Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Tak menentu


__ADS_3


Setelah itu dia naik dan duduk diatas motor, menaiki standar dan men-staternya, aku yang masih terpaku hanya memperhatikan gerakannya.


"Beib.... ayooo naik!" panggil nya, Aku pun segera melangkah dan menaiki motor nya.


Karena ada rasa canggung, membuat aku hanya terdiam tak bicara sepatah katapun sepanjang jalan, apalagi memeluk dirinya dari belakang seperti biasa aku nggak mood.


Namun almamater yang dia pakaikan kan terasa sangat hangat memeluk tubuh ku padahal angin sore ini sudah mulai terasa dingin menghebus di wajahku.


Mungkin karena Arga tahu kalau aku masih agak trauma atas kejadian ojek barusan, jadi dia mengendarai motornya sangat pelan dan sangat berhati - hati lebih dari biasanya.


Entah karena sudah terbiasa atau memang dia lebih waspada, dibonceng olehnya saat ini aku benar - benar merasa aman meskipun tanpa berpegangan pada dirinya.


Lima belas menit pun berlalu, kami berdua berboncengan dalam kebisuan sepanjang jalan, membuat jarak tempuhnya terasa menjadi lebih jauh dari yang seharusnya.


Padahal hampir setiap hari aku memang diantar pulang olehnya, perjalanan dari sekolah menuju rumah yang jarak tempuh selama hampir satu jam dalam kecepatan sedang, malah terasa begitu dekat!


tetapi kali ini yang hanya sisa seperempat jalannya malah terasa sangat lama dan jauh!


Namun ketika sudah semakin dekat dengan rumah, aku malah mulai jadi bingung sendiri, tidak tahu nanti setelah sampai aku harus bersikap dan berkata apa padanya?setidaknya aku akan tetap berbasa - basi.


Semakin aku berpikir untuk kata - kata yang akan aku ucapkan, otakku malah semakin mengingat penghianatan yang sudah dilakukannya tadi siang!


Bagaimana tidak ingat? Karena jelas - jelas tadi aku juga melihat punggungnya ini sedang berhadapan dengan Amira didepannya.


Dan yang pasti kali ini aku tidak akan menawarkannya untuk mampir masuk kerumah, soalnya ....


Uuugh.... Kenapa disaat seperti ini perasaan benciku malah mulai kambuh lagi? aku beneran tidak tahan kalau harus berlama - lama melihatnya apalagi dekat dengannya seperti ini.


Sesampainya didepan rumah, Arga langsung mengarahkan motornya dihalaman depan rumah tempat biasa dia parkir, namun belum sampi motor berhenti aku sudah lebih dulu membuka helmnya, jadi saat dia baru mematikan mesin, akupun sudah lebih dulu langsung turun dari motornya lalu segera melepaskan almamater yang dia pakaikan kepadaku tadi, dan cepat - cepat menaruhnya diatas stank motor tanpa sempat dia berdiri apalagi turun dari motornya .


Pokoknya tanpa banyak basa - basi aku cuma mengucapkan :


"Makasih yaa Ga,!" sambil berlari kerumah.


"Aaah, beib!!!? tu...." dia yang tadi belum sempat tangannya menerima, terlihat bingung saat aku kembalikan almamaternya begitu saja dihadapan nya.


Bergegas aku membuka pintu lalu langsung menutupnya kembali.


"Huuuuff!!" aku menghela nafas di balik pintu


"Mungkin sikapku barusan ini kejam baginya, tetapi bagi ku yang dia sudah dilakukan malah lebih kejam!!" kataku dalam hati


Kali ini aku benar - benar ingin menghindar darinya untuk beberapa saat, yang pastinya akan butuh waktu yang lama.


Yang Terpenting saat ini adalah, sekarang aku hanya membutuhkan waktu untuk sendiri dulu agar perasaan dan pikiran ku bisa tenang lagi.


Keadaan pintu rumah yang sudah tidak terkunci saat aku masuk barusan, tentunya karena adik ku Doni yang sudah pulang lebih dulu dari ku.


"hmmp? Doni sekarang lagi dikamarnya.." pikir ku


Sambil melepaskan sepatu aku mengamati suara dari luar rumah yang belum terdengar bunyi mesin motornya Arga yang berarti dia masih didepan.


"Dia ngapain? kok nggak langsung pulang sih?!" ada rasa penasaran, tapi aku nggak ada niat untuk mengintip keluar untuk melihat nya.


Tanpa memperdulikan Arga sudah pergi atau belum, aku mulai menuju ke kamarku yang berada dilantai dua.


Aku tidak ingin memikirkan dia untuk saat ini, hanya butuh kamar ku untuk beristirahat!


Sambil melangkah menuju ketangga rumah, kulihat ternyata Doni berada didepan tv sedang asik dengan ps4 nya. Tanpa ku tegur atau ku sapa dia, ku mulai menaiki anak tangga satu persatu dengan kaki ku yang sudah terasa sangat pegal.


Benar - benar mood buruk hari ini!


Lalu sesampainya dikamar aku mencium aroma parfum yang masih bertebaran diruangan ini, keadaan ruangannya pun masih sama seperti saat aku tinggalkan tadi pagi, langsung saja aku menggantungkan tas disamping meja belajar lalu menekan remot ac.

__ADS_1


TIIIIIT!


Melihat tempat tidur dan bantal - bantal yang sangat rapi, sebenarnya aku sudah nggak tahan ingin berada di atasnya namun rasa lengket kulitku disertai bau asap knalpot jalanan, membuat aku jadi kurang nyaman untuk beristirahat.


Walaupun sangat lelah dan mengantuk, tetapi aku tidak akan mengotori sprei ku, jadi aku akan segera kekamar mandi yang memang ada di setiap kamar dirumah ini.


Lantai kamar mandinya yang sudah mengering karena tidak dipakai hampir seharian ini menjadi hangat saat ku injak, dengan segera aku langsung bersiap - siap mandi untuk membersihkan tubuh dan rambut ku dari debu, juga untuk menyegarkan pikiran yang lagi ruwet ini.


Saat ku buka keran shower, seketika tetesan airnya yang deras dan dingin langsung membasahi seluruh tubuh, kesegarannya mulai meresap dari kulit kepalara hingga ujung kakiku, membuat aku merasakan lunturnya semua hawa panas yang menempel seluruh ditubuh.


"Aaaah.... akhirnya.... segaaar...!" kataku sambil Mengambil botol shampoo.


Entah kenapa tiba - tiba terbesit lagi bayangan - bayangan yang tak ingin aku ingat. Yaaa lagi - lagi jadi memikirkan kembali semua kejadian hari ini, yang terasa begitu panjang dan melelahkan.


Terlebih bagian yang ada Arganya itu, Sangat sesak dadaku membuat aku tak mampu menahan lagi amarah dan rasa kecewa, jadi sekalian saja ku lampiaskan tangisan ku yang sudah kutahan dari tadi di bawah tetesan air shower ini.


Air mataku mengalir beriringan dengan tetesan air yang jatuh dari rambutku, karena sedikit pusing jadi kupijat - pijat perlahan kepalaku agar lebih tenang lalu membilasnya sedikit demi sedikit.


Mata, hidung dan bibirku pun jadi memerah dan mulai membengkak. Ku gosokkan tubuhku dengan sabun sambil sesekali aku mencengkram kulitku karena gemas dengan kelakuan Arga dan Amira.


Perlahan - lahan aliran darah ku juga mulai merasakan dingin, namun entah mengapa aku merasa lama - lama agak kurang enak badan, padahal biasanya aku sangat suka mandi berlama - lama hanya untuk menyerapi kesegaran airnya.


Tetapi kok.... baru mandi sebentar ujung jari tangan dan kaki ku mulai gemetaran?


Brrrrrrrrt!!! tiba - tiba aku merinding kedinginan.


Dan airnya makin terasa tambah dingin?!


Akhirnya akupun mempercepat proses mandiku, dengan tergesa - gesa kubilas semua busa sabun yang masih menempel dikulitku, setelah itu ku handuki sampai kering sebelum memakai handuk kimono.


Dengan handuk yang sama, kulilitkan kerambut yang masih basah diatas kepalaku.


Lalu tanpa ragu ku buka pintu kamar mandi yang memang terhubung langsung kedalam kamarku, dan aku lupa bahwa didalamnya sudah berhembus rata dinginnya uap ac.


{{~Huuuuuu~}}


Semakin menggigil dan mulai merasa membeku sampai ketulang, perlahan tetapi pasti kulangkah kan kaki


"Brrrrrrrrrr!!!!" sesekali aku merinding kedinginan, dan .....


Tiiiiiiiiit !!!!


Akhirnya, air outlet nya tertutup...


Namun, dengan bibir dan gigi ku yang sudah mengigil gemetaran, aku rasa aku tidak akan sanggup lagi menahan kalau harus selesikan memakai pakain lengkap dulu, jadi ku putuskan segera naik kekasur kumudian berbaring dan menutupi seluruh tubuh ku yang baru hanya pakai handuk kimono saja dengan selimut sampai kekepala.


Mencium aroma seprei yang lembut membuat aku nyaman dan merasa tenang. Baru sebentar berbaring aku sudah mulai merasa hangat dan rasa menggigilku perlahan - lahan sudah mulai mereda.


Kubuka perlahan - lahan mataku yang masih perih sedikit dan terasa agak menebal, ku keluarkan ujung jariku dan membuka sedikit selimut yang menutupi kepala.


Kulihat suasanya dan warna cahaya lampupun sudah berubah, kulirik arah jarum jam yang kupikir rusak atau habis batrenya, ku perhatikan dengan seksama jarum detik nya ternyata masih berputar, Jadi.....


"Aaaach aku sudah ketiduran sekalinya....!!" gumamku


Aku terbangun dengan keadaan tubuh ku yang masih hanya bertutupan handuk dan selimut, tak sadar ternyata waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam.


Tubuh ku sudah tidak lagi menggigil namun masih ada rasa dingin saat angin menghembusnya, padahal suhu udara dikamar ku sangat hangat karena ac nya masih dalam keadaan off.


Mataku yang masih ingin terpejam walaupun rasa ngantuknya sudah mulai menghilang membuat ku jadi malas untuk bangun dari tempat tidur.


"hmmm.. mama sudah pulang belum yaa?! ah mending aku turun aja dulu!" sembari membuka selimut lalu duduk di atas kasur.


"Tetapi nggak ada suaranya apa - apa ,,,, oiya yaa... sekarang kan malam minggu pasti masih rame ditoko!" kata ku sambil menurun kan kaki dari tempat tidur


Namun saat mulai berdiri aku agak merasa kepala ku sedikit pusing, mungkin karena aku tertidur dalam keadaan rambut yang masih basah, pikir ku.

__ADS_1


Segera aku memakai pakaian rumah, lalu aku duduk didepan meja rias, mulai menyisir rambut ku yang kusut dan masih agak lembab.


Saat aku becermin, ku perhatikan kelopak mataku yang masih memerah dan bahkan membengkak, sambil ku tekan - tekan perlahan kupikir sebaiknya akan ku kompres nanti sebelum tidur.


"Kak..?" (tok- tok- tok!) panggil Doni sambil mengetuk pintu


"Buka aja Don!.." jawab ku sambil masih menyisir di depan meja rias


Kreeet!!! (suara pintu terbuka)


Doni segera membuka pintu namun hanya sedikit, cuma pas untuk melewati tubuh kurus nya saja, dan dia menghampiri ku yang sedang duduk di depan meja rias.


"Kenapa Don?!" tanya ku kepada adik yang sering usil ini.


"Kak, ada kak Arga tuh didepan rumah!" katanya sambil tangannya memainkan botol parfum ku


"Apa kamu sudah suruh dia masuk!?" tanya ku yang lagi malas meladeni Arga


"Iya, tapii ...." belum sempat bicara aku memotong nya


"Kenapa nggak tanya dulu sih Don?! harusnya pas dia baru datang kamu langsung kasih tahu kakak dulu! Kakak nih lagi jengkel sama orang, jadi lagi males ketemu sama siapa - siapa sekarang ini, lagian kan tadi sudah ketemu, jadi untuk apa lagi dia datang kesini malam - malam!!" bicaraku tanpa jeda, akhiranya bikin Doni kesal


"Kakak niih! orang belom selesai ngomong sudah nyerocos terus!!" kata Doni sambil nahan gregetan sama aku


"Tadi ka Arga memang ku tawarin masuk, tetapi dia nggak mau, katanya cuma mau ngomong sebentar sama Kakak!!" jelasnya


Aduuuuuh orang ini..... bener - bener deh! padahal aku kan lagi mau menghidari nya, gimana donk ini?!.....pikirku


Sebenarnya dihatiku ada rasa takut karena mungkin saja dia memang ingin bicara tentang hubungan ini, sebenarnya aku masih belum siap menerima kenyataan kalau sampai dia benar - benar memutuskan hubungan dengan ku karena lebih memilih Amira.


"aaah iya, Mending aku minta tolong Doni suruh dia pulang lagi dengan alasan aku sudah tidur.... iyaaa, gitu aja!!" pikir ku merasa dapat ide


"Kak?!" panggil Doni agak mengejutkan ku


"malah bengong sih? gimana itu ka Arga kasihan tauuu..!" katanya


"Berarti dia nggak masuk kerumah kan? naah terus dimana dia sekarang?!" tanya ku


"Dia nunggu di teras depan, hmmm tapi kok dia masih pake seragam sekolah sih Kak?! memang dia dari mana kok jam segini belom pulang ...."


DEEGG!!!


"HAAAH?!!" Sontak aku terkejut sampai membuat mataku terbelarak seketika, mendengar ucapan Doni yang mengatakan bahwa sekarang ini Arga ada didepan rumah dengan masih memakai seragam sekolah!?


"A - apa Don!? Arga MASIH ada didepan rumah pake seragam kata mu?!!!" tanyaku dengan nada mulai panik, sambil melihat kearah jam yang sudah hampir setengah sepuluh malam.


"Iya,, kok kakak tanya MASIH DIDEPAN?! jangan - Jangan maksud kakak? berarti dia memang datang sama kakak dari tadi sore atau gimana?!!" tanya balik Doni tanpa jeda sambil mengerutkan dahinya karena kebingungan


Aku tak mampu menjawab semua pertanyaan Doni, walaupun sebenarnya hanya cukup dengan kata "iya", tetapi pikiran ku terlanjur jadi kusut karena panik.


Sampai - sampai aku melupakan rencana ku meminta tolong Doni untuk menyuruhnya pulang.


"Sebentar aku turun!!!" kataku yang mulai gugup.


"Apa ngga disuruh masuk dulu kak?" tanya Doni lagi yang masih keheranan melihat aku tiba - tiba panik.


"eeh, nggak usah!" jawabku singkat sambil buru - buru menyisir rambut panjangnya yang masih sedikit kusut.


Kemudian Doni melangkah keluar dari kamar sambil melihat tingkahku, dia menutup kembali pintu dan pergi nggak tahu kebawah atau kekamar nya.


Tiba-tiba kepalaku terasa berat, apa sih yang sebenarnya diinginkan Arga sampai jam segini belum pulang? pikirku


"Yang benar saja kalau sampe dia memang belum pulang dari tadi sore, Aduuuuh!!!" bibirku kataku bicara sendiri.


Lalu aki bergegas menaruh sisir diatas meja rias, berdiri dari duduk untuk mangambil handuk yang masih tergeletak diatas kasur, lalu menggantungnya kembali digantungan didalam kamar mandiku.

__ADS_1


Dengan tergesa - gesa aku keluar kamar, menuruni anak tangga dan langsung menuju kepintu depan, walaupun ada rasa ragu yang membenak didada untuk menemuinya, tetapi ada rasa khawatir juga yang mengganggu pikiran ku kepadanya kini.


Sejenak aku berhenti didepan pintu untuk meyakinkan langkahku selanjutnya!


__ADS_2