Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
Lounge


__ADS_3

Saat di perjalanan yang tidak ada tujuan, tiba-tiba Nino sepupunya Alzian menelpon.


"Di mana bro?" Ujar Nino setelah Zian mengangkat telpon darinya.


"Di jalan, kamu lagi di mana?" Tanya Zian pada Nino.


"Kami di lounge," ujar Nino.


"Baiklah, saya kesana sekarang," ujar Zian mematikan ponselnya.


Untuk melepaskan penatnya, Zian pergi menyusul sepupunya yang sudah sejak tadi di sana.


Lounge. Zian sudah sampai di lounge, mereka duduk bersantai sambil minum-minum dengan gaya yang lebih elegan. Alzian menjadi pusat perhatian dari kaum hawa.


Walaupun Alzian sudah berstatus menikah dan memiliki seorang anak, namun statusnya tidak mengubah ketampanan ataupun penampilannya.


Alzian tetap keren dan tampan diantara teman-temannya. Bahkan di kalangan pebisnis sekalipun Alzian tidak mengalahkan anak-anak muda pada umumnya, meski Alzian sudah berumur 30 tahun.


Alzian Guinandra.


Pesonanya sangat memikat para wanita. Dengan tegak tubuh yang tinggi hampir 188 cm. Dengan kulit putih berhidung mancung. Matanya yang tajam dan sedikit kebiruan membuat para wanita klepek-klepek bila menatap matanya.


Tak sedikit wanita yang rela merendahkan dirinya hanya agar bisa dapat dekat dengan Alzian.


Alzian adalah sosok laki-laki pemberani dan keras kepala. Ia tidak ingin di kalahkan oleh siapapun. Dan tidak ada yang berani menolak keinginannya. Alzian Guinandra tampil dengan kesempurnaan dalam segala hal. Apa lagi menyangkut harta kekayaan. Alzian tidak akan kekurangan apapun walau sampai 9 turunan.


Biasanya 7 turunan ya Thor, kok bisa jadi 9 ya. Author juga bingung nih, biar beda aja gitu 🤭.


Namun Alzian mempunyai kelemahan di bidang perempuan yang di cintainya. Ia akan menuruti kemauan perempuannya. walau sifat keras kepalanya terkadang keluar kalau sedang emosi, tapi Alzian Guinandra mudah luluh akan seorang perempuan yang di cintainya. Apa lagi setelah mengenal sosok Ririn dan sampai menikahinya.


Sebetulnya, teman-teman Alzian tidak setuju Alzian menikah dengan Ririn. Karena, menurut mereka, Ririn terlalu posesif dan sedikit kasar. Ia tidak ingin mengerti posisi Alzian. Maunya mengerti sendiri. Ririn memanglah anak seorang pengusaha yang cukup terkenal. Ia anak yang sangat di manja dari keluarganya. Apa pun yang Ririn inginkan, keluarganya pasti mengabulkan permintaannya. Ririn memang cantik, tidak sedikit pula laki-laki ingin meminangnya. Namun ia jatuh di pelukan Alzian saat alzian mengungkapkan perasaannya.


Entah apa yang membuat Alzian mencintai Ririn sampai menikahinya. Padahal banyak perempuan cantik yang lebih mau mengerti akan posisi Alzian. Tapi Alzian sudah terlanjur mencintai sosok Ririn.


Malam ini, Alzian ingin menumpahkan hasratnya, namun istrinya menolak dan membuat Alzian kecewakan.


"Nino," panggil Alzian setelah meneguk segelas Vodka.


Nino langsung menghampiri sepupunya sekaligus sahabatnya itu.


"Ada apa bos," ujar Nino.

__ADS_1


"Aku butuh hiburan, kita ke diskotik saja, aku kurang puas disini," ujar Zian.


"Baiklah, aku akan membayar bil dulu," ujar Nino berjalan meninggalkan Alzian.


Alzian dan Nino pergi ke diskotik karena Zian merasa kurang puas berada di sana.


"Nino, Carikan perempuan yang bukan sembarang untuk menemaniku tidur malam ini," ujar Alzian membuat Nino membelalakkan matanya. Karena, tidak seperti biasanya Alzian menginginkan seorang perempuan, apa lagi sampai menemaninya tidur. Selama ini Alzian hanya menghibur dirinya dengan minum-minum saja, palingan mereka meminta perempuan hanya menemaninya saat di bar ataupun room karaoke.


Tapi malam ini, Nino kaget dengan permintaan gila sepupunya itu.


"Nino, kamu mendengarkan aku atau tidak," ujar Zian dengan suara yang terdengar serak, Alzian sudah di kendalikan dengan alkohol. Ia banyak sekali meneguk minuman. Hingga membuat tubuhnya setengah sadar.


"Iya baiklah, aku akan mencarikan mu perempuan," ujar Nino berbohong.


"Baiklah sekarang aku akan mengantarmu ke hotel," ujar Nino merangkul tubuh Alzian yang sudah tidak seimbang.


"Nino, cepat carikan aku perempuan, aku sudah tidak tahan, sepertinya ada seseorang yang sengaja memasukkan obat itu," ujar Zian mengoceh dengan setengah kesadarannya.


"Apa? Apa benar yang kamu katakan itu?" Ujar Nino tidak yakin.


"Aku merasakannya, aku tidak pernah merasa seperti ini," ujar Zian hampir tak terdengar.


Saat Nino ke toilet, seseorang menghampiri Alzian. Perempuan Itu duduk di samping Alzian, tangannya memegang dua cangkir minuman beralkohol.


"Zian, ayo minum lagi," ujar perempuan itu memberikan gelas berisi alkohol yang ada di tangannya.


Zian tidak menolaknya, ia langsung mengambil minuman yang diberikan perempuan itu, dan meneguknya sampai kering.


"Bagus Zian, sekarang aku ingin menemanimu, kita bisa tidur berdua dan bersenang-senang," ujar perempuan itu merangkul pundak Zian menuju ke mobilnya.


Untung saja Nino cepat kembali, kalau tidak, Zian sudah di pastikan akan tidur bersama ular itu, Nino tentu saja tidak akan diam. Ia langsung berlari menghampiri perempuan yang bernama Mia itu, ia yang berusaha menyuruh Zian masuk kedalam mobilnya. Dengan cepat Nino merangkul pundak Zian.


"Mau kamu bawa kemana temanku," ujar Nino menatap tajam perempuan itu.


Mia sangat terkejut dengan kedatangan Nino. "Nino aku hanya ingin membantunya, bukankah dia butuh seorang perempuan," ujar Mia berusaha ingin meracuni otak Nino.


"Dari mana kamu tau, kalau Zian membutuhkan perempuan? Atau jangan-jangan kamulah orangnya yang memasukkan obat itu," lafal Nino mencurigai Mia.


Mia perempuan yang sangat pandai menutupi kebenarannya.


"Jaga ucapan mu Nino, Zian sendiri yang mengatakan kalau dia membutuhkan perempuan, iya kan Zian," ucap Mia melirik Zian.

__ADS_1


Mia merebut Zian dari rangkulan Nino. Ia menyuruh Zian masuk kedalam mobilnya.


Nino tidak tinggal diam, ia menarik tangan Zian.


"Nino! Zian akan ikut dengan ku, kenapa kamu menghalangi ku," ucap Mia dengan kemarahan.


"Aku tidak akan membiarkan sahabatku bersama ular seperti mu Mia!" Ujar Nino tidak kalah keras dengan Mia.


"Nino!" Zian harus ikut dengan ku," ujar Mia. Ia kembali menarik tangan Zian dari Nino. Zian yang sudah di kendalikan dengan alkohol hanya diam saja. Kepalanya pusing dan berat.


Mia sangat berambisi ingin bersama Zian. Nino sudah tau gelagat perempuan itu.


"Ah ... " tiba-tiba Zian meringis kesakitan.


Tangan Zian terluka akibat gelas yang di pegang Mia tiba-tiba pecah.


Mia membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Mia! Apa yang kamu lakukan, kamu sudah mencelakai Zian!" Bentak Nino.


"Maaf aku tidak sengaja," ujar Mia merasa bersalah.


Mia mengambil handuk kecil di dalam mobilnya, dan berusaha menutup luka Zian agar tidak mengeluarkan darah lagi.


"Aku akan membawanya kerumah sakit," ujar Mia sambil membalut luka Zian.


"Pergi kamu dari sini, biar aku yang akan mengobatinya, awas kamu, terjadi sesuatu dengan temanku! Aku akan memberikan perhitungan dengan mu!" Ancam Nino membuat Mia ketakutan.


Nino membawa Zian ke-hotel. Setelah itu ia mencari bantuan untuk mengobati tangan Zian. Karena Nino tau ada anak-anak kesehatan di sekitar hotel itu yang lagi bertugas atau apa, Nino kurang paham.


Dan terjadilah malam itu, yang membuat Sheril kehilangan kepercayaan dirinya.


Ikuti terus ceritanya. jangan lupa⬇️


➡️vote


➡️like


➡️komentar yg bersifat membangun karya author.


Jangan lupa selipkan GIF nya setelah membaca. terimakasih

__ADS_1


__ADS_2