
"Looh kok aku lagi yang disalahin? aduuuh gawat kalau begini terus!!" Kata Irvan sambil garuk garuk kepala
"Heheee yaudah Dara, kamu ganti baju dulu sana habis tuh kita sarapan bareng, papa tungguin dibawah yaa?!" kata papa yang langsung merangkul Irvan menuju tangga
"Oiya Van, Dengar dengar usaha Bapakmu sekarang sudah berkembang pesat ya? hebat kamu Van, masih muda tapi sudah bisa menyaingi Papa sekarang!" kata papa sambil jalan pelan beriringang dengan Irvan
"Aah papa ini memujinya berlebihan, aku kan masih tahap pemula, masih butuh banyak belajar! semua ini juga berkat ibu, kalau bukan karena ibu yang selalu bijak tentunya pekerjaan kami dikantor juga tidak ada apa apanya!" respon Irvan sungkan
"Memang benar, keputusan ibumu selaku pemilik memang selalu bijak, tapi semua itu juga berkat kerja kerasmu sebagai penanggung jawab yang mampu mengarahkan anak buah, menangani masalah dan selama ini kamu kan yang mundar mandir kesana kemari menjalin kerjasama baru sampai sampai papa dengar dalam dua bulan terakhir ini kamu sudah bisa membuka tiga cabang sekaligus, itu luar biasa loh Van!" puji Papa lagi
"Pada intinya, mereka sekeluarga menunjukan bahwa mereka mampu berdiri setelah kepergian bapaknya!" sahut mama menyambung obrolan sambil tersenyum
"Ayoo cepat kesini makanannya udah siap semua loh Dara nya kemana kok belum turun?" tanya mama bersemangat menyiapkan piring, namun papa terlihat tertegun dengan ucapan mama tadi
"Dara lagi ganti baju lagi mah, soalnya tadi dia pake seragam kampus!" sahut Irvan sambil bersiap duduk namun matanya memperhatikan wajah papa yang tiba tiba kaku
"Masa sih, kok bisa? memangnya dia lupa sekarang hari minggu?" tanya mama menahan tawa
"Nggak tau juga tuh mah so......."
"NGGAK TAU APANYA? jelas jelas mas Irvan yang sudah sengaja bikin aku mengira kalau hari ini adalah hari senin!" sambung Dara yang tiba muncul langsung mendumel
"Kok mas lagi sih dek yang disalahin? mas tadi cuma ngebangunin aja nggak ada ngomong apa apa! kan ade sendiri yang nanya jam berapa terus langsung buru buru mandi dan tau tau pake seragam!" sahut Irvan membela diri
"Iya itu karena aku liat mas pake baju kerja, terus mas juga nggak ada ngelarang aku pas mau mandi!!" alasan Dara
DOOENK!
Dalam sekejap Irvan dan mama langsung melongo mendengar penjelasan Dara yang kurang masuk akal dan terkesan cuma nggak mau disalahin.
"Aah iya ya kenapa juga aku mau berangkat kerja pake baju kantor? dan kenapa juga nggak aku biarin aja anak tuh bau iler?
Heeh wanita memang selalu benar!" ucap Irvan menyindir
"Hehee sudah sudah kapan makannya kalau ribut terus?" kata mama melerai, kemudian Dara dudukpun namun mata sinisnya terus melirik Irvan yang masih mengoloknya
Namun ditengah suasana yang ribut itu ekspresi papa masih saja kaku sendiri seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"iiih Papah kok diem aja sih, bela aku dong!" pinta Dara merengek manja
"IRVAN! kamu ini kan sudah dewasa, kapan kamu hilangkan sikap usilmu?!" bentak papa tegas
"Kan cuma becanda aja pah," jawab Irvan memelas
"Kalau memang kamu begitu terus Irvan, sebaiknya kamu teruskan!" kata papa tersenyum
"iiih Papah tega!!" rengek Dara makin kencang, dan seketika itu mereka jadi tertawa semua, ekspresi kaku papah pun berubah sumeringah.
"Papa bukannya tega Dara, tapi kamunya juga kenapa sudah sebesar ini masih aja lugu?!" tanya papa
"Aku tuh bukannya lugu pah, sebenarnya aku ini pintar! hanya saja aku ini orangnya nggak bisa tegaan jadi aku selalu berpikir positif sama orang, yaa orangnya aja yang sering memanfaatkan sifat baikku itu!" ucap Dara menyindir
"Baik apanya?!" celetuk Irvan manyun
(selesai sarapan)
"Jadi habis ini kamu langsung mau meeting Van?" tanya mama sambil mengumpulkan piring kotor
"Meetingnya nanti sekalian makan siang dirumah makan mah, tapi aku mau kekantor dulu periksa ulang bahan yang mau dibahas!" jawab Irvan
"Waaah enaknya kalau punya mantu kayak Irvan begini, sudah pintar, rajin, mapan....." kata papa
"Dan yang paling penting itu Irvan sangat perhatian sama keluarga juga paling bisa diandalkan!!" sambung mama yang lagi lagi langsung membuat papa jadi terdiam
"Aah papa mamah apaan sih? pikirannya enak punya mantu kayak mas Irvan, tapi nggak pikirkan nasib istrinya yang bisa kurus kering menghadapi suami jahil kayak dia!" sahut Dara yang masih dendam gara gara tadi
"Oowh kamu belum tau aja dek kalau yang kayak mas ini yang sebenarnya calon suami idaman!" kata Irvan membangga diri
"Aku nggak mau tuh, mungkin mereka yang sudah nggak punya semangat hidup aja yang mau sama mas!" Ucap Dara becanda, namun...
NYUUUT!!
"Uuugh!!" Tiba tiba Irvan meringis sambil memegangi dadanya.
"Kamu kenapa Van?!" tanya mama papa kompak.
"Aku nggak tau mah, pah, kadang kadang suka tiba tiba ngilu dadaku!" Jawab Irvan
__ADS_1
"Kamu sudah pernah periksakan kedokter belum?" tanya mama
"Belum sih mah soalnya cuma sekilas kilas aja kok sakitnya, mungkin cuma kurang minum air putih!" Jawab Irvan
"Jangan suka menyepelekan penyakit Van, takutnya keburu parah nanti susah diobati!" pesan papa, lalu Irvan menggangguk meresponnya.
Dara yang sedang membantu mamahpun memperhatikan Irvan dengan ekspresi cemas dan seperti ingin mengatakan sesuatu namun ditahannya.
Irvan yang belum pernah pacaran membuat dia kurang memahami rasa ngilu yang ia rasakan didadanya tadi itu sebenarnya rasa sakit hati karena terluka setelah mendengar ucapan Dara yang secara terang terangan menolak dia sebagai "Kekasih".
TINTIIIN!! (Klakson mobil)
"Aah mungkin itu Adhi!" kata Irvan yang langsung berdiri merapihkan pakaiannya
"Adhi? loh memangnya mas Irvan ada panggil mas Adhi kesini?" tanya Dara
"Iya, tadi mas minta dia temenin kekantor hari ini..."
"PERMISI?!" panggil seseorang dari depan rumah
"Biar aku aja!!" kata Dara yang langsung berlari menghampiri pintu depan
JEGLEK!!
"Hay?"
"Eh Kakak?!" sahut Dara
'Suara ini?' gumam Irvan dengan penuh curiga ia bergegas menyusul Dara kedepan
"Kamu, mau ngapain kesini?" tanya Irvan ketus sambil masih memasang kancing lengannya
"Siapa sih Van?" tanya papah yang ikut kedepan kemudian disusul mamah
"Eh ada Om, saya Betrand anaknya pak Adrian om!" sapa Betrand
"Ooh iya ya saya ingat kamu yang sering dibawa meeting papamu itu ya? ayoo masuk sini!" sahut papa dengan sangat ramah lalu Betrandpun langsung masuk kedalam sambil menyalami tangan papa dan mama
Kemudian saat Betrand menyodorkan tangannya dihadapan Irvan,
"Nggak usah!" kata Irvan acuh, namun dengan cepat tangan Dara menarik narik baju Irvan yang membuat Irvan langsung luluh saat menatap Dara karena jadi teringat kalau Betrand lah yang sudah membawa Dara kerumah sakit kemarin lusa.
"Terima kasih untuk apa kak?" tanya Betrand
"Ya makasih aja!" Jawab Irvan yang masih jutek membuat yang lain jadi terheran heran dibuatnya, kecuali mama yang memang sudah sangat hapal dengan sikap Irvan.
"Sudah sudah ayo sini yuuuk!" kata mamah mengajak semua duduk diruang tamu, namun baru saja duduk...
TiiiiiN!!
"Mungkin itu mas Adhi?" tanya Dara yang kembali berjalan kepintu depan
'Aduuh disaat begini!' gumam Irvan sambil mengikuti langkah Dara dari belakang
Dan benar saja memang Adhi yang sudah menunggu Irvan disamping mobil baru,
"Adhi, parkir aja mobil Dara, kita kekantor pake mobil ku aja, nih kuncinya tangkap!" Ucap Irvan keceplosan sambil melempar kunci
"Mobilku?" tanya Dara bingung
"Eeh anu, maksudnya....." Irvan salah tingkah
"Owh maksudnya mobil yang mas kasih ke kak Adhi buat jemput aku ya?!" tanya Dara polos
"Aah iya iya maksudnya begitu!" jawab Irvan sambil masuk kedalam
'Yaa ada untungnya juga dia polos! lagian kalau dia berpikir realistis masa ada orang mau kasih mobil baru keorang lain secara cuma cuma sih?! dasar Dara ini nggak peka!' Gumam Irvan dalam hati sambil mengambil tasnya
"Mah, Pah, aku berangkat dulu ya?" pamit Irvan
"Iya hati hati ya nak!" sahut mama
"Sukses ya Van, nanti kalau sudah selesai cepat kabarin biar kami siap siap!" pesan papa
"Iya Pah, mah!" sahut Irvan yang hanya melirik sekilas ke Betrand sambil melangkah keluar
"Loh Ibu mana mas?" tanya Dara yang masih berdiri didepan pintu
__ADS_1
"Ibu sudah duluan dari pagi tadi katanya mau bagi bagi bonus dulu kekaryawan. Dek, ikut mas yuk?" Ajak Irvan karena tidak tenang dengan kedatangan Betrand
"Iih mas nih apaan sih orang mau kerja kok aku disuruh ikut, mau ngapain? lagian kan katanya nanti kita mau jalan jalan mumpung ada papa, jadi aku mau bantu mama dulu beresin rumah, soalnya Doni juga belum pulang dari kemah PRAMUKA nya!" kata Dara menolaknya
"Yaudah kalau gitu, jangan macem macem ya!" pesan Irvan sebelum menghampiri mobilnya yang sudah siap jalan
'Macem macem apa sih maksudnya?' gumam Dara sembari kembali keruang tamu melanjutkan ngobrol sama yang lain.
(Sorenya, didalam mobil Irvan)
"Hallo mah, nih aku sudah diperjalanan pulang mama papa siap siap aja ya soalnya Ibu, Reza sama Yudha sudah nunggu duluan dimall katanya mereka ada yang mau dicarinya dulu!"
"Iya sudah kami siap siap sekarang!" sahut mama ditelpon lalu menutupnya
"Makasih ya Dhi sudah nganterin aku hari ini, soalnya tadi aku masih agak ngantuk jadi nggak betani nyetir sendiri, dan ini ada bonus buat kamu!" kata Irvan sambil menyerahkan amplop
"Gak usah Van, yang kemaren kamu kasih aja masih cukup kok! mending kamu simpan aja buat nambahin biaya nikah!" kata Adhi senyum senyum
"Aah nikah apanya? cewek satu aja sudah banget dikejarnya!" sahut Irvan pasrah
"Loh, memangnya kamu ada naksir cewek Van, akhirnya.... kok nggak ngasih tau sih? wah kabar baik gini harus cepet disebarin kegroup nih!" kata Adhi
"Eeh jangan! ceweknya aja nolak kok!"
"Hah, Nolak? kok bisa cowok kayak kamu gini ditolak? Memangnya sudah kamu coba tembak dia?" tanya Adhi penasaran
"Sudah tapi dia nggak peka, mungkin karena masih teringat sama mantannya!"
"Memangnya mereka baru aja putus ya? kalau memang iya ya jangan langsung ditembak, tunggu tiga empat bulan dulu lah!" saran Adhi
"Ini bukan tiga empat bulan lagi, tapi udah setahun malah! tapi tetap aja kadang masih ditangisin sama dia, aku jadi bingung sekaligus ngiri sama mantannya itu!" ucap Irvan putus asa
"Yaa kalau kamu mau sabar sedikit lagi sambil terus usaha bagus Van, berarti cewek yang kamu sukain itu termasuk cewek setia, iya kan! kalau suatu hari kamu bisa luluhkan hatinya berarti dia begitu juga bakal begitu sama kamu nantinya, bener nggak?!" kata Adhi menyemangati
Mendengar ucapan Adhi barusan semangat Irvan pun jadi lebih menggebu lagi untuk mengejar Dara.
"Siapa sih ceweknya Van? kasih tau dong, nanti aku bantuin nyomblangin deh!" desak Adhi
"Aah nggak nggak, nanti malah kamu rebut lagi!" kata Irvan blak blakan
"Tenang aja Van, aku sudah ada incaran ku sendiri kok baru baru ini!" sahut Adhi
"Apa? jangan bilang kamu lagi mau ngincar Dara?!" tanya Irvan melotot
"Bukan bukan, mana enak aku sama Dara! aku tau kok kamu sengaja minta aku jadi supirnya supaya aku nggak bisa deketin dia, iya kan?!" tanya Adhi menekan
"Memang iya, terus kenapa? tapi tujuan utama nya sih buat jagain dia selama aku kerja! karena takutnya dia........" Jawab Irvan terlihat cemas
"Kalau itu tenang aja Bro, aku pasti bantu jagain kok!" sahut Adhi menenangkan
"Iya makasih ya, aku percaya sama kamu kok! terus amplop ini tolong kamu terima aja soalnya sudah aku niatkan ngasih kekamu, jadi kalau kamu mau sumbangkan juga terserah!" kata Irvan memaksa
"Iya sudah kalau gitu aku terima dan makasih juga kalau gitu!" sambil menyelipkan kedalam tasnya
(Sesampainya depan rumah Dara)
"Si Betrand sudah pulang tuh Van!" kata Adhi
"Iya bagus! dan seharusnya jangan pernah datang lagi, mau ngapain juga dia kesini!" ucap Irvan yang masih saja ketus setiap menyangkut masalah Betrand membuat Adhi jadi sedikit menaruh curiga melihatnya
Sambil menerima kunci Irvanpun turun dari mobil lalu bergegas masuk kedalam rumah Dara
"Sekali lagi makasih ya broo!" teriak Adhi sebelum naik mobil baru Dara, lalu Irvan mengacungkan jempol.
"Mah, pah ayook!" Ajak Irvan yang sudah berganti baju santainya dari kantor tadi
"Don, Doni? ayo cepat turun!" panggil mama yang sudah terlihat cantik, dan tidak lama kemudian Doni turun dengan smartphone yang nggak pernah tertinggal ditangannya.
"Loh Dara nya mana?" tanya Irvan, lalu mamah terlihat ragu ragu menjawab
"Tadi Betrand ngajak dia jalan duluan, dan katanya nanti mereka segera menyusul!" jawab papa santai
"Apa?!" respon Irvan terkejut dan langsung pucat
"Ayoo sini kamu minum dulu!" Ajak mama yang langsung menggandengnya kedapur
"Tenang dulu Van, mama tau kamu cemas tapi inikan pertama kalinya mereka jalan bareng jadi nggak mungkin Betrand berani langsung macem macem sama Dara!" kata mama berusaha menenangkan Irvan yang terlihat sedih
__ADS_1
"Iya mah, tapi lain kali jangan dikasih izin lagi ya?!" pinta Irvan memelas sambil menuang air kegelas