Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
rencana kerja


__ADS_3

"Sheril, kamu mau kerja di mana?" Tanya Elian setelah ia berada di rumah.


"Apa aja Elian, asal aku punya kerjaan," ucap Sheril.


"Bagaimana kalu kamu kerja di kafe ku saja?" Ujar Elian menundukkan kepalanya, ia merasa ragu-ragu saat mengatakan itu.


Sheril menatap Elian dengan mengerutkan keningnya. Karena sejauh ini ia mengenal Elian, ia tidak tau kalu Elian memiliki kafe.


"Kamu mempunyai kafe?" Tanya Sheril.


"Iya, cuma kafe kecil-kecilan," ujar Elian tanpa ekspresi.


Sheril tersenyum menatap sahabatnya itu.


"Aku tidak tau jika kamu memiliki kafe, jika kamu mengizinkan, aku mau kerja di sana."


"Kamu serius mau?" Tanya Elian tidak percaya.


"Aku mau banget Elian," ujar Sheril berbinar.


"Sebenarnya dari kemarin aku memikirkan itu, tapi aku ngk enak sama kamu," ujar Elian.


"Apa kamu meragukan kemampuanku bekerja di kafe kamu?" Ujar Sheril menatap Elian.


"B-bukan begitu, aku ngk enak nyuruh kamu kerja dalam keadaan kamu lagi hamil," ujar Elian.


"Elian, aku ngk kamu gaji juga ngk apa-apa, asal aku punya kesibukan, lagian aku juga sudah di berikan tumpangan gratis di sini, itu sudah membuat ku sangat berterimakasih," ujar Sheril lagi.


"Baiklah kalu kamu mau, besok aku akan mengantarmu ke kafe," ujar Elian membuat Sheril kegirangan.


Sheril langsung memeluk Elian. "Elian, aku senang banget, terimakasih ya," ujar Sheril menampilkan senyumannya.

__ADS_1


"Iya, ayo kita turun, papa dan mama sudah menunggu kita untuk makan malam," ujar Elian.


Mereka turun kelantai bawah. Di meja makan sudah ada papa dan mama Elian menunggu mereka.


"Elian, Sheril, kamu ngapain saja, papa dan mama sudah lama menunggu kalian," ujar Maria menatap Elian dan Sheril secara bergantian.


"Elian lagi ngobrol sama Sheril, Ma," ujar Elian sambil menarik kursinya lalu duduk. Sheril juga duduk di samping Elian.


"Emangnya apa yang kalian bicarakan? Nampaknya serius banget?" Tanya Maria lagi.


Elian melirik Sheril sekilas, lalu ia tersenyum menatap mamanya.


"Ma, Pa, besok Sheril akan bekerja di kafe," ujar Elian memulai pembicaraan.


Maria, dan Chandra saling pandang kemudian menatap Elian dan Sheril secara bergantian.


"Kamu yakin ingin bekerja?" Tanya Chandra pada Sheril.


"Iya Om," jawab Sheril dengan tenang.


"Apa kamu kuat Sheril? Kamu lagi hamil muda lo," ujar Maria, ia menatap Sheril dengan seksama.


"Ma, biarkan kalu memang itu kemauan Sheril, dia juga butuh kesibukan, yang terpenting Sheril menjaga kesehatannya," ujar Chandra.


Maria dan Elian menganggukkan kepalanya. Sementara Sheril tampak bersemangat. Ia tersenyum dan berkata pada papanya Elian. "Terimakasih Om."


"Ya sudah, kita bicarakan ini lagi nanti, sekarang ayo, lanjutkan makan malamnya," ucap Chandra. Maria langsung mengambilkan makanan buat suaminya, sementara Elian dan Sheril mengambil makanannya masing-masing. Mereka makan dengan tentang.


🌺🌺🌺


Setelah menyelesaikan makan malam, Chandra memberitahu Sheril dan Elian untuk membicarakan obrolan mereka yang tadi tertunda.

__ADS_1


"Baik Om, aku membereskan meja makan dahulu," ujar Sheril.


"Sheril, biarkan bibi yang membereskan nya, sekarang pergilah keruang keluarga," ujar Maria.


"Iya Tante," jawab Sheril.


Setelah semua sudah duduk diruang keluarga, Chandra memulai pembicaraan.


"Sheril, kalau kamu tidak keberatan, bagaimana kalu kamu yang mengelola kafe itu, karena Elian akan sibuk dalam beberapa bulan ini, bagaimana Elian? Ma?" Ujar Chandra. Ia menatap Elian, Maria, dan juga Sheril.


Sheril melirik tante Maria dan juga Elian.


"Jika Sheril tidak keberatan, aku sih yes," ujar Elian, ia langsung menatap Sheril dan mamanya.


"Kalau mama, terserah Sheril saja, mama nurut, lagi pula kalian tau, kan, kalu Mama tidak bisa mengontrol kafe itu tiap hari," ujar Maria.


"Bagaimana Sheril?" Ujar Chandra.


"Aku sama sekali tidak keberatan, tapi aku belum banyak mengerti bagaimana cara mengelolanya Om," ujar Sheril.


"Soal itu gampang, aku akan mengajarimu," ucap Elian, ia tersenyum melirik Sheril.


"Benarkah," ujar Sheril menampilkan senyuman khasnya.


"Baiklah, aku setuju," ujar Sheril girang.


"Kalau begitu kalian istrahatlah, besok kamu mulai bekerja," ujar Chandra pada Sheril.


"Terimakasih Om, Tante, kalau begitu kami istrahat dahulu," ujar Sheril.


"Pa, Ma, Elian istrahat duluan ya," pamit Elian kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


segini dulu ya, jangan lupa vote dan like.


yuk komen agar Author update lagi.


__ADS_2