
"Aku nggak apa apa, aku memang lagi pengen sendiri dulu bisa istirahat! " jawabku sambil tersenyum
Yaa kupikir saat ini yang aku butuhkan cuma waktu untuk menenangkan diri.
Namun entah mengapa mataku ingin sekali melihat kearah sekolahan dan ada rasa berharap melihat dia lagi walau sekilas saja.
"Dara? kamu lihat apa?!!" tanya Kiki sambil melihat ke arah sekolahan juga.
"Aah! nggak ada, aku duluan yaa?" jawabku
"Iya sudah kalau begitu hati-hati yaa, jangan terlalu banyak pikiran, terus kalau butuh apa-apa cepet hubungin aku yaa..!?" pesan Kiki
"iya makasih" jawabku sambil tersenyum
Lalu aku menghapiri satu ojeg yang sudah siap menyodorkan helmnya padaku, lalu akupun segera menaiki motor ojeg tersebut.
"Daaagh!!" kataku sambil melambaikan tangan kearah Kiki.
Selama dalam perjalanan aku jadi terus melamun memikirkan Arga, masih tidak percaya kalau dia benar - benar telah mengkhianati ku.
Kesan saat dimana saat dia mendekati ku sampai akhirnya kami jadian masih sangat terasa hangat bila diingat lagi, kelakuannya saat dia dikeatas panggung saat itu
Ingatan:
Saat itu dia beserta teman group bandnya tampil diatas panggung untuk yang kedua kali sebagai lagu penutupan dalam acara perpisan kelas tiga,
saat itu dia tiba - tiba tampil dengan memakai kaos hitam bertulisan I LOVE U DARA, dan merubah lirik lagu
~ ada makna yang tergali...dari sini...
dari pertikaian yang terjadi....
kau hancur kan diriku...
bila kau tinggalkan aku....oh Dara ku.....~
Yang membuat suasana ruangan seketika menjadi riuh karena orang yang menyaksikan kelakuannya, ada yang menyoraki sambil melihat kearah kami, ada yang senyum menggoda, ada yang bersiul, ada juga yang tertawa lepas, membuat aku sangat merasa ..... Aduh!
DEG - DEG - DEG! pokoknya!
Degub jantungku bedetak sangat kencang, bahkan saking kencangnya seolah - olah bisa didengar oleh semua orang yang ada disisni, Pipi dan telingaku dalam sekejap terasa memanas seperti sedang terjemur terik matahari.
"Apa - apaan Arga ini? ya ampun aku maluuu!!" gumam ku, sambil nyengir - nyengir sendiri menahan malu
'Lagian kok bisa Arga yang selama ini terkenal pendiam dan selalu besikap dingin, tau tau melakukan hal konyol dan gila kayak gini, apa dia nggak malu?!' tanyaku dalam hati
Lalu band Arga pun menyelesaikan lagunya, dan hampir seluruh orang disini memberikan tepuk tangan untuk penampilannya.
Tetapi Arga bukannya memberikan salam atau ucapan terimakasih malah langsung turun dengan cara.....
"Lho kok dia melompat, dan ngapain berlari kearahku?!!" sontak aku jadi tambah salah tingkah dan ingin kabur karena gugup.
Kiki yang dari tadi berdiri disampingku bukannya bantuin aku tapi malah ikutan menjadi - jadi tambah menggodaiku
"cieeee... hayooooo....." sambil nyengir - nyengir
Dari banyaknya orang yang bertepuk tangan, tiba - tiba ada suara muncul yang nggak tahu darimana asalnya berteriak - teriak
"Tembak Ga! tembak..!!" teriaknya, lalu disusul sorak - sorak dari arah lainnya yang menambah riuh suasana
Jujur saja, ini adalah yang pertama kali aku didekati seorang cowok, kalau aku yang melihat Orang lain diposisiku saat ini mungkin aku bisa berpikir apa yang seharusnya dia lakukan. Tapi kalau aku sendiri yang mengalami, aku malah nggak tahu harus ngapain!!
Belum sempat Arga berbicara satu katapun padaku, aku sudah merasa gugup duluan karena malu akhirnya memutuskan untuk berlari sekencang mungkin keluar dari aula itu.
"HEeeey...!!" panggilnya
sambil berlari, aku berpikir ingin bersembunyi dulu, buat ngilangin rasa malu dan gugup dari hadapan semua orang
"Aduuh, dimana tempat yang lagi sepi yaa?
aah iya keruang osis aja deh, anggotanya kan lagi ngumpul diaula!!" Pikirku sambil berlari menuju ke ruang osis
Sesaaat aku tiba ruang Osis lalu segera masuk kedalamnya, yang untung disana memang tidak ada siapapun, kecuali beberapa tas diatas meja milik kami para anggota, segera aku langsung menutup pintu.
BAAAAK!!!
(suara pintu tertahan)
"Lhooo?!"
tiba - tiba ada yang menahani pintu dari luar, lalu terus mendorong dengan kuat, aku yang kalah tenagapun akhirnya menyerah hingga pintunya pun terbuka kembali.
__ADS_1
"KENAPA LARI?!.." tanyanya dengan wajah yang dingin dan serius
"Aa...Arga, ka.. kamu... ka..kamu?!" DEG! DEG!
tanyaku gugup karena kaget melihat dia tiba - tiba sudah muncul di hadapanku dengan ekspresi seperti itu membuat jantung ku berdegub takut.
Aku sempat berpikir ingin berlari lagi, namun tubuhnya yang menghalangi pintu tidak memungkinkan aku bisa lolos darinya kali ini,
Dan akhirnya aku memutuskan melangkah mundur.
"Arga, kamu ngapain kesini?!" tanya ku takut - takut.
Saat aku mundur dia malah ikut masuk lalu menutup pintu, dengan langkah perlahan dia semakin mendekat kearahku, aku pun jadi terus mundur menjaga jarak darinya.
"Arga, kamu mau apa? kenapa ditutup pintu nya? nanti gimana......"
"Sssssttt.....!!!" belum selesai aku bicara Arga Langsung menempelkan telunjuknya kebibir menyuruhku diam.
Padahal diaula tadi dia sudah membuat aku jadi ke GeeRan sampai salah tingkah, tapi sekarang dia justru membuat aku jadi ketakutan setengah mati.
Dengan wajah dinginnya yang tanpa ekspresi, terlihat semakin garang menatapku, sambil terus melangkah tambah mendekat dihadapanku, sampai - sampai kini aku sudah semakin terpojok didinding,
"Kamu, kamu mau apa Ga? apa kamu marah sama aku karena tadi aku lari?!" tanya ku gugup ketakutan.
"Hmmp?" tiba - tiba dia mengerutkan alis seperti bingung saat mendengar pertanyaanku barusan.
"Memangnya kenapa tadi kamu lari?!" tanyanya datar, lalu aku menundukan kepala karena ngeri melihatnya matanya
"A..aku tadi... aku tadi malu Ga...!" bicaraku sampai gagap
"Malu? malu sama siapa!?" tanyanya lagi sambil menyandarkan lengan kirinya kedinding pas di samping kepalaku, seolah - olah sedang menahanku agar tidak kabur.
"Ta.. tadi banyak orang disana... aku malu Diliatin apalagi disorakin.." kataku yang masih menunduk benar benar tak berani menatapnya
"Terus sekarang kamu masih malu nggak? kan cuma ada aku disini?" tanyanya lagi,
Kemudian tangan kanannya memegang daguku lalu mengangkat wajahku hingga menengadah keatas mengarah kewajahnya,
seketika aku menelan liur ditenggorokanku karena tambah ngeri ketakutan.
'Jelas - jelas Arga ini walaupun tampan, tetapi sikap dinginnya selalu membuat orang jadi tidak pernah bisa menebak jalan pikiran dan isi hatinya!'
DEGDEG!! - DEGDEG!!!
"Arga.... aku minta maaf kalau udah bikin kamu marah, tapi tolong jangan pukul aku..."
Pintaku lirih sampai bibirku bergetar, namun dia malah melemparkan senyuman sinisnya seolah - olah tidak menghiraukan permintaanku barusan.
Karena sudah sangat ketakutan, spontan
kedua telapak tanganku memegang dadanya yang bidak, berusaha mendorongnya dengan sekuat tenaga agar dia menjaga jarak denganku.
"Ga.. sana Ga!" pintaku sambil terus berusaha mendorong tubuhnya yang memang jauh lebih tinggi dan kuat dari ku, bahkan semua tenagaku pun tidak mampu menggesernya sedikitpun.
Pandangannya yang terus tajam menatapku bagai tak berkedip saat melihat keseluruh wajahku, dan dia semakin menunduk mendekatkan wajahnya namun aku hanya menatap kedua matanya yang bersinar berada benar - benar dekat hadapan ku.
"Dara, apa kamu masih marah sama aku karena kejadian kemaren?!" tanyanya berbisik disamping telingaku, menanyakan masalah hilangnya nota dan catatan anggaran kemarin lusa
"Ng... Nggak Ga, aku sudah nggak marah!!" jawabku
"Bener kamu nggak marah lagi? (aku langsung mengangguk)
terus kenapa dari tadi kamu berusaha menghindar dariku, dan kenapa sekarang kamu nyuruh aku menjauh darimu?" pertanyaannya berturut -turut membuat aku bingung mau menjawab yang mana duluan
"Dara... apa kamu mau jadi pacarku?!"
Sontak saja langsung tertegun dan merona mendengar pertanyaannya yang barusan.
"A apa?...pa pacar? maksud kamu aku,.."
Tiba - tiba lidahku sangat susah berkata - kata
"Iya, Maksud aku, apa kamu mau jadi PACAR aku, jelas?!" ucapnya menegaskan pernyataannya yang tadi
"IYA AKU MAU!!!" teriakku, namun teriakan itu ada dalam hati yang sangat sulit aku keluarkan dilidahku yang kaku
"Kok diam?!" tanyanya lagi yang membuyarkan otakku yang sedang berpikir ingin menjawab, namun terbesit sebuah keraguan
"Aa.. Arga, apa, apa kamu lagi becanda sama aku?!" tanyaku pelan hanya untuk memastikan ungkapanya barusan, karena aku sadar bahwa aku ini tidak ada apa - apanya dibandingkan cewek diluar sana yang sudah ngejar - ngejar dia selama ini.
"Memangnya kamu ada lihat kalah aku lagi becanda sekarang?!" tanyanya lagi yang membuat akupun reflek memerhatikan dengan seksama ekspresi diwajahnya yang memang tidak terlihat sama sekali sedang becanda, dan justru aku melihat sinar matanya dengan jelas mengatakan sebuah kejujuran. Jadi.....
"Aaah Gila!... apa aku bakal jadi cewek dari seseorang cowok yang banyak pengagumnya ini? dan aku adalah cewek pertamanya disekolah ini? Aaaah GiLaaa!!!" hatiku melonjak lonjak kegirangan
__ADS_1
"Apa kamu kamu benar - benar serius nembak aku?" tanyaku lagi yang masih tidak yakin dengan ungkapannya,
Ia pun mengangguk kan kepala dan melemparkan senyuman tipis...
Kupandangi Kilau matanya, bagai berlian terpantul cahaya rembulan,
yang membuat wanita mana pun akan terpukau ingin dipandang olehnya, dan justru saat ini justru mata indah itu sedang menatap ku, bahkan kedipannya pun seperti sayap kupu - kupu melambai... Kulit bersih dipipinya yang kini dihadapanku, ingin sekali tanganku mengelusnya.. Rambutnya yang berkilau terlihat sangat halus seperti sutra, ingin sekali aku membelainya.. Dan bibirnya yang setipis rumput ilalang menambah seksi ingin akuuuuu...!! aaah~ (meleleh)
Dengan mataku yang terbinar - binar melihat dirinya,
"Ehem! aku akan menjawabnya, dengerin!" kataku percaya diri lalu,
"Arga, aku... aa.. aku aku.. aaa..!"
'Aaaa kenapa susah banget ngomongnya, malah mangap - mangap aja ini mulut!!' gregetan sendiri
Belum sempat aku menjawab karena terlalu grogi, Arga langsung memasukan tangannya kesaku celana dan bicara lagi dengan bibirnya tak lagi tersenyum dan ekspresinya bukan hanya kembali datar tapi juga seperti kecewa.
"Aku paham Ra! Kamu nggak usah mikir buat cari alasan lagi, aku ngerti, jangankan buat suka sama aku, yang ada kamu masih kesalkan karena kesalahku kemarin itu?!" Ucapnya yang tiba - tiba membuat aku jadi down!
"A..aku... bu.. bukan begitu maksud ku! cuma....."
(yaa Tuhan ada apa dengan lidahku ini??!!)
"Yaa sudah kalau gitu aku benar - benar minta maaf yaa..." Ucapnya lagi sambil tersenyum sekilas lalu berpaling menuju kepintu luar.
'Looh kok, kenapa dia tiba - tiba marah? kan aku belum ngomong apa - apa, dan juga bukan aku nggak mau menjawab, hanya saja lidahku terasa melintir saat mau menjawab tadi,,,Oooooh Tidak!!" Seketika langsung merasa kecewa sendiri.
Dengan masih berdiri ditempat aku menundukan kepala sambil mengungkapkan rasa kecewa yang ada karenanya,
"Arga, Kamu ini cowok apaan? sudah nanya tapi langsung jawab sendiri!?! (dia langsung berhenti melangkah)
aku kan belum sempet jawab apa apa, tapi kamu ngomong sendiri, ngambil kesimpulan sendiri, ujung - ujungnya kamu malah salah paham sendiri! Dasar kamu pengecut!"
Ucapku dengan lidah yang tiba tiba sangat lancar mendumel.
PAAAK!!!!
Dia menepakan kedua telapak tangannya kedinding samping kanan kiriku yang sontak saja membuat aku terkejut karena dia tiba - tiba sudah dihadapanku lagi.
"Kamu bilang apa barusan? aku pengecut?!" tanyanya dengan mata yang tajam dan kali ini aku benar - benar takut..
"Kan aku sudah bertanya sama kamu tadi, tapi kamu terlalu LAMA untuk menjawabnya! jadi aku pun mengambil kesipulan ku sendiri, apa aku salah?! padahal Kamu hanya cukup menjawab IYA atau TIDAK..!?" Ucapnya menjelaskan dengan tegas
Aku yang dari tadi terpesona dengan ketampanannya, sekarang jadi kembali merasa takut hingga membuat aku jadi menggeleng - gelengkan kepala.
"hmmm.. iya kan? aku benar kalau kamu memang akan menolak ku!" katanya yang tiba - tiba mematahkan semangatku
"ARGA!! (Nyiiit!)" aku mencubit gemas
"AAW!, kenapa aku dicubit?!" tanyanya
"Aku cuma mau tahu, sakit apa nggak?!"
"Yaa sakitlah!" jawabnya
"Yaa sudah, kalau gitu AKU MAU JADI PACAR KAMU!" Ucapku,
"Tapi apa hubungannya sama cubitan?!" ekspresinya kebingungan
"Yaa ada dong, kalau sakit berartikan aku bukan lagi mimpi...!" Jawabku menjelaskan
"Aaawww!" tiba - tiba dia mencubit pipiku sambil tersenyum
"Gimana sakit nggak?! kalau sakit berarti kamu memang lagi nggak mimpi!" katanya, dan akupun tentunya jadi merasa senang
"Kok dicubit malah senyum?!" Arga keheranan
"Yaa karena senanglah, ternyata ini memang bukan mimpi!" jawabku sambil menatap kedua mata indahnya, dan dia pun tersenyum sangat sempurna dengan mata yang membinar - membinar.. Huuuh legaaaa..!!
Aaaah.. Setiap kali mengingat saat saat itu hatiku langsung jadi melayang dan berbunga - bunga, karena moment itu adalah yang pertama kalinya aku rasakan ditembak cowok..
Lalu tiba - tiba motor ojekku berhenti, dan aku pun terbangun dari lamunanku. Tanpa sadar sekalinya aku sudah tersenyum - senyum sendiri sepanjang jalan setelah mengingat lagi keJADIAN saat itu..
'oowh sudah dilampu merah sekalinya!' gumamku sambil melirik lirik kearah disekitar dengan posisi dudukku yang menyamping dimotor.
"HAAH! kok ada dia??" tanyaku dalam hati
Dengan cepat berpaling muka kearah kanan karena saat melirik kesebelah kiriku atau lebih tepatnya dibelakang motor, ternyata ada dia! Tapi....
"Lhoooh!? ini kan sudah lewat dari rumahnya, terus dia mau kemana? masa dia mengikuti ku sih? aah nggak mungkin, jangan keGE'ERan terus Daraa!! Mungkin saja dia memang kebetulan buat janji dengan Mamanya didekat sini!" pikirku positif.
Tiba - tiba perasaan senangku tadi yang sedang smengingat saat - saat baru jadian berubah kembali menjadi kesal, ya karena melihat dia barusan yang tentunya jadi mengingat kelakuannya tadi!
__ADS_1