Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Selalu terbayang


__ADS_3


'Tapi nggak apalah dan aku percaya adikku ini sangat pengertian dia tidak mungkin mengadukan hal yang yang dapat menibulkan masalah, apalagi sampai harus dibesar - besarkannya!


Malahan aku jadi penasaran yang mama mau bicarakan tentang Arga barusan, kira kira apa ya?' gumam dalam hati


"Tadi kata mama Arga kenapa?!!" tanyaku sambil pura - pura santai.


"Oh iya hampir lupa, Arga itu loh sekalinya anak teman Mama waktu SMA!" Jawab Mama sambil menyuap makanan.


Yaa orang tua kami memang belum saling bertemu sebelumnya, juga belum sempat memperlihatkan foto mereka masing - masing.


Selama ini hanya sekedar menanyakan tempat tinggal dan pekerjaan saja, karena pikirku dan Arga itu urusan orang tua nanti.


"Lhoo Mama tahu dari mana kalau tante Maria mamanya Arga itu sekalinya teman Mama? kan bisa aja namanya aja yang sama?!" tanyaku lagi berharap itu hanya kebetulan namanya yang sama.


"Dara nggak percaya ya?! Mama kemaren abis ketemu sama dia dirumahnya tante Ria, sekalinya mereka itu iparan..." jawabnnya menjelaskan sambil tersenyum sumeringah seperti ada bunga bertebaran diwajahnya,


namun aku yang mendengar seperti sedang ada petir bagai mau datang badai melanda dalam diriku!


"Jadi dari kemaren Mama banyak ngobrol dong sama tante Maria...??!!" tanyaku agak kaku


"Iyaa, soalnya tante Maria itu kan teman pas pertama Mamah pas masuk SMA, kami satu kelompok pas masuk ospek..!" cerita Mamah dengan nada seru dan ekspresi bahagia.


Aku jadi tambah bingung dengan semua kebetulan ini, kemarin Arga memang mau mengantar Mamanya ketenggarong mendatangi tantenya, dan sekalinya tantenya itu adalah tante Ria pelanggan Mama yang kebetulan juga lagi memesan kue buat acara nikahnya siang ini.


Seingatku tante Ria itu sudah jadi langganan Mamah sejak aku masih SMP, jadi jauh sebelum aku kenal Arga.


"Tapi kok bisa yaa mah kita nggak saling tahu dari sebelum nya kalau tante Ria itu sebenarnya tantenya Arga?" tanya ku


"iya ya, padahal kan ka Arga juga sering ketoko mama tapi mereka nggak pernah kepapasan atau gimana gitu, atau sekedar cerita tentang tokonya mama!" tanya ku panjang lebar karena heran.


Tentunya aku sangat heran, aku sama Arga sudah setahun lamanya jadian, tapi nggak tahu sama sekali kalau tantenya adalah langganan mamaku, memang sih dia juga nggak pernah detile menceritakan masalah keluarganya, malah cenderung tertutup.


"Yaaa mungkin karena tante Ria lebih sering belanja online ditoko yang diantar kurir, jadi nggak pernah kepapasan sama Arga" jawab mama


"Lagian mamanya Arga juga katanya lebih sering tinggal di Jakarta ya sama Ayumi? jadi jarang kumpul sama keluarga, apalagi komunikasi ataupun sekedar sharing git!" jelas mama lagi sambil terus makan.


(Ayumi adalah adik perempuannya Arga yang bersekolah bersekolah disalah satu sekolah elite swasta DiJakarta)


Mamaku dan Mamanya ternyata sudah saling kenal, bahkan bisa dibilang mereka itu adalah teman lama yang baru saja bertemu kembali setelah beberapa belas tahun putus kontak, karena setahuku Mamanya Arga juga nggak pernah hadir dalam acara reoni sekolah...


Mereka pasti habis berbincang seru - seruan semalaman mengenang masa - masa sekolahnya dulu, juga pastinya mereka saling kaget satu sama lainnya karena baru tahu ternyata mereka adalah orang tua dari pacar masing - masing anaknya yang sudah hampir dua tahun ini.


'Aduuuh! terus gimana ya perasaan mereka, kalau tahu kenyataan sebenarnya sekarang bahwa dalam waktu yang sama sama baru tadi malam aku dan Arga putus..? apa lagi aku yang menyatakan putus, aku jadi nggak enak nih sama Mama dan tante Maria!' pikirku


"Daraaaaaa.....?!" panggil Mama dengan nada panjang sambil menaikan alis dan menatapku.


"eh i - iya Mah, terus, gimana tadi Mama kelanjutan nya??!" sahutku panik jadi salah tingkah.


"Aduuuuh lagi - lagi tentang Arga jadi bikin ngblank pikiranku!" bicara dalam hati


"Ada apa Dara, kok Mama perhatikan kaya ada yang kamu lagi pikirin??! cerita dong sama Mama..." Tanya Mama yang mulai curiga dengan tingkah ku.


Mungkin aku bisa menutupi airmata dan nada sedih ku, tetapi didepan mama aku tidak bisa menutupi kegalauan ku.


"Nggak ada apa - apa kok Mah, Dara cuma lagi a....." jawabku melambat karena belum sempet mikir cari alasan yang tepat.


"Kak Dara itu lagi stress Mah!!!" Tiba - tiba Doni nyeletuk seperti itu yang membuat piliranku jadi tambah buyar, karena jengkel langsung saja sekilas aku mempelototi nya sebagai kode ancaman!


"Stress kenapa???!!" tanya Mama tambah penasaran lalu melihat kearahku.


"A - anu Mah.... Daraaaa....." jawabku gugup sambil berusaha mutar otak yang lagi nggak bisa diajak kompak.


"Doni ini kenapa tiba - tiba jadi resek siiih???! Aku nggak mungkin cerita sekarang sama Mama masalah Arga..! pikiranku tambah kacau jadinya!!" geram ku dalam hati terhadap Doni sambil pura - pura garuk kepala

__ADS_1


"Masa Mama nggak tahu kalau kak Dara lagi stress?" tambahnya Doni memancing pertanyaan ke mama sambil matanya melirik licik kearah ku, juga memancing emosiku hingga membuat aku serasa ingin mencengkeram mulutnya!


Mama yang hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil masih menyantap sarapan nya dengan ekspresi kebingungan karena ucapan Doni.


"Jangan didengerin mah, Doni itu mulai kumat aneh - anehnya!" kataku membujuk mama agar mengalihkan pembicaraan


"Kak Dara itu kan lagi Stress karena ....... " tapi bukannya diam Doni malah meneruskan ucapannya, hingga aku terus perhatikan gerak bibir Doni yang sedang ingin mengucapkan sesuatu ke mama yang membuat hatiku jadi was - was!


"dia sebentar lagi mau Ujian Mah!!,


masa mama nggak tahu?!" Ucapnya dengan nada datar dan santai...


"Ooalaaaaah...! kirain ada masalah apa?!!" kata Mama sambil tertawa kecil.


CUUUUUUUUS!!!! tiba - tiba kepalaku yang sudah terasa seperti balon yang siap pecah dalam sekejap langsung mengempes.


Dengan memasang ekspresi muka sombong kearahku sambil memainkan alisnya, lalu kubalas dengan bibir manyun.


Setelah menghabiskan sarapan nya Mama izin mau langsung kekamar nya, dan kami pun paham mama sudah sangat lelah beberapa hari ini. Walaupun sudah ada beberapa pegawai di tokonya, tetapi mama yang nggak pernah absen untuk selalu turun tangan sendiri.


"Mama kekamar duluan yaaa?" Katanya.


"Iyaa Mamah istirahat aja, biar aku sama Doni yang rapihin rumah...!" jawabku tenang karena sementara sudah sedikit lega untuk masalah Arga.


Dirumah ku memang terbiasa apa adanya tidak bersikap terlalu kaku antara orangtua dengan anak - anaknya.


Setelah selesai sarapan, aku dan Doni pun mulai merapikan dapur. Tak ketinggalan Doni terus menerus mengeluarkan jurus jahilnya mengolok - ngolokku masalah yang tadi.


"Kakak, kakak belum terimakasih loooh sama aku!" ucapnya sambil mengambil piring kotor diatas meja.


"Ooowh jadi kakak harus ngucapin terimakasih?" Jawabku nyindir sembari mencuci piring.


"Nggak perlu sih kak!! aku lagi gak butuh ucapan kakak, tapi hanya perlu satu bantuan kakak!!" ucapnya sambil menebar senyum modus


"hmmmm... ternyata bantuin kakak karena ada tujuannya ya? owh begitu rupanya!" balasku mengolok dengan lirikan mata.


"Iyaaa deh kakak bantuin, emangnya kamu perlu bantuan apa sih? Tapi kamu janji yaa jangan sampe keceplosan masalah Arga, soalnya nanti kakak sendiri yang mau cerita sama mama!" pinta ku


"okee siap boss tenang aja!!" Jawabnya


Kelakuan seperti ini hanya sebuah kebiasaan kecil didalam rumah kami, terbiasa becanda gurau. Walaupun tanpa pamrihpun kami pasti akan saling membantu sama lain, ini salah satu yang Mamah ajarkan pada kami selain kesederhanaan.


Tetapi selain itu memang aku akui pemikiran Doni yang begitu lincah, entah bagaimana dia bisa berpikir lebih cepat dan tepat mendapatkan sebuah alasan untukku, padahal anak ini baru duduk dikelas tujuh atau kelas satu SMP.


PRAAAAAAAAK!!!! (suara gelas terjatuh)


"Aduh, kok tanganku licin banget sih?!" kagetku karena gelas yang baru saja ku bilas tiba tiba terlepas dan jatuh pas di ujung washtufell.


Dan entah kenapa setelah itu perasaan aneh yang bikin aku nggak nyaman seperti tadi subuhpun mulai kembali lagi, rasanya sulit digambar lkan, ada rasa berdebar, khawatir, cemas, takut, ngeri, dll yang pada intinya bikin bikin aku gelisah.


Ditambah gelas yang jatuh ini adalah gelas couple hadiah ulang tahunku pemberian pertama dari Arga. Dengan hati hati akupun mengambil gelas yang sudah retak itu dengan perlahan, rasanya takut kalau sampai rusaknya betambah parah.


Entah mengapa jari - jari tanganku mulai bergetar, ku perhatikan dengan seksama disekelilingnya yang ternyata bukan hanya retak saja tetapi gelas ini sudah terbelah dan tidak mungkin lagi bisa untuk diperbaiki /di lem,


Nyeeeesss!! tiba tiba ada perasaan


ngilu dihati setelah melihat keadaan gelas ini.


"yaaaah...!! sudahlah.. mau gimana lagi? akukan nggak sengaja juga menjatuhkannya.." gumamku berusaha menenangkan diri yang padahal gak ihklas.


Sambil pura pura tidak terjadi sesuatu, akupun segera beralih kepekerjaan rumah yang lainnya.


"Cuci piring sudah, sekarang lanjut menggiling baju, abis tuh nyapu, terus ngepel deh!" kataku sambil mulai mengerjakan yang barusan aku sebutkan.


Setelah semuanya selesai, akupun langsung menuju kelantai atas berniat membersihkan kamarku.

__ADS_1


"Doni, Sisanya kerjaan lainnya kamu yang kerjakan yah? kalau pakaian tinggal jemur Don!" pintaku kepada Doni yang sedang asik nonton kartun emon favoritnya.


"Iya kak siap!!" sahutnya, lalu aku segera naik tangga menuju kamar.


"Aaaaach....! Masih rapi ternyata kamarku ini...!" Sorakku sambil tersenyum sendiri karena merasa lega saat melihat keadaan kamar masih bersih dan rapi


Karena jenuh akupun mengambil handphone yang masih kukantongi, sambil berbaring malas - malasan, kulirik kearah ac yang keadaannya tidak nyala namun ada yang aneh rasanya,


"Kok dari kemaren udaranya dingin ya? tumben banget biasanya nih ac kan nggak pernah nggak nyala! Padahal lagi nggak mendung, malahan matahari diluar lagi cerah banget!" gumamku keherannan sambil menatap keluar jendela


Saat melihat handphone yang ku genggam, ternyata ada dua pesan masuk yang aku gak tau kapan masuknya karena handphonenya memang masih terhubung dengan headset.


"hmm.. palingan si Arga lagi!" pikirku mulai bosan sambil memulai membuka pesan yang pertama.


"Dara gimana kabar mu, kenapa gak ngabarin dari kemaren?!!.."


'Owh ternyata chat dari Kiki, pesannya masuk dari jam tujuh pagi tadi, berarti pas aku lagi bikin roti bakar sama Doni!" pikirku mengingat ingat.


Kemudian ku lanjutkan membuka pesan yang ke dua:


"Kok belom ada dibalas dari tadi? kamu gak kenapa2 kan?!" dan yang ini pesannya masuk satu jam setelah yang pertama!


'Aduuh Kiki ini memang sahabatku yang perhatian banget siih, cepat balas deh takutnya dia khawatir!' pikirku sambil mulai mengetik


"Aku gak apa2 Ki, tadi abis sarapan terus beres2 rumah dulu, gak tau kalau kamu sms, maaf yooo!?" balas ku.


Setelah itu aku merebahkan badanku yang terasa lelah dan masih agak mengantuk, ku bentangkan tangan lalu mencoba pejamkan mata, walau badanku terasa lelah namun tidak ada keinginan untuk tidur.


"Hmmmm.... Kok aku merasa Be-Te begini yaa?" pikirku.


Setelah selesai dengan semua rutinitas pagi ini, aku mulai merasakan ada yang aneh, ada yang tidak biasa, tiba - tiba terasa sunyi walaupun sebenarnya ada Mama dan Doni, tetapi rasanya tetap ada yang kurang...


Aku pun kembali membuka mata, melihat kembali handphone yang masih di telapak tanganku, ku scroll aplikasi yang biasa ku gunakan untuk melihat - lihat berita dan status teman teman disosmed.


"Hmm... nggak ada yang menarik!!" gumamku.


Ku lihat beberapa postingan teman ada yang lagi jalan sekeluarga, teman satu genk, sama gebetan, sama paa....caar... aaiiiis....!!!!!


(jiwa jomblo meronta)


Kalau kemaren kemaren biasanya pasti lagi asik telponan atau chatingan sama Arga, Saling menanyakan keadaan, kerjaan rumah, makan, bahkan rencana jalan jalan, Huuuuaaaa!!.. kayak ginikah rasanya jadi jomblo? padahal baru beberapa jam tapi sudah merasa kesepian berbulan bulan


"Tuuhkan lagi lagi jadi kepikiran tentang dia!


tadi aja aku sampai tidak bisa konsentrasi saat lagi ngobrol sama Mama, pas Mama nyebut namanya tiba tiba otakku langsung buyar nggak karuan! huuuft, Untung aja Doni peka terus cepet bantuin cari alasan dengan tepat!"


Dan kenapa disaat aku dan Arga sudah putus baru ketahuan kalau ternyata mamaku dan mamanya sudah berteman lama bahkan saat masih sekolah!


"Owh tante Mariana, apa tante tahu apa yang sudah Arga lakukan sama aku.!!" dumelku sambil gregetan mengingat kelakuan Arga yang brengsek.


"Sudah Daraaa... sudah....!! cukup cukup nggak usah diingat lagi, oke?" Bujukku menenangkan diri sendiri sembari mengusap dada.


Terus bakal sampai kapan aku begini?


Gimana ya cara supaya bisa pulih kembali?


Adakah caranya supaya cepat melupakannya?


Bahkan belum ada 24 jam saja aku sudah nggak kayak orang stress!!


"Apa - apaan sih aku ini, belum tentu juga dia lagi mikirin aku, buktinya dia nggak ada usaha lagi sampe sekarang, yaa jelaslah malah sekarang bisa jadi dia lagi senang senang dengan yang lainnya!" sepintas pikiran plin plan ku masih berharap Arga mengajak balikan


Namun pikiran negatifku juga mulai kembali menghasut dan mengingatkan kejadian siang itu yang membuat aku kembali membencinya.


"Sudahlah, buat apa aku mengharap cowok yang seperti itu lagi, bukankah masih banyak cowok baik diluar sana?!" pikiran menepis bayangan Arga

__ADS_1


"mulai hari ini aku akan memulai kebiasaan yang baru, kebiasaan tanpa kabar dari Arga!" semangat baru menggebu, Namun


"Jadi mulai besok aku dan dia kalau bertemu disekolah akan sebagai teman biasa atau bahkan bisa sebagai orang lain yang tidak saling kenal?" sambil membayangkan bila kepapasan dengan Arga disekolah


__ADS_2