Cinta Terlarang Sang Dara

Cinta Terlarang Sang Dara
Akanku Lakukan Untuk Mu


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari salah satu karyawan rumah makan itu mata Irvan langsung terbelalak!


"Sok tau kamu! memangnya liat?" tanya temannya menegur


"Iya bener, soalnya tadi aku yang ngambil uang parkirannya, aku lama nunggu didepan situ!!" jelasnya lagi


"Mas terima kasih banyak informasinya, maaf mengganggu!" pamit Irvan, lalu ia segera berlari kembali ke lokasi mobilnya terparkir.


Terlihat dari kejauhan Adhi dan Amira sedang sibuk menelpon.


"Ya sudah Bro aku minta tolong yang tadi ya!" Adhi dengan gugup langsung menghentikan bicaranya saat melihat Irvan berlari menghampirinya


"Gimana Van kamu ada dapat info apa?" tanya Adhi


"Iya, tadi Dara memang sempat mampir kesitu dan salah satu karyawannya bilang kalau Dara bersama cowok pakai mobil warna hitam, perginya mengarah kesana?!" Jawab Irvan


"Iya itu pasti Betrand kak, mobilnya dia memang ada yang hitam pekat!" kata Amira meyakinkan


"Kalau gitu, kamu ikutin aku aja dibelakang Van!" perintah Adhi dengan tegas dan tanpa banyak berpikir Irvanpun menurutinya


(Dalam mobil Amira)


"Kak Adhi tadi minta tolong sama teman polisi ya?" tanya Amira


"Mau gimana lagi? kalau sampe diluar kota Samarinda kan sudah bukan kawasanku lagi, jadi mau gak mau harus minta tolong sama teman yang megang daerah sini!" jawabnya penug wibawa, membuat Amira yang duduk disampingnya langsung terkesan karena baru kali ini melihat Adhi mengeluarkan sikap tegas seperti seseorang polisi sesungguhnya.


(Didalam mobil Irvan)


"Apa yang mereka bilang itu beneran kamu Dara, sebenarnya apa yang terjadi sih kok bisa kamu pergi kayak gini?" Gumam Irvan yang masih tidak percaya kalau Dara pergi jauh tanpa pamit.


Karena merasa ada yang ganjal dia terus mengingat kata kata karyawan rumah makan tadi yang mengatakan bahwa mereka berada didalam mobil kurang lebih selama sepuluh menit sebelum berangkat lalu perginya kearah Balikpapan, karena curiga diapun segera menelpon Adhi yang berada didalam mobil tepat didepannya. Kemudian dia menceritakan semua yang dia dengar dari karyawan rumah makan tadi yang akhirnya membuat Adhi juga mencurigai hal yang sama seperti yang dia pikirkan saat ini!


(Dalam mobil Amira)


Karena telpon dari Irvan barusan dilost speaker pastinya Amira pun mendengarkan percakapan mereka dengan sangat jelas yang membuat dirinya langsung teringat cerita Betrand pada saat dia mabuk waktu itu.


Amira yang sudah sangat percaya pada kepribadian Adhipun mulai menceritakan apa yang Betrand ceritakan padanya waktu itu, termasuk kesan pertama Betrand pada Dara. Dan akhirnya Amira dan Adhi mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar sekarang ini Dara dalam keadaan tidak sadar lalu dibawa kesana, Hotel K papanya Betrand, tempat pertama kali dia melihat Dara!


(Dalam mobil Betrand)


"Hotel K Balikpapan Selamat mal......."


"Hey siapa disitu? Sofian kah?!" tanya Betrand pada operator hotel


"Oh tuan muda iya saya Sof..."


"Suruh mereka (bagian Housekeeping) buat kamarku VIP HONEY MOON sekarang juga dalam waktu kurang dari lima belas menit dan bukakan aku pintu belakang!" perintahnya


"Ah maaf tuan muda, kamar yang itu sudah dibooking selama seminggu dan ini baru hari kedua ta......"


"Aku nggak peduli, carikan tamu itu kamar yang lain, aku mau kamarku sudah rapi dalam waktu limabelas menit dari sekarang dan ruangannya harus sudah seperti yang aku mau!!" Perintah Betrand memaksa dan langsung menutup telponnya, bergegas para karyawan hotelnyapun langsung kalang kabut sana kemari.


(Sesampainya diHotel K)


Dua karyawan Hotel dan satu security pun menyambut kedatangan Betrand diparkiran khusus.


"Tuan muda kamarnya sudah siap!" Sapa salah satu roomboy kepercayaan Betrand


"Bawa dan antarkan barang barang ini kekamar!" Perintah Betrand saat mulai menggendong Dara yang masih lelap di jok mobilnya


Dengan diiringi sampai kedalam kamar, dengan sangat hati hati Betrand membaringkan tubuh kecil Dara diatas kasur yang sudah bertaburan kelopak bunga mawar merah dispreinya. kemudian dia berpesan agar siapapun yang mencarinya termasuk orang tuanya sendiri jangan ada memberi tau kalau sekarang dia sedang berada dihotel ini, dan karena takut merekapun langsung menurut tanpa syarat!


Setelah pintu dikuncinya dengan rapat, Betrandpun mulai,


"Dara, andai kamu punya rasa suka sama aku tentunya aku tidak akan mencampurkan obat tidur kedalam minumanmu tadi, aku akan membiarkan kamu dalam keadaan tetap sadar, aku mau kamu melihat sendiri betapa indahnya kamar ini yang aku buat khusus untuk kamu malam ini. Tetapi tenang saja Dara, kamera kecil diujung sana sengaja aku pasang untuk sebagai bukti bahwa aku tetap memperlakukanmu dengan lembut meskipun sekarang kamu tidak menyadarinya!" Ucapnya sambil mengecup tangan dan mata Dara yang terpejam.


Dengan penuh penghayatan Betrand mulai membuka kancing baju Dara satu persatu dari atas kebawah

__ADS_1


"Sayang, aku tau kalau kamu pastinya masih perawan, jadi aku akan sangat pelan pelan MELAKUKANNYA hingga sedikitpun kamu tidak akan merasa kesakitan!" bisiknya


Setelah Betrand membuka baju luar Dara dia menyempatkan dirinya yang juga sudah bertelanjang dada untuk mengambil beberapa foto mereka berdua yang hanya tertutupi selimut disebagian tubuhnya dengan posisi berpelukan.


"Foto foto ini juga akan menjadi bukti pertama kalinya kita melakukan ini, akan aku simpan sampai kapanpun!" katanya lalu karena terburu buru meletakan ponsel, akhirnya ponselnya itupun terjatuh kebawah ranjang


"Aah nanti aja diambilnya, sekarang aku akan memulai hal yang membuat kamu tidak akan pernah bisa pergi dari aku setelah ini, iyakan sayang!" gumamnya sambil mulai membuka celana panjang Dara.


(Diparkiran hotel)


'Hotel ini?' gumam Irvan yang tertegun saat mengingat kejadian tujuh tahun silam


"Irvan cepetan!!" Bentak Adhi yang jadi berhenti berlari karena melihat Irvan melamun


"Aah iya!!" Irvan yang tersadar dari lamunannya pun langsung menyusul dengan cepat, kecuali Amira yang tadi sempat bilang sudah lelah jadi menyuruh mereka duluan masuk.


"Permisi, kami mencari seseorang yang bernama Betrand yang lebih tepatnya putra dari pak Adrian pemilik hotel ini!" ucap Adhi sopan


Melihat wajah Adhi dan Irvan yang masih sangat muda, para karyawan hotel itupun mengira mereka ini mungkin hanya temannya Betrand yang sedang ingin menghinap, tapi mengingat pesan tuan muda mereka tadi akhirnya mereka semua mengatakan kalau Betrand sedang tidak ada disini, namun salah satu dari mereka keceplosan kalau Betrand sedang tidak ingin di ganggu!


"Cepat bawa kami kekamar Betrand!" perintah Adhi tegas membuat karyawan tadi sedikit kaget dibuatnya


"Maaf mas, Privasi dihotel kami sangat diutamakan jadi kami ti......."


"Kalian melawan sama saja mempersulit pekerjaan kami, dan aparat akan menangkap kalian semua dengan tuduhan persekongkolan penculikan! cepat ambil kuncinya dan antar kami kesana!!" bentak Adhi yang terpaksa mengeluarkan kartu identitas kepolisiannya, yang seketika merekapun langsung gugup dan bergegas menurut.


Sambil berlari mengikuti office boy dan security, Irvan yang juga kaget dengan Identitas Adhipun berusaha bertanya:


"Aa.. Adhi, kamu?" Kaget Irvan sangat tidak menyangka


"Nanti aku ceritain semua Van!" sahut Adhi yang berlari beriringan dengannya masuk kedalam lift, dan kamar yang mereka tuju terletak dipaling atas hotel ini


"Cepetan buka!" perintah Adhi yang menggetarkan tangan office boy itu


JEGLEK! BRAAAK!!!


"ADA AP.....!!"


"Angkat tangan!" perintah Adhi sembari menodongkan pistol yang dalam sekejap menghentikan bentakan sekaligus gerakan tangan Betrand yang sedang mendarat ditubuh Dara yang sudah hanya tinggal pakaian dalamnya saja.


"BANGSAAAT!!" teriak Irvan sambil berlari menghampiri Betrand yang posisinya terdiam kaku diatas Dara


Irvan yang memiliki sifat tempramenpun dengan gelap mata langsung menariknya hingga Betrand terjatuh kesamping tempat tidur, lalu...


BUUG BUG!!


"SIALAAAAN!!" teriaknya sambil dua kali menonjok wajah Betrand hingga mimisan, lalu ia sempatkan menyelimuti tubuh Dara yang terbuka kemudian, baru saja Betrand mau bangkit,


BUG!!


"******** KAMU BETRAND!! AKU GAK BAKAL MAAFIN KAMU!!" tanpa ampun dia terus memukuli Betrand yang sudah tersungkur dihadapannya, kemudian Adhi yang khawatir Betrand akan dipukul sampe mati oleh Irvanpun segera melerai dengan menahani tubuh Irvan sama kekar dengannya.


"Van, sudah Van cukup Van, mending cepat kamu bawa Dara keluar!! sisanya biar aku tangani dia!!" saran Adhi, lalu Irvan segera menggulung rapat tubuh adiknya yang sedang tak sadarkan diri itu dengan selimut


"Kak Betrand?!!" panggil Amira yang baru saja sampai dikamar dengan panik berlari menghampiri Betrand yang sudah babak belur


"Kamu, kamu kenapa bisa disini, apa kamu yang ngasih tau mereka? dasar penghianat!!" bentak Betrand dan langsung mendorong Amira sampai jatuh, lalu dia bangkit ingin melampiaskan emosinya pada Amira


"AAAGH!! kak Betrand ku mohon jangan pukul aku kak, aku lagi hamil anak mu!!" mohon Amira sambil meronta memegangi perutnya karena dorongan barusan, dan seketika itu Betrand yang mendengar pengakuan Amira malah menuduhnya:


"Apa hamil? bukankah kita sudah sepakat tidak akan membahas itu apapun yang terjadi, dan kejadian itu baru seminggu lalu masa sekarang sudah hamil? lagian juga keadaamu memang sudah gak perawan lagi, jadi mana tau itu sebenarnya anak siapa!!" Ucap Betrand yang seketika menyesakan dada, jangankan Amira, Adhi juga langsung terjongkok lemas mendengar tuduhan Betrand, disusul orang yang berada disitupun ikut menitikan airmata menemani Amira yang hatinya langsung terluka.


Irvan yang masih membalut tubuh Dara dikamar itupun, sambil memperhatikan kondisi Dara dihadapannya ditambah lagi mendengar ucapan Betrand barusan membuat pipinya tidak tersisa lagi celah yang kering untuk dialiri tetesan air hangat dari matanya,


'Yaa ampun dek hampir aja kamu jadi korban bejadnya juga!!' gumamnya sembari menahan isak lalu mulai menggendong Dara menuju kepintu luar.


Betrand yang kecewa karena rencananya telah gagal dengan cepat mengambil kesempatan dimana Adhi sedang lengah, dia merebut pistol yang diselipkan dipinggang Adhi dan....

__ADS_1


CTAK, DOOR!!


Diarahkan serta langsung dilepaskan satu peluru yang mengenai bahu kanan Irvan.


"Aaaagh!!" seketika itupun Irvan hampir menjatuhkan dirinya yang sedang menggendong Dara, namun security dan para karyawan yang daritadi terpaku menyaksikan kejadian dikamar mewah itupun dengan sigap menahan tubuh keduanya, mereka langsung membawa Irvan dan Dara menuju kerumah sakit terdekat


Dan diwaktu yang bersamaan Adhi dengan cepat berdiri untuk merebut kembali pistolnya lalu tanpa pikir panjang,


CTAK, DOOR!! "AAAAGH!!"


"Itu untuk Irvan dan Dara!!" ucap Adhi


CTAK, DOOR!! "AAAGH!!"


"Yang itu untuk Amira!!" ucapnya lagi sambil meneteskan airmata


Dengan rasa geram dibenaknya dia telah meneteskan juga darah dikedua kaki Betrand yang masing masing mendapat satu peluru, dan kini pistolnya dia arahkan lagi tubuh Betrand


"Kak Adhi sudah cukup kak, nanti kakak kena sangsi!!" pinta Amira meronta yang masih duduk bersimpuh disampingnya.


Awalnya Adhi sama sekali tidak memperdulikan hukuman yang akan dia terima setelah ini, namun saat menatap mata Amira yang sudah lemah, akhirnya dia luluh.


"Amira, bisa berdiri nggak? sini aku bantu!" kata Adhi sambil menyimpan kembali pistolnya, kemudian dia segera memapah Amira berdiri. Dan tak lama kemudian polisipun tiba dilokasi yang tentunya langsung mengamankan Betrand yang akan dicabut pelurunya, kemudian barang bukti beserta para saksipun dibawa untuk diperiksa. Namun,


TAP TAP!!


Ada sepasang kaki yang langkahnya berhenti disamping ranjang kamar hotel Betrand, dia meraba kekolong dan langsung mengantongi handphone Betrand yang terjatuh tadi.


.


.


(Tiga jam kemudian dikoridor rumah sakit)


"Amira, ini sudah hampir subuh kamu aku anterin cari tempat istirahat yaa, biar disini aku aja yang jagain Dara dan Irvan!" bujuk Adhi yang melihat Amira sudah mulai pucat


"Nggak kak, aku nggak mau kemana mana, aku juga mau nunggu mereka disini!" sahut Amira dengan tatapan kosong


"Amira kam...."


"Kak Adhi jangan paksa aku, aku sudah pernah buat Dara dan Arga celaka, sekarang aku mengulang kesalahan yang sama, hanya saja kali ini aku buat Dara dan mas Irvan yang celaka! aku ini sahabat macam apa?!" kata Amira greget sendiri


"Amira sudah, dari tadi kamu menyalahkan diri mu sendiri terus, kalau bukan berkat kamu memberi tau kami juga tentunya bakal lama menemukan Dara dan kalau tadi telat sedikit aja Dara pasti sudah di......."


"Betul yang dikatakan Adhi, Amira!" Sambung Irvan yang tiba tiba keluar dari IGD dengan balutan perban dibahunya.


"Kak Irvan?!"


"Van kamu sudah baik baik aja?!" tanya Amira dan Adhi yang berbarengan,


"Iya aku sudah nggak apa apa!" jawabnya sambil duduk disamping Adhi


"Amira, saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih karena kamu selalu baik pada kami terutama sama Dara, dan maafin saya juga terkadang memang suka ragu sama kamu saat saya mengingat kelakuan prisil dulu!" ucap Irvan meneruskan


"Iya kak, aku ngerti gimana perasaan kak Irvan dulu, seperti halnya perasaan saya tadi yang terguncang karena sebuah tuduhan, tidak diakui dqn juga sebuah ucapan tidak dipercayai! mungkin aku kena karma dari kak prisil imbasnya hari ini hiks!!" kata Amira mengingat


"Sudah Amira sudah!!" Adhi berusaha menenangkan sambil meminjamkan bahunya untuk Amira


"Saya memang percara sama Karma, tapi kamu itu orang baik, pasti suatu saat akan mendapat hal yang baik juga!" kata Irvan yang ikut menenangkan Amira


"IRVAN?!!"


TAP TAP TAP!!


TAP TAP TAP!!


Panggil Ibu, Mama dan Papa kompak sambil berlarian menghampiri mereka bertiga.

__ADS_1


"Ya ampun nak kok bisa jadi begini sih?!" tanya ibu sambil memeluk putra sulungnya.


__ADS_2