
'Aku bener bener gak menyangka kalau sampe kayak gini jadinya, bahkan sampai berlarut larut lebih dari setahun lamanya, kupikir semua kenangan ini akan terbang begitu saja tertiup angin, dan kupikir perasaannya akan luntur tersapu ombak waktu, tapi sekalinya malah banyak bahaya mengintai kalian.
Amira maafin aku, karena aku pernah memintamu agar selalu menjaga dan mengawasi Dara untukku, tapi sekarang kamu malah jadi terjerumus kejurang yang seharusnya tidak kamu pijak.
Dan terlebih untukmu Dara ku, aku bingung harus berkata apa lagi, bahkan ribuan belati yang akan menusukku belum tentu cukup untuk menebus penderitaan yang kamu lewati karena aku.
Jutaan hinaan pun belum cukup untuk mencabik cabik cabik namaku untuk menebus harga dirimu yang hampir ternoda.
Bahkan kolam sampahpun tidak akan mampu menampung kesalahan yang kubuat.
Tapi sekarang ini bukan saatnya aku diam meratapi penyesalanku, aku harus memulai penebusan dosa dosaku!' Gumam Arga dalam hatinya
"Loh Dara, Arga, kalian mau kemana dicuaca dingin begini?" tanya bu Aina yang kepapasan dikoridor
"Saya yang ajak Dara keluar tante, keliatannya dia udah bosen dikamar jadinya mau saya ajak ketaman!" Jawab Arga yang tangannya masih merangkul Dara
"Iya mah, aku eneg cium bau obat dikamar makanya langsung mau pas diajakin kesini!" sahut Dara menambahkan
"Iya nggak apa apa asal jangan terlalu jauh dan jangan sampe kecapean ya, kalau cape cepet cepet duduk masalahnya luka dilambungmu itu yang gak boleh dibawa banyak gerak!"
"Iya mah aku ingetin pesan mamah! oiya Doni nya mana mah?"
"Biasa lagi sibuk sama hapenya! Yaudah mamah kekamar duluan ya?"
"Iya mah" sahut Dara
"Kalau gitu kita duduk disitu aja yuk?" tunjuk Arga pada sebuah kursi taman berwarna putih yang didepannya ada banyak bunga bermekaran
"Eeh tunggu!" panggil mamah tiba tiba menahan "Kalian bilang mau kemana?" tanyanya
"Kebangku situ" jawab Arga menunjuk kaku
"Yaudah mamah gak jadi kekamar deh, mamah mau ikut kalian aja sekalian kita foto foto bareng!" kata mamah sambil melangkah cepat mendului Dara dan Arga yang seketika membuat mereka berdua jadi saling memandang karna bingung.
Mereka bertigapun dengan penuh keceriaan saling bercanda dan berfoto bersama, melupakan masalah, melupakan kejenuhan dan melupakan beban dalam hidup, yaah apalagi Dara yang memang sudah lupa segala galanya!
Namun ditengah keceriaan itu keluhan Dara terhadap obat penambah darah yang baru diminumpun mulai bereaksi, hal yang paling dia tidak suka saat merasakannya, obat itu membuat detak jantungnya berdebar lebih cepat dari seharusnya dan juga menimbulkan rasa ngilu disetiap denyutannya.
"Beib kamu kenapa beib?" tanya Arga saat mendapati Dara mengigil sambil meremas baju didadanya
"Dara, apa kamu minum obat penambah darah itu lagi kah nak?" tanya mamah mulai panik
"Iya tan tadi Dara minum obat itu!" sahut Arga karna Dara tidak merespon dan terus meringis kesakitan
__ADS_1
"Arga, tolong kamu jagain dulu ya sebentar tante mau panggil perawat!" pinta bu Aina lalu tergesa gesa mencari perawat terdekat
"Ya ampun Beib maafin aku, kalau tau efeknya sampe kayak gini aku gak akan maksa kamu meminumnya tadi!" ucap Arga menyesal sambil mendekap Dara dipelukannya
"Kamu kedinginan kah? ini pake aja jaketku!" melihat Dara mengigil dan tambah pucat Argapun segera melepas dan menyelimuti jaketnya ke Dara.
'Itu obat apa sebenarnya? yang namanya obat seharusnya menyembuhkan kan bukannya malah menyakitkan kayak gini! apalagi itu cuma obat penambah darah, justru kebanyakan jenis seperti itu cuma suplement aja setauku!' gumam Arga dalam hatinya
Tidak lama kemudian dua perawat pun datang dengan membawa tandu ditangan dan langsung membawa Dara kembali kekamarnya, dan mamah dengan sigap sudah membawakan kursi roda untuk Arga.
Sesampainya dikamar, Darapun langsung ditangani dokter spesialis darah yang sedang meneliti kasus kelainannya.
Dengan beberapa selang yang melintas ditubuh gadis itu membuat Arga jadi semakin penasaran sekaligus curiga dengan obat tadi, jadi diam diam Argapun mengabil lalu mengantonginya.
"Maaf tuan dan nyonya anda tidak seharusnya berada didalam sini dulu, anda silahkan tunggu diluar sampai kami selesai!" kata salah satu perawat yang sedang membantu dokter (aslinya pakai bahasa Jerman) bu Ainapun segera keluar sembari mendorong kursi roda Arga.
"Tante maaf, tadi aku yang minta Dara minum obat itu karena ku pikir nantinya malah jadi lama sembuh kalau dia gak minum obatnya, aku beneran gak nyangka kalau sampe kayak gini jadinya!" Ucap Arga mengakuinya
"Iya Ga, tante gak nyalahin kamu toh niatmu kan baik, lagian tante juga heran padahal hari pertama minum nggak ada masalah apa apa, baru tiga hari ini aja langsung begini. Tante sudah tanyain sama dokternya tapi dokternya bilang kemungkinan besar reaksi ini terjadi karena Dara memiliki kelainan didarahnya. Terus karena gak tahan Dara gak mau lagi minum obat itu dari kemaren dan tente juga gak tega mau maksa soalnya kan dia yang rasain sakitnya!" kata bu Aina menjelaskan
"Emm tante, aku izin kekamarku dulu ya!" pamit Arga sopan
"Iya, kamu istirahat aja dulu palingan habis ini Dara langsung tidur!" sahut bu Aina tersenyum lalu Arga menggangguk sambil membalas senyumannya.
'Baru tiga hari ini? seharusnya semakin lama justru semakin membaik dong, kok malah semakin nyakitin?' gumam Arga dalam pikirannya, lalu dia mendekati perawatanya yang sedang duduk sambil membaca buku.
"Paula, bukankah kamu pernah bilang kalau ada saudaramu yang bekerja dirumah sakit ini?" tanya Arga dalam bahasa Inggris
"Benar tuan muda, saudara laki laki saya bekerja sebagai apoteker disini!" Jawab perawat kepercayaan Arga
"Oowh kebetulan sekali kalau begitu, saya mau bertanya mengenai satu obat!" sahut Arga sambil mengeluarkan satu butir obat Dara dari sakunya
"Ini, tolong tanyakan efek dari obat ini!" menyerahkan, Paula langsung membungkusnya dengan selembar tisu lalu mengantonginya.
"Apa ada hal lainnya tuan muda?" tanya Paula ramah
"Saat ini belum ada, saya butuh informasi obat itu saja!"
"Kalau gitu saya izin keluar dulu sebentar!" pamit Paula yang disahuti anggukan oleh Arga
Dalam waktu yang bersamaan dikamar Irvan, Indonesia
(catatan: Perbedaan waktu diKaltim Indonesia dengan Jerman sekitar 7jam lebih cepat, contoh: 17.00 WITA \= 10.00 Jerman)
__ADS_1
'Aduh kenapa sih aku ini, kok tiba tiba serba gak enak?' gumam Irvan sambil guling guling gelisah diatas kasurnya
"Loh Van kamu ngapain nongeng nongeng begitu, katanya mau nyiapin barang barangmu yang mau dibawa keBandung besok? nih beberapa kemejamu udah ibu setrikain!" tegur ibu saat mendapati anaknya lagi belingsatan gak karuan
"Aku gak ngerti nih bu, rasanya ada yang gak enak dibadanku tapi aku sendiri bingung yang mana!" sahut Irvan uring uringan
"Coba sini ibu periksa! (langsung meraba kening dan tangan Irvan)
emm gak panas, gak dingin juga, biasa biasa aja ah!" kata Ibu sambil memperhatikan ekspresi Irvan yang kusut
Zzrrrt... Zrrrt....
Getar handphone diatas meja mengalihkan pandangan ibu dan anak yang sedang kebingungan, Irvan pun segera melompat dari atas kasurnya untuk segera mengangkat panggilan masuk itu.
"Mamahnya Dara bu!"
"Lost speaker Van!" pinta ibu
"Hallo Mah?" sapa Irvan
"Iya hallo Van, gimana kabarmu, jadi keluar dari rumah sakit hari ini?" tanya bu Aina dari seberang telpon
"Sudah dari pagi mah, ini sekarang aku lagi dirumah sama Ibu, harusnya aku yang nanya kabar kalian disana, apa sudah ada perkembangan mengenai darahnya Dara?" tanya Irvan yang perasaannya masih gelisah
"Mamah sama Doni baik baik aja Van, tapi kalau Dara sekarang ini lagi ditangani dokter spesialisnya, dia barusan kesakitan dibagian dadanya sampai susah bergerak!"
DEGDEG! DEGDEG! Mendadak rasa gelisah Irvan yang dari tadi tidak jelas penyebab kini berkumpul didada membuat detak jantungnya berdegub kencang!
"Apa Dara kambuh lagi mah?" tanya Irvan bergetar
"Bukannya kambuh Van, tapi tadi dia abis minum obat penambah darahnya terus tiba tiba langsung begini, padahal tadi lagi senang ditaman sama mamah sama Arga!"
"Apa, ARGA?!!" sontak mata Irvan terbelalak mendengar nama itu
"Iya Van, mamah lupa cerita kalau disini mamah ketemu Arga. Dia sekalinya selama ini diAmerika menjalani pengobatan pasca kecelakaannya tahun lalu, dia mengalami patah tulang belakang yang menyebabkan dia hampir lumpuh, tapi tahun ini dia pindah keJerman karena mau masuk kuliah sekaligus menjalani terapi otot dan tulangnya dirumah sakit ini! dan lucunya karena tau Dara dirawat disini dia juga sampai minta dirawat dikamar sebelahnya Dara heheheee dasar anak muda ya?!" cerita bu Aina dengan sumeringah, namun perasaan Irvan justru langsung merasa goyah putus harapan
Kemudian Ibunya Irvan dengan semangat merebut handphone ditangan Irvan yang masih dalam mode lost speaker, mamah dan ibu saling ketawa ketiwi menceritakan kehadiran Arga yang baru ditemuinya itu, tidak lupa mamahpun menceritakan keseharian mereka selama disana. Ibu yang penuh senyuman diwajahnya tidak mampu menularkan senyuman itu kebibir Irvan yang justru malah jadi murung duduk lemas saat mendengarkan cerita bahagia mamah bertemu Arga.
'Rina bilang pasti banyak harapan untukku bersama Dara setelah dia melupakan perasaannya terhadap Arga, kecuali Arga sendiri yang akan mengisinya lagi! jadi ini artinya..... Apa benar benar aku tidak punya kesempatan mendapatkan cinta pertamaku?'
Bersambung....
*Apa masih ada kesempatan buat Irvan?
__ADS_1