
'Aku gak tau hidupku ini benar atau salah,
orang orang disekitarku asli atau palsu,
yang mereka katakan jujur atau bohong,
aku buta walaupun bisa melihat,
tuli walaupun bisa mendengar,
mati walaupun hidup!
Saat ini aku seperti terlempar dikehidupan lain, dikehidupan yang aku tidak tau asal usulnya, bahkan hidup diraga yang aku tidak kenal siapa dirinya, yang mereka katakan hanyalah Nama panggilanku Dara seorang mahasiswi semester satu yang harus cuti selama pengobatan dikota Berlin ini, Mamahku Aina chef pastry yang punya toko kue didekat rumah kami, Adikku Doni anak kelas tiga SMP sang Gamer dan ahli beberapa bahasa asing, dan pacarku Arga anak pintar yang bukan hanya dibilang pelajaran tapi juga jago banget main musik, kalau Papahku..kata mamah namanya Haris tapi sampai sekarang aku belum pernah bertemu dengannya karena sampai saat ini dia belum juga datang menjenguk ku.
Aku dirawat disini karena rekomendasi pamanku yang memang seorang dokter ahli bedah disalah satu rumah sakit diSingapore dan itupun atas permintaan kakek. Mereka bilang aku harus menjalani beberapa terapi dan penelitian karena adanya kelainan didarahku yang sering berkurang secara tiba tiba dan hanya cocok dengan satu pendonor saja, yaitu kakakku Irvan yang sekarang ada diIndonesia, sedangkan Arga pacarku katanya abis kecelakaan motor sudah lebih dari setahun lalu yang mengakibatkan tulang belakangan patah hingga dia hampir lumpuh, namun berkat beberapa kali operasi sekarang sudah tahap pemulihan.
Dari handphone Arga ada banyak tersimpan foto dan beberapa vidio disaat kami bersama, hal itu membuat aku yakin kalau aku ini memang beneran pacarnya, namun dihandphone mama tidak ada tersimpan apapun karena dia bilang handphone lamanya hilang saat diperjalanan kerumah sakit ini katanya, tapi untungnya Arga ada menyimpan beberapa foto saat bersama keluargaku yang membuat aku jadi percaya bahwa mereka juga memang beneran keluargaku.
Hanya saja Arga tidak menyimpan fotonya papah dan kakakku, jadi aku gak tau wajah mereka seperti apa, media sosialku juga terkunci privasi jadinya gak bisa dibuka karena aku gak inget passwordnya!' gumam Dara dalam lamunannya
"Kamu kenapa beib kok murung?" tanya Arga
"Aah! Nggak apa apa aku cuma agak pusing sama sedikit mual.." jawab Dara dengan sedikit senyum
"Aku panggilin doktermu dulu ya?" kata Arga mulai memutar kursi rodanya
"Eeh gak usah beib, ini memang efek dari obatnya! aku cuma belum terbiasa aja jadinya masih agak kurang nyaman, kata dokter obat yang aku minum ini memang banyak efek sampingnya, apalagi obat penambah darahnya bikin aku takut duluan sebelum minum, soalnya kalau sudah minum itu jantungku langsung berdebar debar nantinya!" ucap Dara mengeluh
"Yang sabar dong beib semua obat pasti ada efek sampingnya, tapi kalau kamu gak minum nanti malah jadi lama sembuhnya. Udah sekarang diminum dulu yang mana tadi kamu belum minum? nanti gini aja, supaya kamu nggak terlalu ngerasain efek dari obatnya mendingan dibawa jalan jalan liat pemandangan, sekalian temenin aku ngelancarin jalan gimana, pasti suntukkan sudah hampir seminggu dikamar terus?" tawaran Arga menyemangati sembari mengambilkan obatnya
"Iya aku mau!" tanggapan Dara menyetujui sambil menerima obat yang disiapkan Arga lalu meminumnya.
Darapun langsung turun dan bersiap memakai jaketnya lalu pelan pelan mendorongkan kursi roda Arga untuk mengantar kekamarnya. Setibanya dikamar, Arga langsung menaruh kursinya dan mengganti dengan satu tongkat untuk menopang tangan kanannya.
"Sini aku bantu!" kata Dara sambil dengan lembut merebut jaket tebal ditangan Arga lalu memakaikannya
"Aduh calon istriku memang pengertian banget ya? gak salah aku milih kamu!"
"Iiih apaan sih kamu nih!" gombalan Arga membuat Dara merona
__ADS_1
Walaupun Dara tidak ingat apapun tentang cowok dihadapannya ini, tapi perasaan tidak asing meruntuhkan dinding kecanggungan yang membuatnya langsung sangat akrab.
"Sudah? Ayoo jalan, gandeng tanganku dong beib!" pinta Arga yang mulai melangkah sambil merenggangkan lengan kirinya, ia berharap Dara menyelipkan lengan lalu menggandengnya selama perjalanan.
"Jangan begitu nanti aku jadi beban, mendingan begini aja, nah jadinya kamu bisa bertopang sama aku!" kata Dara yang langsung kelingkarkan lengan Arga dibahu bermaksud supaya Arga merangkulnya.
"Kamu ini, aku berat loh! nanti kalau aku jatoh kamu jadi ikut jatoh juga gimana?"
"Yaa nggak apa apa, memang seharusnya seperti itu kan?" Jawab Dara yang seketika membuat Arga tersenyum namun matanya berkaca kaca.
Sambil berjalan menuju taman, Arga pun mengingat kejadian lima hari lalu saat pertemuannya dengan bu Aina dirumah sakit ini. Saat itu dia bersama satu suster dan satu ajudan papahnya sedang mengambil hasil terapinya diruangan samping ICU dan tidak sengaja bertemu dengan bu Aina didepan ruang tersebut.
"Tante Aina?" tegur Arga ragu ragu.
"Hah, Arga? beneran Arga?" Dengan mata sembab Mamahnya Dara pun mengamati orang yang menegurnya, dia terlihat bingung antara percaya dan tidak dengan apa yang ditemuinya, perlahan dia mendekati kursi roda Arga hanya untuk memastikan kenyataannya.
"Iya tante saya Arga! tante ngapain ada disini, siapa yang lagi sakit?" basa basi Arga meyakinkan ibu dari pacarnya
Sontak bu Aina langsung menutup mulutnya dengan buliran airmata mulai berjatuhan membasahi pipinya.
"Hikshiks.. Aa.. Arga, Arga ini bener bener kamu nak, kamu kemana aja? Dara terus terusan menunggu kabarmu! Hikshiks..." kata bu Aina sampai terjongkok lemas disamping kursi roda Arga
"Yaa ampun, ayoo berdiri tante duduk lagi disitu!" pinta Arga tidak tega sekaligus tidak enak hati melihatnya
"Tante maaf sebelumnya, aku sebenarnya sudah tau kalau Dara sakit semenjak kepergianku." pengakuanya takut takut
"Apa, kamu tau, tau dari mana? dan selama ini kenapa kamu gak ada ngasih kabar?" tanya bu Aina penasaran
"Iya tante aku selalu baca media sosialnya Dara dan Amira tanpa berani berkomentar apapun. Tante lihat sendiri keadaanku sekarang ini belum pulih total dan masih butuh beberapa bulan lagi untuk terapi, aku yang cuma bisa duduk dikursi roda seperti ini bisa apa? belum lagi kekangan dari Papahku yang melarang aku berkomunikasi dengan saudara bahkan sama mamahku sendiri.
Aku sama sekali gak ada kebebasan selama dibawah pengawasan papahku, jadinya aku memutuskan mengundurkan diri dari kehidupan masa lalu ku diIndonesia termasuk kebersamaanku bersama Dara, aku berharap dia melupakan aku dan menemukan laki laki lain yang tidak cacat seperti aku!" ucapnya, namun kata kata itu justru membuat bu Aina tabah tersedu sedu mendengarnya
"Arga, apa kamu gak tau nak betapa menderitanya Dara semenjak kepergian mu yang tanpa kabar itu? dia berbulan bulan terus menangis, dia tidak lagi nafsu makan, bahkan tidurpun maunya memeluk almamater sekolahmu yang kamu titipkan pada Amira, dan keadaan Amira pun sekarang... Hiks..." bu Aina tidak sanggup melanjutkan ceritanya
"Tante aku tau apa yang terjadi disana, karena ada orang kepercayaanku yang selalu memberi kabar ke aku, kalau aja aku sehat pasti aku gak akan tinggal diam buat ngasih pelajaran sama cowok yang bernama Betrand itu! tapi sayangnya aku yang sekarang ini bisa apa? bahkan berjalanpun harus dibantu dengan alat seperti ini!" ucap Arga meratapi nasib dikursi rodanya
"Arga kamu jangan ngomong gitu nak! kamu yang sekarang ini juga karena sudah menyelamatkan Dara, kalau bukan karena kamu mungkin anak selemah itu pasti sudah gak ada, tapi kalau kamu menyesalinya juga tante terima karena memang kenyataannya kamu jadi begini gara gara anak tante itu! Hiks.."
"Nggak tante nggak, ini semua memang pantas aku dapatkan! kalau aja dari awal aku cerita kalau Amira itu sebenarnya sepupu ku, pastinya kesalahan pahaman antara aku dan Dara gak akan terjadi, pastinya dia gak akan marah bahkan sampe lari kejalan tanpa melihat lebih dulu situasi dijalan itu, dan dia sampai seceroboh itu cuma untuk menghindar dari aku yang terus mengejarnya. Aku pantes menerima ini tan, aku rela jadi begini, hanya saja yang bikin aku jadi gak rela adalah keadaan Dara yang sekarang ini dimulai gara gara kesalahan yang aku buat itu!" Ucap Arga menyesali, lalu bu Aina mengelus elus punggung anak sahabat SMAnya itu.
__ADS_1
"Kalau gitu kita anggap aja ini kesalahan bersama yang memang sudah takdirkan Tuhan, mau gimana dan siapapun yang kita temui tetap aja seperti ini jalannya. Nak, kalau memang kamu tau sejak awal sampai saat ini berarti kamu juga sudah sangat tau kondisi Dara sekarang?"
"Iya Tante, aku tau Dara amnesia karena trauma tapi aku sama sekali gak tau kalau Dara akan dirawat disini karena terakhir aku dengar rencananya mau bawa keBelanda."
"Iya memang, tapi setelah rundingan selama dua hari akhirnya diputuskan disini. Kalau Arga sendiri apa dirawat disini juga?" tanya bu Aina dengan lembut
"Nggak tan, aku sebelumnya dirawat dirumah sakit Amerika. Tahun ini aku baru aja akan masuk kuliah dikota ini, karena papahku sudah dari tahun lalu menyiapkannya dan rumahku juga ada didekat sini.
Tapi tante, aku mau minta izin sama tante, kalau boleh aku mau nemenin Dara berobat disini. Aku sebenarnya cuma menjalani terapi aja dirumah sakit ini, tapi dirumahpun aku cuma sama suster dan penjaga, aku kesepian, dan juga... dan juga aku kangen sama Dara, tolong beri aku kesempatan memperbaiki kesalahanku dimasa lalu!"
Cuplikan:
Irvan : Iya bagus ya aku dilupain lagi! aku nggak ada muncul muncul lagi kan? Thor keluar kamu!
Indra : Aduh Van kamu ini kenapa sih, baru juga sembuh sudah bikin ribut lagi disini? (sambil menaham Irvan)
Rina : Iya Van, bilangnya sudah agak tenang kemaren?
Irvan : Lepasin aku Dra!
coba kamu pikir Rin, kalau cuma nunggu Dara sehat aku rela, tapi sekarang sudah muncul Arga, apa maksudnya ini? apa aku akan dibuang? apa aku bener bener bakal dilupain?!
Mutya : Hooaams! (garuk rambut)
ada apa lagi sih? ganggu tidur orang aja!
Irvan : Mbak mut aku gak rela naskah ceritanya kayak gini, ganti, ganti!!
Mutya : Aduh aku beneran gak tau Van siapa yang udah bikin skenario episode ini, aku kira kamu yang naro catatan naskahnya?
Arga : Ehem! saya yang bikin, sampai Episode ini saya yang sudah nulis ceritanya kak!
Irvan: kamu lagi kamu lagi! aku ini baru aja mau....
Dara : Beib, kamu ngapain disini? (mendekati Arga)
Irvan : Dek? (mengangkat tangan)
Arga : Gak ngapa ngapain, yuk kita jalan jalan lagi calon istriku! (merangkul)
__ADS_1
Dara : Ayoo! (pergi begitu saja)
*Nah jadi gimana ya cerita selanjutnya? ayoo yang punya ide bagi - bagi dong idenya!