Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
pertama kerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Sheril memulai aktivitas barunya. Wajahnya mulai menampilkan keceriaan dari sebelumnya. Setelah sampai di cafe milik Elian, yang pertama kali Sheril lihat adalah nama Relaks coffee yang terpampang besar di depan.


"Ini cafe kamu," ujar Sheril tersenyum menatap sekeliling.


"Iya, ini lah usaha kecil-kecilan ku," ujar Elian merendah.


"Ini bukan kecil-kecilan lagi Elian, ini bahkan sudah cukup besar," ujar Sheril.


"Iya, tapi pengunjungnya sepi sekarang, tapi aku tetap bersyukur karena bisa memberikan gaji yang cukup buat mereka," ujar Elian, mereka mengobrol sambil berjalan.


"Nama cafe kamu cukup bagus, kamu pandai sekali memilih namanya," ujar Sheril.


Sheril kembali mengedarkan pandangannya di sekeliling cafe Elian. "


Elian tampak sedang mengajari sahabatnya, ia menunjukkan segala sesuatu mulai dari yang paling penting, hingga hal yang paling kecil.


"Baiklah Bos, saya sudah mengerti apa yang anda katakan," ujar Sheril yang langsung membuat Elian membulatkan matanya.


"Kamu apa-apaan sih Sheril," ujar Elian tersenyum samar, ia merasa canggung di panggil sahabatnya seperti itu.


Sheril tersenyum menatap Elian. "Disini kamu itu Bos ku, di luar sana kamu adalah sahabatku," ujar Sheril tersenyum simpul.


"Tidak, kamu tidak boleh memanggil ku Bos, tetap panggil nama ku," ujar Elian ketus.


"Iya iya ... " ujar Sheril.


"Baiklah, kita akan bekerja bersama hari ini, sekarang ayo kita menganti pakaian seragam," ujar Elian menarik tangan Sheril.


Sheril mengikuti langkah Elian, ada kamar khusus untuk Elian istrahat di kafe itu.


"Sheril, kamu bisa istrahat disini jika kamu lelah. Kuncinya biar kamu saja yang pegang," ujar Elian sambil membuka gembok pintu kamar penghubung itu.


Elian memberikan seragam yang berukuran M sesuai badan Sheril, lalu mereka segera menukar pakaiannya dengan seragam bermerek Relaks coffee.


Tiba-tiba dua orang masuk kedalam cafe. Pengunjung itu segera duduk di kursi menghadap meja berukuran sedang.


"Sheril, ayo kita menghampiri tamu kita, kamu cukup melihat dan memperhatikan saja, aku akan menawarkan menu kita," ujar Elian.


Sheril mengikuti langkah Elian.


Elian menampilkan senyuman ramahnya pada tamu. "Tuan mau pesan apa, ini di lihat dulu menunya," ujar Elian ramah, ia menyodorkan sebuah menu kepada tamunya itu.

__ADS_1


"Terutama kami memesan kopi dan cemilan, dan antarkan segera," ujar pria itu, mereka menatap Elian dan Sheril.


"Baiklah ini menunya, kalian bisa memilih cemilan apa yang ingin kalian pesan, setelah itu silahkan langsung berikan ke kasir," ujar Elian menjelaskan.


Elian dan Sheril kembali kedalam bagian cafe. Karyawan yang lainnya menyelesaikan pekerjaan mereka yang belum terselesaikan.


"Perempuan yang bersama Bos itu siapa ya," bisik salah satu karyawan Elian pada sahabatnya yang bernama Rini.


"Mungkin dia karyawan baru disini," jawab Rini.


"Tapi kenapa Bos tidak memperkenalkannya pada kita?" Ujar Lola lagi.


"Mungkin belum saja, sudahlah, ayo kita selesaikan pekerjaan kita," ujar Rini. Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Teman teman! Cepat selesaikan pekerjaan kalian! sebelum tamu kita mulai berdatangan, kita akan briefing sebentar, nanti kalian kesana setelah menyelesaikan pekerjaan kalian," ujar Elian menegaskan, ia menunjuk lesehan yang paling luas di cafenya.


"Kenapa briefing nya mendadak Bos? Biasanya kita briefing setelah cafe tutup," ujar salah satu karyawannya.


"Iya kamu betul sekali, tapi kali ini beda, saya akan memperkenalkan Bos baru kalian," ujar Elian. Ia tersenyum menatap Sheril, sementara Sheril mengernyitkan dahinya.


"Apa maksudnya Elian?" Ucap Sheril bingung.


"Begini Sheril, mereka kan sudah lama bekerja disini, aku hanya wanti-wanti saja, yang namanya sifat manusia kita tidak tau. Siapa tau mereka iri dengan posisi kamu nantinya, makanya aku akan mengatakan pada mereka kalu cafe ini akan dikelola sama kamu. Aku takut mereka akan macem-macem saat aku lagi tidak ada disini, maka dari itu, aku ingin mereka menghargai kamu," ujar Elian.


"Ya ampun Elian, ternyata kamu berbakat menjadi perempuan berjiwa pemimpin," ujar Sheril tidak percaya.


"Iya Sheril, semenjak papa menyerahkan cafe ini padaku, aku berpikir bahwa mereka harus menghargai pemilik usaha, mereka memang sahabat kita, tapi tetap saja mereka harus mematuhi apa peraturan di cafe ini, dan aku ingin mereka selalu mematuhi kamu," ucap Elian dengan tegas.


"Bagus Elian, aku tidak menyangka, seorang calon dokter bisa setegas ini," ujar Sheri menampilkan senyumannya menatap Elian.


"Iya, aku harap kamu bisa melakukannya, agar mereka mematuhi mu, dan kamu tidak boleh terlalu lelah, ingat kandungan mu," ujar Elian mengingatkan.


"Iya, kamu tenang saja," jawab Sheril kemudian.


"Aku juga akan sering kesini menemanimu," ujar Elian lagi.


🌹🌹


Semua karyawan Elian sudah berkumpul di tempat Elian katakan tadi. Setelah mengucap salam, dan mengatakan sepatah dua kata, Elian langsung mengatakan intinya briefing dadakan ini.


"Teman-teman, saya akan memperkenalkan sahabat sekaligus saudara saya yang bernama Sheril, perlu kalian ketahui bahwa dialah yang akan menggantikan saya untuk mengola cafe ini, Sheril silahkan perkenalkan dirimu," ujar Elian.

__ADS_1


"Baiklah teman-teman sekalian, sebelumnya terimakasih buat bos besar kita, dia sudah mempercayai saya untuk mengolah cafe ini. Dan saya berharap semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik bersama saya. Perkenalkan, nama saya Sheril, kalian bisa memanggil saya dengan kakak Sheril, dan tentunya, saya belum mengetahui nama kalian, saya harap kalian bisa menyebutkan nama kalian," ujar Sheril tersenyum ramah menatap mereka secara bergantian


Karyawan lainnya juga ikut tersenyum menatap Sheril. Kemudian menyebutkan nama mereka secara bergilir.


"Baiklah kalian bisa melanjutkan pekerjaannya kalian," ujar Sheril.


Sementara pengunjung mulai berdatangan satu persatu.


Mereka juga sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


"Elian, aku mau melihat mereka di dapur, cukup kamu saja yang jaga kasir," ujar Sheril hendak beranjak dari tempat duduknya.


"Baiklah," ujar Elian.


Sheril masuk kedapur, ia melihat cara kerja mereka yang sudah terlatih dan berpengalaman.


"Kakak mau sesuatu?" Tanya salah satu dari mereka.


"Oh tidak, aku hanya ingin melihat-lihat saja, apa ada yang bisa saya bantu," ujar Sheril dengan ramah.


"Disini sudah memiliki tugas masing-masing Non, emangnya nona Elian tidak memberitahu mu.


"Tidak, aku tau semuanya, tapi aku tidak bisa hanya berdiam diri saja, aku sudah terbiasa membantu pekerjaan dapur seperti ini," ujar Sheril membantu bibi itu memotong sayuran.


"Hati-hati Non, biar saya saja yang mengerjakan," ujar Bibi yang bernama Yuniarti.


"Ngk apa-apa Bi, saya bisa kok," ujar Sheril.


"Sheril, apa yang kamu lakukan," ujar Elian menghampiri Sheril.


"Aku lagi memotong sayuran," ucap Sheril tanpa melirik Elian, ia pokus dengan pekerjaannya.


"Oh ... kamu itu suka sekali di dapur ya," ujar Elian tersenyum menatap Sheril yang lagi memotong-motong sayuran.


Sheril hanya tersenyum samar menanggapi ucapan Elian.


Jangan lupa tinggalkan jejak mu dengan cara


vote dan like.


yuk komen agar author update lagi

__ADS_1


__ADS_2