Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
127


__ADS_3

"Come here baby!"


Sheril mengernyitkan dahinya, lalu menghampiri Zian yang berbaring.


Saat Sheril mendekat, Zian langsung menarik tangannya hingga dia terjatuh di dadanya, membuat Sheril terpaku di tempat karena wajahnya yang sangat dekat.


Zian langsung melayangkan ciumannya, tangan kirinya menekan belakang leher Sheril, membuatnya mau tak mau menerima ciuman darinya.


Zian mencium bibir Sheril yang manis seperti permen lollipop, lidahnya menyapu bersih bibir Sheril, memaksa masuk kedalam hingga bertemu lidah Sheril. perlahan-lahan Sheril menikmatinya, mengimbangi tubuhnya dengan menekan telapak tangannya di dada Zian. Tangan Zian merangkul pundak Sheril hingga dia jatuh ke samping. Zian kembali menghisap bibir manis itu hingga membuat Sheril seperti kehabisan napasnya.


Tangan Zian membuka kancing baju istrinya, matanya menatap dengan penuh semangat. Melihat buah apel yang menyembul, putih dan mulus, matanya langsung berbinar. Lalu tangan itu perlahan memegang dan meremas, mengeluarkan buah apel itu sampai dengan sempurna, terlihat puncaknya sudah menantang, kenyal dan tegang. Zian tidak sabaran untuk mengisapnya, menghisap lebih dalam, hingga berpindah ke apel sebelahnya. Rakus sekali dia.


Sheril menggelinjang, merasa geli dengan hisapan yang dimainkannya.


Zian mulai membuka bajunya, tanpa menghentikan bibirnya yang semakin mendalam. Sheril tampak tak melarang, membiarkan suaminya melakukan apa pun.


Zian memperlakukan Sheril dengan hati-hati, tidak berani kasar, karena lagi hamil. Detak jantung Zian sangat terasa oleh Sheril, ciuman panasnya semakin menuntut, semua pakaiannya sudah di lepas tanpa sisa.


Sheril merasa, sensasinya sangat berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena suaminya akan pergi, maka dia menyerahkan segalanya malam ini.


Sheril menahan desahannya dengan menggigit bibir bawahnya. Tangan Zian mulai turun ke bawah. Menyentuh bagian-bagian sensitifnya, hingga Sheril tidak dapat menahan diri untuk bergerak.


Bibir Zian semakin ke bawah, memecah belahan pertahanannya, mengeksplorasi mahkotanya. Sheril benar-benar di buat tak berdaya hingga dia harus mengeluh dan merintih.


Dia meremas ujung seprai, menahan sesuatu yang menggelitik di area pertahanannya. Lidah itu terus berputar dan masuk melalui sebuah celah yang lembab.


"Mas ...,"


Tanpa sadar Sheril memanggil suaminya dengan lirih.


Zian mengerti, istrinya itu memintanya untuk berhenti dan segera menyelesaikan.


Zian Segera merangkak di atas tubuhnya, melebarkan kedua kakinya.


Tidak perlu membutuhkan banyak usaha. Pelan-pelan Zian menembus cela itu sampai ke dasar-dasar nya. Tubuh mereka sudah menyatu. Mata Sheril terpejam saat merasakan sesuatu menusuk area sensitifnya.


Zian menatap istrinya dengan penuh cinta, perasaannya saat ini sangat bahagia. dia mencium kelompok mata istrinya, dengan penuh kasih dan sayang.


"Sayang ..., "


"Em."


"Buka matamu,"


Sheril dengan enggan membuka matanya.

__ADS_1


"Sayang ...,"


Zian kembali memangilnya dengan suara yang memabukkan, hampir tak terdengar. Tidak tau caranya untuk mengungkapkan panggilan sayang yang begitu syahdu terdengar di telinganya.


Perlahan dia membuka matanya, menatap manik mata yang hitam pekat. Zian menarik tangan Sheril untuk merangkul lehernya.


"Apakah kau bahagia sayang?"


Oh tuhan. Kenapa dia menanyakan saat-saat seperti ini. Dia seperti tidak tahan, merangkul leher suaminya dan memberikan kecupan hangat di dahinya. Lututnya gemetar menahan rasa.


Zian mulai meluruskan pinggangnya. Bergerak secar perlahan, mulai mencari surga dunia, hingga pikiran mereka lupa segala-galanya.


Sheril menggenggam erat tangannya, seluruh tubuhnya menegang. Zian merasakan sesuatu yang menjepit erat miliknya, sangat erat. Dia membenamkan miliknya, dan diam beberapa saat. Jika dia menariknya maka ....


"Sayang, aku. Aku mencintaimu." Kemudian dia menarik sedikit miliknya yang terbenam, menahan napasnya, menggoyangkan pinggulnya lebih cepat lagi.


Secara bersamaan mereka mengeluh, dan merintih.


Zian menutup tubuh mereka dengan selimut, kemudian memeluk istrinya yang memejamkan matanya, tangannya saling menggenggam erat. Zian kembali melayangkan beberapa ciuman di dahi istrinya yang tampak lelah.


Perlahan Sheril membuka kedua matanya. Menatap wajah suaminya yang menawan, dia akui, suaminya memang sangat tampan, meski umurnya jauh lebih muda darinya. Ketampanannya menutupi usianya.


Zian tersenyum menatapnya.


"Kenapa? Apa baru tau kalau suami mu ini sangat tampan?"


"PD banget."


Sheril berkata dengan cemberut.


Zian kembali tersenyum, senyuman sangat menggoda.


"PD aja. Laki-laki yang tampan, istrinya pasti juga cantik." Zian memandang istrinya tanpa berkedip, hingga membuat Sheril malu dan menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


"Malu, tapi bersembunyi di dadaku."


Sheril geram tapi semakin mengeratkan pelukannya.


Zian mencium aroma rambutnya, membuat Zian tidak bisa menahan diri untuk melanjutkan ronde berikutnya.


Sheril tidak bisa tidur di buatnya. Membiarkan suaminya memenuhi keinginannya.


Kasihan, apa lagi dalam keadaan istrinya seperti ini, tapi mau gimana lagi. Dimatanya Sheril selalu membuatnya haus dan lapar.


Tanpa terasa jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi, cukup lama mereka bergulat di atas kasur, hingga beberapa kali melakukannya. Sheril nampak lelah, matanya sudah tertutup rapat, dengkuran halus terdengar di telinganya.

__ADS_1


Zian mencium kening istrinya, jam tiga pagi istrinya baru bisa memejamkan matanya. Kebahagiaannya tidak bisa membuatnya tidur. Zian menyelimuti tubuh istrinya.


Setelah merasa bertenaga, Zian bangkit ke kamar mandi. Tubuhnya terasa lengket karena sedikit berkeringat setelah melakukan olahraga malam.


Zian merasa ingin minum secangkir kopi hangat, lalu dia beranjak turun pergi ke dapur, membuat secangkir kopi hitam manis dan membawanya ke atas. Jam menunjukkan di angka empat. Sesaat dia ingin merokok, Zian keluar balkon membawa cangkir kopi dan sebungkus rokok. Dia tidak ingin merokok di kamar, takut mengganggu istrinya. Zian bukan pecandu rokok, hanya dia kuat minum alkohol saja, merokok hanya sekali-sekali, kapan dia menginginkannya saja.


Semenjak kenal dengan Sheril, dia pun perlahan meninggalkan jejak buruknya, mengurangi minum-minuman keras, serta mulai menolak ajakan teman-temannya untuk pergi ke bar atau pun diskotik.


Banyak perubahan di dalam dirinya setelah mengenal Sheril. Dirinya pun pokus dengan pekerjaan.


Cukup lama terdiam di balkon rumah, di temani secangkir kopi yang sudah hampir habis, menghisap rokok perlahan dan menghembuskan nya. Fajar mulai muncul, pertanda sudah menjelang pagi. Seluruh bola matahari masih di bawah ufuk, namun cahayanya mulai menerangi bumi hasil pantulan lapisan atmosfer.


Dia kembali ke kamar, menutup pintu penghubung balkon. Menatap istrinya yang terlelap. Wajah cantik alami, tanpa hiasan make up. Dia berbaring dan menciumnya, kulitnya terasa dingin karena terlalu lama duduk di balkon.


Dia menginginkannya lagi? Oh tuhan kenapa dia berasa candu baginya, tidak bisa melihatnya, apa lagi menyentuhnya. Seluruh jiwa raganya langsung bergetar. Dia seperti serigala rakus mencium dan melintir bibir istrinya yang lagi terlelap. Sheril menggeliat.


"Tidur saja sayang, ngk apa-apa. Aku akan melakukannya dengan pelan."


Sheril membuka matanya, rasa jengkel di dadanya, karena mengganggunya yang sedang terlelap. Tapi lama-lama rasa kesalnya memudar menjadi sebuah aliran hangat.


Sheril menatapnya dengan cemberut.


Zian tersenyum sambil membelai rambutnya dengan lembut.


"Sekali saja, setelah ini aku mau mandi dan siap-siap."


Mana ada bisa tidur kalau di layangkan sentuhan dan ciuman seperti itu?


Dasar Zian mesum, sudah beberapa kali saja tadi malam, masih saja kurang!


Mengingat suaminya akan pergi hari ini, dia memeluknya erat, melayani suaminya dengan baik.


Setelah itu, Zian bangkit dan mandi. Sheril juga ikut bangun dan memakai piyamanya. Sebelum Zian menyelesaikan ritualnya di kamar mandi, dia menyiapkan keperluan suaminya, dan memasukkannya ke dalam koper.


Hayo mana dukungan yang lainnya, Author mau kopi dong .... biar tambah semangat update lagi.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Wajib like☑️


klik bintang lima di penilaian ☑️


tap love ☑️


vote setiap akhir pekan ☑️

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saran☑️


dan jangan lupa follow akun author


__ADS_2