Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Apa maksudnya?


__ADS_3

Setelah mendengarkan permintaan Irvan hati mamah justru jadi merasa terharu, karena baginya cuma anak tetangga inilah yang selama ini tulus menjaga putri sulungnya itu.


"Iya Van, kamu kira mamah ini nggak cemas juga kah? tadi itu nggak enak aja karena mikir si Betrand itu anak kolega papa! Yaudah yuk kita berangkat!" kata mama, lalu merekapun pergi menyusul ibu dan adik adik Irvan yang sudah lebih dulu sampe dimall.


(Didalam mobil Betrand)


"Dara?"


"Hm.. Iya?" sahut Dara


"Mmm... a...." ragu ragu


"Ada apa kak? ngomong aja!" kata Dara


"Eh.. aku mau tanya aja sih, menurut kamu aku ini orangnya kayak gimana?" tanya Betrand ragu


"Hmm.. Kak Betrand itu... orangnya baik, ramah, perhatian, terus... sopan!" Jawab Dara menyebutkan


"Masa aku gitu sih?" tanya Betrand memancing


"Iya, menurut aku sih begitu, walaupun dulu pas awal kuliah aku sempet denger denger omongan yang katanya kak Betrand itu suka nakal yang aneh aneh gitu, tapi aku liat kakak baik baik aja!" jawab Dara


"Aneh aneh gimana maksudnya?" tanya Betrand curiga


"Aku kurang paham juga sih maksudnya, tapi ada yang bilang kalau kakak itu playboy kelas berat yang sering gonta ganti cewek! hehehee jangan diambil hati kak, itu mungkin orang yang......" kata Dara nggak enak


"Aku nggak tersinggung kok! soalnya yang mereka omongin itu memang benar!" kata Betrand mengakui


"Apa, Masa sih? tapi aku nggak pernah liat kakak jalan sama cewek kecuali sama Amira, itupun karena aku tau kalau Amira memang ada naksir sama kakak!" kata Dara


"Maksudmu Amira suka sama aku?" tanya Betrand tidak percaya


"Iya kak, masa kakak nggak tau sih? ya setidaknya merasa kalau Amira selama ini udah deketin kakak gitu?!" niat Dara ingin mencomblangkan


"Anak itu kan manja sama semua orang, jadi mana bisa dibedain suka biasa atau suka beneran!" Jelas Betrand


"Tapi kakak suka juga kan sama Amira?" tanya Dara antuas


"Nggak, malah kedekatanku sama dia cuma karena aku lagi mau ngedeketin cewek lain, yaitu temennya!" jawab Betrand mulai terang terangan


"Temennya, masa? siapa kak, aku kenal gak sama dia?" tanya Dara penasaran,


Walaupun masuk difakultas yang sama, tapi Dara dan Amira belajar dikelas yang berbeda, dan dari dulu Amira memang selalu banyak teman jadi dipikir Dara cewek yang disukai Betrand adalah salah satu teman Amira dari kelas lainnya itu. Ditambah lagi sejak Betrand ingin belajar bersikap seperti Arga, diapun langsung tidak pernah mendekati cewek kecuali sekedar hanya menyapa saja agar terkesan tidak sombong, dan dia juga mengurangi mengejar Dara secara berlebihan agar terkesan tidak murahan, jadi Dara pun berpikir kalau Betrand sudah berubah dan juga sudah tidak menyukainya lagi!


"Masa kamu nggak tau sih cewek yang aku sukai?, beneran nggak tau atau kamu pura pura nggak tau?" tanya balik Betrand


"Aku beneran nggak tau kak, soalnya selama ini aku memang nggak pernah ngeliat kakak jalan sama cewek!" Jawab Dara polos, lalu dengan lembut Betrand meraih tangan Dara yang membuat Dara tertegun karena bingung.


"Ceweknya itu yaa kamu Dara..." Ucap Betrand yang langsung mengecup tangan Dara


"Eh! jangan kak!" karena kaget Dara pun segera menarik tangannya kembali.


"Kenapa Dara, Apa kamu nggak punya rasa suka sama aku? bukannya tadi kamu bilang aku ini baik?!" Tanya Betrand to the point


"Iya kak aku suka! karena kakak memang beneran sangat baik dan sikap kakak juga sudah sangat berbeda dari yang pertama aku kenal, tapi rasa sukaku tidak lebih dari menganggap kakak sebagai teman dan kakak senior, dan lagi pula tujuan aku kuliah disini itu karena......"


"Karena Arga kan?" Betrand menyela penjelasan Dara yang sontak membuat dara terkejut


"Iya, sekalinya kakak sudah tau ya, pasti Amira yang sudah cerita sama kakak?" tanya Dara sambil menunduk sedih kerena kembali mengingat Arga


"Terakhir kamu ketemu dia sudah lebih dari setahun lalu kan?, dan sampai sekarang belum ada kabar sama sekali mengenai dia, apa kamu masih mengharapkan dia terus? Apa kamu nggak bisa memberi kesempatan buat yang lain, buat aku misalnya?" tanya Betrand mengharap


"Sebelum aku tau pasti kabar dia, aku akan terus berharap dia kembali!" jawab Dara


"Ini kan sudah cukup lama Dara, kalaupun dia memang masih hidup mungkin saja dia sudah punya kekasih baru, sudah ada pengganti mu!" Ucap Betrand menekankan


"Nggak apa apa kak, kalau memang dia sudah dapat pacar baru aku tentunya ikut bahagia, asalkan aku tau kalau dia memang masih hidup dan sehat sehat aja itu sudah sangat cukup membahagiakan aku! dan lagi aku sama kak Betran juga nggak akan bisa sama sama, soalnya dalam waktu dekat aku akan segera pindah kekampus lain!" jelas Dara, dan seketika itu Betrand langsung menepikan mobilnya


"Apa kamu bilang? kamu mau pindah kampus, kenapa?" tanya Betrand dengan tatapan tak percaya


"Kakakku yang memintanya, aku juga nggak tau alasan pastinya kenapa, malah sebenarnya dari awal aku sudah disuruh pindah sama dia, cuma aku nggak enak hati sama Amira jadi aku minta waktu sampai satu smester!" Kata Dara Menjelaskan


"Kakakmu yang mana, Irvan maksudnya? apa karena masa lalu dia sama kakaknya Amira terus sekarang dia mau seenaknya nyuruh kamu pindah dari situ?!" tanya Betrand tidak terima

__ADS_1


"Kayaknya bukan itu sih alasannya, kalau memang karena itu pasti sudah dari sebelumnya dia melarang aku kuliah disitu, tapi dia sempat bilang mau menjauhkan aku dari orang orang yang tidak baik!" cerita Dara jujur


"Orang tidak baik siapa maksudnya? apa itu alasannya kenapa selama ini kamu selalu diantar jemput kemana mana?!" Betrand curiga kalau orang yang maksud adalah dirinya


Triliing Triliiing!! (dering hape Dara)


"Hallo mas?" sahut Dara


"Kamu dimana sekarang?" Tanya Irvan lewat telpon


"Kami lagi lewat dijalan baru, mas dimana?."


"Cepat datangi kami dimall S, dalam sepuluh menit harus sudah sampai!!" perintah Irvan menekan


"Sepuluh menit? tapi mas.....hallo?..."


Tuuuuut..! (telpon terputus)


"Disuruh kemana?" tanya Betrand datar


"Ke mall S dalam sepuluh menit, tapi....." belum selesai bicara Betrand dengan wajah kesal segera mengover gigi lalu menancap gas melaju dengan cepat membuat Dara merasa ngeri, bahkan saking ngebutnya sampai menerobos lampu merah pertama.


"Kak Betrand... jangan ngebut kak, nggak usah dengerin mas Irvan!!" pinta Dara yang sudah ketakutan


Karena emosi Betrand pun tidak menghiraukan permintaan Dara, namun akhirnya mereka terjebak dilampu merah kedua yang mengharuskan Betrand menghentikan mobilnya. Lalu dia melirik ke arah Dara yang dari tadi diam disampingnya,


"Astaga Dara, kamu kenapa?" tanyanya kaget saat melihat Dara sesak napas sampai pucat pasi ditambah sudah bercucuran keringat dingin, dengan panik dia tergesa gesa mengambil mini oksigen portable dari console box mobilnya lalu segera memasangkannya keDara.


Dara yang sudah kesulitan bernapas hanya mampu berkedip sambil menggeleng dengan pelan. Saat lampu rambu sudah hijau Betrand melanjukan menyetir namun kini dengan sangat pelan, dan dia memakirkan mobilnya pas didepan mini market untuk membelikan minuman untuk Dara.


(Dilain tempat)


"Udah lewat sepuluh menit, kenapa Dara belum juga sampe? kan dekat aja jarak dari jalan baru kesini!" gumam Irvan mulai merasa gelisah, namun dia tidak mencoba untuk kembali menelpon melainkan hanya memantau Dara lewat GPRS.


"Loh kok berhenti disitu sih? ada apa ya kenapa perasaanku nggak enak?" pikirnya


"Ada apa Van, Dara bilangnya sudah dimana?" tanya mama


"Aah Dara, dia bilang sudah dijalan mau kesini mah!" Jawabnya ragu


"Nggak ada apa apa kok mah! yaudah mamah masuk aja duluan sama yang lain biar aku yang tungguin dia disini!" Jawabnya pura pura tenang, lalu saat mama sudah masuk kedalam Irvan langsung bergegas kembali masuk kemobil ingin menyusul Dara sambil terus memperhatikan lokasinya melalui GPRS yang belum juga ada pergerakan.


.


.


"Itu mobilnya, ngapain sih dari tadi disini terus?" gumam Irvan curiga dan langsung memakirkan mobilnya tepat dibelakang mobil Betrand.


TOK TOK TOK!!


"BUKA PINTUNYA!!" teriak Irvan dari balik kaca mobil samping Dara yang sontak mengejutkan sekaligus menambah rasa gugup Betrand dan iapun langsung menuruti perintah Irvan.


JEGLEK!


"KAMU APAKAN DARA SAMPAI BEGINI?!" bentak Irvan saat melihat kondisi Dara tak berdaya dengan mini oxygen menutupi hidung dan mulutnya.


Dara yang menyadari kehadiran Irvan pun dengan lemas segera mengapai tangan Irvan lalu menggeleng untuk memberi isyarat, yang sekejap membuat emosi Irvan mereda.


"Kita kerumah sakit ya?" tanya Irvan cemas, kemudian Dara menggeleng lagi sambil melepaskan oksigennya.


"Aku nggak apa apa mas, tadi pas tau kalau mas nyuruh buru buru sampai dimall kak Betrand langsung laju bawa mobilnya, dan aku takut karena gak biasa jadinya panik sendiri!" kata Dara menjelaskan dengan lemah dan engah engah


"Yaa ampun, maafin mas ya dek!" ucapnya sambil memeluk menyesal


"Apa sekarang kamu baru sadar kalau keputusan yang kamu buat belum tentu baik buat Dara!" celetuk Betrand yang masih kesal sama Irvan


"Punya hak apa kamu bicara begitu tentang saya? ayoo dek!" sahut Irvan sambil merangkul Dara dan siap memindahkan kemobilnya


Betrand yang dihatinya masih merasa mengganjal dengan pernyataan Dara tadipun segera keluar dari mobil dan menunggui Irvan yang selesai memindahkan Dara.


"Tunggu!" Kata Betrand menahan Irvan yang sudah mau masuk kedalam mobilnya


"Ada apa lagi?" tanya Irvan dengan santai lalu menutup kembali pintu mobilnya

__ADS_1


"Apa bener kalau Dara akan dipindahkan keKampus lain?"


"Iya benar, malah rencananya akan saya pindahkan keluar kota! memangnya kenapa?"


"Tujuannya apa? supaya dia jauh dari anak nakal atau dari masa lalumu?" tanya Betrand mulai menyinggung


"Maksudmu apa sih kok nanya nanya kayak gitu? kamu mau tau alasannya apa hah?" tanya Irvan menantang, Dara yang tidak bisa mendengarkan pembicaraan dari dalam mobil Irvan pun mulai curiga melihat gerak gerik mereka.


"Mas Irvan sama kak Betrand? mereka sedang bicara apa sih?" gumamnya sambil mengumpulkan tenaga ingin segera keluar mobil


"Iya aku mau jelas dulu alasannya!" jawab Betrand mulai emosi


"Oke kalau kamu mau tau, aku memang ingin menjauhkan dia dari cowok brengsek kayak KAMU! PAHAM?!" jawab Irvan menegaskan


"KAMU YANG BRENGSEK..!!" BUUGK!!


bentak Betrand sambil mengluncurkan satu tinjuan ke Irvan, dan karena Irvan belum siap menangkis akhirnya mengenai wajahnya


"Sialan!" gumam Irvan yang mengetahui ada darah dari bibirnya


"MAS?!!" teriak Dara sambil menghampiri disusul orang orang disekitar mereka


BUUGK!!


Irvanpun sempat membalas satu tonjokan mengenai pelipis Betrand dan Betrandpun sudah siap membalas lagi namun,


"Sudah mas sudah, jangan lagi!!" tahan Dara sambil memeluk Irvan dari depan yang badannya langsung gemetar karena takut


"Kenapa nih? ada apa nih? kenapa ribut ribut disini?" tanya kumpulan orang yang menahan dan melerai mereka


Suara debaran didada Irvan yang menempel tepat ditelinga Dara memacu detak jantung Dara jadi ikut berdebar kuat sampai Irvanpun dapat merasakannya.


"Iya dek iya!" kata Irvan sambil mengelus elus rambut Dara


Betrand pun segera menepis tangannya yang ditahan dua orang lain dan segera masuk kedalam mobilnya, begitu juga Irvan yang dihadapannya sudah dihalangi beberapa orang yang melerai, dia segera mengantarkan Dara kepintu dan langsung segera masuk kemudian pergi dari tempat itu.


Orang orang disekitar hanya menggeleng geleng melihat tingkah dua laki laki itu.


"Udah pada gede masih aja ribut! Dasar kelakuan orang kaya! palingan rebutan cewek! bla bla bla!" dumelan mereka sambil bubar


"Mas, tadi tuh ada apa sih? setau ku mas Irvan sama kak Betrand kan nggak pernah saling kenal sebelumnya, dan baru ketemu beberapa kali aja kan, kok bisa sampe ribut begini sih?" tanya Dara yang matanya masih sayu, dan dengan tangan yang masih gemetar dia menghapuskan darah Irvan pakai tisue


"Ini bukan masalah apa dek, dan mas minta lain kali kamu jangan pernah jalan sama dia lagi ya?!" pesan Irvan


"Mmm.. Iya aku janji! tapi mas juga jangan pernah kelahi lagi ya?" jawab Dara menurut karena tidak mau ini terulang.


"Aaaaw!!" Irvanpun sesekali meringis saat darahnya dibersihkan.


"Mau dikompres dulu kah mas?" tanya Dara yang ikut merasakan nyeri


"Nggak usah, nanti aja kalau sudah dirumah, sekarang kita sudah ditungguin sama yang lain. Dek, jangan bilang sama siapa siapa dulu ya kalau mas tadi kelahi sama Betrand, apalagi sama papah, takutnya nanti dia nggak enak hati sama temannya, kecuali memang Betrand sendiri yang sudah ngasih tau baru kita juga jujur, paham?!" pesan Irvan sambil merangkulnya


(Sesampainya dimall)


"Looh Irvan kenapa mukamu biru begitu?" tanya papa bingung


"Aah aku... aku.. tadi kepeleset pah didepan terus kena pagar!" Alasan Irvan sambil terus menutupi dengan tisue


Namun pelukan Dara kemama dan Ibu membuat mama paham akan adanya sesuatu yang telah terjadi sebenarnya.


"Kamu nggak apa apa nak?" bisik ibu pada Dara sambil membelainya, lalu Dara hanya mengangguk menjawabnya


"Yaa sudah nanti kamu cerita ya?" bisik mama karena curiga ini berkaitan sama Betrand


"Iya mah!" jawab Dara sambil melepas pelukan, lalu mereka mulai berjalan dan mengatur rencana.


.


.


(Di kamar Hotel K)


"Amira kamu dimana?" tanya Betrand via telpon

__ADS_1


"Aku lagi dirumah kak, ada apa?" jawab Amira


"Lagi sibuk gak? aku lagi mau curhat nih!!"


__ADS_2