
"Aku gak apa apa, aku cuma sedikit pusing!" jawab Dara yang matanya dipejamkan lagi, mendengar jawaban barusan perasaan cemas Arga seketika langsung surut
"Tapi Kenapa barusan kamu tanya ada dimana? inikan jelas jelas lagi dikamarmu, jadi aku kira kamu....." ragu
"Kamu kira apa? lupa ingatan lagi? hihii.. kalau aku lupa lagikan ada kamu beib yang bakal bantu ngingetin aku, iya kan?" kata Dara sambil melempar senyuman dan lirikan tipis ke Arga
"Iya sayang... kamu tau gak kalau hubungan pacaran kita ini sudah tiga tahun lamanya, dan nggak sedikit masalah yang dihadapi tapi buktinya semua itu tetap kalah dengan banyaknya rasa sayang yang tumbuh setiap harinya, bagai tumbuhnya pohon yang semakin kuat karena akarnya! jadi mulai sekarang, biarpun angin badai menerjang seperti apapun kita harus lewati bersama ya?" kata Arga
Dara ingin mengangguk namun ragu, hatinya masih terbelenggu dengan ketidak sempurnaan hidupnya yang membuat dia jadi minder duluan, dia sadar kalau tidak sepadan dengan Arga yang kesempurnaannya sangat tinggi dibanding dia.
"Hey kok malah bengong bukannya jawab!" tegur Arga
"Jawab? eeh... tapi beib aku takut suatu hari nanti kamu bakal ninggalin aku karena bosan!"
"Apa, bosan? Hehehe... kamu ini kenapa tiba tiba mikir kaya gitu, kamu demam? coba sini kupegang.... (meraba kening) nggak panas kok!.
Kamu masih nggak percaya sama yang aku bilang kemaren?
beib dengerin baik baik kata kataku kali ini, (menggengam tangan):
Rasa sayangnya aku kekamu dari awal kita jadian sampai sekarang gak berubah sedikitpun yang ada malah semakin besar setiap detiknya,
aku mau miliki kamu utuh dengan segala yang ada dihidupmu, dan aku harap kamupun begitu sama aku.
Jangan pernah lagi berpikir aku akan meninggalkan kamu karena kekuranganmu atau bahkan aku bosan, itu tidak akan terjadi! karena kekuranganmu adalah kelebihan buat aku yang tidak memilikinya,
rasa bosan yang akan hinggap diantara kita nanti akan pergi dengan sendirinya, karena aku akan selalu bikin hari harimu berarti, aku akan terus membawa kamu menjelajah kemanapun aku pergi.
Jadi kedepannya jangan lagi kamu ragu ataupun berpikir kita akan saling berpisah, aku gak mau itu terjadi lagi, itu sangat menyiksa!
Setelah selesai kuliah aku akan melamarmu, kita menikah dan akan punya banyak anak, mau kan?" sambil mengecupi tangan Dara digenggamannya, Dara yang tersentuhpun tersenyum mengangguk mendengarnya.
"Iya aku mau, aku..aku nggak akan ragu sama ketulusanmu, aku akan ikut kemana kamu mengajak aku nantinya!" sahut Dara dengan setetes airmata haru diujung matanya.
"Yaudah, sekarang kita makan dulu yuuk habis tuh kamu harus minum obat. Ngomong ngomong selama ini sudah nggak ada masalah lagikan sama obat penambah darahmu?" tanya Arga sambil membantu melepas selang oksigen.
"Nggak ada lagi, malahan setiap abis minum itu badanku terasa segar!" jawab Dara yang tidak tau kalau obatnya sudah ditukar Arga dengan yang asli.
'Pemilik rumah sakit belum juga ada ngabarin masalah orang yang sudah nukar isi obat Dara, apa sangat sulit mencarinya?' gumam Arga dipikirannya
__ADS_1
"Beib ayo?!" panggil Dara yang sudah bangun siap turun ranjang
"Ah, iya... Ayoo!" sahut Arga sambil tangannya merangkul bahu Dara menuju ruang makan. Dia terus memandangi gadis kesayangannya itu dengan tatapan prihatin, dia terus berpikir siapa orang yang sudah tega meracuni Dara dengan obat yang berpantangan dengan penyakitnya.
'Dara ini kan cuma gadis lugu yang selalu menghindari masalah dengan siapapun, bahkan membunuh semutpun dia tidak tega, tapi malah ada orang yang sampai masuk kerumah sakit diJerman ini cuma buat menukar obatnya, aneh, apa motifnya? soalnya orang ini keliatannya bukan orang sembarangan!' pikir Arga
Malamnya diayunan halaman belakang:
"Beib, mulai besok kamu harus tungguin aku pulang kuliah dirumahku ya? kan disana ada Paula, ajak Edward sama Sovia sekalian buat nemenin kamu!" pinta Arga
"Kenapa harus dirumahmu? kan nunggu disini juga sama aja!" tanya Dara heran
"Yaa nggak apa apa sih, aku cuma mau membiasakan ada kamu dirumahku setiap aku pulang dari mana mana!" jawab Arga tanpa ragu
"Kamu kok romantis banget sih beib, apa daridulu sikapmu begini sama aku?" tanya Dara yang pipinya mulai merah
"Coba kamu liat bintang dan bulan disana! jangankan setiap hari, bahkan setiap menitpun posisi mereka selalu terlihat bergeser dari tempat semula. Tapi tetap aja mereka adalah hal yang memperindah langit setiap malam, mau berubah seperti apapun bentuknya dan posisinya tetap aja sinarnya membuat damai siapapun yang melihat, begitupun dengan kamu dimataku!" Jawab Arga sambil menunjuk langit
"Aaaaaa... terus apa hubungannya sama pertanyaanku tadi beib?
jujur aja, kata kata mu barusan itu indah banget! tapi beib... aku, aku sering gak paham maksudnya!" ucap Dara sambil nyengir karna tidak enak hati. Mendengar pengakuan Dara yang polos barusan, sontak membuat Arga langsung menutupi wajahnya karena tak tahan ingin tertawa.
"Yaaa ada sih sedikit yang ngerti, tapi kalau yang banyak istilah kayak barusan aku gak ngerti! kan tadi aku tanya apa kamu memang dari dulu selalu romantis? terus kamu jawabnya malah bulan bintang, jadi aku bingung!" jawab Dara dengan wajah lugunya.
"Aku jadi penasaran, jangan jangan dari dulu kamu nggak pernah paham sama kata kata yang sering aku kirim setiap hari!" kata Arga
"Kirim? kirim kemana?" tanya Dara yang lupa
"Kirim kehape mu beib. Dari mulai kita pacaran aku sering kirimkan sms kata kata buat menemani tidurmu setiap malam!" jawab Arga sambil membelai rambut Dara
"Oowh,berarti kamu memang romantis dong dari dulu. Aaaaaaah... kapan yaa ingatanku bisa pulih? aku gak sabar pengen tau masa laluku seperti apa, pasti banyak banget kenangan yang menyenangkan selama aku hidup diIndonesia!" Harapan Dara dengan ceria sambil memandangi langit.
Dengan mata yang tidak berpaling dari wajah Dara yang sedang tersenyum, ekspresi Arga malah berubah kaku setelah mendengar harapan Dara barusan.
'Beib, Aku malah berharap supaya kamu tidak perlu lagi mengingat kehidupanmu yang dulu, lebih baik kamu seperti ini selamanya, seperti terlahir kembali dari masalah yang pernah menyakitimu!' gumam Arga dalam hatinya, kemudian tiba tiba Dara menoleh
"Beib, maksud dari bulan bintang yang kamu bilang tadi apa sih?" tanya Dara yang sekalinya masih memikirkan kata kata puitis Arga tadi.
"Sini aku jelasin! (menarik bahu Dara, lalu menyandarkan kepalanya dibahunya)"
__ADS_1
Duduk diatas ayunan yang disinari cahaya rembulan, ditambah kelap kelip bintang yang bagai kedipan mata bidadari.
Semilir angin malam menyentuh dengan lembut, membuat mereka tambah merasakan kehangatan dari kulit yang saling bersentuhan dalam dekapan.
Kata kata puitis yang Arga ucapkan setiap hari dari mulai pacaran adalah sepenggal syair lagu yang memang dia ciptakan untuk permata hatinya, Dara.
.
.
.
Cuplikan:
Arga : Beib coba jawab dengan jujur, apa kamu selama ini bahagia sama aku?
Dara : Kenapa kamu tanya begitu? siapapun pasti bahagia punya pacar kayak kamu!
Arga : Kira kira kamu mau kita punya anak berapa nanti?
Dara : Mau......
Irvan : Hei hei! apa apaan kalian nih, baru pacaran sudah ngomongin anak, mana boleh begitu, pamali tau!!
Dara : Beib kakak ini siapa sih? kok setiap ketemu kamu dia marah marah terus?
Arga : Kalau kamu gak kenal aku juga gak kenal!
Irvan : Apa maksudmu bilang gak kenal? kamu lupa siapa yang dulu nolongin kamu dari bapak bapak hansip ditengah malam didepan rumah Dara!
Arga : Owh kakak ini pengungkitan ya? memangnya siapa yang ijinin kakak cium cium cewekku selama aku sakit?
Irvan : Ka..kamu, awas kamu ya! pacaran cuma modal gombal pake kata kata puitis aja sombong!
Arga : setidaknya aku gak pernah ngejailin Dara sampai bikin dia kenapa napa kan! coba beib aku liat kepalamu, masih benjol ga?
Irvan : Arga kamu, AAAAAGH..!
Indra : ASTAGA! Rin, Rina.. pasienmu lepas nih cepetan kesini dia mau ngamuk ngamuk lagi!
__ADS_1