
Zian melihat ada kecemasan dari wajah Sheril. "Jangan takut ada suami mu disini," ujar Zian menenangkan Sheril.
Sementara Kakek Samit baru saja masuk setelah ia bicara dengan Denis. Kakek Samit langsung duduk tepat di hadapan Zian dan Sheril. Sementara nenek Mala menyajikan teh dan juga makanan ringan di atas meja.
"Kenapa kalian tidak melibatkan Kakek dan nenekmu saat kalian menikah?" Ujar kakek Samit memulai pembicaraan.
"Kakek, Nenek. Maafkan saya, saya lah yang bersalah dalam masalah ini, kami melangsungkan pernikahan secara mendadak hingga tidak sempat untuk memberitahu kalian," ujar Zian. Ia menceritakan semuanya, kakek Samit dan semua yang ada di sana kagum dengan pengakuan Zian. Sementara Sheril merasa bersalah, ia baru tau kalu Zian mencarinya setelah kejadian itu. Zian juga menanyakan ada acara apa di rumah Kakek.
Kakek Samit langsung terdiam, ia merasa bersalah. Karena hal konyol yang ia lakukan, ia sama sekali tidak percaya dengan ucapan cucunya.
"Maafkan kami juga, Nak, kami tidak mempercayai ucapan Sheril," kakek Samit juga menceritakan semuanya.
Tampak wajah Zian berubah menjadi merah, ia geram mendengar cerita kakek Sheril. Sheril yang melihat perubahan wajah Zian langsung memegang tangan Zian dengan erat.
"Kita tidak bisa saling menyalakan, satu sisi semuanya salah, aku juga salah, karena tidak bisa menolak permintaan orang tua yang sudah membesarkan aku selama ini, aku juga tidak bisa menunjukkan bukti yang kuat untuk meyakinkan mereka, sementara kakek dan nenek sangat menghawatirkan aku, mereka takut kalu orang kampung sini akan berbuat yang tidak mereka inginkan, sudahlah, tidak ada gunanya saling menyalahkan," ujar Sheril berlinang air mata.
Wajah Zian berubah menjadi sendu. Ia mencerna ucapan Sheril.
Zian menghembuskan nafas kasarnya.
"Baiklah, kedatangan ku kesini untuk menjemput istriku Kakek, kami akan pulang soreh ini," ujar Zian membuat wajah nenek Mala berubah menjadi sedih.
"Nak, sebaiknya kalian pulang besok saja, sekalian kami akan mengadakan doa selamatan mumpung kalian ada di sini," ujar nenek Mala.
Zian melirik Sheril, tanda ia meminta pendapat Sheril. Sementara Sheril menganggukkan kepalanya menatap Zian.
"Baiklah Nenek, atas permintaan kalian, kami akan menginap di sini," ujar Zian.
Nenek Mala langsung berbinar senang.
"Sheril ajaklah suami kamu makan, mereka pasti belum makan," titah nenek Mala.
Sheril Zian, dan juga bodyguard Zian mengikuti langkah Sheril menuju meja makan. Zian tampak kaku setelah di meja makan. Sheril tampak menyiapkan makanan khusus buat Zian, setelah merasa cukup, Sheril meletakkan piring makannya tepat di hadapan Zian, kemudian Sheril juga menyiapkan air minum.
"Untu ku mana?" Ujar Simba melihat Sheril hanya mengambilkan makanan hanya buat Zian.
Sheril tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya Zian. Ia langsung mengambil piring dan hendak mengisinya dengan lauk pauk. Melihat itu, Zian langsung merebut piring yang di pegang Sheril.
"Kamu bisa ambil sendiri," ujar Zian sambil menyodorkan piring kosong pada Simba.
Simba.
Sheril menatap Zian. "Kamu kenapa, biarkan aku mengambilkan makanan untuknya," ujar Sheril.
"Tuh, dia aja mau," ujar Simba.
__ADS_1
"Tidak boleh, dia juga memiliki tangan yang kuat," ujar Zian menarik tangan Sheril agar duduk di kursi sebelahnya.
Sheril tidak mengerti dengan sikap Zian seperti itu. Ia hanya menatap Zian makan dengan sangat lahapnya.
Zian baru menyadari kalu Sheril memperhatikannya. Ia merasa canggung.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Ucap Zian menoleh Sheril. Sheril tersenyum manis menatap Zian.
"Makanya lahap sekali, doyan atau memang kelaparan?" Ujar Sheril membuat Zian semakin canggung.
"Hem, aku tidak pernah memakan makanan seperti ini, makannya enak," ujar Zian menutupi kecanggungan nya.
"Kamu kenapa tidak ikut makan?" Sambung Zian lagi.
"Aku sudah makan tdi sebelum kalian datang," ucap Sheril.
Mereka melanjutkan makannya sampai dengan selesai.
"Dimana kamar mu, aku ingin istirahat," ujar Zian setelah selesai makan.
"Ada di sebelah sana," ujar Sheril menunjuk sebelah kiri.
"Antarkan aku kesana," ujar Zian lagi.
"Aku bagaimana Bos," ujar Simba.
"Kami bisa istrahat di kamar tamu yang paling depan," ujar Sheril.
"Antarkan aku juga, aku takut salah kamar," ujar Simba.
Zian melotot kearah Simba, "jangan banyak alasan, pergi sana," usir Zian, lalu ia langsung memegang tangan Sheril agar Sheril ikut masuk kedalam kamarnya.
Zian langsung mengunci pintu kamarnya. Sementara Sheril merasa canggung. Zian mengedarkan pandangannya dikamar Sheril yang berukuran kecil menurutnya. Kamar Sheril hanya berukuran 3x3 meter, tidak ada kamar mandinya di dalam.
"Kalu mau mandi kemana?" Tanya Zian masih menatap suasana kamar Sheril.
"Kamar mandi ada di belakang, jadi harus keluar kamar kalau mau mandi," ucap Sheril.
Zian membulatkan bibirnya membentuk bulatan o. Lalu Zian duduk di tepi ranjang kecil yang terbuat dari kayu, yang hanya muat satu orang saja.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ujar Sheril melirik Zian.
"Ada apa? Tanya Zian menatap Sheril dengan lembut.
"Bagaimana kalian bisa sampai di sini?" Ujar Sheril yang sejak tadi memang membuat Sheril penasaran.
__ADS_1
"Kenapa kamu mempertanyakan hal yang tidak penting itu," ujar Zian.
"Iya memang tidak penting bagi mu, tapi aku hanya penasaran saja, karena kalian belum pernah kesini sebelumnya, kan?" Ujar Sheril.
Zian tersenyum tipis. "Tidak ada yang membuat aku sulit untuk melakukan apa pun, termasuk mencari keberadaan kamu," ujar Zian.
"Kenapa kamu menyusul ku kesini?" Tanya Sheril lagi.
"Kamu mau tau kenapa aku kesini?" Ujar Zian menatap manik mata Sheril. Sheril menganggukkan kepalanya sambil menundukkan wajahnya.
"Karena kamu sudah mencuri sesuatu dari ku, maka dari itu, aku sengaja kesini untuk mengambil dan membawanya kembali," ujar Zian dengan ekspresi sulit di artikan.
Sheril langsung menatap Zian dengan wajah tegangnya.
"Aku tidak pernah mengambil apapun dari kamu, kamu jangan menuduhku sembarangan, ini milik kamu, tapi kamu sendiri yang memaksaku menerimanya. Ini ambillah aku tidak pernah menggunakannya sepersen pun," ujar Sheril dengan wajah sendunya.
Zian tersenyum menatap ekspresi wajah Sheril seperti itu. Ia langsung mengambil kedua tangan Sheril dan menggenggamnya dengan erat.
"Iya kamu memang tidak pernah mencuri barang-barang ku, tapi kamu telah mencuri hatiku, kamu berhasil membuatku selalu memikirkan mu, " ujar Zian membuat hati Sheril langsung berdebar kencang.
Sheril belum yakin dengan ucapan Zian. "Apa yang kamu katakan, apakah kamu sadar dengan ucapan kamu?" Tanya Sheril menatap bola mata Zian yang kebiruan itu,
hingga manik mata Zian dan Sheril saling bertemu.
"Aku sadar secara jasmani dan rohani, jangan pernah meninggalkan aku lagi," ujar Zian menatap Sheril dengan tatapan penuh arti.
Sheril tidak bisa berkata apa-apa lagi, perasaannya sangat bahagia mendengar ungkapan Zian. Cairan bening itu sudah lolos di pelupuk matanya. Sheril langsung memeluk Zian.
"Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan kamu waktu itu, tapi sepertinya kamu tidak menginginkan aku lagi," ungkap Sheril.
Zian merenggangkan pelukannya. "Aku tidak tau dengan perasaan ku. Setelah kamu pergi, aku merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupku, ya itu kamu, aku mencintai kamu," ungkap Zian dengan suara hampir tidak terdengar.
Sheril tersenyum sambil menangis. Bibirnya bergetar menatap Zian. "Aku seperti bermimpi mendengar ucapan kamu," ucap Sheril dengan suara seraknya.
Zian menghapus jejak air mata Sheril. "Kamu tidak sedang bermimpi sayang, aku tulus mencintai kamu," Zian mengelus pucuk kepala Sheril, kemudian menciumnya dengan lembut.
Sheril memejamkan matanya. Ia masih tidak percaya dengan kenyataan hidupnya. Benar kata Elian sahabatnya. Akan ada kebahagiaan setelah penderitaan, akan ada pelangi setelah hujan, hanya kita tidak tau kapan waktunya. Tapi Sheril juga tidak tau akan ada badai setelah ini, mampukah Sheril bertahan menghadapi gelombang arus yang menimpa hidupnya?
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
ikuti terus kisahnya.
💕💕💕💕
semua orang akan mengalami konflik, tergantung besar kecilnya suatu masalah, tergantung manusianya bagaimana caranya menyikapi suatu masalah. yang terpenting harus sabar dan kuat, positif thinking, di balik ujian, akan ada nilai Plus yang akan di dapatkan, hanya kita tidak tau kapan waktunya, bagaimana jalan ceritanya, semua orang memiliki jalan cerita yang berbeda.
__ADS_1
jangan lupa vote dan like setelah membaca, dukung karya author mulai dari sekarang ya, siapa tau kalian beruntung.