
Jeglek!!
Suara handle pintu.
Walapun terpaksa melakukan sedikit hal kasar, tapi akhirnya Irvan berhasil membuka pintu kamar Dara yang seketika membuat lutut Sovia dan Paula menjadi gemetar. Ditambah saat mata Irvan terbelalak saat melihat kearah ranjang gadisnya itu, kedua perawat yang sedang berdiri tidak jauh darinya pun pasrah karena sadar sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang.
"Haah! Apa-apaan ini?!" tanya Irvan dengan nada yang tambah meninggi.
Pertanyaan pria yang kemarin baru datang dari Indonesia itu, menyebarkan rasa gemetar yang tadinya hanya dilutut jadi menjalar ke seluruh tubuh. Dan saat tatapan paniknya tertuju kepada mereka, mereka langsung menunduk ketakutan!
DEGDEG!! DEGDEG!!
Tak kalah paniknya dengan Irvan, pikiran Sovia dan Paula kini sedang panik menahan debaran jantung yang suara degubnya bagai terdengar kesemua orang disekitar mereka.
"JAWAB!!"
Belum juga sempat mengumpulkan keberanian untuk menjelaskan, lagi-lagi bentakkan Irvan menciutkan nyali mereka.
Rasa takut, panik dan cemas telah bergejolak dibenak, sebab ini pertama kalinya mereka melihat sikap Irvan yang tidak biasa. Mereka tidak menyangka kalau Irvan yang selama ini ramah, ternyata bisa juga berubah menjadi mengerikan seperti ini!
"Tu-tuan, ma-maafkan saya!" Ucap Sovia terbata-bata tanpa berani mengangkat kepalanya.
"Ii-iya tuan Irvan, sa-saya juga minta maaf!" Sambung Paula dengan rasa setia kawannya agar Sovia tidak dimarahi sendirian.
Melihat suasana jadi menegang, Arga yang awalnya tidak ada berpikiran apapun selain Dara yang sedang tidur, jadi tersulut pikiran negatif dan mulai mencurigai hal yang tidak diinginkan.
Dengan segera ia mendekati Irvan yang posisinya sedang berdiri menghalangi pintu kamar Dara.
"Kak Irvan ada apa?!" tanya Arga kebingungan lalu menoleh ke arah ranjang pacarnya.
"Loh?! (Arga terkejut!)
Apa maksudnya ini?
dimana Dara? bukannya tadi kamu bilang dia lagi tidur?!".
Pertanyaan Arga ini tentunya tertuju kepada Sovia yang tadi siang sudah mencegahnya mendatangi Dara dikamar ini.
Pria muda yang belum lama sembuh dari lumpuhnya itu, menoleh ke kanan dan ke kiri mengamati ruang kamar pacarnya tersebut.
Sovia dan Paula yang sedang ketakutan sontak mendangak. Mereka bingung dengan pertanyaan Arga barusan.
"Di-dimana?" bisik Sovia sambil menengok ke Paula yang sedang menengok ke arahnya juga.
AC kamar Dara menyala sepertinya tidak menularkan hawa dinginnya ketubuh Irvan. Pria beralis tebal itu nampak mulai berkeringat ditepi keningnya.
"Sebenarnya apa yang sedang kalian tutupi? Dimana Dara sekarang?!" Nada suaranya yang tadi tinggi kini terdengar lunglai karena panik.
Sepertinya pria ini sedang curiga kalau siang tadi Dara memang benar-benar telah sakit kembali karena kelelahan, lalu diam-diam minta dibawa kerumah sakit tanpa sepengetahuannya.
Irvan berpikiran seperti itu, mengingat kebiasaan Dara yang selalu tidak ingin membuat banyak orang mencemaskan dirinya.
__ADS_1
Sovia yang hanya tau kalau nonanya sedang terbaring didalam kamar, justru terus-terusan heran dengan pertanyaan "Dimana Dara?", kemudian dia memberanikan diri untuk balik bertanya.
"Maaf tuan-tuan, maksud kalian apa dengan menanyakan dimana nona?" tanyanya takut-takut.
Ekspresi Irvan yang sedang panik, berubah kesal kembali. Matanya yang sedang sayu dalam sekejap melotot tajam.
Dengan sikap dingin, dia tak menjawab pertanyaan Sovia dengan kata-kata, melainkan hanya tangannya menunjuk kearah kasur Dara sambil melangkah masuk dua kali dari tempatnya sekarang berdiri.
Sovia dan Paula tentunya paham dengan maksud Irvan ini, yang mana dia sedang menyuruh Sovia melihat sendiri kedalam kamar tersebut. Kemudian kedua perawat adiknya itu mulai mendekati pintu yang tadi ditahannya dengan penuh penasaran.
"Hah!! Paula dimana nona?!!" Dengan bingung Sovia menoleh ke sahabatnya yang sedang kebingungan juga.
"Ta-ta-tadi... Tadi dia masih terbaring diatas ranjang, dan keadaannya pun masih sama seperti yang kamu ceritakan!" Paula jadi gugup menjelaskan keadaan terakhir Dara.
"Lalu dimana dia sekarang?" Sovia kembali bertanya sambil kembali melihat ranjang Dara yang tak ada tanda-tanda Dara didalam, sebab ranjang itu terlihat sangat rapih seperti belum ada yang menempati.
Mengingat keadaan Dara yang tadi siang terbaring lemas dengan selang oksigen melingkar di hidungnya. Sovia sangat tau kalau sebenar nonanya itu belum boleh kelelahan, sebab karena kejadian dikolam renang dua hari lalu membuat paru-parunya terisi air, dan menurut hasil pemeriksaan terakhir gadis itu belum sepenuhnya pulih, bahkan saat inipun seharusnya dia masih dalam perawatan medis di rumah sakit.
Tapi kini, gadis lemah itu menghilang tidak ada di atas kasurnya.
Saat mengingat keadaan Dara yang kondisinya tak mungkin mampu berpergian sendiri. Saking bingungnya Sovia melamun, sampai-sampai ia tak sadar bibirnya bergumam tanpa kendalinya.
"Dia tidak mungkin pergi sendirian! jadi, siapa yang sudah membawa nona dari sini?!"
Mendengar pertanyaan itu, rasa kesal bercampur khawatir membuat emosi Arga dan Irvan dalam seketika meledak.
"PERTANYAAN KONYOL MACAM APA ITU?"
"APA MAKSUD SEMUA INI?! KALIAN SEDANG MEMPERMAINKAN NYAWA PACARKU?!" Arga merasa dipermalukan oleh kedua perawat yang dia tugaskan menjaga gadisnya itu.
Bersambung.....
.
.
.
CUPLIKAN :
IRVAN : Loh-loh-loh!... apa-apaan ini mbak Mut? Udah berbulan-bulan gak Update, kok sekalinya up cuma seumprit?!! 😲
MUTYA : Heheheee... iya maaf mas, aku gak bermaksud mau nunda-nunda kelanjutan kisahnya mas! tapi gimana ya? agak panjang dan lebar kalau aku jelasin semuanya disini, bisa-bisa alur ceritanya malah keganti tentang aku lagi! 😂
IRVAN : Kalau ada masalah cerita dong mbak, siapa tau aku bisa bantu! Cuma aku minta jangan gantung cerita ku kayak gini! gak kasian kah sama aku? 😞
MUTYA : Kasian sama mas? Harta cukup, tampang lumayan, karir menjanjikan. Orang kayak mas Irvan apanya yang musti dikasihani? 🙄
IRVAN : Duh mbak nih gak peka! pengertian dari kasihan sama aku nya itu ya karena kisah ku sama Dara ini loh! aku sama Dara kan belom bersama. 😭
MUTYA : Ooowh itu toh mak.....
__ADS_1
ARGA : Tunggu-tunggu! Apa maksud ucapan kak Irvan "aku sama Dara belom bersama"?!. Kak Irvan masih niat mau nikung aku ya? dimana perasaan kakak sebagai sesama lelaki? 😤
IRVAN : Bagini ya Ga, pokoknya, selama Dara belom resmi jadi istri siapa pun, berarti belom ditentukan jodohnya sama siapa, iya kan?! 😏
MUTYA : Duh mulai ribut lagi disini, aku izin keluar dulu aja ya? 😪
IRVAN : Mbak diam ditempat, jangan kamana-mana tanpa izin dari ku! soalnya urusan kita belom selesai! 😡
MUTYA : I-iya mas! 😬
IRVAN : Eh Arga! Jangan mentang-mentang sekarang Dara lagi jadi pacar kamu, terus kamu merasa punya hak penuh terhadap nya, oowh tidak bisa!
Saat ini, kamu bisa kembali pacaran sama Dara juga karena Dara lagi lupa ingatan, siapa yang tau mungkin sebenarnya dia sudah gak punya rasa lagi sama kamu?! 😏
ARGA : Ooh jadi kak Irvan pikir hubungan kami sekarang ini karena paksaan begitu? 😡
IRVAN : Yaa bisa dibilang begitu, atau lebih tepatnya cintamu bertepuk sebelah tangan! karena mungkin aja kan semenjak kamu lama hilang, ternyata hatinya udah mulai jatuh cinta sama aku! 😄
ARGA : Jangan mimpi kak! kita liat aja kelanjutan cerita ini sampai akhir! 😬
IRVAN : Ya ngomong-ngomong masalah kelanjutan cerita, gimana nih mbak Mut?! jangan lama lagi up nya! 😕
MUTYA : Hiks... 🤧 sebelum nya aku agak bingung mau bilang gimana sama mas Irvan, Arga, Dara dan juga para pembaca setia Dara. Dengan berat hati saya sampaikan akan hiatus di aplikasi ini sampai waktu yang belum bisa ditentukan kapan akan dilanjutkan.
Jadi, episode ini memang baru setengah aja, karena setengahnya lagi saya upload di :
chanel YT (Mutiara andalusia) dan
google (Dengan 6 episode sekaligus setiap kali update).
IRVAN : Owalah, jadi intinya, kisah ku ini gak gantung kan? masih lanjut ditulis kan?
MUTYA : Iya masih mas, cuma kelanjutannya di ungsikan ke akun pribadi ku, gitu!
Semua pemeran CTSD : OKE KALAU GITU KAMI OTW!
(Mereka langsung bergegas menyimpuni barang-barang bawaan mereka.)
IRVAN : Eh gomong-ngomong, Dara kamu dimana dek? kok gak ada? 😥
IBU : Udah nanti aja dicari lagi, bawain aja dulu barang-barang dia, obatnya jangan sampai ketinggalan!
IRVAN : Iya Buk! 😩
*
Niat saya dari awal mau nulis ceritanya ini sampai tamat disini.
Yaa walaupun sampai saat ini sudah 50% gak sesuai dengan cerita aslinya.
Tapi saya juga butuh suasana hati yang tenang untuk merangkai kata disetiap alurnya.
__ADS_1
Buat Dara yang sudah menjadi Inspirasi saya untuk membuat kisah awalnya, semoga bisa terhibur dan cepat sembuh dari penyakitnya. AAMIIN.