
Zian memesan begitulah banyak makanan. Heru menatapnya aneh.
"Panggil wanita itu, dan suruh dia makan kesini!"
"Baik Tuan."
Heru langsung berjalan ke arah mobilnya yang terparkir.
"Nona, Tuan menyuruh anda untuk masuk."
Sheril melirik Heru, kemudian kembali memandang ke depan dengan mengucap: "Saya menunggu di sini saja, kalian makan saja."
"Nona, ini perintah Tuan, Tuan akan memarahi saya jika Nona tidak ikut bersama ku."
Sheril terlihat kesal, ia pun langsung keluar, lalu melangkah dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Zian yang sudah duduk di posisinya dengan mantap, pura-pura tidak melihat Sheril yang datang bersama Heru.
Sheril mengambil posisi duduk jauh dari Zian. Melihat begitu banyak makanan di atas meja, Sheril menelan Saliva nya, ia memang sangat lapar sekali, tetapi, napsu makanya menghilang.
Melihat Sheril diam, Zian segera mengambil makanan seperlunya, begitu pula dengan Heru.
Mereka menyuap dan makan secara perlahan.
Sheril tidak bergeming, ia hanya mengaduk-aduk jus buah yang Heru letakkan di depannya.
"Kenapa kau belum juga makan!" Ujar Zian melirik Sheril.
"Kenapa kau peduli dengan aku makan atau tidak." Sheril berkata dengan ketus.
Sementara Heru menatapnya dengan bengong. Ya ampun, apa yang bakal terjadi nanti, kenapa Nona Sheril begitu berani menjawab seperti itu?
Zian menyipitkan kedua matanya, menatap Sheril dengan pandangan yang sangat tajam. Jika perempuan ini tidak sedang hamil, aku sudah merobek mulutnya.
__ADS_1
"Kau jangan salah sangka! Aku bukan sedang memperhatikan kamu, tetapi menghawatirkan bayi yang sedang kau kandung. ingat itu!"
Deg ....
Hati Sheril sakit ketika mendengar kata-kata itu.
"Cepatlah makan. Ini habiskan semuanya, agar bayi itu tidak kelaparan."
Sheril memalingkan wajahnya. Iya, memang tidak seharusnya memperhatikan ku, karena bayi, hanya peduli dengan bayi ini.
Zian kembali melirik Sheril yang masih terdiam, tidak mengambil makanannya sama sekali.
"Baiklah, jika kau tidak mau makan, maka aku akan menyuapi mu."
"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri!"
Sheril segera mengambil piring dan mengisinya dengan makanan, kemudian dengan berat hati ia memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.
Zian yang meliriknya dari sudut matanya, hatinya terasa senang, akhirnya Sheril mau makan juga.
Sheril yang mendengarnya menatap Zian yang memandang ke arah lain.
"Kalau bukan kau yang memaksa, aku juga tidak akan makan! Makan bersama kamu sama saja aku menelan duri." Sheril meletakkan sendok itu di atas piring makanannya. Lalu berdiri dan meninggalkan mereka.
"Susul dia."
Zian takut Sheril akan melarikan diri lagi.
"Baik Tuan."
Heru menyusul Sheril. Sementara Zian masih duduk di dalam sana.
"Nona, tunggu."
__ADS_1
Sheril tidak menghiraukan panggilan Heru, ia segera menyeka air matanya yang sudah tertumpah. Dia tetap melangkah menuju mobil, membuka pintu mobil dan masuk.
Heru merasa kasihan, seharusnya Zian tidak mengucapkan kata-kata seperti itu, karena yang Heru tau, orang yang sedang hamil sangat sensitif dan mudah tersinggung.
"Nona Sheril, maafkan Tuan, sebenarnya Tuan tidak seperti itu, karena dia banyak masalah makanya dia begitu."
Jika dia adalah perempuanku, maka aku akan memeluknya dan menenangkan perempuan ini, jika dia bukan istri Zian, Heru pasti sudah melakukannya. Ah memikirkan apa aku ini? Ingat dia istri orang.
Sheril tersenyum simpul. lalu mengangguk.
"Ngk apa-apa, aku juga sudah terbiasa mendengar kata-kata seperti itu."
Tuan memang sedikit keterlaluan! Dia tidak sadar, memiliki perempuan sepertinya adalah keberuntungan.
Andai saja aku yang lebih dulu bertemu dengannya, aku tidak akan memperlakukannya dengan buruk. Saat Heru memikirkan itu suara itu datang dari belakang.
Hem ....
Tiba-tiba Zian sudah berada di belakangnya, tentu saja Heru sangat terkejut dan sedikit gugup.
"Kau kenapa?" Zian menatap Heru dengan aneh.
"Ah anu ..., tidak Tuan, silahkan masuk."
Heru gelagapan, mengelus dada setelah Zian masuk ke dalam mobil.
Bagaimana kisahnya?
ikuti terus yaπ₯°.
Bagi para pendukung, terimakasih banyak yang sudah like dan berkomentar dengan bijak.
Tetap support author ya, agar tetap update setiap hariπππ
__ADS_1
...****************...