
"Ya ampun Amira kamu ini kurang apalagi? mungkin karena kedudukanmu yang tinggi membuat kamu sulit melihat kesekitar, sebenarnya tanpa kamu sadari penggemarmu itu banyak banget dari dulu! cuma mereka nggak ada yang berani mendekat. Kamu percaya aja, suatu saat pasti akan ada yang nekat melompat untuk mu!" kata Dara menyemangati
"Makasih yaah Dara, aku jadi percaya diri mendengarnya! jadi gimana minggu depan nanti, kamu pasti datangkan buat nemuin kak Betrand?" tanya Amira....
(kembali kekamar Dara)
Dara yang masih bimbang daritadi hanya mundar mandir didalam kamarnya, sesekali ia kedepan balkon dan menatap kekamar Irvan yang jendelanya terbuka namun orangnya masih kerja.
Dia bingung antara menuruti kakaknya atau mengikuti saran Amira yang terakhir ini saja menemui Betrand. Pikirnya kalau dia tidak menemui pastinya meninggalkan luka hati untuk Betrand tapi kalau dia nemui pasti juga nggak akan dikasih izin sama orang rumah yang selalu kompak sama mas Irvan.
"Aduuuh, gimana dong ini?!" gumam Dara sambil memegangi keningnya
Waktu yang terus bergulirpun tidak sedetikpun memberi kesempatan Dara untuk mengambil keputusan lebih lama lagi, hingga arah jarum jam kini sudah menunjukan pukul dua sore!
"Inikan untuk terakhir kalinya ketemu Betrand, jadi lebih baik aku temuin aja dia tanpa harus jujur sama orang rumah! kalau nanti ketahuan terus dimarahin juga kan sudah terlanjur dan pastinya aku juga tidak akan mengulangi lagi di lain hari, iya, lebih baik begitu!" kata Dara berucap sendiri sambil mengumpulkan keberanian.
Kemudian diapun segera bersiap siap pergi untuk menemui Betrand, yang tentunya dia berbohong sama orang rumah dengan mengatakan akan jalan jalan sebentar sama AMIRA!
"Iya sayang gak apa apa, tapi jangan pulang sampe larut dan kamu diantar sama Adhi kan?" tanya papa yang telah mengizinkan karena memang cuma ada dia dirumah selama mama masih ditoko
"Nggak pah, soalnya tadi dadakan banget janjiannya jadi nggak sempat lagi kalau nunggu sama mas Adhi datang, aku naik ojeg didepan aja! Cup cup, dah papa!!" setelah cepika cepiki dengan tergesa gesa iapun berlari keluar rumah
'Aaah Mana mungkin aku minta dianterin sama mas Adhi, itu sama aja aku masukin diriku kekandang harimau!' gumam Dara sambil berjalan mencari ojek lewat
(Sesampainya ditempat janjian)
Dengan langkah pelan Dara menghampiri pria yang sedang duduk sendirian membelakanginya.
TAP TAP TAP!!
"Kak Betrand, maaf aku telat ya?" tanya Dara dengan suara lembut yang seketika langsung membuat pria itu menoleh dan berdiri menghadap kearahnya
"Nggak Dara, ini baru jam dua lima puluh, kamu malah lebih cepat sepuluh menit!" jawabnya sambil tersenyum senang
"Tapi kakak sudah disini lebih dulu?"
"Iya, aku disini sejak jam dua tadi, aku sengaja datang lebih dulu karena nggak mau kalau kamu sampe datang duluan dan menunggu!" jawabnya
"Loh kok gitu? kalau misalnya aku sampe nggak datang gimana?"
"Aku bakal tetap nunggu kamu sampe jam dua belas malam nanti tepat sudah pergantian hari!" jawabnya lagi yang sontak membuat Dara tetegun apalagi setelah dia tau dari Amira kalau laki laki dihadapannya ini sudah suka sama dia sejak masih duduk dibangku SMP
"Terus kita mau apa disini kak? kan sudah mau sepi!" tanya Dara
"Disini cuma sebagai lambang tempat dimana kita pertama kali mulai saling bertanya dan bicara, tapi bukan tempat dimana pertama kali aku melihat dan suka sama kamu!" Jawab Betrand yang membuat Dara bingung dengan pernyataannya itu
"Kamu sudah makan belum, kita jalan jalan yuk?" Ajak Betrand
"Kak, kita nggak bisa kemana mana karena jangan sampe ada yang melihat kita dijalan!soalnya tadi aku bohong sama orang rumah, aku bilangnya bukan mau jalan sama kak Betrand tapi sama Amira, jadi takutnya ak....."
"Aku ngerti kok, kamu tenang aja aku hari ini sengaja bawa mobil yang lain yang kacanya pun lebih gelap, jadi kamu nggak perlu khawatir kalau ada yang melihat kita didalam mobilku!" kata Betrand sambil merangkulnya sampai masuk kemobil, lalu karena teringat terakhir kali Dara sangat takut akan kecepatan jadi Betrandpun sangat berhati hati menyetirnya.
"Dara, aku boleh minta tolong sesuatu lagi nggak sama kamu?"
"Minta tolong apa kak? kalau aku bisa pasti aku lakuin!" sahut Dara ramah
"Aku tau kalau kamu nggak punya perasaan sama aku, tapi karena hari ini terakhir kamu bisa nemui, jadi aku mau minta tolong supaya sore ini kamu memperlakukanku seperti pacarmu yaaa walaupun itu cuma pura pura dan tanpa hati, aku mau kamu nemenin aku makan, jalan........"
"Iya kak aku bisa kalau cuma nemenin begitu aja! tapi jangan sampe larut malam dan juga pulangnya gak usah antar aku sampe rumah, gimana?" kata Dara tersenyum tipis
"Makasih kasih yaa Dara, makasih!" ucapnya berkaca kaca sambil mengecup tangan Dara.
Dara menyetujui permintaan Betrand karena mengingat ucapan Amira yang sudah memohon padanya supaya membuat Betrand bahagia walaupun hanya sebentar.
Kemudian karena menghindar dari jalan kota agar tidak ketahuan keluarga Dara, Betrandpun membawa Dara jalan jalan keperbatasan kota Samarinda - Balikpapan.
"Sudah jam setengah tujuh aja nih, kita makan malam dulu yuk, disitu aja mau nggak?" tanya Betrand sambil menunjuk rumah makan Padang
"Boleh, aku suka kok sama masakan Padang!" sahut Dara ceria
(Dirumah Dara)
__ADS_1
"Apa Pah? kamu ngizinin Dara jalan sendiri?!" tanya mama gregetan
"Iya.. tapi kan dia bilang mau jalannya cums sebentar sama Amira, jadi ya papa izinin!" sahut papa bingung tau tau dimarahin
"Papa itu tau apa tentang Dara? asal papah tau yaa mamah selama ini selalu minta tolong sama Irvan bagaimanapun caranya yang penting Dara selamat dan selalu terpantau kemanapun dia pergi!!" jelas mama dengan nada emosi
"Tapi mah papa cu....."
"Ada apa mah, pah? kok sampe kedengeran keluar?" tanya Irvan yang baru saja pulang kerja
"Nggak taulah Van, kamu tanya aja sendiri sama papamu!" ucap mama yang langsung naik kekamarnya
"Begini Van, tadi itu Dara pamit katanya mau pergi jalan sama Amira, ya apa salahnya papa kasih izin toh jalannya juga sama temen cewek!" cerita papa
"Owh gitu, terus kenapa mamah sampe marah marah?" tanya Irvan bingung
"Nah itu juga papa nggak ngerti, pas mama nanya Dara diantar siapa tau tau dia langsung marah marahin papa!"
"Memangnya Dara diantar siapa sih, palingan sama Adhi iyakan?" kata Irvan menyepelekan
"Dara nggak diantar sama siapa siapa Van, tadi bilangnya dia mau naik ojeg yang lewat aja!" Jawab papa dengan santai, namun sangat beda dengan ekspresi Irvan yang saat mendengar penjelasan papa itu dia langsung merogoh handphone dikantongnya dan menelpon seseorang.
TUUT!!....
TUUT!!.... 3X
'Kok nggak diangkat angkat sih?!' gumam Irvan kesal, lalu dia menelpon kenomor lain
TUUT!!...
TU...
"Hallo Van?"
"Dhi kamu lagi dimana, aku minta tolong samperin Dara yaa? katanya sekarang ini dia lagi jalan jalan sama Amira!" kata Irvan
"Apa kamu bilang, lagi jalan sama Amira? mana mungkin, Amira lagi sama aku nih dikafe dari tadi sore!"
"Hallo Van?" panggil Adhi karena Irvan terdiam
"Adhi, kamu nggak lagi becandain aku kan?" tanya Irvan kaku
"Nggak Van, nih kamu dengar sendiri suaranya Amira!" jawab Adhi yang langsung memberikan hapenya pada Amira agar Irvan mendengar sendiri suara Amira dan sontak membuat terkejut
"Nah udah denger sendiri kan! jadi sebenernya kemana dan dari kapan perginya Dara?!" pertanyaan Adhi barusan membuat Irvan langsung merasa takut dan panik seketika
"Adhi, barusan aku sudah coba telpon dia beberapa kali tapi nggak diangkat angkat! tolong bantu aku cari ya dan aku....." suara lemas
"Iya Van iya aku bantu cari sekarang!" sahut Adhi yang ikut panik setelah mendengar suara Irvan bergetar, dan mereka berdua segera melacak melalui handphone.
(Dalam mobil Betrand, setelah makan)
'Waduh banyak banget miscall'an dari mas Irvan dan mamah! mending aku silent aja dulu, kan sudah mau pulang juga, nanti kalau sudah turun dari mobil Betrand baru aku telp balik!' gumam Dara dalam hati setelah melihat layar handphone yang disimpan dalam tas yang tadi dia tinggal dimobil saat makan.
"Ada apa Dara, kok gelisah?" tanya Betrand saat membuka pintunya membuat Dara terkejut
"Aah nggak.... nggak apa apa, habis ini antar aku pulang ya kak, tiba tiba aku capek, mungkin aku sudah harus istirahat!" Jawab Dara terburu buru sampai lupa mau mensilent handphonenya
"Iya.." sahut Betrand tersenyum lembut sambil mengatur ac dan musik dimobilnya.
Namun belum juga sempat mobil keluar dari pakiran, setelah bicara sembentar Dara pun sudah tertidur lelap.
KLENTIING KLENTIING!! 2x
Dengan sangat hati hati Betrand mengambil handphone ditangan Dara yang sedang berdering!
'Dara maafin aku ya, aku benar benar nggak tau harus berbuat apa lagi supaya aku bisa mendapatkan kamu selamanya!' bisik Betrand kepada Dara yang sudah tidak sadarkan diri, lalu ia mematikan tombol power handphone Dara, TEB!!
(Dikafe)
'Kok malah nggak aktif ya? Amira, apa mungkin ada hubungannya sama dia?' gumam Adhi yang awalnya tidak ingin menanyakan tentang Dara ke Amira yang sedang curhat padanya.
__ADS_1
"Amira maaf sebelumnya, aku cuma mau tanya apa kamu tau Dara kemana dari tadi sore? soalnya bilang Irvan dia pamit pergi katanya mau jalan sama kamu!" tanya Adhi ragu ragu
"Lhooh Memangnya Dara belum pulang kak? dia itu sebenarnya tadi sore ada janjian sama Betrand, minggu lalu kak Betrand minta tolong sama Dara katanya ini untuk yang terakhir kalinya nemuin dia sendiri sebelum Dara pindah KeBandung, tapi bilangnya sebentar aja!" jawab Amira
"Astaga!! jadi sebenarnya kamu sudah tau ya?" Adhi kaget
"Udah udah kita ngobornya nanti aja kak, sekarang aku temenin nyari dia, waktu itu sih dia bilang janji ketemuannya dikampus, tapi jam segini kampus pasti udah digembok!!" kata Amira yang segera menyerahkan kunci mobilnya ke Adhi lalu mereka dengan terburu buru bayar lalu keluar kafe
"Yaa ampun bodohnya aku ini, kenapa baru tanya sama kamu yah?! tapi Amira, lokasinya Dara terakhir kali bukan dikampus, tetapi sudah lewat Loa Janan?" (arah kota Balikpapan)
"Apa maksud kak Adhi terakhir kali?" tanya Amira sambil masuk kemobil
"Handphonenya Dara sekarang sudah nggak aktif!" jawab Adhi membuat Amira ikut panik
"Loa Janan? masa mereka mau menuju Balikpapan sih? tapi itu nggak mungkin, Dara mana mau dibawa jauh jauh!" kata Amira
"Aku mikirnya juga begitu, malah aku kira mungkin aja lagi ada gangguan jaringan!! Nih Amira, tolong kamu telponkan Irvan dan kasih tau dia kalau kita lagi menuju lokasi terakhir Dara!" sahut Adhi sambil menyerahkan handphonenya ke Amira karena dia mulai menyetir
(Dalam mobil Irvan)
Zrrrrt! Zrrrrt!
"Hallo Dhi, apa sudah ketemu?" tanya Irvan to the poin
"Ini aku Amira kak Irvan, tadi lokasi terakhir Dara sudah lewat Loa Janan jadi sekarang kami lagi menuju kesana!" kata Amira
"Amira kamu pasti tau kan? tolong jawab yang jujur dimana Dara sekarang, apa dia lagi bersama Betrand?!" tanya Irvan menekan
"Iya kak iya, tapi setauku mereka tadi sore janjian ketemu cuma sebentar dikampus, aku nggak tau kalau sampe malam dan pergi sejauh ini!" jawab Amira
"Apa!!" klik
Tanpa kata kata lagi Irvan langsung menutup telponnya dan mulai menancap gas mobil lebih cepat.
'Jadi pantauan GPRS Adhi juga sama dengan pantauanku tadi? apa mungkin mereka menuju Balikpapan? nggak, nggak mungkin! kalau dia dalam kadaan sadar nggak mungkin dia mau dibawa jauh dari kota! apalagi sampe hapenya mati begini! Dara, kenapa kamu melanggar janjimu sih dek....?!' Gumam Irvan kesal sambil menyetir kencang
Perasaan yang Irvan rasain sekarang bukan hanya kesal melainkan juga cemas, panik, gugup, takut, dan semua rasa negatif bercampur aduk dalam pikirannya hingga meresap kejiwa!!
(Sesampainya dilokasi yang dituju GPRS terakhir Dara)
BLAM!!
BLAM!! (Suara pintu dua mobil tertutup)
"Adhi, apa kamu juga pas disini dapat lokasi terakhirnya?!" tanya Irvan
"Iya, tapi dimana dia kira kira ya?" tanya Adhi sambil celingak celinguk bingung karena disekitarnya hanya ada beberapa rumah penduduk dan beberapa warung pinggir jalan.
Namun mata Irvan tertuju pada rumah makan Padang diseberangnya lalu segera berlari mendekati.
"Permisi mas?" sapa Irvan pada dua orang karyawan yang sedang berjaga
"Iya pak mau pesan apa?" tanya dari salah seorang
"Aah saya cuma mau numpang tanya apa sekitar setengah jam lalu ada perempuan muda kesini yang tingginya segini, rambutnya segini dan....."
"Ooowh yang tadi itu kali, yang badannya agak kecil..." kata teman sebelahnya
"Yang mana? yang sama cowok mobilnya hitam kayak rampok itu?" tanyanya lagi
Mendengar mereka berdiskusi Irvanpun sempat bingung karena setau dia mobil Betrand berwarna merah, tapi ciri ciri orang yang mereka sebutkan hampir mirip sama Dara.
"Iya yang itu, kalau gak salah dengar cowoknya itu manggil namanya DARA!" ucap salah satu dari mereka yang sontak mengejutkan kan Irvan
"Sok tau kamu!!"
"Beneran!!" kata temannya ngotot
"Aah Dara? iya benar namanya Dara, kemana mereka pergi?" tanya Irvan Antusias
"Tadi sehabis makan mereka sempat didalam mobil sekitar sepuluh menit, lalu perginya kearah sana! (Menunjuk arah Balikpapan)" jelasnya
__ADS_1