Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Ternyata


__ADS_3


DAG - DIG - DUG - DAG - DIG - DUG!


suara detak jantungku kini jadi bertambah kencang seakan - akan sampai terdengar keluar dari tubuhku melalui aliran darah yang ikut mengalir cepat.


Walau penuh rasa takut, tapi entah kenapa aku merasa sangat penasaran dengan depan rumah ku ini, sepertinya ada sesuatu diluar sana yang harus aku lihat!


Saking penasarannya aku jadi mengamati keseluruh sudut halaman sampai kebawah pohon mangga tanaman papah, hanya ingin memastikan kalau memang tidak ada apa - apa disana


PAAAK!!


"AAAAAAAAAAAGH!!!" (teriak ku)


"AAAAAAAAAAAAAA!!!!?' (teriakan lain)


Sontak aku berteriak kencang karena kaget, bagaimana tidak! tiba - tiba saja sebuah tangan dingin yang tidak tau darimana asalnya menepuk bahu dengan beberapa jarinya menempel dileherku, yang tentunya membuat geli sekaligus ngeri. Ditambah lagi dia pun juga berteriak pas dibelakangku dengan suaranya yang lebih nyaring dibandingkan teriakanku barusan yang menambah rasa mencengkam suasana dirumah sepi ini.


'Ya ampun! Masa beneran terjadi apa yang aku takutin?!' gumamku gemetaran


Akupun reflek terjongkok sambil memegangi leherku yang berdiri bulu kuduknya karena ketakutan setengah mati hingga keluar keringet dingin. Tapi kok,


'Sepertinya aku mengenali suara ini!!'


Gumam ku sendiri sambil langsung menoleh kebelakang.


"Ya ampun Ternyata KAMU YA? Apa - apaan sih kamu Don?!" marahku, sambil mengusap - usap dada yang jantungnya terasa hampir copot.


"Aduuh Kakak ini, kenapa teriak - teriak sih? bikin kaget aja!" protes Doni yang terlihat tidak kalah syok denganku,


"Harusnya kakak yang protes, kok malah kamu duluan yang ngomel? lagian kamu segala ngaget - ngagetin dari belakang segala!" Balasku sambil berdiri dari jongkok.


"Yeeeh siapa juga yang mau ngagetin, tadi aku cuma mau nanya sama kakak, eh malah teriak!"


"Sudah - sudah! pasti ngeles terus kayak bajay! mau nanya apa sih subuh - subuh begini?" tanyaku jengkel


"Kakak nih ngomel terus nanti kak Arga bosen loh! Hehehe" katanya usil


"Heh, kurang asem kamu yaah?!" ucapku sambil mencubitnya


"Hehehe becanda kak, ampun!" aku langsung melepas cubitanku


"Aduuuh, aku tuh tadinya cuma mau nanya kakak ngapain disini? perasaan sebelum aku tidur tadi malam kakak memang ada disini?! Whaaaa jangan - jangan kakak memang semalaman berdiri disini yaa, hayooo ngapain?!" tanyanya kepo sembari senyum ngeselin.


"Aaah, Sembarangan aja kalau ngomong! kakak ini baru aja bangun, cuma lagi mau mastiin kalau Arga sama mas Irvan udah pulang apa belum!" Jawabku sambil mulai kembali menggenggam gorden.


"Loh bukannya mereka sudah pergi dari tadi, emangnya kakak nggak tahu? kan kedengeran suara motornya kak Arga!" kata Doni


"Masa sih, kok kakak gak denger, jam berapa mereka pulang?" tanyaku penasaran,


"hmm... kalau gak salah liat sih kira - kira jam tigaan, tapi aku nggak pasti sih kak soalnya aku juga sudah tidur jadinya pas liat jam agak samar - samar gitu liatnya!" Jelas Doni


"Owh pantesan aja kalau jam segitu, ya kakak juga udah tidur tapi gak denger apa - apa!" kataku, lalu aku berpaling muka darinya dan mulai mengintip lagi keluar jendela.


'Entah kenapa aku masih penasaran ingin melihat keluar padahal sudah Dikasih tau Doni kalau Arga memang sudah pulang, tetapi, rasanya seperti dia masih ada didepan rumah walaupun dengan jelas akupun melihatnya dia sudah tidak ada diluar sana!'


Ah mungkin aku hanya terlalu banyak berfikir tentangnya, dan juga karena aku tidak mendengarnya sendiri suara motornya pergi, jadinya aku merasa kurang yakin begini.' pikir ku


"Don, tapi kok bisa sih kamu dengar suara motornya sedang kan kakak nggak?!" tanya ku ke Doni


"Nhaaa Kakak memangnya tidur apa tadi?!" tanya balik Doni yang kedengeran aneh


"Maksudmu apa, kok ada tidur apa?!" tanyaku lagi mulai curiga


"iya kan ada tuuh tidur ayam, tidur kebo, tidur...."


"sudah - sudah! memang nggak beres nanya serius sama kamu, apa maksudnya menyamakan tidur dengan hewan! dasar konyol!!" kataku kesal


"hmmm... kakak aja yang nggak tau, tapi ada bagusnya kalau aku bisa tidur kaya kebo, jadi kalau ada suara bising sedikit yaa gak terbangun - bangun terus! haduh susah nih punya telinga peka kayak aku nih!!" ucapnya menyombong sambil menunjuk telinganya sendiri

__ADS_1


'Jadi tidurku tadi kaya kebo dong, gara - gara makan terlalu kenyang dan sudah terlalu ngantuk jadinya tidurku lelap banget, Jangankan suara dari luar, bahkan tidur dalam posisiku masih duduk pun aku tidak menyadarinya!' kataku dalam hati mengakui.


"Oiya Don! Mereka ngapain aja diluar sana sampe jam tiga?" tanyaku mengalihkan topik


"Yaaa mana aku tau kak, masa aku harus tanya mereka ngapain?!!" Jawabnya yang lagi - lagi bikin emosi.


Namun aku tidak menghiraukan kekonyolannya lagi, sekarang aku sudah cukup merasa lega dia karena sudah pulang, tetapi kenapa ya? kok masih ada rasa yang mengganjal didalam hati, rasanya itu seperti... yah pokoknya sulit untuk dijelaskan.


"Kak! kak liat itu apaan?!" Panggil Doni yang tiba - tiba ada disampingku ikut mengintip


"Apaan sih Don ngagetin mulu?!" tanyaku dengan rasa jengkel karena lagi - lagi dia membuat aku terkejut


"Itu kak, ituuu yang item - item diujung teras!!"


katanya sambil menunjuk - nunjuk kearah yang aku tidak bisa melihat dengan jelas dari tempat aku berdiri.


walau takut tapi rasa penasaranku lebih kuat hingga akupun segera bergeser keposisinya dan ikut melihat apa yang ditunjuknya itu.


"Iiiiih itu apaan?" tanyaku yang seketika jadi merasa ngeri saat melihat sesuatu yang berbentuk buntalan kain berwarna hitam pekat ada diujung teras dekat pintu


"Ayooo kita liat kak!!" tau - tau Doni menyorongku berjalan menuju pintu luar.


"A..apa, liat? Aaah nggak mau, entar aja kalau langit udah terang!" kataku menolak, sambil tangan satuku berpegangan besi tralis jendela.


"Nggak apa - apa kak, kan kita liat sama - sama, ayooo..." bujuknya sambil mulai membuka pintu tangannya menahan tanganku satunya agar tidak kabur


"Don, jangan dibuka Don! diluar masih ada hantu!" akupun langsung berusaha menahan pintu agar tidak dibuka


"Nanti kalau ada sesuatu yang tertinggal punya kak Arga gimana kak?!" karena mendengarkan ucapannya akupun langsung mengalah


Kemudian setelah pintu terbuka hembusan angin subuh yang dingin seketika meniup - meniup lapisan kulitku, Walaupun sebenarnya aku sendiri belum pernah melihat hantu, tetapi membayangkan yang ada difilm horor pun sudah membuat perasaanku menjadi was - was.


Lalu Doni keluar dengan perlahan mendekati benda asing itu,


"Dooon,, liatnya entar aja yaa?" Bisikku membujuknya dengan masih berdiri didepan pintu karena tidak berani mengikutinya.


"Nggak apa -apa kak, udah tanggung nih, ayoo sinii...!!" ajaknya yang sudah dua langkah ada didepan ku.


Lalu tanpa ragu - ragu dia mengambil benda yang mirip sebuah gumpalan kain hitam itu lalu menyodorkannya padaku.


"Apa itu Don...!!?" seketika aku melangkah mundur dengan perasaan ngeri dan tidak berani memegangnya.


"Lhooo inikan almamater punya kak Arga bukan?!" tanyanya sambil membentangkan benda tersebut.


"Aah iya, kok bisa tertinggal siih?!!" ucapku keheranan dan langsung berani memegangnya.


Benda asing hitam itu adalah almamater milik Arga, yang sebenarnya berwarna agak ke abu - abuan, Yaaa yang jelas aku sangat hapal selain dari wangi parfumnya juga ada pin nama dibagian dada kirinya.


Setelah itu kami pun langsung masuk kedalam rumah membawa serta almamater tersebut,


Aku mulai kembali kekamarku, sambil membayangkan kalau Arga pulang tanpa memakai Almamaternya, sedangkan dia tidak pernah membawa jaket kesekolah.


Tentunya hatiku jadi tersulut sangat cemas, dinginnya angin diluar sana, dan udara subuh yang menggigit tulang, ditambah lagi jarak tempuh yang dia lalui. Tetapi rasa khawatirku itu berusaha ku tepis dari otakku, dengan sesegera mungkin ku simpan alamamaternya didalam tas sekolah berniat aku akan kutitipkan pada teman sekelasnya besok.


Setelah itu aku santai - santai sejenak memainkan game diponsel sambil menunggu langit agak terang, hanya untuk sekedar mengalihkan pikiranku sesaat terhadap Arga.


Sekitar setengah jam kemudian aku lihat ke arah luar jendela, melihat warna langit yang mulai menguning. Segera aku kekamar mandi menggosok gigi dan mencuci muka, ku perhatikan bengkak diwajah ku sekarang sudah tidak terlihat lagi, hanya memar ditangan saja bekas cengkraman Arga yang masih merah dan terasa nyeri.


Kemudian aku langgsung mengganti pakaian, dan menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa jogging.


Sebelum berangkat kubuka seluruh jendela di semua ruangan rumah, kusiapkan minum, memakai sepatu kets, mengantongi dan mengancing handphone yang sudah dipasang headset, lalu Go!!


Sambil berlari kecil dan mendengarkan musik aku menyapa beberapa tetangga dan teman - teman mainku satu komplek yang kebetulan saat ini kami saling berpapasan saat jogging.


Sesekali aku duduk sebentar dikursi taman hanya untuk minum ataupun membetulkan tali sepatu, matahari terlihat baru mulai terang tetapi entah kenapa aku sudah mulai sangat lelah.


Padahal biasanya setiap hari minggu aku agak lama olah raga paginya, tetapi ini belum aja satu jam aku sudah mulai tidak tahan, jadi aku memutuskan untuk kembali pulang kerumah.


Sesampainya dirumah setelah melepas sepatu aku langsung duduk disofa ruang tengah, badanku terasa sangat lelah dengan sedikit keringat dingin yang keluar.

__ADS_1


Tak lama kumudian perutku mulai terasa lapar lalu akupun pergi kedapur menghampiri Doni sudah ada disana duluan sedang membuat sesuatu.


"Kamu bikin apa Don?" Sapaku


"Roti bakar aja nih ka soalnya bahan - bahan dikulkas udah pada habis!" jawabnya


"Mamah belum belanja ya? tumben!" kata ku sambil membantunya, sembari memanaskan makanan tadi malam


Yaa kami sudah terbiasa membantu mama ditoko kue, jadi nggak repot atau bingung kalau hanya mau membuat sarapan sendiri.


Dan baru saja selesai menyiapkan diatas meja, tiba - tiba


NGEEEEENG!!! (suara motor berhenti dihalaman depan rumah)


Doni langsung menoleh dari jendela dapur memeriksa siapa yang datang.


"Mama sudah pulang kak!!" kata Doni, seketika dia langsung berjalan ke ruang depan menyambut Mama.


Mama yang baru pulang dengan membawa beberapa bungkusan besar bergantung dimotornya.


"Pagii anak - anak mama...." panggil Mama yang langsung masuk rumah karena pintu memang tidak dikunci.


"Pagi mah..." sahutku bersamaan dengan Doni, kemudian akupun segera menghampirinya juga.


"Don, tolong bawakan bungkusan yang masih dimotor yaa nak..." perintah mama ke Doni, lalu aku membantu membawakan salah satu yang ditangan mama menuju ke dapur.


"Banyak banget Mah belanjaannya..?!" tanyaku sambil menaruh bungkusan yang aku bawa tadi kelantai samping meja makan lalu membongkarnya.


"Iyaa ini, kemaren sore belanjanya tetapi belum sempet dibongkar, sebagian bahan buat ditoko sebagian untuk dirumah, soalnya sudah habis semua stoknya..." ucap mama sambil senyum senang.


"iiiiyeee Mama lagi banyak orderan niih makanya semangat banget!" Goda ku.


"Tauuu ajaa, baru mau sarapan yaa? nii kebetulan Mama bawakan juga" katanya, sambil mengeluarkan beberapa kue dan roti serta sebotol susu.


Meskipun perasaanku sebenarnya sedang galau, tetapi aku berusaha dengan rapi menutupinya dengan senyum didepan keluarga Walaupun itu adalah senyuman palsu.


Dalam hatiku sudah menggebu ingin segera curhat sama mama, tapi nanti aja tunggu waktu yang tepat. Lagian sebentar aku akan ujian, jadi harus lebih fokus belajar dan harus segera bisa move on dari Arga walaupun sulit, yaa harus bisa! kata ku dalam hati menyemangati diri sendiri.


Aaah lagi - lagi aku kepikiran sama dia, padahal tadikan sudah mulai lupa, atau mungkin saja sekarang dia juga akan berfikir kalau aku adalah cewek yang nggak berperasaan, karena sudah membiarkannya menunggu diluar semalaman, heh biarin aja sukurin!!


"Daraaa.... Daraa...!!" Panggil Mama


"Eeeh..iya mah?" sontak aku terkejut dari lamunan


"Ada apa anak gadis pagi - pagi udah melamun? ayooo duduk kita sarapan sama - sama...." ajak Mama dengan suara khasnya yang lembut.


"Nggak Ada apa - apa kok mah..." jawabku sembari berdiri dari jongkok,


Doni yang selesai menaruh bungkusan lainnya langsung cuci tangan dan duduk disamping Mama, kemudian akupun bergegas mencuci tangan dan mengambil tiga gelas lalu menuangkan susu.


Saat menuang susu, kuperhatikan Mama dari tadi mencuri pandang kearahku seperti mau bicara sesuatu.


Lalu pas aku baru akan menyuap sarapan, mama langsung memulai pembicaraan yang sangat tidak terduga.


"Eeeem Dara, Arga ke...... "


"Uhuk! uhuk!" Tiba - tiba aku langsung terasendak saat mama menyebut nama Arga, dan akupun langsung berfikir apa jangan - jangan Mama tahu sesuatu masalah ku dengan Arga atau tahu dari seseorang kalau Arga semalaman ada didepan rumah?!!


"Kamu Kenapa sayang, ayoo nih diminum!" kata mama sambil menyodorkan segelas air


"Nggak apa - apa mah!" jawabku setelah minum, lalu aku jadi salah tingkah, dan mumpung mata Mama yang sedang melihat kearah makanan, aku pun melirik Doni sambil memberi kode dengan mata.


aku melototinya sambil melirik kearah mama mengisyaratkan pertanyaan 'apakah kamu yang memberi tahu sama Mama?!'


Doni yang sedang mengambil kue pun langsung menggeleng - geleng yang mengartikan bahwa bukan dia.


Mama yang sedang ingin mengambil minumpun memergoki kami sedang saling memandang memberi kode.


"Eeeh ada apa kalian?!!" Tanya Mama yang membuat aku jadi tambah gugup.

__ADS_1


"Bukan apa - apa Mah, kakak minta kue yang aku ambil, yang ini kan mama bawa cuma satu" alasan Doni sambil memberikan kue yang ada dipiringnya, jadi mau nggak mau aku harus makan kue pilihannya. Padahal aku mau pilih yang lainnya..! huhuu....


__ADS_2