Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri
Mencari tahu


__ADS_3

Pov Sheril.


Sheril baru saja sadar dari tidurnya saat matahari menyilaukan matanya dari celah-celah tirai kaca jendelanya.


Sheril mengucek ngucek matanya. Rasanya enggan sekali untuk bangun. Ia merenggangkan otot-otot nya yang kaku. Saat itu juga Sheril masih merasakan nyeri di bagian sensitifnya. Ia kembali mengingat kejadian tempo hari. Buliran bening itu membasahi pipinya.


"Nenek, kakek, maafkan Sheril, Sheril tidak bisa menjaga diri Sheril, hiks-hiks-hiks ... " Sheril menangis sendirian di dalam kamar miliknya. Ia menumpahkan segala keluh kesahnya sendirian.


...****************...


Sementara Alzian melajukan mobilnya menuju lokasi yang baru saja Nino kirimkan lewat sebuah chat.


Alzian memperhatikan suasana kos-kosan yang tampak sepi dan juga sempit. Untuk memastikan apa kah ini benar, Alzian mengambil sebuah gambar dan langsung mengirimnya pada Nino.


"Nino, apakah ini benar kos-kosan yang kamu maksud?" Tanya Zian lewat chat.


Nino langsung membaca chat dari Zian.


"Iya betul Zian, itu tempatnya," balas Nino.


Zian tidak lagi membalas chat dari Nino, ia langsung turun dan berjalan mendekati kos-kosan itu.


Alzian mengedarkan pandangannya di sekeliling ruangan panjang yang berderet beberapa buah kamar.


Alzian menghentikan langkah kakinya saat mendengar ada suara orang yang lagi ngobrol. Kebetulan pintu kamarnya terbuka.


"Permisi," ujar Zian membuat orang itu menoleh ke sumber suara.


Orang itu langsung berdiri dan menghampiri pria tampan di yang ada depannya.


"Ada apa mas?" Tanya perempuan itu.


"Oh, saya mau menanyakan, orang orang yang kost di sini mana ya,?" Tanya Zian bingung, karena ia tidak tau siapa nama perempuan yang bersamanya tadi malam.


"Orang-orang?" Tanya perempuan itu ikut bingung dengan pertanyaan Zian.


"Maksudku, anak perawat yang tinggal di sini," ujar Zian membenarkan pertanyaannya.


"Oh, mahasiswa yang KKN kemarin itu?" Ujar salah satu temanya ikut bicara, ia ikut menjawab setelah temanya tidak mengerti apa yang di tanyakan pria tampan itu.


"Iya, mereka mahasiswa kedokteran kan?" Ujar Zian.

__ADS_1


"Iya betul Mas, mereka semua anak perawat, tapi mereka sudah pulang tadi pagi," ujar orang itu membuat Zian mengusap wajahnya dengan kasar.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi," ujar Zian.


"Dasar cowok sombong, bukannya berterimakasih malah pergi begitu saja," maki orang itu yang masih di dengar jelas oleh Zian.


Ingin rasanya Zian ke menghampiri perempuan itu lagi. Tapi ia berpikir, tidak ada gunanya melayani perempuan itu. Sekarang tujuannya mencari perempuan yang sudah dinodai nya tadi malam.


Alzian mengusap rambutnya frustrasi. Asisten Alzian yang selalu siap siaga dalam menjalankan tugas yang di berikan Zian.


Ia langsung mengangkat telpon dari tuannya.


"Ada apa tuan,"


"Cari tau informasi, mengenai mahasiswa kesehatan yang baru saja pulang dari KKN semalam," ujar Zian pada asistennya yang bernama Heru.


"Baik Tuan, tapi saya ingin menanyakan satu hal, nama desanya apa Tuan?" Tanya Heru.


"Dari desa wisma," ujar Zian. Setelah selesai nelpon, Zian langsung memutuskan telponnya. Ia pun langsung bergegas pulang kerumah.


Setelah sampai di rumah. Zian tidak menemukan istri dan anaknya.


"Ada apa Tuan," ujar bibi Asih membungkukkan sedikit badannya, tanda ia sangat menghormati majikannya.


"Ririn kemana Bi?" Tanya Zian.


"Saya tidak tau Tuan, tadi pagi saya sempat bertanya, tapi nyonya Ririn tidak menjawab," ujar bibi Asih menundukkan wajahnya.


"Ya sudah Bi, lanjutkan pekerjaan mu," ujar Zian melanjutkan langkah kakinya ke atas menuju ke kamarnya. Zian langsung membersihkan tubuhnya, saat mengenakan pakaian formalnya, Alzian kembali mengingat darah perawan yang menempel di seprai hotel itu. Zian menelan saliva nya mengingat kejadian itu. Zian sadar akan perasaanya, ada getaran aneh di dalam dadanya.


"Perempuan itu harus segera di temukan," gumam Zian dalam hatinya.


Setelah memakai pakaian dengan sempurna, Alzian langsung menghubungi asistennya lagi.


"Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan informasinya?" Tanya Zian pada Heru, seraya menaikkan kedua alis tebalnya.


"Sudah Tuan, mereka anak kampus UNIV.G," ujar Heru.


"Apa kamu tidak salah Heru," ucap Zian ingin memastikan.


"Tidak Tuan, sesuai datanya, mahasiswa UNIV.G baru saja pulang KKN dari desa wisma, mereka pulang tadi pagi," ujar Heru.

__ADS_1


Setelah menutup pembicaraan. Alzian mulai berpikir. "UNIV.G, adalah tempat mahasiswa yang berprestasi tinggi, perguruan tinggi yang bagus dan ternama di kota, "siapa perempuan itu," gumam Zian semakin penasaran.


Zian meremas jemari tangannya dengan kesal. Ia merutuk dirinya.


Di sepanjang jalan menuju kantor, Alzian hanya diam saja. Pandangannya kosong hingga membuat asisten Heru melirik dari kaca spion mobilnya.


"Tuan maaf. Apa yang terjadi? Dan kenapa Tuan tiba-tiba menanyakan mahasiswa UNIV.G?" Ujar Heru sedikit ragu-ragu untuk menanyakan hal itu.


"Tadi malam, saya menodai seorang perempuan, dan dia salah satu mahasiswa UNIV.G itu," ujar Zian.


Heru membulatkan matanya dengan sempurna. Rasanya ia tidak percaya Zian melakukan itu.


"Bagaimana bisa terjadi Tuan?" Tanya Heru lagi.


"Seseorang sudah beraninya memasukkan obat perangsang itu kedalam minuman ku," ujar Zian datar.


Heru menarik napasnya dalam-dalam.


"Terus bagaimana dengan perempuan itu Tuan?" Tanya Heru lagi.


"Saya harus menemukannya, dan saya akan meminta maaf padanya," ujar Zian.


"Baik Tuan, saya akan membantumu mencarinya," ujar Heru.


Heru melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tidak berapa lama mereka sudah sampai di kantor perusahaan Famili Grup.1.


Heru dan Alzian langsung keruangan rapat yang sudah di sediakan oleh karyawan lainya. Mata elang kebiruan itu memancarkan aura dingin, hingga suasana kantor itu berubah hening sejenak.


Karyawan bawahan lainya menundukkan sedikit badanya saat Alzian dan Heru melewati mereka. Mereka juga menyapa selamat pagi, dan ada juga yang menyapa dengan selamat datang. Tapi tidak satupun yang di jawab oleh Zian. Ia berjalan seolah tidak ada manusia yang di lewatinya. Mereka tampak takut dan gugup saat seorang pemimpin tertinggi itu datang ke kantornya.


Sebagai pemimpin yang hebat dan tegas, tentu saja seorang Alzian memiliki karisma sehingga dapat mengarahkan staf dan anggota karyawan bawahannya dengan efektif.


Karisma Alzian memiliki daya tarik tersendiri, yang tidak di dapatkan oleh orang lain, para pengikutnya hanya bisa menikmati dan mendengarkannya. Sehingga para staf akan lebih mudah untuk percaya kepada pemimpin dan mengikuti semua arah menuju tujuan yang terbaik.


Alzian dan Heru sudah menduduki kursi kebesarannya di mana kliennya sudah menunggu sejak tadi. tidak begitu lama, Alzian menjelaskan sesuatu yang penting untuk menuju kesuksesan. Dengan singkat padat dan jelas, mereka yang mendengar pun dengan mudahnya memahami penyampaian Alzian.


Sejenak Alzian melupakan masalah.


Dukung karyaku ya kakak-kakak. please tekan vote dan like.


hanya menekan like tidak akan membuat kalian bangkrut 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2