Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Nafsu Sesaat


__ADS_3

Betrand yang sudah merasa kecewa dan mulai putus asa akan usahanya selama ini!


"Kakak mau curhat apa memangnya, kok suaranya kayaklagi sedih?" tanya Amira


"Iya, kalau kamu lagi ada waktu tolong kamu kesini dulu temani aku yaa, aku nggak tau lagi harus cerita sama siapa?!" pinta Betrand terdengar lemah


"ii..iya kak iya, aku temani kakak, sekarang juga aku siap siap dan kakak sms kan aja tempatnya yaa!" kata Amira yang langsung bergegas mengganti pakaian lalu pergi menyusul Betrand ke alamat yang sudah dikirimnya.


.


.


TING TONG!! (bell pintu)


JEGLEK!!


"Ayoo masuk!" sapa Betrand saat Amira tiba dikamar hotelnya, lalu Amira sempat terkejut mencium aroma ruangan yang menyengat ditambah dia melihat wajah cowok yang ditaksirnya ini tau tau sembab, mabuk dan juga ada memar diwajahnya.


"Ya ampun kakak! kakak abis minum sebanyak ini sendirian?!" tanya Amira saat mendapati beberapa botol minuman berakhohol berserakan diatas meja


Lalu Betrand bukannya menjawab pertanyaannya barusan tapi malah terduduk lemas ditepi kasur sambil memegangi kepalanya yang pusing.


"Kak Betrand ada apa? kok tiba tiba kakak kayak gini, dan ini kenapa biru gini kepalanya? cerita sama aku kak!" tanya Amira perhatian, dan selama ini memang cuma dia yang bisa dipercaya Betrand menjadi teman curhatnya.


"Amira, aku udah gagal! dia malah mau pindah!" kata Betrand


"Dia, dia siapa? siapa yang mau pindah?!" tanya Amira bingung


"Dara, dia bilang akan segera pindah kekampus lain dan bahkan keluar kota! apa kamu nggak tau?" tanya Betrand yang mukanya sudah merah karena mabuk


"Apa, Dara mau pindah? aku nggak tau, memangnya kakak tau darimana?"


"Tadi aku kerumahnya dan kami sempat jalan sebentar terus diperjalanan aku sudah mengutarakan perasaanku sama dia, dan benar apa yang kamu katakan, kalau dia akan nolak aku mentah mentah karena dia memang masih mengharapkan Arga! ditambah lagi Irvan akan memindahkan dia kekampus lain yang jauh! Dan lucunya lagi, heheheheeee!!" ceritanya sambil tertawa sedih


"Tenangkan dulu kak!" kata Amira sambil mengelus elus punggungnya berusaha menenangkan


"Heheheee! Amira, kamu tau nggak alasannya kenapa dia mau dipindahkan?!" tanya Betrand tersenyum menahan kesal, lalu Amira menggeleng


"Kamu beneran nggak tau, iya?! nih yaa aku kasih tau kalau Dara itu mau dipindahkan sebenarnya gara gara ada aku dikampus F!! bilangnya Irvan aku ini anak nakal dan brengsek, jadi harus dijauhin dari Dara! bahkan itu alasannya juga kenapa Dara sampe disewakan tukang ojeg buat jadi supirnya!" cerita Betrand sambil bersandar dibahu Amira karena sudah mabuk berat


"Jangan jangan luka lebam ini gara gara tadi kakak abis kelahi ya sama kak Irvan ya?!" tanya Amira yang dijawab anggukan sama Betrand


"Jadi, jadi untuk apa usahaku selama berbulan bulan ini? aku sudah berusaha menjadikan diriku supaya bersikap seperti Arga, aku sudah belajar menjadi laki laki setia, aku membiasakan diriku agar ramah, dan pada intinya aku sudah merubah kebiasaan ku menjadi bukan seperti diriku!! Apa, apa hasilnya Amira!? hahahaaa!!" kata Betrand yang terlihat mulai stress


Amira yang paham pun hanya terdiam tanpa kata, dia juga bingung harus memposisikan diri kesiapa karena disana dia ingin melindungi teman baik sekaligus pacar sepupunya yang sangat lemah dan disini ada cowok yang dia taksir juga sedang patah semangat. Amira tidak cemburu karena dia tau Dara tidak akan pernah mau menerima Betrand, jadi dia pikir hanya butuh waktu untuk meluluhkan hati pria disampingnya ini.


"Kakak udah mabuk banget, aku ambilin air hangat dulu ya?" kata Amira lalu bersiap berdiri


"Jangan! jangan pergi Amira, aku nggak mabuk, biarkan tetap begini, aku cuma pusing!" kata Betrand dan Amira pun menurut tetap meminjamkan bahunya


"Kak Betrand ini kenapa sih sebenarnya? cewek kakak yang dulukan banyak! apa kakak pernah begini juga sebelumnya?" tanya Amira keheranan melihat tingkah cowok yang dulunya terkenal playboy ini.


"Nggak, aku nggak pernah begini sebelumnya, karena aku memang nggak pernah punya perasaan sama perempuan manapun sebelumnya. Kecuali sama Dara, iya cuma sama dia aku baru merasa begini! Apa kamu tau Amira sebenarnya sudah berapa lama aku sudah menyimpan rasa suka sama dia?" tanya Betrand ingin memberi tau


"Bukannya baru setahun ini!" jawab Amira


"Salah! aku suka sama dia sebenarnya semenjak dari aku masih kelas dua SMP!" jawabnya yang sontak membuat Amira terkejut


"Apa, dua SMP?!" tanya Amira bingung


"Iya, aku pertama kali melihat dia pas dia nginap dihotel papaku yang diBalikpapan bersama keluarganya, dan mulai saat itu aku sering memperhatikan dia dari kejauhan setiap dia diajak papanya meeting sama papaku!" ceritanya mengenang, lalu Amira pun tiba tiba menitikan airmata yang tak sengaja jatuh ditangan Betrand


"Amira, kamu nangis kenapa? apa aku ada salah ngomong?" tanya Betrand kaget, lalu Amira menggeleng

__ADS_1


"Nggak apa apa kak, aku cuma terharu! aku pikir selama ini cintanya Arga ke Dara adalah yang paling besar yang pernah aku tau, tapi sekalinya justru cintanya Arga masih kalah jauh sama kakak! hiks.. aku jadi iri sama Dara, kenapa dia selalu mendapat kasih sayang tulus yang banyak dari orang orang disekelilingnya, sedangkan aku? hik..!" ucap Amira membandingkan


"Amira kamu ini ngomong apa sih? kamu itu cantik, baik dan pemberani, laki laki yang mau sama kamu itu sebenarnya banyak! hanya saja mereka minder duluan karena status keluargamu yang tersohor dikota ini, jadi mereka nggak ada yang berani mendekati kamu duluan!" jelas Betrand sambil melemparkan senyuman


"Masa sih tapi buktinya kakak aja nggak pernah suka sama aku kan?!" tanya Amira


"Iya tadi Dara juga ada cerita kalau kamu suka sama aku, tapi maaf Amira aku terlanjur suka sama Dara duluan dari dulu!" kata Betrand dengan matanya sayup sayup, lalu dia membaringkan tubuh lemahnya diatas kasur.


"Daraaa....!! jangan pergi Dara, aku udah lama nunggu kamu! hiks!" ucapannya ngelantur yang sudah dimabukan oleh alkohol


Amirapun berniat pulang, namun saat dia mulai beranjak sekalinya tangan mereka yang masih saling menggenggampun ditahan kuat oleh Betrand!


"Jangan pergi lagi! jangan!" ucap Betrand yang membuat Amira merasa iba walaupun dia tau yang dimaksudnya adalah Dara


Tiba tiba tangan Betrand menarik kuat Amira hingga Amira terjatuh diatas dadanya lalu tanpa sadar Betrand memeluknya dengan erat.


"Kak lepasin kak! aku Amira, bukannya Dara!!" kata Amira sembari berusaha memberontak, namun bukannya dilepaskan justru Betrand malah membalikan tubuhnya hingga posisi mereka tertukar.


"Kak Betrand!! minggir kak! sadar, aku Amira!" ucapnya sambil meronta


Dengan mata tertutup Betrand pun mencari sumber suara lalu membungkamnya dengan bibir yang sudah beraromakan khas minuman bar. Lalu Amira yang menyimpan rasa padanya pun berhenti memberontak lalu mempasrahkan bibir beserta tubuhnya sebagai pelampiasan emosi Betrand yang sedang kacau! hingga sorepun berganti malam.


.


.


"Hm, Amira? Khoh kok?" gumam Betrand terkejut saat bangun melihat dirinya bersama Amira sedang tidur berdampingan dengan hanya memakai selimut menutupi tubuh mereka.


Seketika itu dia langsung duduk dan memperhatikan suasana kamar yang sudah berantakan dengan botol minuman dan juga pakaian mereka berdua berserakan.


"Yaa ampun!" ucap dalam hatinya sambil memegangi kepalanya yang masih agak pusing.


"Kak Betrand? kakak kenapa?" tanya Amira yang juga langsung ikut terbangun sambil menutupi tubuhnya dengan selimut mulai dari dadanya.


"Tadi itu aku...... Kakak kenapa? bukannya kakak sudah terbiasa begitu?" Amira tidak jadi menjawab dan malah balik bertanya setelah heran melihat reaksi Betrand yang kaku.


"Iya Amira, aku dulu memang sering begitu, tapi mereka mau begitu juga karena butuh uangku! sedangkan kamu, apa masih butuh uangku? atau kamu berharap cinta? tapi kamu sendiri juga sudah sangat tau kebenarannya bukan? jadi aku harus membalasmu pakai apa?!" kata Betrand karena tidak enak hati


"Kok kakak nanya gitu sih? aku nggak ada mau minta apa apa kok, jadi kakak tenang aja nggak usah dipikirin ya?!" kata Amira


"Tenang aja? kamu bilang nggak usah dipikirin? kok kamu bisa berpikir seperti itu Amira? bagaimana perasaan kita selanjutnya? bagaimana sikap kita selanjutnya setiapkali bertemu dan berpapasan? kamu mau kita nganggap ini tidak pernah terjadi? Apalagi tadi kita melakukannya tanpa pengaman kan?, kalau ada apa apa sama kamu gimana? kamu mau aku pura pura nggak tau gitu?!" tanya Betrand bertubi tubi sambil menatap Amira dengan tegas


"Aa.. aku..." Amirapun jadi bingung menjawab satu persatu dari semua pertanyaan itu yang membuat mereka akhirnya jadi saling terdiam ditempat.


.


.


(Didalam mobil Irvan)


"Gimana sayang kamu seneng gak hari ini?" tanya papa pada Dara


"Seneng dong, memangnya hal apa lagi yang membuat aku senang selain kepulangan papah kerumah! Mamah jangan cemburu yaa kalau papa lagi aku godain!" kata Dara manja sambil memeluk dan menciumi pipi papanya yang seketika membuat tertawa semua orang didalam mobil.


"Mamah nggak cemburu dek tapi mas yang ngiri, terahir kali kamu cium pipi mas aja pas masih kelas tiga SD!" kata Irvan sambil menyetir


"Aah masa? aku nggak ingat tuh, pasti dulu itu juga karena aku lagi hilaf!!" sahut Dara


"iih teganya kamu, awas ya nanti!!" ancam Irvan


"Hehehee susah juga yaa kalau punya anak perempuan cuma satu harus diorver sana kemari!!" kata ibunya Irvan menyambung obrolan, lalu tiba tiba ekspresi mama langsung tersenyum memaksa.


"Papah, papah lama kan ngambil cutinya?" tanya Dara

__ADS_1


"Iya sampe minggu depan!" Jawab papa


"Loh kok minggu depan? aku nggak mau, papa harus disini paling sedikit sebulan! papa sudah setahun gak pulang dan susah buat dihubungi masa cuma mau cuti seminggu? nggak boleh, aku nggak kasih izin!!" kata Dara meraju, lalu papa menoleh kearah mamah yang duduk disampingnya yang hanya dibalas lirikan sesaat oleh mama.


"Nggak bisa sayang, pekerjaan papa nggak bisa ditinggal lama lama!" kata papa memelas


"Aah papa ini nggak asik! mas Irvan aja bisa ngurus beberapa kerjaan sekaligus yang berada diluar kota, masa papa nggak bisa?!" kata Dara membandingkan


"Yaaa nggak bisa pekerjaa papa disamain sama kerjaan Irvan dong sayang, kalau mas mu itu kan masih ada om dan ibunya yang juga memantau, sedangkan papa siapa yang bisa dipercaya?" sahutnya


"Sudahlah Dara, kamu dari kecilkan diurusnya sama mama, ibu dan Irvan, jadi nggak perlu merengek begitu sama papamu!" ucap mama menyindir


"Memang papah ini lebih sayang sama kantor ketimbang anaknya, padahal kita ini masih kurang kecukupan apa lagi coba?!" sambung Dara yang masih meraju


"Yaa ampuuun... ya sudah deh papa tambah jadi dua minggu daripada gadis papa ngambek terus!!" kata papa menyerah


"Asiiik! nanti kalau sudah dua minggu aku ngambek lagi aaach!" kata Dara yang membuat seisi mobil tertawa lagi.


Sesampainya dirumah setelah semua selesai mandi:


"Loh Dara mau kemana malam malam begini?" tanya mama yang menghentikan langkah Dara yang hendak keluar rumah, lalu Dara menghampiri dan berbisik


"Mah aku mau jenguk mas Irvan dulu sebentar!" pamit Dara yang dijawab anggukan sama mama karena sudah paham, kemudian Darapun berlari menuju rumah Irvan yang pintu rumahnya masih terbuka.


"Bu, mas Irvan mana?" tanya Dara ke ibu yang sedang bersiap memutar ulang film drakor yang tadi tertinggal tayangannya.


"Dikamarnya ndok!" sahut Ibu yang matanya tidak berpaling dari tv


Lalu Dara langsung pergi kedapur untuk mengambil semangkok air dan es batu sebelum naik kekamar Irvan.


TOK TOK TOK!...


TOK TOK TOK!...


KLEK KLEK!


"Mas?!" panggilnya


'Kok nggak ada sahutan? pintunya juga dikunci, tumben?' gumam Dara dalam hati lalu ia mengambil ponsel dalam kantongnya untuk memiscall nomor Irvan


"NOMOR YANG ANDA TUJU......."


'Kok nggak aktif? aah coba lagi siapa tau gangguan jaringan!' pikirnya, lalu ia mengulang miscall sampai beberapa kali sambil terus memanggil juga mengetuk pintunya.


Sudah lewat lima menit Dara berdiri tanpa sahutan membuat dia jadi negatif thinking,


'Jangan jangan mas Irvan marah sama aku gara gara tadi jalan sama Betrand! iya pasti begitu, jangankan sampe jalan bareng, bahkan dulu cuma senyum sama dokter Indra aja dia sampe diemin aku berhari hari!' gumam Dara dalam hati sambil menunduk sedih menatap mangkok air es ditangannya


Lalu dengan rasa kecewa diapun berbalik badan menuju tangga,


JEGLEK!!


"Adek?" panggil Irvan yang membuat Dara langsung menoleh kebelakang.


"Loh kok?" dengan bingun Irvan melangkah mendekati


"Kamu kenapa nangis dek dan ini buat apa?!" tanya Irvan yang langsung mengambil mangkok ditangan Dara


"Mas Irvan lagi marah sama aku?" tanya Dara dengan mata yang berkaca kaca


"Nggak, memang marah kenapa? ayoo masuk!" kata Irvan sambil merangkulnya mengarah masuk kekamar lalu mereka duduk berdampingan dipinggir kasur.


"Memangnya ada apa sih? kok tau tau kamu didepan kamar mas sambil nangis gitu?" tanya Irvan penasaran

__ADS_1


"Aku tadi ketuk ketuk sambil manggilin mas tapi nggak dijawab jawab, terus aku telpon juga hapenya nggak aktif! jadi aku pikir mas lagi marah dan nggak mau ketemu sama aku kayak waktu itu!" Jawabnya


__ADS_2