Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
.83. Kebiasaan Baru


__ADS_3


Sesuai permintaan Arga semalam, Dara akan berada dirumahnya saat dia pulang kuliah sore nanti. Tapi sebelum itu, Dara sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuknya.


(04.15 PM)


"Paula, Dara ada dimana sekarang?" tanya Arga yang baru pulang


"Nona ada didapur tuan muda!" jawab Paula sambil senyum senyum sendiri membuat Arga bingung. Tanpa banyak tanya lagi Arga pun segera menuju dapur yang biasanya cuma dijamah oleh Paula dan Mark.


Dari kejauhan Arga sudah mulai mencium aroma yang sudah sangat lama tidak dia jumpai, aroma yang membuatnya langsung mengenang kota dan negara kelahirannya yang sekejap langsung membuat perutnya terasa lapar.


"Beib, kamu lagi masak apa, kok bisa?" tanya Arga bingung dengan keadaan Dara yang sedang lupa ingatan, dia langsung berdiri disamping Dara ingin melihat apa yang sedang dikerjakan pacarnya


"Aku lagi coba coba aja beib, gak sengaja lagi liat liat handphone terus liat menu masakan Indonesia, karena keliatannya gampang jadinya aku langsung minta kak Sovia nemenin aku belanja, dan semua bahannya aku dapat ditempat mamah sama tante Laurent belanja kemaren. Aku juga sudah masak nasi sama kerupuk empingnya tuh, tapi nggak tau kenapa aku ngerasa nggak asing pas cium aromanya!" jawab Dara sambil mengaduk


"Kamu tau gak ini namanya apa?" tanya Arga niat mengetes


"Ini namanya opor ayam!" jawab Dara dengan enteng


"Kok kamu bisa tau?!" kaget dan curiga


"Ya taulah, kan ada namanya diatas resep!"


"Oooh iya ya..." (phew, lega!)


"Nih udah mateng kayaknya, tolong kamu cobain beib, benar gak rasanya kayak gini?" pinta Dara sambil menyodorkan sendok, tanpa ragu Argapun segera mencicipinya.


"Eemmh....Wooow!!" melotot kaget lalu menutupi mulutnya membuat Dara penasaran becampur takut


"Gi..gimana beib? apa takaran bumbunya ada yang salah?" tanya Dara takut takut


"Tentu aja salah.. kita gak bisa makan masakan kayak gini!!" bentak Arga


"Aa..aku...."


"Kamu tau gak beb, ini cocoknya memang harus kita makan buru buru pake nasi sebelum yang lain keburu tau!" kata Arga dengan tatapan serius, kemudian ia mematikan kompor lalu segera menuangkan opor ayam tersebut kemangkok besar dan menyiapkan semuanya dimeja makan. Dara yang masih kaget mendengar bentakan Argapun cuma diam berdiri ditempat, dia masih bingung apa maksud ucapan Arga barusan.


"Beib kesini, ngapain kamu disitu!" ajak Arga yang sudah siap duduk dikursi makan.


"Aaah iya iya!" manggut manggut bergegas mencuci tangan. "Eem.. beib, apa gak sebaiknya yang lain diajak makan juga? tadi kan semuanya udah bantuin aku dari mulai belanja sampe prosesnya!" saran Dara ragu ragu karena dalam hatinya masih penasaran dengan jawaban Arga mengenai rasa masakannya itu


"Kamu yakin mau bagi mereka? yaa sebenarnya terserah kamu sih, tapi kalau aku pribadi gak mau kasih keorang!" jawab Arga sambil geleng geleng membuat Dara berkecil hati karena dia berpikir pasti rasa masakannya gak sesuai, jadi bisa bikin malu kalau sampe dimakan orang.


Akhirnya dia mengurungkan niatnya memanggil yang lain, padahal dia ingin sekali semuanya juga ikut mencicipi masakan pertamanya semenjak dia sakit, dengan kecewa Darapun duduk disamping Arga sambil memasang ekspresi memelas.


"Kamu kenapa beib lesu kayak gitu, pasti kecapean ya? kalau cape lain kali nggak usah masak ya, mending beli aja!" saran Arga berniat perhatian

__ADS_1


"Iya...mulai besok aku gak akan pernah masak lagi!" jawab Dara cetus sambil membalik arah badannya.


"Loh loh kamu kenapa beb, kok ngambek?!" lalu Arga pindah duduk kebangku yang dihadapan Dara.


"Beib kamu kenapa sih, nggak ada angin, nggak ada ujan, tiba tiba ngambek nggak jelas?!" tanya Arga bingung


"Kamu itu terlalu banyak basa basi, kan kamu tau sendiri daya pikirku ini lambat, kenapa kamu selalu mengeluarkan banyak kata kata untuk menjawab satu pertanyaan dariku yang padahal cuma tinggal dijawab dengan simple aja!" dumel Dara cemberut lalu menunduk


"Kamu kenapa sih belakang ini sensitif banget, lagi datang tamu bulanan ya?" tanya Arga sambil menurunkan kepalanya ingin mengintip wajah Dara yang tambah menunduk didepannya.


"Heey sini kok tambah nunduk? coba liat aku!" Dengan lembut tangannya mengangkat dagu Dara yang akhirnya terlihat wajah murungnya.


"Memangnya tadi kamu nanya apa sih, nanya masalah ngajak makan yang lain? kan aku sudah jawab tadi terserah kamu!" jawab Arga


"Tuh kan... kamu sekalinya nggak dengerin pertanyaanku tadi! aku kan nanya masakan ini sudah sesuai belum sama rasa aslinya?.. kamu malah ngomong yang lain lain!" meraju


"YAA AMPUUUN! HAHAHA..!!! dasar perempuan, kayak gitu aja harus dibesar besarkan.. aduuh sakit perutku!" tawa Arga terbahak bahak sambil memegangi perutnya karna terasa geli sendiri yang malah bikin Dara tambah jengkel.


"HAH! orang nanya malah diketawain!" celetuk Dara sambil beranjak dari duduknya berniat pulang kerumah, namun baru dua langkah berjalan Arga sudah berdiri dan menahannya didinding.


"Beib kamu mau kemana?" tanyanya cemas


"Pulang!" jawab Dara singkat


"Kamu ada apa sih beib coba cerita, masa kayak gitu aja marah?" Dara tidak menjawab dan malah membuang muka


"Bohong, gombal aja kamu!" bantah Dara


"Beneran beib, kamu boleh tanya mamahmu kalau gak percaya!" kata Arga berusaha meyakinkan, dan seketika itupun Darapun tersenyum karena mempercayainya.


"Nah gitu dong, kalau senyumkan tambah manis!" Ucap Arga sambil memperhatikan bibir Dara yang merona yang sekejap merubah suasana jadi hening, kemudian dengan sangat pelan jari Arga mengangkat dagu Dara mendongak kearah wajahnya, mata gadis itu langsung gugup lalu terpejam seolah menyerah pada pria yang mulai memiringkan kepala dihadapannya. Namun tanpa Arga dan Dara disadari, sekalinya para perawat dan bodyguard mereka daritadi mengintip kemesraan yang mereka lakukan didinding ruang makan.


Sambil menutupi mulutnya dengan tangan, Paula dan Sovia langsung baper sendiri menyaksikan sepasang sejoli yang sedang mabuk asmara tersebut.


"Ooh my God! Ooh so sweet! Oo.....!" hebohnya para perawat


"Sssttth.....!" Kedua bodyguard pun segera menutup mata masing masing partner kerja mereka lalu menyeretnya keruang tengah


"Heey Mark, kenapa tiba tiba kamu tarik saya kesini?" protes Paula (bahasa Jerman)


"Kamu juga Edward, tidak bisa kah kamu membiarkan saya melihat sedikit pemandangan indah disana!" protes sovia


"Jangan ganggu tuan muda dan nona!" sahut Mark dan Edward berbarengan


Bisikan diruang makan:


"Yuk kita makan, aku sudah gak sabar mau menghabiskan semuanya!" kata Arga sambil mengusap bawah bibir Dara yang basah.

__ADS_1


"Semuanya? itu semua ada empat kilo daging ayam, belum sama nasinya. kamu yakin gak mau ajak yang lain? kan besok aku bisa coba menu lainnya!" saran Dara


"Yaa sudah panggil semuanya makan bersama!" jawab Arga sembari mengecup kening gadis mungil yang cuma setinggi dadanya itu, lalu Darapun dengan semangat mulai mencari mereka berempat.


"Nona?" tegur Edward yang terkejut melihat Dara tiba tiba muncul dihadapan mereka yang seketika membuat keempat anak buahnya itu gugup, mereka pikir kelakuan mereka mengintip barusan sudah ketahuan yang akan membuat pekerjaan mereka terancam tidak aman.


"Kebetulan sekali semuanya lagi disini, ayoo keruang makan Arga sudah menunggu kalian!" ajak Dara (dalam bahasa Inggris) tanpa memberi tau tujuannya membuat mereka berempat jadi salah paham.


Sesampainya diruang makan, Paula yang menyadari bahwa dirinya tadi ada dibarisan paling depan saat mengintip, seketika itu langsung membungkuk duluan untuk meminta maaf kepada Arga yang tentunya malah membuat Arga dan Dara jadi bingung.


"Tu..Tuan muda saya mengaku salah, saya minta maaf, tolong jangan pecat kami!" ucap Paula gugup


"Salah? salah apa? Saya dan Dara memanggil semua kesini untuk makan bersama bukan untuk memecat kalian!" kata Arga bingung


"Apa? makan bersama?" seketika mereka berempat langsung saling menatap satu sama lain, mereka jadi malu sendiri atas kesalah pahaman mereka pikirkan barusan. Tanpa banyak basa basi dan malu malu kedua bodyguard itu dengan cepat mengambil posisi duduk mereka disamping Arga, lalu Paula dan Sovia disamping Dara.


"Ini kare khas Indonesia?" tanya Mark


"Hmm... sejenis itu sih tapi bukan, yang ini namanya opor, biasa dihidangkan bersama ketupat kalau lagi hari raya Idulfitri!" jawab Arga yang seketika langsung mengenang masa masa di Indonesia saat keluarganya masih lengkap.


"Besok kita buat menu lainnya ya, gimana kak Sovia dan kak Paula masih mau kan bantuin saya?" tanya Dara sopan. Dara tidak pernah menganggap mereka berempat sebagai bawahan melainkan seperti kakak sendiri.


"Ooh tentu saja! saya tidak menyangka nona Dara sekalianya pintar memasak seperti nyonya Aina!" puji Sovia tanpa canggung


"Dan saya juga sangat senang membantu, karena sayapun jadi sekalian belajar masak masakan Indonesia!" sahut Paula


"Gimana kalau akhir pekan ini kita piknik sama sama?" usul Arga yang tentunya disetujui semuanya, dan semenjak saat itu hubungan mereka serasa semakin akrab kekeluargaan.


.


.


Tiga bulan kemudian kesehatan Darapun sudah membaik, begitu juga dengan Arga yang setiap sore dengan ketelaten Dara selalu menemaninya latihan berjalan, dan akhirnya diapun sudah bisa berjalan normal tanpa alat bantu walaupun belum bisa berlari cepat.


Kakek Sultan, bu Aina dan Irvan beserta beberapa bawahan kakek tanpa memberi tau lebih dulu tiba tiba datang keJerman berniat menjenguk, kecuali Irvan.


Saat itu dari pihak rumah sakit Charite meminta Irvan secara langsung datang melakukan beberapa test menyangkut penyakit Dara yang cuma cocok dengan darahnya, yang mana test itu akan dilakukan setiap tiga bulan sekali selama setahun, namun karena alasan pekerjaan dan kuliah jadinya Irvan tidak bisa tinggal lama, tapi kebijakan dari rumah sakit akan membiayai separuh ongkosnya pulang pergi.


Awalnya Irvan enggan datang karena mengingat saat ini ada Arga sudah kembali kesisi Dara, tapi setelah dibujuk dan mengingat ini demi kesehatan Dara akhirnya dia mau datang keJerman tempat dimana Dara berada.


.


.


.


Cuplikan:

__ADS_1


Irvan : Akhirnya tiba juga yang ditunggu tunggu, makasih, makasih, makasih, makasih!!


__ADS_2