn segera masuk dan menutup pintu kembali setelah mobil Zian menghilang dari jalanan.

__ADS_1


vote nya dong, biar author update lagi.


ayo like setelah membaca. jangan lupa dukung terus karya author ya, siapa tau kalian beruntung di akhir cerita. terimakasih


__ADS_2