
Karena akan melalui perjalanan yang memakan waktu cukup lama, maka dari itu agar tidak sampai kemalaman dijalan akhirnya kamipun memulai keberangkatan dari rumah jam satu siang.
Dan benar, saja kami tibapun ternyata disana sudah sampai pukul setengah lima sore yang tentunya sudah tidak memungkinkan lagi berkreasi kepantai diwaktu sesore itu.
(Haiiss, sabar - sabar!)
Tetapi sekalinya orang tua kami memang sudah mengatur rencana dari hari sebelumnya tanpa ada memberi tahu dulu kepada kami para anak - anak, kalau ternyata kami semua memang akan menghabiskan malam minggu bersama disalah satu hotel yang sangat dekat dengan pantai tersebut.
Sesampainya di hotel aku menemani Papa mendatangi meja front office (fo), tadinya aku berniat ingin tahu bagaimana cara dan apa saja syarat yang dibutuhkan untuk bisa menginap dihotel besar seperti itu (maklum, baru smp kelas satu masih norak hehe).
Tetapi begitu sampai dimeja fo, yang aku perhatikan papa hanya menyebutkan beberapa angka ke receptionis-nya lalu receptionis itu pun langsung memberikan dua kunci kamarnya.
Bingung? iyalah pastinya aku jadi bingung, masa hanya dengan menyebutkan beberapa nomor saja sudah dikasih kunci kamar?!
Oowh tidak semudah itu permisa,
karena sekalinya papaku memang sudah memesan dua kamar paket keluarga sudah dari lusa kemarin!!
Didalam kamar kami sudah tersedia berbagai macam cemilan dan minuman kaleng sebagai bonus dari pemilik hotel ini yang tidak lain ternyata teman bisnis papa.
Setelah makan malam, Bapak dan Ibunya mas Irvan mengajak kami para anak - anak pergi ke mall yang jaraknya tidak jauh dari hotel tempat kami menginap, katanya sih mau berlanja keperluan yang belum ada untuk berkreasi kepantai besok, sedangkan mama papa tidak mau kemana - mana bilangnya mau istirahat dikamar.
"Mas Satrio, jangan buru - buru yah pulangnya!!" pesan papa ke Bapaknya mas Irvan, lalu Bapak cuma mengajukan jempolnya.
(Hmmmmm......?🤔)
Setelah kami selesai berbelanja kebutuhan, Bapak Ibu beserta adik - adik rencananya ingin melanjutkan ke area bermain, namun Mas Irvan malah tiba - tiba berpamitan
"Pak, aku mau cari kaset game dulu boleh? nanti kalau kelamaan Bapak Ibu duluan aja, aku bisa balik kehotel sendiri.." pamitnya keBapak
"Iya boleh, tapi tetap baliknya jangan sampe kemalaman yaa, soalnya takut rawan disini!" pesan Bapak sambil mengambil dompet dikantongnya
"Iya Pak,, Ayoo Ra!!" Panggilnya ke aku
"Haah, sama aku mas?!" tanyaku kaget karena mendadak
"Ya sama kamu, masa sama Doni yang masih SD gitu, nanti yang ada malah lari - larian terus ilang!" katanya
"Naah kalau aku yanh hilang gimana?!' tanyaku manja dan becanda
"Yaaa kalau kamu yang hilang nggak apa - apa, malah bagus lagi!" jawabannya nyeleneh sambil menggapai tanganku
"Huuuus, pamali Van ngomong sembarangan!
dijagain betul - betul Daranya!" pesan Ibu menasehati.
"Iya Bu, becanda aja kok!" sahutnya
"Niih, jangan buat beli yang macam - macam yaa!" pesan bapak sambil memberinya uang, mas Irvan pun mengangguk lalu berjalan sambil menarik tangan ku.
"Kita mau kemana mas?" tanyaku
"Udah ikut aja dulu..!" jawabnya sambil terus menggandeng tanganku menuju kelantai tiga.
Sesampainya ditoko G, matanya langsung tertuju pada sebuah lemari etalase yang diatasnya dan didalamnya berbaris kumpulan kaset vidio game.
"Nhaaaa.... mas mau liat kaset dulu, siapa tahu ada yang baru lagi..!" katanya sambil berjalan mendekati etalase tersebut.
Aku pun mengikutinya dari belakang, karena kupikir bisa melihat - lihat barang disekitarnya.
TEK - TEK - TEK - TEK (suara benturan kaset)
dengan cepat jari - jemarinya membuka satu persatu barisan kaset yang tersusun dirak-nya.
Karena jenuh, akupun memantau rak - rak lainnya yang cukup panjang dan luas disampingnya. Ku pikir sambil menunggunya mencari kaset aku pun berencana ingin melihat - lihat mainan dan pajangan lainnya yang ada didalam toko ini terutama boneka!
"Mas, aku kesitu yaa mau lihat - lihat boneka!" pamit ku sembari menunjuk kesalah satu rak barisan paling ujung yang terdapat banyak boneka warna warni.
"Hmmm..." jawabnya sambil menaikan alisnya sekejap
__ADS_1
Yaa walaupun saat itu aku sudah beranjak remaja, tetapi kegemaran ku terhadap boneka berbulu lembut masih belum dapat dihilangkan bahkan sampai sekarang.
Sesampainya di rak boneka, aku terpesona gemas melihat beberapa boneka beruang dan kucing yang saat ku sentuh bulunya lembut banget! bahkan saking gemesnya aku mengusap - usapkan bulunya itu kepipi ku dan rasanya ingin memilih semua yang lembut untuk menambah koleksi dikamarku.
Namun tiba - tiba saja aku jadi mengurungkan niat ku itu setelah tidak sengaja berpapasan pada sebuah boneka kayu berwajah cantik namun mata dan senyuman nya seram, dia dipajang dengan posisi sedang duduk dipojokan paling ujung diantara boneka lainnya, padahal itu hanya sebuah boneka tetapi aku taku melihatnya, aku menaruh kembali boneka yang sedang ku pegang sambil perlahan - lahan berjalan mundur segera menjauhinya.
TAP - TAP - TAP (suara langkah kaki ku cepat)
Tidak ada pilihan lain lagi selain kembali mendatangi mas Irvan! pikirku
"Loh kok balik lagi dek, katanya mau lihat - lihat boneka?!" tanya nya yang bingung melihat ku kembali dengan cepat sedang kan dia masih sibuk mencari kaset yang belum juga didapatnya.
"Aaah... ng - nggak apa - apa! cuma lagi bosen aja lihat boneka! lagian kayak nya nggak ada yang bagus!" jawab ku asal
Huuuuuhft!
(suara dia menghela nafas lalu matanya melirik sebentar kearah ku)
Sontak saja itu dia yang seperti itu membuat aku jadi nggak enak dihati, apa mungkin juga dia risih karena merasa ditungguin oleh ku.
"Mas santai aja carinya, aku cuma mau lihat - lihat ini doang kok!!" alibi ku sambil langsung membelakanginya dan pura - pura melihat pajangan miniatur yang ada disebelah ku.
Tidak lama kemudian aku tidak ada lagi mendengar suara cover kaset yang hentakkan, aku hanya mendengar suara bising orang yang lalu lalang juga suara rengekan beberapa anak - anak, lalu aku pun langsung berbalik badan dan.....
"Lhooooh! mas Irvan mana?!" Gumam ku yang baru menyadari ternyata dia sudah tidak ada lagi di depan etalase kaset.
"Mas?!!" panggil ku sambil membungkuk mengintip ke arah samping kaca etalase yang ku pikir siapa tahu mas Irvan sedang berjongkok di sebelahnya.
Tetapi....
"Nggak ada?!" ternyata dia tidak ada disitu, sambil berdiri tegap kemudian mataku pun tertuju pada pintu keluar.
"Masa iya dia ninggalin aku siih?! Aah nggak mungkin, palingan karena nggak nemu kaset yang dia sukaa jadinya malah berkeliling ke barisan lain" pikir ku, dan akhir ya akupun mencarinya mengitari semua barisan rak ditoko itu.
Tetapi, setelah berkeliling aku masih tidak menemukannya kecuali dibarisan yang itu! mataku tertuju pada barisan ujung yang tidak lain adalah tempat boneka yang aku masuki tadi.
Awalnya aku sangat takut kalau harus kesitu lagi, memang sih sebenarnya didalam toko ini cukup ramai tetapi untuk dibarisan yang itu rasanya memang sepi sendiri, apa mungkin orang lain pun takut karena satu boneka itu juga? pikir ku dengan malas melangkah kearah situ.
"Permisi mba, maaf mengganggu?!" basa basi ku
"iya kenapa dek?" tanya nya ramah
"Mba ada lihat cowok yang pake kaos putih, tingginya kira - kira segini..!" tanya ku sambil memperagakan tingginya mas Irvan dengan tangan.
"owh, yang pake Sepatu Abu - Abu ya?" Tanya balik mbak nya
"Aah Iya bener mbak! lihat dimana?!" tanya ku dengan antusias
"Barusan saya lihat lagi di situ tuh!" jawab nya sambil menunjuk ke barisan mobil - mobilan
"Kalau gitu terima kasih mbak!" ucap ku sambil tersenyum
"yaa!!" balasnya lagi ramah
"Mmmmm, tadi aku abis dari situ tapi dia nggak ada?!" gumam ku
Sambil melangkah ke arah mobil - mobilan yang mengharuskan melewati boneka seram itu lagi, kecuali putar balik tetapi malah bikin tambah jauh.
"Aah nggak apa - apa lah, cuma boneka aja kok takut, lagiankan ada mbak SPGnya dibelakangku,(aku menegok kebelakang untuk memastikan namun sekalinya mbak nya yang tadi sudah tidak ada lagi)
Aduuuuh!!!" Gumam ku, aku pun tetap melangkah maju memberanikan diri karena hanya tinggal beberapa langkah lagi
Aku pun menutupi sebagian wajah agar mataku tidak melihat boneka itu saat melewati pas didepannya, lalu aku berlari kecil karena jantungku berdebar - debar.
"Mas? mas Irvan dimana?" panggil ku hanya untuk mengalihkan rasa takut.
BHAAAAAAA!!!
__ADS_1
AAAAAAAAA!!!!! Teriak kaget ku sebab tiba - tiba muncul sesosok wajah tua seram dari balik boneka beruang besar!
Karena teriakanku Sontak beberapa pengunjung dan SPG yang barusan kutanyaipun malah tertawa melihatku kaget etakutan yang ternyata sedang dikerjain mas Irvan dengan topeng karet, dan karena merasa terlalu kaget dan malu tanpa sadar aku sampai meneteskan airmata.
"Mas Irvan tega banget sih.. hik..!!" kata ku sambil mengusap airmata
"Becanda aja kok dek..!!" ucapnya sambil nyengir - nyengir setelah mengerjai aku
"Mas resek, aku malas nemenin!!" kata ku sambil berjalan cepat menuju pintu keluar.
"Lhooh dek?" panggilnya namun tetap diam ditempat setelah melihat ekspresi marahku
Tidak ada tanda - tanda mas Irvan mengejarku, mungkin dia jadi malu juga karena aku pergi begitu saja dari sana, Tapi apa peduliku? salah sendiri cari masalah bikin aku ditertawakan orang! dumelku
Namun sebelum aku mendatangi area bermain tempat dimana Ibu, Ayah dan adik - adik berada, aku tentunya ingin ke toilet dulu sekedar becermin dan mencuci wajahku agar segar karena takut terlihat habis menangis.
Sesampainya ditoilet keadaannya tidak begitu ramai, hanya ada dua pengunjung remaja yang sudah bersiap keluar, satu ibu muda yang sedang hamil besar baru saja masuk ke dalam wc dan satu petugas kebersihan sedang mengepel lantai yang basah.
Awalnya aku hanya ingin bercermin saja sebentar, namun setelahku melihat wajahku tidak sembab karena akhirnya aku sekalian saja buang air kecil dulu.
Tidak lama masuk ke wc, samar - samar aku mendengar seperti suara orang yang sedang merintih disekitarku, setelah kuhayati sumber suara tersebut sekalinya suara itu berasal dari orang yang bersebelahan wc denganku yang tidak lain adalah wanita yang lagi hamil tadi.
"Mbak ini dari tadi belum keluar dari wc ya? jangan - jangan mau melahirkan?!" pikirku karena teringat kejadian mama dulu
Selang waktu kurang dari lima menit akupun keluar dari wc, namun ibu hamil yang terdengar sedang meringis dari tadi malah belum ada tanda - tanda akan keluar dari dalam wc tersebut.
Karena khawatir akupun mengadu kepada petugas yang sedang bersih - bersih didepan cermin washtufel.
"Maaf mbak, itu ibu yang lagi hamil di wc sebelah situ kedengaran kayak lagi kesakitan" kata ku berbisik - bisi
"Lho iya kah? dia memang lagi nunggu hari?!" sambil panik petugas itu pun bergegas merapikan alat pembersihnya kemudian langsung mencuci tangan dan dengan gugup dia mengetuk pintu wc yang ada ibu hamil didalamnya.
TOK - TOK - TOK !!! ( suara pintu di ketuk)
"Mba Yuni, mba kenapa mba?!" panggilnya yang ternyata sudah kenal
Tidak ada jawaban dari dalam namun terdengar suara air yang sedang membilas, lalu ibu hamil itu mulai membukakan pintu.
"Huuuu... aduuh mba sari~, tolong panggil kan suami saya mba~.. dari tadi mules tapi tidak juga buang air...!" pintanya dengan suara sangat pelan meringis menahan sakit
"I - iya mba yun, saya panggil kan!! Dek tolong temenin ibu ini sebentar yaah!!" ucapnya panik, dan reflek aku langsung mengangguk .
Karena terbawa suasana panik akhirnya akupun jadi menemani ibu itu sambil memeganginya, lagian juga karena memang tidak ada orang lain lagi yang berada didalam sini jadinya aku akan temanin sampai datang mbak yang tadi lagi manggil suami ibu ini.
"Aduuuuuh.... aduuuuuuh....!" katanya sambil menggosok - gosok pinggulnya dan keringatnya mulai menetes.
Karena dulu aku pernah menemani mama dirumah sakit saat mau melahirkan Doni, jadi setidaknya sedikit paham apa yang bisa kubantu untuk saat ini, yaitu membuatnya sedikit terasa nyaman.
"Ibu, saya ambilkan bangku dulu ya?!" kataku saat melihat ada bangku plastik di pojokan sebelah alat - alat pembersih, dan ibu itupun hanya mengangguk sambil meringis yang membuat aku jadi ikut ngilu melihatnya.
Dengan tergesa - gesa ku ambilkan bangku tersebut dan langsung mempersiapkannya dibawah bokongnya yang terlihat sudah mulai ada rembesan flek, lalu tidak lama kemudian ada pengunjung lainnya ibu - ibu beserta anak gadisnya masuk.
"Lhooo, kenapa ini?!" tanya ibu yang baru masuk itu tiba - tiba
"Aaaaaa!!" anak gadisnya langsung teriak histeris dan menutupi wajah dengan tangan, yang membuat aku jadi kaget.
"Kamu tunggu mama diluar sana!" perintah ibu itu ke anaknya, sambil menutup kembali pintu toilet
"Maaf - maaf, anak saya takut melihat darah! ini mau melahirkan?!" tanya ibu itu sambil buru - buru menghampiri ibu hamil ini yang duduk disamping pintu wc.
"Sudah bulannya Buk... aduuuuh...!!" jawab ibu hamil itu sambil meringis
Lalu ibu itu ikut panik sambil tangannya mengusap - usap perut buncit itu.
"Oiyaaa, sudah waktunya ini... tarik nafas pelan - pelan Buk...!" kata ibu - ibu itu sambil memeriksa tekanan perut ibu hamil ini, aku disampingnya hanya memperhatikan.
KRRREEET! (pintu terbuka)
__ADS_1
____________________
Siapa lagi yang masuk?