Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Ini Kenapa Lagi?


__ADS_3

"Iya memang begitu Van, rasa kebal dan daya ingatan menurun yang dialami Dara itu bisa saja terjadi, karna efek dari obat penenang yang dia minum ditambah tadi insident cedera dikepala menjadi faktor kenapa dia jadi 'Lemot' bahkan sampe lupa ingatan!"


"Apa?!" Irvan kaget


"Asal kamu tau aja obat yang kamu tebus dirumah sakit itu dosisnya tinggi, jangankan diminum langsung banyak cuma minum satu aja sudah bisa bikin orang jadi mati rasa, makanya obat penenang jenis itu gak sembarangan dijual bebas karena efek sampingnya sama aja seperti orang yang mengkonsumsi narkoba, maka dari itu tadi aku penasaran banget mau lihat obat yang kamu bilang kalau Dara sudah minum sampe banyak!" jelas Indra dari telpon yang disambung tiga


"Bener tuh Van, obat yang kamu tebus itu bukan obat sembarangan, ditambah lagi karena Dara nya juga lagi syok dengan masalah yang dialami, dan menutut dari ceritamu tadi aku rasa dia cuma berusaha supaya terlihat tenang dan hal seperti itu justru akan memicu rasa sensitifitasnya menurun, karena segala sesuatu ditubuh kita ini dipengaruhi oleh pikiran. Contohnya aja kayak orang yang sudah depresi pastinya sudah tidak ada rasa takut dan tidak merasa sakit saat dia mencoba bunuh diri!" sambung Rina menambahkan (Teman dokter Psikolog Irvan)


"Maksudnya? karena Dara terlalu tertekan dengan masalahnya ditambah abis minum obat penenang berlebihan jadinya dia kayak orang "stress" yang gak peka dengan rasa sakit ditubuhnya dan bahkan sampai sebagian ingatannya hilang?!" tanya Irvan memastikan


"IYA!!" jawab kompak kedua dokter itu dari seberang telpon yang sontak membuat Irvan jadi bergetar terduduk lemas.


'Jadi yang tadi itupun sebenarnya nggak lagi becanda ya? dia beneran sempet lupa sama aku?" gumam Irvan saat mengingat tatapan bingung Dara saat sadar dari pingsannya tadi.


"Hallo Van?"


"Van kamu masih disitu kan?" panggil kedua dokter yang masih tersambung ditelpon


GLEEG! Irvan pun menelan liur sebelum menyahut panggilan teman temannya itu


"Hallo Van kamu gak apa apa kan Van?" tanya Rina


"ii..iya Rin"


"Van kamu dengar dulu aku belum selesai ngejelasin, adikmu itu bukannya lagi lupa ingatan yang kayak amnesia tapi cuma lupa sementara, nanti kalau efek obatnya sudah hilang dan pikirannya sudah mulai tenang maka otaknya akan segera merepon yang pasti bakal pulih lagi seperti semula!" kata Rina menambahkan penjelasannya


"Kalau saranku sih Van, Dara itu memang butuh lingkungan baru jadi lebih cepat kamu bawa dia pergi dari sini itu lebih baik supaya suasana hatinya cepat berubah!..


Huuuuuft! (menghela nafas)


sebenarnya aku gak mau ngomong gini karna masih gak rela kalau jauh sama Dara, tapi kayaknya cuma ini jalan yang terbaik!" sambung Indra


"Bener juga itu Van, setidaknya bantu jauhkan dia dari apapun yang mengingatkan sakit hatinya!" sahut Rina


"Baiklah, setelah lukaku sembuh aku akan secepatnya membawa dia pindah KeBandung, makasih banyak yaa kalian sudah mau bantu aku!" ucap Irvan


(Setengah jam kemudian)


TOK TOK TOK!


"Masuk!" sahut Dara dari dalam kamar


JEGLEK KRIEET! (perlahan)

__ADS_1


"Mas Irvan, tumben ngetok ngetok biasanya langsung nyelonong masuk aja?" tanya Dara


"Hehee.. takut ada yang kejedod lagi!" jawabnya menyindir sendiri sembari mendekati Dara yang sedang menyisir didepan meja rias,


TOEL!


"Aduh!! mas ini udah tau benjol malah dicolek, sakit tauuu!" dumel Dara manyun


"Loh sakit kah? tadi sore katanya nggak terasa apa apa?" tanya Irvan bingung


"Aku juga nggak tau kenapa tiba tiba aja pas tadi abis mandi benjolku mulai terasa nyutnyutan, terus tuh luka ditelapak kakiku juga semakin terasa perihnya, padahal kan sebelumnya nggak terasa apa apa!" keluh Dara meringis sambil menjinjitkan kakinya


"Masa sih coba mas pegang?!"


"Iiiih mas Irvan!" PLAK!!


dengan cepat tangannya menepis tangan Irvan yang mulai mendekati kakinya.


Rangekannya barusan justru membuat Irvan tersenyum senang melihatnya.


"Oiya mas Irvan, pasti mas kan yang sudah ngambil terus nyuciin sprei ku yang dikolong meja ini kan?" tanya Dara langsung tertuju pada Irvan


"Kok kamu bisa ngira kalau mas yang ambil?" tanya Irvan pura pura tidak tau


"Hmmm? mas gak tau kalau ada sprei dikolong meja! memangnya siapa sih yang udah naro disitu dan lagian juga kenapa naronya situ, kan ada keranjang baju kotor dibawah?" tanya Irvan memancing Dara supaya berkata jujur


"Beneran bukan mas yang ambil? ii..itu.. itu aku yang taro, soalnya.. soalnya.. itu..."


NYUUUT NYUUUT!


Darapun langsung menutupi wajahnya dengan tangan menahan sakit kepala yang mendadak mulai kambuh lagi,


TES! tiba tiba terasa ada yang hangat mengalir diwajahnya.


"Ayoo kenapa dek? jawab!" desak Irvan sambil tangannya berusaha membuka wajah Dara.


"JANGAN TARIK TANGANKU!" bentak Dara


TAP TAP TAP! lalu berlari kekamar mandi.


BLAAM KLEK!


"Aduh, ini kenapa lagi?" gumamnya sempoyongan

__ADS_1


Dara pun terkejut mendapati tangannya berlumuran darah dari hidungnya


TOK TOK TOK!


"Dek kamu kenapa?" tanya Irvan khawatir


"Nggak apa apa mas, aku mau pipis!" sahut Dara berbohong sambil mencuci tangannya.


Sejenak ia duduk diatas cover toilet menunggu rasa pusingnya mereda sekaligus menunggu mimisannya berhenti.


'Kok aku jadi mimisan lagi sih? padahal sudah lama banget dari waktu itu!' gumamnya bertanya dalam hati.


Terlintas ingatan masa masa SD dimana saat itu dia dibully teman temannya karena fisiknya paling lemah, sering mimisan sampai jarang masuk sekolah karena sakit sakitan.


TOK TOK TOK!


"Dek sudah kah, kok lama banget? ayoo kita turun kebawah yok, barusan pas kesini mas bawakan sop ayam sama bubur masakan ibu, nanti keburu dingin nggak enak loh!" panggil Irvan sontak mengagetkan Dara yang sedang termenung


"Aah iya mas sebentar lagi aku keluar!" sahut Dara yang langsung bangkit lalu buru buru mencuci hidungnya.


JEGLEK!


"Loh mas Irvan mau ketoilet juga, kenapa gak pake kamar mandi yang lain?" tanya Dara saat mendapati Irvan masih berdiri didepan pintu kamar mandinya, dia mengira Irvan juga mau pake kamar mandinya


"Nggak, mas nggak lagi nunggu toilet tapi memang sengaja lagi nungguin kamu disini! kamu nggak apa apakan dek?" tanyanya sambil mengamati Dara dari atas kebawah dan tiba tiba matanya tertuju pada satu titik dicelana Dara.


"Ng.. nggak, aku nggak kenapa napa, memangnya aku kenapa?" tanya balik Dara menutupi yang dia alami barusan agar kakaknya tidak cemas


"Ayoo kita kebawah, aku gak sabar mau makan sop buatan ibu!" ajaknya melangkah duluan menuju dapur


Namun saat kaki Dara beranjak dari atas keset yang diinjaknya barusan, Irvan pun langsung menunduk memperhatikan keset itu dengan perasaan lirih sebab diatas keset itu ada bekas tetesan darah yang terlihat masih segar, dan sekalinya itulah yang menjadi alasan kenapa Irvan mau menunggu Dara keluar dari kamar mandi karena takut dia kenapa napa didalam.


Dengan Lirih diapun bergumam :


'Dek pas mas bersihin kamarmu sore tadi, keset ini masih bersih nggak ada noda apalagi bercak darah kayak gini, bahkan warnanya aja masih segar yang terlihat memang baru saja menetes persis dicelanamu juga. Dara, kenapa sih kamu masih saja menutupinya rasa sakit dari mas dek?' sambil mendangakan kepala kelangit langit


*Hii readera.... Sebelumnya saya mohon maaf buat semua, mungkin diepisode ini terlalu banyak keluh kesahnya Dara yang pastinya disekitar kita ada yang pernah atau memang mengalami kehidupan sakit sakitan seperti Dara yang entah itu bawaan dari lahir, faktor keturunan, atau juga disebabkan oleh lingkungan, dan juga keluhan masalah keharmonisan keluarga (broken home)


Buat mereka yang mengalami ini pastinya nggak enak banget menjalaninya apalagi kalau sampe dicap 'si fisik lemah' atau 'si penyakitan' bahkan nggak sedikit orang menuduhnya berpura pura supaya mendapat perhatian, jujur kata kata itu menyakitkan banget!


Hidup ketergantungan obat, siapa sih yang mau? obat itu rasanya engga enak, walaupun ada yang enakpun efeknya tetap aja merugikan, kan mending uangnya buat beli yang lain! Saya rasa semuanya mau hidup normal, hidup sehat, mau punya keluarga harmonis, kalau aja hidup bisa dipilih pasti semuanya minta hidup sehat sejahtera 😢.


Jadi, mohon jangan dibully orang yang mengalami penyakit rutin ataupun mengalami masalah keluarga (broken home)

__ADS_1


Semangat dan jangan pantang menyerah! buat yang mengalami hal seperti Dara 😊


__ADS_2