Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 10. Perjanjian


__ADS_3

Pagi ini menjadi awal baru di kehidupan Tiara, menyandang status baru membuat tugasnya bertambah yang sebelumnya hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri dan sekarang harus melayani sang suami.


Sudah terbiasa bangun pagi dan beres-beres rumah, membuat Tiara bingung saat berada di kamar. Pasalnya mereka berdua masih berada di kamar hotel. Dia memutuskan untuk mengirim pesan pada Nisa lewat aplikasi hijau berlogo gagang telepon.


"Pagi, Sa. Bete nih." Pesan yang dikirim Tiara centang 2 abu-abu tak lama berubah menjadi biru, tanda pesan sudah dibaca.


"Cie, pengantin baru udah nongol aja. Semalam unboxing berapa kali?" Balas Nisa disertai emot kedipan sebelah mata.


"Apaan sih, Sa. Pagi-pagi udah bahas begituan, Aku lagi bete nih dari tadi di kamar mulu."


"Namanya juga pengantin baru, udah nikmatin aja. Jarang-jarang kan tidur di hotel mewah." Balas Nisa dengan emot tertawa.


Tiara hanya bisa mendengus kesal, niat hati ingin cari teman untuk menghilangkan rasa bosan, yang ada dia diledek habis-habisan dengan temannya ini.


"Tau ah, mau tidur lagi aja." Tanpa Tiara sadari sejak tadi ada yang sedang memperhatikannya dari atas ranjang, siapa lagi kalau bukan Mahesa. Diam-diam Mahesa memperhatikan segala tingkah Tiara, jauh didalam hatinya dia sangat mengagumi sosok Tiara mulai dari paras hingga sifatnya yang lemah lembut meskipun ada sifat bar-bar itupun jika sedang bersamanya.

__ADS_1


Tak ingin ketahuan karena memperhatikan Tiara, Mahesa pura-pura menggeliat sambil mengucek kedua matanya lalu bergegas menuju kamar mandi. Tiara yang melihat Mahesa sudah bangun segera menyiapkan pakaian untuk suaminya. Semarah dan sekesal apapun, dia tetap melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri kecuali kewajiban di atas ranjang.


Selagi belum ada kata cinta yang tumbuh di hati keduanya, Tiara tetap akan mempertahankan barang yang paling berharga miliknya. Dia tidak ingin mengambil resiko, ketika Mahesa berniat untuk membuangnya paling tidak Tiara masih dalam kondisi perawan.


Sungguh dia tidak ingin saat Mahesa meninggalkannya, dia dalam kondisi mengandung. Terlalu larut dalam lamunannya, Tiara tidak menyadari bahwa Mahesa sudah berdiri dihadapannya dengan handuk yang melilit pinggangnya.


"Aaaaaa, sejak kapan Tuan disini?" Teriak Tiara sambil menutup wajahnya karena malu melihat Mahesa yang hanya berbalut handuk.


"Siapa suruh pagi-pagi melamun, kesambet setan baru tahu rasa." Jawab Mahesa santai sambil mengenakan baju yang telah disiapkan Tiara. Bahkan dengan PDnya Mahesa membuka handuk di depan Tiara.


"Dasar Tuan mesum, kenapa tidak memakai celana di kamar mandi saja." Gerutu Tiara dan berlari memasuki kamar mandi.


***


Didalam kamar mandi, Tiara berusaha menormalkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Jantungku rasanya mau copot. Dasar Tuan mesum, bisa-bisanya dia telanjang dihadapanku. Ya Tuhan mata perawanku sudah ternoda." Setelah bisa menetralkan irama jantungnya Tiara lekas mandi.


Keluar dari kamar mandi, Tiara sudah disuguhkan berbagai macam menu untuk sarapan. Tanpa menunggu lama Tiara gegas sarapan sebelum Mahesa datang mengacaukan moodnya yang sedang baik.


Pintu kamar terbuka, dan muncullah Mahesa yang ternyata baru saja menerima telepon dari rekan bisnisnya.


"Ambillah kartu ini, gunakan sesukamu." Menyodorkan sebuah kartu ATM pada Tiara.


"Tidak perlu Tuan, Saya masih ada tabungan." Tiara menolak pemberian Mahesa.


"Cih, nggak usah munafik, saya tahu apa yang kamu butuhkan, setiap wanita yang menikah dengan pria kaya pasti hanya harta yang ada dipikirannya." Ketus Mahesa.


"Sekarang ambil kartu ini dan pakailah sesuka hatimu. Dan satu lagi saya ingin membuat sebuah perjanjian dengan kamu, yang pertama tidak ada yang boleh mencampuri urusan masing-masing, yang kedua jangan pernah menuntut saya untuk bersikap baik sama kamu, yang terakhir berpura-puralah bahwa kita hidup rukun saat dihadapan mama. Kamu ngerti?" Sambung Mahesa panjang lebar.


"Untuk perjanjian saya akan terima tapi tidak untuk penghinaan dari anda. Walaupun saya tidak hidup bergelimang harta setidaknya saya masih punya harga diri dengan tidak menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsu sesaat." Ucap Tiara menggebu-gebu meluapkan segala emosi yang dipendamnya.

__ADS_1


"Jadi saya tegaskan sekali lagi, jangan pernah menginjak harga diri saya. Saya diam bukan berarti mengalah, tapi menunggu waktu yang tepat untuk meluapkan segala hal berkecamuk dalam hati saya karena ucapan yang terlontar dari mulut anda." Sambung Tiara yang membuat Mahesa seketika bungkam, tak menyangka jika gadis yang dia anggap pendiam ternyata memiliki keberanian melawan dirinya.


Jangan lupa like dan komen 😍😍. Love you all 😘😘😘


__ADS_2