
"A apa? mukanya Adhi dilempar uang sama Betrand?!!" tanya Irvan gregetan
"Iya mas, mana didepan banyak orang lagi! Eh, kok mas Irvan tau namanya Betrand, kan aku belum kasih tau kalau namanya Betrand?" tanya Dara bingung
"Ah, apa? a..adek lupa kali, kan Adek sendiri yang tadi bilang 'kakak senior ku yang namanya Betrand!' begitu, iya adek bilang begitu tadi! masa lupa?" Jawab Irvan salah tingkah karena keceplosan
"Masa sih? perasaan belum ada nyebut namanya!" gumam Dara kebingungan sambil mengingat ingat
"Sudah sudah nggak perlu dibahas soal itu, yang penting kapan adek mau ngurus pindahan? masalah kampus biar mas bantu cari rekomendasinya nanti!" kata Irvan mengalihkan topik
"Yaaah mas, nanti dulu ya? tunggu satu smester aja, aku nggak enak sama Amira kalau langsung pindah begitu.." rengek Dara
"Iya tapi nanti kalau ada yang macem macemin kamu disitu gimana? kamu ini sudah mau dewasa masih aja polos gampang dibohongin orang!" kata Irvan menekan karena cemas
"Iih mas nih tega banget bilang aku gampang dibohongin! berarti selama ini mas sering bohongin aku yah?!" dengan mata sinis Dara mulai curiga
"Kok jadi mas yang dicurigain sih? memangnya mas ada tampang bohongin adek, memangnya adek gak percaya lagi sama mas?!" tanya Irvan takut ketahuan
"Yaa justru karena aku sangat percaya sama mas, jadi apa salahnya aku juga berpikir positif sama orang?" jawab Dara polos
"Ck, aduh adeeeek!! mana bisa kamu sama samakan semua orang? kita mana tau isi hati dan pikiran mereka? seorang preman belum tentu hatinya jahat, begitupun seorang guru belum tentu semuanya berhati mulia!" kata Irvan membandingkan
"Iya mas, aku paham, aku janji akan berusaha jaga diri dan selalu pulang tepat waktu!" Dara berusaha meyakinkan Irvan
"Haduh memang susah bujuk anak keras kepala, besok pas abis antar adek kekampus suruh Adhi datangin mas kekantor ya?"
"Mau ngapain mas? terus datangin kantornya juga yang mana, kantornya mas Irvan kan banyak?!"
"Yaudah kamu kirimin aja nomor hapenya dia entar mas sendiri yang hubungin dia!" jawab Irvan
Irvan cuma mau cari alasan bisa deket sama Adhi padahal Adhi itu memang suruhan sekaligus sahabatnya Irvan sejak SMA, hanya saja mereka selalu berkumpul diluar rumah jadinya Dara nggak pernah tau tentang Adhi.
(Besoknya pulang kuliah)
"Mbak Dara sini!" panggil Adhi sambil melambai
"Eh mas Adhi disitu, lhoh motornya parkir dimana mas?" tanya Dara yang tidak melihat motor yang biasanya
"Niih!" tunjuk Adhi dengan jempol kearah belakangnya
"Loh loh, maksudnya mas bawa mobil?" tanya Dara terkejut saat Adhi menunjukkan sebuah mobil mini dibelakangnya
"Iya ayook, nanti saya ceritain dijalan!" kata Adhi sambil membukakan pintu mobilnya ke Dara
PROK PROK PROK!
"Wiiiih hebat ya, tukang ojeg online yang kemaren masih bawa motor hari ini sudah bawa mobil baru! coba liat, jok belakangnya aja masih terbungkus plastik! ngomong ngomong omset sehari berapa juta sih mas? saya mau ngojeg juga dong!! Hahahaha!!" ejek Betrand yang tau tau menghampiri bersama beberapa temannya yang ikut menertawakan Adhi
"Kak Betrand apa apaan sih kayak gitu? nggak baik tau suka merendahkan orang!" tegur Dara tidak suka
"Loh Dara kamu kan bukan orang susah, kenapa juga harus ngojek setiap hari? bukankah orang tuamu mampu memberikan kamu sebuah mobil pribadi?!" kata Betrand mengingatkan status Dara
"Biarpun orang tuaku mampu belikan aku sepuluh pun tapi kalau aku nya yang nggak mau memangnya kenapa? aku memang lebih senang diantar!" Jawab Dara
"Iya tapi gak harus sama tukang ojeg kan, lebih baik aku yang antar jemput kamu pake mobilku yang lebih bagus lagi dan mau kemanapun kamu pasti aku antarin deh!!" kata Betrand menyombong
Amira yang sekalinya sudah memperhatikan mereka akhirnya menghampiri.
"Ehem! kak Betrand ada apalagi ini, biarin Dara pulang, kan aku pernah bilang dia butuh istirahat tepat waktu!" Kata Amira berusaha melindungi Dara
"Tapi Amira, kan lebih baik Dara sam......"
"Sssttttt!! Udah udah kak!" ucap Amira menepis perkataan Betrand
"Dara maafin kak Betrand ya, dia memang kebiasaan dimanja orang tua jadinya bersikap semaunya, yaudah kamu hati hati dijalan, dan mas Adhi juga pelan pelan aja nyetirnya!" pesan Amira sambil menutupkan pintu Dara
Setelah Dara pergi Betrand pun protes sama Amira,
"Amira apa apaan sih kamu! kok Daranya dibiarin pergi sama ojek, akukan mau antar dia!" kata Betrand gregetan
"Kelakuan kayak gitu mau ngantar? mana mau dia!" kata Amira merendahkan
"Maksudnya kelakuan apa?!" tanya Betrand bingung
"Kali ini traktir aku dulu, baru aku jelasin semuanya ke kakak!" tawaran Amira, Betrand pun berpikir sejenak kemudian akhirnya mau juga
__ADS_1
"Okeh! tapi janji yaa jawab semua yang aku tanya kekamu?!" Betrand menawarkan kesepakatan
"Iya ayooo..." sahut Amira sambil langsung menggandengnya, lalu Betrand menyuruh teman lainnya bubar
(Dimobil, Dara)
"Apa, jadi tadi mas Adhi dipanggil sama mas Irvan kekantornya cuma buat ngasih mobil ini doang?" tanya Dara sumeringah
"Iya mbak, tapi saya mau pake mobil ini cuma buat antar jemput mbak Dara aja!" katanya
"Lhoh kok gitu, memangnya mas Irvan ada nyuruh gitu apa?" tanya Dara tidak percaya
"Nggak ada sih mbak, malahan si Irvan eh mas Irvan maksudnya, anu.. dia nyuruh saya bawa mobil ini aja buat ngojek, tapi saya sayang sayang kalau buat bawa orang lain, lagian kalau ngojek pake motorkan bisa lebih cepat dijalan!" Jawab Adhi yang hampir keceplosan
"Iya memang sih mas, aku juga sebenarnya lebih senang naik motor jadi kalau lagi buru buru bisa nyalip, sst sst sst gitu, Hehehee!! tapi, kita nurut aja dah daripada dimarahin sama pak lampir nanti malah jadi berabe kan? Hehehe!" Ucapnya Dara mengolok Irvan yang tanpa sadar kalau sebenarnya Irvan sedang memperhatikannya dari kantor karena ia sudah menyelipkan cctv mikro didalam mobil, tepat dihadapan Dara!
(Waduh!!)
.
.
.
(Dalam cafe, Amira)
"Ayo dong Amira kamu kapan nih mulai ceritanya?! kamu sudah habiskan semua ini masih belum ada cerita apa apa dari tadi, mau bohong ya gara gara cuma mau ditraktir doang sama aku!" Kata Betrand ketus
PRAAAK!!
"EEH! kak Betrand hati hati ya sama mulutmu! Apa kamu lupa kalau kamu sekarang kuliah dikampus siapa dan gimana cara kamu bisa masuk kesitu?! Jangankan cuma makanan segini bahkan harga dirimu bisa aku beli!!" Bentak Amira sampai menggebrak meja
"Aaah iya iya maaf Amira, ampun! sudah sudah... sudah ya.. sudah.... malu diliatin orang!" mohon Betrand berusaha menenangkan emosi Amira
"Aduh Amira, tolong jangan diambil hati ya ucapan ku tadi.." pinta Betrand yang baru ingat status dirinya kalau Keluarga Amira lebih kaya dan tersohor dibanding keluarganya
"Haaaaah! sudahlah kakak lupain aja Dara..!" kata Amira sambil melanjutkan makannya
"Apa? lupain Dara, apa maksudnya?" Tanya Betrand bingung
"Pada intinya, Kakak itu nggak bakal bisa mendapatkan Dara!" Ucap Amira
"Yang matahin semangat tuh bukan aku, tapi kakak sendiri yang sudah mencoreng muka kakak didepan Dara! kemaren bilangnya mau belajar mengikuti sifat Arga, tapi baru sehari sudah menyimpang jauh dari sifat Arga!" kata Amira
"Loh akukan memang mau belajar ngikutin sifat Arga, nah buktinya seharian ini aku nggak ada kan dekat sama cewek cewek manapun kecuali kamu ini, itupun terpaksa karena aku mau tau cara bisa deketin Dara!" jelas Betrand
"Aah kakak ini, sekalinya gak paham maksudku kemaren dan setengah setengah belajarnya! nih ya aku kasih tau semua sifat Arga, tapi dengerin betul betul biar nggak salah lagi!"
"Iya cepetan!" desak Betrand tidak sabaran
"Jadi selain setia dan ganteng, Arga itu tetap rendah hati walaupun dia anak orang kaya (Mulai mengenang Arga), dia gak pernah menyombongkan diri sama sekali, yang ada dia malah suka membantu kalau liat orang yang lagi kesusahan, walaupun sikapnya dingin tapi dia nggak pernah bersikap apalagi berkata kasar sama orang,
disemua mata pelajaran nilainya bagus, bakat di olah raga sama musiknya jago banget, sampai sampai saat nembak Dara dia sambil nyanyi diatas panggung, terus dia juga..... hiks... (menceritakan detail tentang Arga)"
"Oowh begitu, tapi kok kamu tau banget sih semua tentang Arga? terus kenapa sampe nangis gitu ceritanya!" sambil menyodorkan tisue
"Karena aku itu sebenarnya hiks..... aku.. aku kangen baget sama Arga, dia temanku sejak kecil..!" jelasnya
"Ya ampun! memangnya dia kemana sih, denger denger sampe sekarang nggak ada kabarnya ya?" tanya Betrand yang cuma dijawab anggukan oleh Amira yang sibuk menghapus airmata
"Hmmm.... kalau buat nyaingin Arga sih memang berat kayaknya, bahkan aku nggak ada apa apanya, tapi kalau mencoba untuk sekedar menyamakan aja pasti bisa kan?" Amira pun tersenyum melihat tingkah Betrand yang berusaha menirukan gaya keren Arga yang malah jadi terlihat lucu baginya
.
.
.
(Setelah ujian satu semester)
"Dara, mukamu pucet banget sih? pasti kebiasaan belajarmu yang lupa waktu kumat lagi ya?" tanya Amira saat menghampiri Dara yang masih merapikan alat tulisnya didalam kelas sendirian
"Ah nggak juga kok, aku cuma agak susah tidur aja beberapa hari ini, ya mungkin terlalu tegang karena menghadapi ujian pertama kuliah kali ya? yuuk!" Jawab Dara sambil melemparkan senyum tipis ke Amira, kemudian dia mulai berdiri dari duduknya namun,
BRAAAK!!
__ADS_1
"DARA?!!"
teriak Amira yang kaget melihat Dara oleng hampir jatuh sampai terbalik kursi, untungnya dengan sigap Amira menahan tubuh Dara yang lebih kecil darinya
"Dara kamu kenapa, aku antar ke dokter ya?" tawaran Amira sambil merangkulnya
"Aku nggak apa apa Amira terima kasih, cuma pusing sedikit aja kok!" sahutnya sambil bersandar dibahu Amira
"Yaudah tunggu pusingmu agak mereda baru kita keluar, bawa minyak angin nggak?" tanya Amira lalu Dara menunjuk kearah tasnya
"Haay Amira, Dara, kok masih disini..... Loh Dara kenapa?" tanya Betrand yang langsung menghampiri saat kebetulan lewat didepan kelas mereka
"Nggak apa apa kak..." Jawab Dara yang lemas dibahu Amira hampir tak sadarkan diri
Karena curiga Betrand mencoba memeriksa suhu dan tekanan Dara yang kebetulan dia belajar dari mamahnya yang seorang dokter umum.
"Dara ini.. sakitnya apa sih? kok badannya dingin begini, mana susah banget lagi terabanya?" kata Betrand saat ingin mencari denyut nadi dipergelangan tangan Dara
"Aku kurang inget juga nama penyakitnya pas waktu SMA dulu, pokoknya dia itu nggak bisa kecapean, kalau kecapean atau tertekan darahnya bisa tiba tiba ngeDrop?!" jelas Amira sambil menggosokan minyak angin, lalu seketika itu Amira dan Betrand langsung saling melotot.
"GAWAT!!" teriak mereka kompak
Kemudian dengan cepat Betrand mengendong Dara menuju kemobilnya yang terpakir tidak jauh dari kelas disusul Amira yang membawakan tas mereka.
"Siapa yang nyetir?" tanya Betrand gugup sambil membaringkan Dara di bangku belakang
"Kakak aja, aku takut nggak konsen!" jawab Amira yang lebih gugup darinya
"Yaudah, tolong usahakan Dara tetap sadar ya jangan sampe dia tertidur pulas!" Pesan Betrand
Kemudian mereka melaju keluar gerbang tanpa memperhatikan jemputan Dara yang sudah menunggunya didepan.
ZRRrrrTT!!!
"Hallo Dhi ada ap....."
"Van gawat! Dara nggak ada dikampus!" kata Adhi gugup
"Maksudmu apa sih, jam segini kan seharusnya memang sudah dirumah?!" tanya Irvan bingung sambil melihat jam
"Iya, tapi aku ini masih dikampus nungguin dia dari tadi nggak muncul muncul, handphonenya nggak aktif bahkah sampai gerbang kampusnya sudah hampir ditutup sekarang!!" kata Adhi menjelaskan
"A..apa, bagaimana bisa? ini sudah lewat tiga jam dari seharusnya!" tanya Irvan mulai panik
"Aku sudah tanya semua yang keluar dari kampus tapi mereka nggak ada yang liat dia dari pas jam pulang tadi!" jawab Adhi
"Betrand? Amira? apa mereka masih ada?!"
"Mereka seperti biasa sudah pulang berdua dari tadi, tapi nggak tau kenapa tadi Amira duduknya dibelakang!" jawab Adhi
"Dibelakang? kamu yakin mereka cuma berdua?" tanya Irvan curiga
"Iya, dari dalam kampus mobil Betrand keluar terburu buru, di bangku depan kosong soalnya Amira dibelakang, yaa mungkin mereka lagi berantem!" kata Adhi
"Nggak mungkin, itu pasti ada Dara didalamnya! kalau mereka bertengkar ngapain Amira mau ikut mobil Betrand kan dia punya mobil sendiri!" Kata Irvan menerangkan
"Aah iya juga ya?! kalau gitu aku cari tau dulu mereka dimana!" ucap Adhi lalu langsung mematikan telponnya
'Aduh Gawat ini, Irvan mana mau datang kekampus ini lagi, aku harus cari Amira dulu, kemaren nomornya masih tersave kayaknya!' gumam Adhi yang nggak enak hati sama Irvan
.
.
TUUUUT!!....CLEK
"Lena, tolong batalkan rapat sore ini ya, sekalian panggilkan Johan sekarang keruangan saya!"
"Tapi pak inikan rapat....."
"Sudah, bilang aja ditunda dulu, saya ada urusan mendesak, nanti kita atur lagi waktunya rapatnya yang baru kalau urusan saya sudah salesai!"
"Baik pak!"
TOK! TOK!
__ADS_1
"Kata Lena Pak Irvan panggil saya?" tanya Johan pegawai baru Irvan
"Iya benar Jo, saya mau minta tolong kamu supirkan saya dulu sore ini dan itu kunci mobilnya, nanti saya hitung lembur sama bonus!" Jawab Irvan sambil tergesa gesa makai jas nya dan dengan semangat Johanpun segera menurut