
Tentunya yang paling banyak adalah chat dari Arga yang dikiriminnya dari mulai sore tadi.
Sambil menyantap makanan dipiring, sepintas Darapun jadi kepikiran bahwa Arga juga pastinya belum makan apapun sampai sekarang ini, ditambah dia punya riwayat penyakit tipes beberapa bulan lalu.
Sifat Dara yang tidak tegang membuat dia jadi berpikir dan terus bertanya - tanya dalam hati, 'apa aku harus menawarinya makan dulu?' tapi,
"kalau aku datangi dan tawarin dia makan takutnya dia akan berpikir aku masih peduli sama dia. Bukan hanya itu aja, dia juga pastinya bakal mengira kalau ucapan putusku tadi hanya emosi sesaat lalu dia menganggap bahwa aku ini masih pacarnya lagi!" pikirnya ragu
"Aduh ribetnya ini! lagi pulakan sudah tidak ada siapa siapa yang bakal melihat muka sembabku!" mendumel sendiri sambil dibukanya masker wajah yang masih menempel karena membuat dia risih saat mengunyah makanan, lalu lagi lagi kepikiran sama Arga yang belum makan:
"Aaah, nanti kalau tawarin dia makan takutnya aku luluh lagi sama dia dan ada ujung - ujungnya dia bakal ngulang kesalahan yang sama karena berpikir aku ini bodoh dan mudah dipermainkan! Sudahlah biarin aja dia diluar, memangnya dia bakal sanggup sampe kapan sih? toh kalaupun dia sampai kelaparan kan banyak aja uangnya buat beli makan, aku harus belajar tega sama orang yang udah nyakitin aku biar lain kalinya aku nggak akan dibodohi dan ditindas lagi!" Gumamnya merasa kesel sendiri
Sambil terus melahap makanan, Darapun mulai jadi bingung sendiri dengan kedua pemikiran yang berbeda dikepalanya itu! Karena disisi lain dia nggak tega namun sisi lainnya lagi dia benci! Dan setelah cukup lama berpikir - pikir apa yang seharusnya dia lakukan akhirnya...
"Setauku kalau orang sudah pernah sakit tifus itu nggak boleh sampe telat makan, nanti bisa bisa jadi kambuh lagi sakitnya, tadi aja udah keliatan pucet banget mukanya! pada intinya aku kan nggak tega kalau dia sampe sakit karena aku, soalnya ini sebenarnya masih sayang sama dia!" ucap Dara tanpa sadar
"ups! nggak - nggak! aku udah nggak sayang sama dia, nggak usah aja deh nawarin makan! kalau aku datangi dia pasti ke Ge'eran, dan dipikirnya aku mau baikan sama dia, terus ngasih kesempatan lagi buat dia, Dan terus... Dia bakal nginjak - nginjak aku lagi, aaach nggak - nggak! " sambil bergeleng - geleng sendiri dia mulai mendengarkan bagian sisi jahat hatinya.
Kemudian dia meletakan kembali handphone yang pesannya masih belum dibaca semua diatas meja lalu berdiri sambil membawa piring kotor menuju washtufel.
Sembari mencuci piring pikiran Dara yang bimbang masih saja terus berpikir mencari jalan terbaiknya bagaimana yang aman dan tidak menimbulkan kesan yang membuat dirinya jadi salah paham.
KLENTING!! KLENTANG!! SYUUUUR!!
"Yaaaa Begitu aja!" ngangguk - ngantuk sendiri
"Sudah ku pikirkan dengan matang,
sudah aku bulatkan tekad,
dan sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan pada Arga!!
yang pasti tidak akan membuat dia salah paham dan berpikir aku mau baikan sama dia!"
Akhirnya setelah cukup lama berfikir Dara pun mendapatkan sebuah jawaban yang menurut dia benar!
(Yakin Dara? kamu itu masih abg, masih labil? nanti nyesel
"Yakin!" jawabnya)
Setelah selesai mencuci piring, Darapun bergegas:
"Yaa Dara, kamu pasti benar, kamu pasti bisa!" menyemangati diri yang padahal masih sangat ragu dengan keputusan yang diambil
Dikepalkannya tangan lalu menarik nafas panjang, Dengan cepat dia mengambil sebuah baskom kecil dari rak piring, lalu mengisinya dengan setengah botol air dingin dikulkas.
Langkahnya yang terburu buru mengambil handphone dan masker yang tadi diletakan diatas meja makan, kemudian segera melangkahkan kaki kearah tangga,
"ya... langsung menuju kekamar ku lagi!
Karena aku telah memutuskan untuk tidak mendatanginya, dengan berbagai alasan kedepannya, walaupun sebenernya sangat kasihan dan juga rasa tidak tega bila mengabaikannya!
Karena kalau tidak begitu takutnya perasaanku yang mudah goyah ini akan luluh lagi kepadanya, bahkan aku yang berniat akan menghidar malah bisa - bisa tidak akan sanggup lepas lagi darinya. Sebab sebenarnya didalam hati kecilku ini, ku akui kalau aku memang masih tidak ingin merelakan dirinya untuk lepas dan jauh dari ku, aku masih sayang sama dia.. hiks!"
Dengan baskom berisi air dingin ini tentunya Darapun langsung duduk didepan cermin untuk mengompres bagian bengkak diwajahnya.
__ADS_1
Sambil melamun:
"Kenapa aku terus kepikiran ya? aku tau kalau yang aku lakukan ini bukan cuma kejam pada Arga, tetapi juga pada diriku sendiri karena pastinya batinku pun ikut tersiksa! tapi Arga, kamulah yang sudah lebih dulu tega terhadap aku!" kata Dara gregetan
Lalu dia meyakinkan diri dan hatinya agar kuat menahan rasa rindu untuk beberapa waktu sampai benar - benar masa dan rasa kecewa ini akan berlalu dengan sendirinya dan terkubur oleh waktu!
"Arga, aku sama sekali tidak ada niat untuk menyimpan dendam sama kamu, karena selama ini kamu selalu bersikap baik samaku dan juga keluarga ku, kadang di jadwalmu yang sangat sibuk pun kamu tetap selalu ada waktu untuk aku, bahkan tadi sore kamu masih saja mengikuti ku pulang padahal aku sudah naik ojeg!" Kenang Dara sampai matanya mulai berkaca kaca
"Arga, kamu ini kenapa sih? disisi lain menyakiti tapi disisi lainnya tetap menjadi pahlawan untukku, dan cara pintar kamu selingkuh selama ini yang aku sampai tidak tau, kamu sangat pantas bila dijuluki peselingkuh ulung karena sangat pintar membagi waktu dan perasaan untuk aku dan Amira!
Tapi tenang aja, mulai sekarang aku akan berusaha ihklas dan mencoba berfikir positif sama kamu! karena mungkin kamu memang bukan jodohku. Hanya saja aku tetap butuh waktu untuk menghilangkan bayangan dan rasa kecewa atas kejadian kemarin siang.
Tentunya hari ini tidak mungkin begitu saja terlupa, tetapi kejadian ini bisa menjadi pembelajaran ku di suatu hari nanti!' pikir Dara menenangkan hati sendiri
(Dara)
Setelah selesai mengompres, akupun ingin segera bersantai, tapi karena baru saja selesai makan, maka aku tidak segera naik keatas kasur ya tentunya kurang baik kalau langsung berbaring, jadi aku hanya duduk disamping tempat tidur.
Kusandarkan punggung disisi tempat tidur, kurebahkan kepalaku diatas kasur,
Dengan handphone yang berada disampingku, aku melanjutkan kembali membaca sms dari Arga satu persatu, yang jumlahnya ada lebih dari dua puluh chat yang rasanya masih penasaran kalau belum ku buka semua.
Ada yang beisikan kata - kata yang begitu pasrah dan lirih membuat aku ikut sedih, hingga sempat berpikir akan mendatanginya untuk meminta maaf dan kembali padanya.
Namun ada juga yang dengan kata - kata agak protes dan kecewa karena keputusanku tadi, merasa masih butuh penjelasan dariku, yang tentunya membuat aku jadi jengkel lagi kalau dia masih saja berpura - pura lupa dengan apa yang sudah dia lakukan sama Amira!
Dan, ada juga beberapa sms yang berisikan kata - kata puitis yang menghanyutkan perasaan hingga hampir membuat hatiku luluh lagi ingin segera melupakan kesalahan nya, dan entah kenapa tiba - tiba terbesit perasaan tidak nyaman di hati saat membacanya sampai habis.
Lalu iseng - iseng aku membuka album galeri dihape, ku lihat begitu banyak foto - foto kami saat berdua, mulai dari awal jadian hingga kemaren lusa, banyak foto kenangan saat di lingkungan sekolah, rumah juga saat kami jalan - jalan.
"Mungkin kah Aku ini salah ambil keputusan? atau justru benar?! kok masih ada rasa nggak rela sih..?!" tanyaku resah
"kemarin pagi kita masih baik - baik aja, tapi kenapa siang nya kamu bertingkah Ga?!
apa selama ini yang kamu lakuin sama aku itu palsu?!" pertanyaan dalam hati ku
Rasa benci dan rindu menjadi satu, bergejolak dalam hati membuat aku kehilangan hasrat untuk melakukan apapun sekarang ini, ketidak berdayaanku mulai mengalir lagi dalam darah, membuat aku terasa lusuh.
"ARGA! KAMU KOK TEGA SIIH!!?" Geram ku lagi bahkan sampai menggertakkan gigi.
Ku letakan hape begitu saja yang masih terpampang foto Arga, kembali ku pejamkan mata.
"Semoga ini adalah yang pertama dan terakhir untuk sebuah rasa patah hati..." harapku, kali ini aku pasrah, aku akan berusaha kuat dan ikhlas, dia memang cinta pertamaku tapi bukan berarti cintaku akan berakhir begini saja kalau memang bukan dengan dia, tentunya Tuhan sudah menyiapkan yang terakhir untukku! iya kan?
"Sudah cukup dari TK sampai SD Dibully karena kelemahan fisikku, dari kecil aku memang sering sakit - sakitan tanpa jelas, yaa pokonya rentang kena sakit, jadinya teman TK ku sering memjauhiku karena orang tuanya melarang anaknya bermain denganku dengan alasan takut tertular, begitu juga saat aku SD, gara - gara jarang masuk jadinya aku sering dapat nilai rendah kemudian teman sekelasku mengolok - olok aku si penyakitan, padahal siapa juga yang mau dapat nilai jelek apalagi penyakitan?
Kalau aja bisa ditukar atau bisa memilih nasib sendiri, pastinya aku bakal milih yang bagus - bagus buat hidupku kan?
untungnya aja pas SMP aku punya teman kayak KIKI yang pemberani, dia selalu melindungi aku dari penindasan, dan meminjamkan aku catatan bila aku ketinggalan pelajaran, juga dia selalu menyemangati keadaan terpurukku selama ini, kalau dulu sih mas Irvan yang selalu begitu, tapi dia kan sekarang sibuk, yaa pokoknya Kiki sahabat pertamaku yang terbaik sampai saat ini!"
Dan Arga, huuuft!
Sambil mengatur nafas agar tetap tenang,, aku mencoba berpikir apa yang besok dan seterusnya akan aku lakukan selanjutnya, karena yang pasti mulai besok hari - hari ku sudah berbeda, tanpa dirinya lagi yang selalu menanyakan aku dimana dan sedang apa, tanpa dirinya lagi yang selalu mengajak jalan kalau lagi suntuk, dan tanpa dirinya lagi yang mengantar aku pulang!
Tentu nya mulai besok aku harus mencari kesibukan baru agar aku segera bisa melupakan kejadian hari ini dan juga terbiasa hidup tanpa dirinya lagi!
.
__ADS_1
.
.
.
.
GRIILIIING!!!! GRIILIIING!!!!
(Suara dering hape)
Hhmmmp? dengan mata yang masih terpejam, kuraba - raba sumber suara dering yang terdengar melengking sampai menusuk ditelinga itu...
"Uuuuuh...?!" mengerutkan dahi karena jadi terasa pusing mendengarnya, rasanya masih malas untuk membuka mata, segera kumatikan alarm handphone yang memang sengaja aku setel setiap pukul setengah lima pagi, tujuannya yaa untuk membangunkanku setiap subuh, agar terbiasa bangun pagi untuk olahraga sebentar sebelum beraktifitas.
Akhirnya dengan terpaksa kubuka juga mata yang masih sipit sambil kulirik keadaan posisiku kekanan dan kekiri, kemudian ku tegakan kepala mengamati tubuh yang tanpa sadar sekalinya sudah tertidur lagi dalam posisi terakhir yaitu masih duduk bersandar di samping tempat tidur.
karena masih terasa mengantuk aku jadi sedikit melamun,
HOOAAAMS!!!!
"Cepatnyaaaa sudah subuh, padahal rasanya baru aja pejamin mata..!!" kataku sambil menguap.
Sambil mengumpulkan nyawa, ku rebahkan lagi kepalaku keatas kasur sambil memperhatikan plafon dihadapan atasku, mengingat kembali apa saja yang tadi malam kulakukan sebelum tertidur, sedikit kuingat bahwa aku sedang.....
"uuuugh pegelnya, kenapa aku tidur dengan posisi begini?" terasa sakit dan kaku di bagian leher belakang.
Tapi sekarang pusing kepalaku sudah agak berkurang, mungkin tadi terlalu banyak menangis dan juga karena aku sudah telat makan seharian!.
"Aah, makan?" kaget karena mengingat sesuatu
"Apa dia tadi malam sudah pulang ya? jangan bilang kalau sekarang ini dia masih aja didepan rumah!!" bergegas aku bangkit dari dudukku.
Aku yang tadinya masih mengantuk tiba - tiba jadi langsung terasa segar dalam sekejap, lalu terburu - buru keluar kamar menuju kebawah hanya untuk memastikan bahwa dia benar - benar sudah pulang atau belum, sambil menuruni anak tangga satu - persatu aku berharap dia sudah tidak lagi berada didepan rumah seperti tadi malam.
Dengan sangat hati - hati aku mulai mengintip sedikit dari balik gordeng, yang tentunya aku jadi merasa lega setelah melihat dia tidak ada lagi diluar sana, hanya saja
suasana yang begitu masih sunyi dan gelap walau ada beberapa cahaya lampu dari rumah - rumah orang tetapi tetap saja agak mencekam.
Ku amati lingkungan disekitar dengan memperhatikan kesegala kearah, memang Arga dan motornya sudah tidak ada lagi didepan rumah, namun tiba - tiba terbesit perasaan curiga yang aneh.
Rasa was - was mulai mengintai, ditambah ada rasa takut yang tiba - tiba muncul dalam hati membuat jantungku jadi sedikit berdebar - debar.
Terbesit dalam pikiran kalau misalnya ada sesuatu yang menampakan diri pas didepan mukaku gimana?, atau mungkin tiba - tiba ada yang memegang bahuku dari belakang...? iiih amit - amit deh jangan sampe! kataku dalam hati
Kamu tau kan maksudku? sesuatu yang tak ingin aku atau siapa pun melihatnya di depan mata,
yaitu Hantu!!
Memang terdengar agak konyol tetapi selain aku, mungkin juga ada beberapa orang yang berfikiran sama dengan ku saat menghadapi situasi yang seperti aku saat ini. Gelap, dingin, sunyi dan mencekam...
(Bener tuh Dara! aku beneran loh pernah lihat sesuatu seperti asap rokok terbang arahnya ke bawah jembatan sungai samping rumah pas suara Adzan subuh berkumandang, kan normalnya kalau asap itu terbangnya keatas, iyakan!
#autocurhat
Dara: Ah apaan sih nambah - nambahin takut aja nih!ðŸ˜)
__ADS_1