Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Kepergiannya


__ADS_3

"Nak Irvan, begini, Prisil sudah mengakui semuanya, awalnya ibunya Prisil ini memang tidak percaya dengan yang diungkapkan sama anaknya sendiri, dan ibunya sendiri jugalah yang memaksa Prisil dites kerumah sakit dan hasilnya dia sama sekali tidak sedang hamil bahkan dia juga masih perawan!" Bapaknya Prisil menjelaskan dengan nada suara yang sangat berwibawa.


"Prisil mengaku kalau dia sangat tertarik dengan nak Irvan, makanya dia sampai membuat pernyataan palsu.." Sambung Ibu Prisil menjelaskan kelakuan anaknya yang masih menangis bersimpuh didepan ku


"Apa, tertarik?! jadi ungkapan ketertarikanmu itu dengan cara membuat namaku tercoreng dikampus?!!" Tanyaku menekan


Hik! Hik! Hik! tangisnya tambah tersendu - sendu sambil menggeleng kepala, dan dia mulai berkata dengan terbata - bata.


"Bu - bukan Van!!


Bukan begitu maksudnya..! Hik - Hik!!


A Aku, ta tadinya cuma mau ngejebak kamu... biar kamu nikahin a ku!!


Ta tapi, waktu itu orang - o rang terlanjur membawamu ke kan tor polisi.. aku juga ja di takut kalau lang sung mengaku... Hik - Hik!!"


Ungkapannya barusan bukannya membuat aku jadi terharu, melainkan menjadi tambah Jijik dengan dirinya, seketika saja aku segera berdiri.


"Bapak, Ibu, saya bukanya mau kurang ajar apalagi bertindak tidak sopan, tetapi saya sangat lelah, jadi saya mohon izin mau beristirahat kekamar.." Ucapku berpamitan sambil menundukkan sebentar kepala kepada kedua orang tua Prisil, lalu lewat begitu saja didepan Prisil.


Ibu dan Bapakku pun sama sekali tidak mencegahku, Mereka sangat paham karena harga diriku yang sudah dipermalukan didepan banyak orang tentunya sudah sangat sulit diperbaiki, namun sekarang Prisil hanya membawa sedikit orang untuk mengakui perbuatannya.


Jadi mulai saat itu juga aku menyatakan keluar dari kampus yang sempat melambungkan sekaligus menjatuhkan namaku itu, lalu pindah ke Bandung untuk meneruskan kuliah agar memperoleh gelar Sarjanaku.


Namun ditahun itu adalah memang tahun terberat dalam hidupku selama ini, karena belum juga sebulan aku pindah keBandung, aku sudah diberi kabar kalau Bapakku telah meninggal karena kecelakaan mobil diperjalanan saat dia mau mengurus pekerjaannya diBalikpapan, mobil yang bawanya tergelincir dan masuk kejurang didalam hutan.


Saat dalam keadaanku yang sedang terpuruk seperti itu, ada beberapa teman baruku dikampus menawariku memakai obat penenang, dia membujukku agar aku bisa melewati cobaan ini tanpa beban.


Tetapi untungnya belum sempat aku menyentuh obat - obat terlarang itu, bayangan Ibu beserta adik - adikku selalu muncul diingatanku, yang akhirnya menumbuhkan rasa semangatku lagi dan juga menghidupkan jiwa kepemimpinan dalam diriku yang masih terbilang muda ini.


Selama DiBandung aku bukan hanya kuliah, tetapi aku juga mulai belajar mengambil alih usaha yang Bapak tinggalkan disana, dan karena kesibukanku itulah yang membuat aku jadi jarang pulang keSamarinda.

__ADS_1


Setahun yang lalu, karena prestasiku dikampus sebelumnya sangatlah bagus, akhirnya aku mendapat kesempatan langsung menyelesaikan skripsi dalam beberapa bulan saja, yang akhirnya menjadikan aku bisa mendapatkan gelar Sarjana lebih cepat dari yang seharusnya.


Dan kepulanganku ditahun ini sangatlah mengejutkan, banyak sekali perubahan dalam keluargaku dan juga keluarga yang berada didepan rumahku, Dara tahu - tahunya sudah punya pacar!


Gadis kecil yang sering aku goda dulu, kini malah sudah ada yang mengganggunya!!


Huuuuf..


"Tadi si Adhi juga, baru lihat sekali udah langsung mau nyium Dara aja!, kurang asem tuuh orang, dikiranya ini cerita putri tidur apa?!" Gumamku mendumel mengingat kelakuan temanku tadi


Namun justru aku juga malah terus membayangkan yang tadi dia ingin lakukan terhadap Dara, mungkin kalau memang benar begitu siapa tahu Dara bisa cepat bangun, pikirku...


Segera aku beranjak dari dudukku, kusentuh lembut pipi yang matanya masih memejam ini, bibir pucatnya seperti sudah sangat kedinginan yang mungkin memang butuh dihangatkan, dengan sangat perlahan - lahan namun pasti kudekati bibirku kewajah yang tidak merespon saat aku belai ini...



"mmp?" tiba - tiba alisnya menyerengit, membuat aku tersadar dari lamunan mesumku barusan


"Aah!! Kamu sudah bangun?!" tanyaku sambil kubelai rambut halusnya. kulihat diapun sangat kebingungan melihat keadaannya yang sekarang tiba - tiba sudah disini.


"Udah, Kamu istirahat saja dulu, jangan banyak pikiran.." kataku sambil berdiri ingin pergi menemui perawat,


Lalu belum juga sampai satu menit tahu - tahu matanya sudah sayup - sayup mau dipejamkan lagi


"Eeeh Dek... jangan tidur lagi! mas panggilin Dokter dulu sebentar yaa..?!" kataku menegurnya saat melihat wajah polos itu sudah hampir tertidur lagi sebelum diperiksa lanjutan.


Akupun segera pergi meninggalkannya hanya ingin memanggil perawat dimeja depan untuk memberi tahu kalau Dara sudah bangun!


Tetapi entah kenapa perasaanku jadi kurang enak saat melihatnya hampir tertidur lagi barusan, jadi setelah aku memberi kabar keperawat, aku lekas kembali mendatangi Dara yang sedang sendirian diruang IGD.


SRING!!!

__ADS_1


baru saja melangkah tiba - tiba terlintas aroma yang melintas dihadapanku yang membuat seketika kuhentikan langkah kakiku, bau seseorang yang sangat akrab denganku, ini adalah bau tubuh alm.Bapakku


DEEG DEEEG!!


Tiba - tiba jantungku berdebar - debar tanpa sebab yang pasti, namun hanya satu yang aku pikirkan!


Dengan segera aku berlari menghampiri pintu putih yang berjarak hanya sepuluh meter dariku.


Dan benar saja, saat aku tiba disana dia sudah memejamkan matanya lagi..


Perlahan aku melangkah mendekatinya tanpa sekalipun berkedip memandangnya, karena terdapat mitos yang mengatakan kalau orang yang sudah lama meninggal berkunjung dwngan memberikan suatu tanda atas kedatangannya, kemungkinan dia sedang menjemput seseorang yang disayangnya.


Tiba - tiba hatiku yang mulai gelisahpun ingin segera membangunkan gadis ini, jangan sampai ........


"Dek?.." panggilku sambil kupenggang tangannya yang lemas, namum tak merespon! ........


"Dek?.." kubungkukkan tubuhku mendekat dihadapannya, kubelai rambut tipisnya namun masih tak merespon! pikiranku pun mulai jadi panik!! ..........


"Daraaaaa?!.." panggilanku mulai menekan namun, dia masih juga tidak merespon! kupegang kedua pipinya yang dingin agar dia terbangun,


Lalu aku berdiri tegak darinya, bersandar kedinding dengan tetap memandangi dirinya, pikiranku mulai memikirkan hal yang sama sekali tidak pernah aku inginkan walaupun hanya sekedar dipikiran ....


"Tidak, tidak mungkin! dia adik perempuanku satu - satunya, ini tidak mungkin terjadi....


Tangan dan kaki ku sudah mulai gemetaran,


Penglihatanku juga semakin menjadi buram,


"Bapak, aku mohon, aku mohon jangan jemput dia sekarang...." Gumamku dalam bisikan, airmata yang dari tadi sudah menggenang pun akhirnya sudah tak mampu tertampung lagi dan kini mulai berjatuhan...


Ugh! Dadaku terasa sakit sekali!

__ADS_1


(IRVAN END)



__ADS_2