
'Padahal tadi aku sudah makan siang pas dia masih tidur, tapi karna aku tau sebenarnya kamu lagi bohong dengan mengatakan tidak ada keluhan terpaksa deh aku juga pura pura bilang belum makan supaya kamu nemenin aku makan, biarpun kamu beneran lagi nggak nafsu makan yang kemungkinan karna lagi banyak pikiran tapi setidaknya perutmu jangan sampe kosong, terlebih abis minum obat segitu banyak, pokoknya sekarang harus minum susu buat netralin! Mungkin lidahmu memang bisa berbohong sama semua orang tapi matamu selalu jujur saat menatapku!' Gumam Irvan dipikirannya
(Didapur)
Nyuut.. Nyuut..
'Aduh aku gak tahan lagi!' ucap Dara dalam hati
"Mas makan aja duluan ya!" kata Dara sambil berlari menuju toilet
BLAAM! CTAK!!
Dengan terburu buru dia mengunci pintu toilet lalu membuka keran air,
Uug Hoek!
Apa yang ditanyakan Irvan dari tadi kini sudah tidak bisa dia tutupi lagi, perutnya yang sakit karna menahan rasa mual akhirnya berontak kuat ingin memuntahkan, tapi tidak ada apapun yang dia keluarkan sebab memang perutnya masih kosong, namun saat rasa mualnya timbul lagi
Hoeek.. Uuugh!!
"Ah apa, darah?" kali ini dia malah memuntahkan darah bercampur sedikit cairan kuning yang terlihat jelas diatas putihnya keramik whastufel,
Cssss!!
Dengan segera Dara mencuci mulutnya tapi belum juga selesai tiba tiba saja lambungnya dia rasakan semakin perih menusuk nusuk
BRUK! kedua kakinya terasa lemas yang dengan cepat merambat keseluruh anggota tubuh lainnya membuat dia langsung terduduk dilantai kamar mandi yang lembab, dan karena telalu mendadak sampai sampai diapun belum sempat menutup kembali keran air yang dia buka deras.
"Aku, butuh berbaring" pikirnya, dan kali ini rasa tidak enak dibadannya sudah bercampur aduk, kepalanya pusing berayun ayun, seluruh tubuhnya lemas gemetar, dadanya sesak bernapas, dan yang paling menyiksa ialah rasa perih dilambung terasa semakin mencabik cabik seisi perutnya. Telapak tanggannya yang kesemutanpun sudah hampir tidak mampu menopang tubuhnya lagi agar tetap duduk,
'Ya Tuhan Sakit, sakit banget rasanya! apa arti mimpiku tadi sebenarnya adalah isyarat kematian untukku sendiri?'
.
.
ZRRRRT! ZRRRRT!
__ADS_1
"Iya buk?"
"Van ada temanmu datang jenguk kamu dirumah nih!" kata Ibu dari balik handphone
"Ohya, siapa dia bu?"
"Dia gak mau kasih tau namanya, sudah kamu pulang aja dulu temuin dia!" TUT.
"Siapa sih tuh orang segala nggak mau nyebutin namanya kayak artis aja! pasti orangnya resek deh!" gumam Irvan sambil melangkah menuju kekamar mandi berniat pamit sama Dara.
TOK TOK TOK!
"Dek, mas pulang dulu ya sebentar, kata ibu ada temen mas datang. Oiya, tadi siang papah keluar bilangnya mungkin pulang malam. Abis ini kamu makan aja duluan nanti mas datang lagi, oke?" pamitnya
'Suara air kerannya deras banget pasti dia gak dengerin deh yang aku bilang barusan, udalah paling entar dia nelpon kalau nyariin aku!' pikir Irvan lalu buru buru pulang kerumahnya
(Dirumah Irvan)
"Tuh kan aku bilang apa, pasti yang datang orang resek!"
"Tamu apaan, cepet to the point aja mau ngapain kesini? kalau tujuanmu cari Dara nggak ada!" tanya Irvan ketus
"Aku tau kok kalau Dara itu ternyata bukan adik kandungmu dan tinggalnya pun dirumah yang depan itu!" sambil menunjuk rumah Dara
"Tau darimana kamu?"
"Ibumu barusan yang cerita!"
"Eeeh Ada apa sih ribut ribut? Ini nak Indra ibu cuma siapin teh sama sedikit kue buatan Dara, ayoo silahkan!" kata ibu sembari meletakan nampan
"Waah makasih bu, enak banget nih kayaknya jadi tambah suka deh sa...." sambil siap menyuap namun,
"Loh ibu kenapa keluarin kue bikinan Dara? kan masih ada cemilan lainnya, sinih kembalikan!" protes Irvan sambil menahan tangan Indra yang sudah hampir melahap
"Kamu ini kenapa sih Van orang mau makan kok dilarang? masih ada lagi kok dikulkas, sebentar ibu ambilin!" kata Ibu keheranan melihat Irvan dan Indra yang saling berebut kue seperti anak kecil
'Sebenarnya Indra ini siapa sih, kok kelakuan mereka berdua keliatan gak akur gitu? Jangankan ketemu, liat aja baru dan Irvan juga gak pernah cerita kalau punya temen dokter yang namanya Indra!' Gumam ibu penasaran
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah nyemil,
"Jadi Adhi sudah cerita semua tentang kejadian semalam diBalikpapan?"
"Nggak juga sampe semua sih cuma garis besarnya aja kok, kan tau sendiri kalau polisi selalu menjaga privasi. Itupun dia cerita karna aku tanya darimana subuh subuh bawa Amira sampe...." cerita Indra ragu ragu
"Apa Amira dan kandungannya baik baik aja? soalnya semalam sudah pucat setelah jatuh didorong Betrand!" tanya Irvan
"Nggak Van, makanya Adhi buru buru bawa dia kerumah sakit karna dia keguguran dan langsung digiret saat itu juga! tapi Amiranya sudah dipindah keruangan!"
"Menurutku itu lebih baik daripada dia harus menanggung anak dari laki laki brengsek, dan untungnya dulu tubuh Dara menolak tranfusi darah darinya! Hmm.. Tapi kenapa Adhi gak ngabarin aku ya, apa dia masih nemenin Amira disana?"
"Kurasa Adhi juga gak mau bikin kamu cemas mengingat tanganmu yang cedera dan juga kondisinDara sekarang ini. Tapi gak tau dia masih disana apa nggak sekarang ini karna aku masuk shift malam, makanya sebelum turun kerja aku sengaja mampir kesini buat nganterin obat lambung buat adikmu!" kata Indra sambil merogoh isi tasnya
"Buat apa kamu repot repot ngantar obat buat Dara, kalau memang diperlukan aku bisa nebus sendiri keapotik!" ucap Irvan acuh
"Ini beda Van, obat ini sudah diracik khusus buat penyakit Dara, riwayat kesehatan adikmu itukan ada sama aku, takutnya kalau sembarang minum obat bisa bisa penyakit lamanya kambuh lagi!" sahut Indra menjelaskan
"Masa sih? Astaga!" Irvanpun teringat dan langsung menceritakan pada Indra kalau tadi pagi Dara sudah minum obat melebihi aturan, setelah mendengarnya Indra pun jadi cemas dan ingin segera memeriksa kondisinya
"Ayo cepetan Van, aku harus liat sendiri obat yang sudah Dara minum!" kata Indra tergesa gesa
Setibanya dirumah Dara,
"Kamu tunggu sebentar aku panggil kesini aja Daranya!" kata Irvan sambil meninggal kan Indra diruang tamu
'Harusnya dia masih berada didapur' pikir Irvan sembari memeriksa dapur
"Lho kok nggak ada sih? Bekas dia makan atau minum juga nggak ada, aduh anak ini pasti balik kekamar dan tidur lagi, bener bener deh!" Irvanpun mulai melangkah menuju kelantai dua namun,
Csssh!!
"Kok dikamar mandi ada suara keran air terbuka, jangan jangan?" lalu langkahnya berpaling dari tangga dan menuju kekamar mandi dimana terakhir kali Dara didalamnya
JEGLEK! (buka pintu)
"Astaga Dara!"
__ADS_1