
Malamnya aku melihat mama melamun diatas ranjang,
"Mah kok bengong?, mamah lagi kepikiran ya gara - gara aku milih kuliah dikampus F? ya aku tau kalau kampus itu memang pernah bikin mas Irvan dapat masalah, tapi itukan masa lalunya mas Irvan, sedangkan yang aku cari sekarang masa depan, dan juga... aku.. aku sekalian menunggu kabar tentang Arga dari Amira" jelasku ragu - ragu, lalu mama tersenyum
"Iya sayang, mama bukan lagi mikirin tentang itu kok, dimana aja kamu kuliah yang penting kamu belajar yang bener, dan pastinya bisa bikin suasana hatimu jadi semangat lagi yaa?!" jawab mama
"Mamahku memang paling pengertian!" kataku sambil memeluknya
"Aku janji bakal belajar lebih giat lagi biar mama gak kecewa,
tapi mah aku mau minta tolong lagi, kalau bisa jangan kasih tau dulu ibu sama mas Irvan kalau aku kuliah di F, takutnya dia berpikir kalau aku sengaja ingin mau nyakitin hatinya, jadi kasih taunya kalau sudah pas mau masuk aja ya?"
"Loh nanti juga kan mereka pasti tau?" kata mama
"Memang iya, tapi aku mau buat kesan kalau aku terpaksa masuk kesitu karena waktunya sudah mepet!" alasanku
"Waah, sejak kapan kamu punya ide jahat begitu? kelihatannya jurus bohongmu banyak peningkatan ya?" tanya mama menyindir
"Bukannya aku mau jahat mah, tapi ada waktunya kebohongan itu memang diperlukan juga, tapi ya pastinya buat niat yang baik!" alasanku, lalu mama tersenyum
"Iya sayang mama becanda aja kok! mama paham maksudmu, mau gimanapun Irvan juga anak mama dan mama nggak mau kalian saling menyakiti!
Udah malam istirahat gih.." ucapnya
"Makasih ya mah,, kalau gitu aku kekamar dulu!" pamitku sambil mencium pipi mama
Saat dikamar kudapati handphoneku sudah ada tiga pesan masuk dari nomor yang tidak ku kenal.
"Hay Dara, aku Betrand yang tadi... (bla-bla)"
"Ah paling dia ngambil nomorku dari formulir tadi! bodo amat ah, kalau aku ladenin nanti jadi panjang! biarpun menurut Amira ganteng tapi aku gak tertarik sama sekali, dan lagian tujuan utamaku masuk kuliah disitu supaya dapat kabarnya Arga, bukan cari penggantinya!" pikirku sambil berbaring memeluk Almamater Arga
"Arga kamu ada dimana sih? aku tau aku salah, kalau kamu memang marah nggak apa - apa tapi jangan terus - terusan hilang gini dong! kenapa kamu nggak biarin aku aja yang ketabrak daripada kamu hukum aku seperti ini! sebab ini terlalu berat buat aku jalani!" ucapku sendiri sambil menciumi harumnya yang membuat aku tambah rindu
Dalam pandangan kosong:
'Sejak kau utarakan perasaan padaku,
Mulai saat itu aku hanya ingin melewati masa depan bersamamu, karena kau sudah membuat setiap harinya adalah kenangan yang baru hanya tentang kau dan aku.
Namun saat ini aku tidak bisa membohongi diriku lagi!
Tolong beri aku keberanian untuk percaya bahwa cinta yang aku inginkan mungkin tidak akan bisa ada lagi, karena dirimu telah membawanya.
Tidak dapat ku jangkau tetapi tidak juga dapat dilupakan, entah jarak apa yang sudah menghalangi kita?
Rasa kehilangan terus saja menyelinap dalam pikiran, semakin aku ingin melarikan diri, justru semakin terus hatiku bertahan.
Diriku sudah semakin terjebak oleh cintamu yang sudah menjadi perisai, namun sosokmu yang hilang tidak menyisakan jejak untuk dikejar. Di tubuh yang beku ini terdapat hati yang bergejolak yang selalu ingin menatapmu saat berada didepanku.
Tapi kenapa sekarang cintaku tidak dapat terlihat dimanapun?'
.
.
Satu bulan kemudian di kampus F:
Hari ini adalah hari kedua ospek, Betrand yang menjadi seniorpun ternyata sudah merencanakan sesuatu untuk Dara, mulai dari kemarin dia selalu memperlakukan Dara berbeda dari yang lainnya, jika peserta ospek lainnya mendapat tugas dan hukuman yang aneh - aneh maka Dara selalu dibela dan hanya mendapat hukuman ringan saja.
Namun Dara yang memiliki sifat solidaritas tinggi bukannya bangga tapi justru malah menolak pembelaan itu karena membuat dia merasa risih dan tidak enak dengan peserta lainnya.
"Dara kamu disini aja, nggak usah ikut sama mereka!" kata Betrand menahannya
"Maaf kak Betrand, bukannya aku mau bikin malu atau menolak niat baik kakak, tapi aku mau ikutin aturan yang ada aja, lagian aku punya kelompok jadinya kalau dihukum ya harus kompak sama yang lainnya!" kata Dara saat kelompoknya kena hukuman mencabut rumput
"Tapi Dara, nanti tanganmu lecet!!" ucap Betran perhatian
"Hehe.. Nggaklah kak, udah yaa!" balas Dara cuek,
Dimulai saat Betrand mendapatkan nomor hape Dara, setiap hari Betrand selalu memberi perhatian kepadanya, entah itu saat dikampus ataupun dirumah. Dara bukannya enggak menyadari tetapi hanya pura - pura aja nggak tau kalau Betrand sedang mendekatinya, sebab selain karena Amira yang naksir duluan, juga karena Betrand ini sekalinya sudah sangat terkenal bukan hanya tampan dan status ekonomi keluarganya saja, melainkan karena dia sangat 'playboy' yang justru membuat Dara menjadi ilfil padanya.
Sampai dihari terakhir ospek :
(Dara)
"Hay, kalian mau kemana?" Sapa Betrand padaku dan Amira
"Kami mau pulang kak!" jawab Amira antusias
__ADS_1
"Oh ya? Gimana kalau aku antar!" tawarannya sambil melihatku
"Ah nggak usah kak makasih, aku sudah di tunggu ojeg langganan!" jawabku
"Ayolah, kali ini aja... yaaa?" memaksa
"Ngga......"
"Ya tentu saja bisa! iya kan Dara?!" Sahut Amira tiba - tiba lalu mendekat ketelinga
"Aku tau kamu nggak suka, tapi tadi dia bilangkan kali ini aja, Ayolah bantuin aku deketin dia!" bisiknya
"Tapi..." belum selesai aku jawab
"Iya kami mau, ayoo ka!" katanya sambil langsung menggandeng Betrand
"Loh Amira, bukannya kamu bawa mobil sendiri? aku mau antar Dara aja" ucap Betrand terang - terangan
"Kebetulan hari ini mobilku mau dipinjam kak Prisil dan Dara juga nggak akan mau diantar tanpa aku, iyakan Dara?" tanyanya sambil mengedipkan mata
"Ah i...iya!" jawabku terpaksa
"Yaaah kalau begitu aku ajak teman juga (matanya mencari) LEON, SINI!" teriak Betrand memanggil seseorang yang sedang berjalan
'Haduh, mau pulang aja ribet!' gumamku dalam hati
Diperjalanan,
"Kita makan dulu yuk?!" tawaran Betrand yang lagi - lagi mengarah padaku
"Aku masih kenyang kak, kalian aja, aku mau cepat pulang!" sahutku
"Dara kenapa sih, setiap ditawarin apa - apa pasti langsung nolak?!" tanya Betrand
"Nggak juga kok kak, aku emang lagi pengen cepet istirahat aja!" jawabku halus takut menyinggung
"Dara memang baru sembuh dari sakit kak, dia masih butuh banyak istirahat!" sahut Amira membantuku
"Owh gitu, kirain ada apa sama aku, yaudah lain kali aja!" Betrand pun langsung menaikan gasnya sampai depan rumahku.
(Dikantor Irvan, Bandung)
"Om saranin lebih baik secepatnya kamu melanjutkan kuliahmu dulu, kalau sudah S2 seterusnyakan tidak makan banyak waktu dibanding awal kuliah, jadi kamu bisa tetap sambil kerja. Masalahnya saingan didunia bisnis sekarang ini lebih pesat dibanding jaman Bapakmu dulu yang cuma lulus SD aja bisa maju!" saran pamanku
"Iya bagus, lebih cepat lebih bagus, kira - kira kapan kamu kembali ke Kalimantan?"
"Belum tau juga nih om, soalnya masih ada dua kontrak lagi yang belum diurus, mungkin minggu depan baru selesai semua!" jawabku
"Maaf ya Van, pengalaman om sangat terbatas jadi buat ngurus hal kayak ini aja masih harus kamu yang turun tangan sendiri!" ucapnya
"Nggak kok om, selama ini om sudah sangat membantu, malah kalau nggak ada om aku juga nggak tau harus gimana ngurus semua ini!" jawabku
"Ah kamu ini bisa aja, sudah malam nih om pulang duluan yaa, kamu jangan terlalu larut lemburnya!" pamit om
"Iya om hati - hati!" sahutku sambil tersenyum dan mengangguk,
Lalu saat om sudah hilang dibalik pintu, kuletakan pulpen diatas kertas yang sedang ku koreksi isinya,
'Aaah, ternyata yang dilakukan bapak dulu sangat tidak mudah ya? membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan, dan sekarang aku dituntut melanjutkan sekolahku dulu, bagaimana ini, apa aku harus menyampingkan keluarga lagi seperti dulu?' tanyaku dalam hati
Kemudian teringat telpon Adhi tadi sore:
"Van aku punya kabar baru lagi nih mengenai adikmu!" kata adhi via telpon
"Ini udah dua minggu setelah kamu ngabarin dia daftar kuliah di F, sekarang baru ngasih kabar lagi, kok lama banget sih?!" Protesku
"Iya maaf aku sibuk banget minggu ini!" alasannya
"Ya iya sudah, jadi apa kabarnya?!"
"Hari ini aku nggak ngantar dia pulang, soalnya dia sama Amira dianterin sama dua kakak tingkatnya, dan denger - denger salah satunya ada yang lagi deketin dia namanya Betrand**!" laporannya
"Kalau gitu tolong kamu cari tau tentang si Betrand itu dan kalau bisa sekalian kamu kasih peringatan supaya jangan ganggu Dara!" pintaku
"Tanpa kamu suruhpun aku udah lakuin duluan, tapi sebelum aku kasih tau kamu tarik napas panjang dulu supaya nggak syok!" saran konyolnya
"Aduh cepetan ngomong!" desakku
"Betrand itu anak tunggal pak Adrian yang punya hotel K Samarinda dan Balikpapan, dan bahayanya dia sangat terkenal sering keluar masuk hotel dengan perempuan yang berbeda - beda!"
"APA?!!" kagetku
__ADS_1
"Nah kan aku bilang tadi apa?!
tapi Van, aku cuma bisa cari infonya aja, kalau buat ngasih peringatan yaa maaf aku tau batasan!" jelasnya
"Iya gak apa - apa, makasih yaa, tapi kedepannya jangan kelamaan kasih infonya!" kataku menekan
"Oke bossku!" lalu menutup telponnya.
"Yaa ampun Daraaaa.... bisa - bisanya kamu malah deket sama laki - laki kayak gitu!! kalau begini jangan sampe seminggu aku harus cepat selesaikan urusan disini dan segera pulang keSamarinda!" gumamku gregetan dan langsung melanjutkan pekerjaanku.
.
.
Tiga hari kemudian:
"Van, kamu beneran mau langsung pulang? sudah tiga hari ini kamu lembur sampai hampir pagi buat nyelesain semua pekerjaan disini, istirahatmu cuma beberapa jam sehari, setidaknya sekarang istirahat dulu sebentar!" saran om ku
"Gak apa - apa om makin cepat selesaikan makin baik, aku juga harus buru - buru balik karena ada yang harus diurus, nanti aku bisa istirahat dijalan!" kataku sambil berkemas
"Ya sudahlah, kamu ini memang keras kayak ibumu, tapi jangan keseringan kayak gini yaa nanti belum tua kamu sakit - sakitan!" pesan om lagi
"Iya om makasih banyak, aku langsung berangkat ya mumpung masih siang, salam buat tante sama yang lainnya, sampaikan maafku karena gak sempat pamitan langsung!" pamitku sembari menyalami tangannya
"Iya hati - hati!" ucapnya sambil menepuk bahuku
Akupun langsung beli tiket yang sudah siap berangkat agar tidak menunggu lama lagi.
Setibanya diKalimantan saat perjalanan dari bandara menuju kerumahku aku mulai merasa tidak enak badan sampai - sampai pas tiba dirumah aku langsung menaruh tas lalu berlari kekamar mandi tanpa menyapa ibu lebih dulu karena perutku sudah terlalu mual.
TOK - TOK - TOK
"VAN KAMU KENAPA NAK!" teriak ibu panik sambil mengetuk pintu, tidak lama akupun keluar dari toilet
"Kamu kenapa, kok pulang - pulang sakit begini?" tanya ibu yang masih menunggu didepan pintu sambil mengusap keningku
"Nggak tau bu, tadi pas dijalan kesini baru mulai terasa pusing sama mual!" jawabku sambil memegangi kepala
"Mas Irvan?" panggil seseorang yang wajahnya bikin aku linglung
"Da.. Dara? beneran Dara?" tanyaku heran,
"Iya mas aku Dara, memang siapa lagi?" Jawabnya sambil menghampiri
'Mungkin karena pandanganku lagi buram atau memang ada yang berbeda dengan gadis kecil didepanku ini? tapi yang bikin aku gerah adalah pakaian yang dia kenakan, yaitu seragam khusus hari senin kampus F!'
"Nah kebetulan kamu datang ndok!" kata ibu ke Dara
"Iya aku baru aja sampe terus denger ibu teriak - teriak jadi aku kesini" jawabnya lembut
"Dah, sekarang kamu istirahat dulu aja, sebentar ibu bikinin wedang, ndok tolong anterin mas mu kekamarnya yah?" perintah ibu
"Iya buk.." sahutnya sambil menuntunku kekamar, seketika aku merasa seperti lagi dejavu
Sesampainya dikamar dia mendudukanku dipinggir kasut lalu membantu melepas jas dan dasi.
"Mas badannya panas, aku ambilin kompres ya?" tanyanya menawarkan, namun entah kenapa mataku tak bisa berpaling menatapnya
Tiba - tida rasanya jadi agak canggung setelah dua bulan tidak ada komunikasi sama sekali diantara kami, ditambah penampilan fisiknya dn cara bicaranya yang berubah membuat dia terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.
"Mas? kenapa?" tanyanya
"Ah, nggak apa - apa!" sahutku tersadar
"Mas mau ganti baju dulu, kamu tunggu sini sebentar ya!" kataku bersemangat saat melihatnya tidak sedih dan marah seperti terakhir kali bertemu
Dengan tergesa - gesa ku ambil pakaian gantiku dari dalam lemari dan segera kekamar mandi.
Namun saat didalam kamar mandi aku tidak tahan melihat showerku yang lantai dibawahnya sudah sangat kering, tanpa ragu aku langsung buka baju lalu mandi. Namun baru saja keramas kepalaku langsung nyut - nyutan lagi,
"Aduuh! aku gak tahan!" gumamku sambil mengambil handuk kemudian memakai pakaian ganti tadi.
Setelah itu aku segera membuka kunci pintu namun lagi - lagi rasa mual tidak tertahankan yang padahal hanya air yang aku muntahkan karena aku memang belum ada makan apapun dari pagi.
Tiba - tiba napasku terasa sesak, kedua lututku terasa sangat lemas, lalu... pandanganku gelap.
BRUUGK!!!
JEGLEK!
"MAS,!?
__ADS_1
IBU MAS IRVAN BUK!!
mas, mas Irvan!?"