Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Setelah mengobrol panjang lebar dan saling bertukar nomor ponsel, Icha pamit pulang karena hari sudah hampir sore.


"Aku pulang dulu ya, Mbak! Mbak Tiara enggak apa-apa di sini sendirian?"


"Enggak apa-apa, bentar lagi suamiku datang. Kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi aku."


"Iya Mbak, makasih. Saya duluan."


Icha beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi, meninggalkan Tiara yang masih setia memandanginya hingga tak terlihat lagi.


"Kamu lagi lihatin apa sih, Yang?" Tanya Mahesa yang baru muncul membuat Tiara langsung terlonjak kaget.


"Ngagetin aja sih, Mas. Untung aku nggak jantungan." Gerutu Tiara.


"Hehe, maaf ya. Habisnya kayak serius banget, emang lagi lihat apa?"


"Enggak apa-apa Mas. Cuma lagi lihatin seseorang yang tadi ngobrol di sini."


"Cewek apa cowok?" Tanya Mahesa yang mulai cemburu.


"Nggak usah mulai cari masalah deh, Mas. Ya kali ada cowok mau ngobrol sama emak-emak kayak aku."


"Jaman sekarang nggak mandang status Yang, istri orang pun juga diembat kalau mau."


"Udah-udah kenapa jadi bahas gituan sih. Pulang yuk! Aku mau mandi."


"Ayo!" Mahesa beranjak dari kursi, saat akan melangkah dia kagetkan dengan teriakan Tiara.


"Mas!"


"Apa sih Yang? Katanya mau pulang."


"Gendong." Rengek Tiara dengan kedua tangan yang terulur.


"Manjanya, untung sayang."


Cetak


"Aduh, kok malah disentil sih, Yang. Entar kalau nggak bisa cium kamu gimana?"


"Biarin, kamu tuh ngeselin." Ucap Tiara sambil cemberut.


Cup

__ADS_1


Mahesa yang gemas dengan tingkah istrinya langsung mengecup bibirnya.


Sementara Tiara pipinya memerah lantaran malu karena tindakan Mahesa.


"Mas, seandainya kita pakai jasa pengasuh anak gimana?" Tanya Tiara yang berada digendongan Mahesa.


"Aku sih terserah kamu aja, yang penting orangnya jujur dan nggak neko-neko. Apa kamu nggak takut nanti misalnya anak-anak lebih dekat dengan pengasuhnya?"


"Kan aku juga di rumah, Mas. Maksud aku tuh biar bisa bantu aku buat urus anak-anak aja. Kasihan juga kalau lihat mama harus ikut repot ngurusin mereka nantinya."


"Aku ngikut kamu aja, Yang gimana baiknya. Emang kamu udah ada orang yang buat jadi pengasuh anak-anak?"


"Ada sih, cuma nanti aku tanya lagi dianya mau apa enggak."


Mahesa mengangguk mendengar penjelasan istrinya, kini keduanya sudah berada di dalam mobil.


Saat di perjalanan Tiara tertidur pulas, mungkin efek dari hamil dan kecapekan karena acara tadi.


Hingga sampai di rumah, Tiara masih nyenyak dalam tidurnya. Mahesa yang tak tega untuk membangunkan pun langsung menggendongnya.


"Lho, Tiara kenapa?" Tanya Mama Mahesa menghampiri keduanya dengan cemas.


"Enggak apa-apa, Mah. Dia cuma tidur, mungkin kecapekan."


"Syukurlah, Mama sampai khawatir dia kenapa-napa."


-


-


-


-


Setibanya di rumah, Icha langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kakak kok udah pulang?" Tanya Vita yang baru dari dapur membuat lauk.


Icha menghela napas lesu sebelum menjawab pertanyaan adiknya.


"Nanti Kakak jelasin, Kakak mau mandi dulu." Pamit Icha tanpa mendengar jawaban adiknya.


Vita yang melihat ekspresi wajah Kakaknya yang terlihat lesu, berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi.

__ADS_1


Setelah 15 menit menunggu, Icha pun ikut bergabung dengan adiknya di dapur.


"Sebenarnya ada apa Kak?"


"Maafin Kakak ya, Vit. Kakak nggak bisa lagi nyukupin kebutuhan kita setiap hari."


"Maksud Kakak apa?"


"Kakak udah dipecat."


"Kok bisa? Emang Kakak buat kesalahan apa sampai bisa dipecat?"


Icha lantas menceritakan semua kejadian di restoran tadi, Vita tak bisa menyembunyikan kemarahan kala mendengar penjelasan kakaknya.


"Keterlaluan banget sih temen Kakak itu. Aku rasa dia emang sengaja fitnah Kakak, biar Kakak dipecat dari sana." Geram Vita.


"Kakak juga rasa gitu, tapi biarlah selama masih ada pekerjaan lain di kantor Tuan Dika nanti Kakak sekalian cari pekerjaan baru. Biar kalau nanti udah nggak kerja lagi di kantor Tuan Dika, Kakak punya kerjaan lain."


"Kakak yang sabar ya, semoga nanti bisa cepat dapat kerjaan baru lagi."


"Iya, makasih ya."


Icha dan Vita pun mengobrol sampai waktu makan malam tiba.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Icha yang masih duduk di teras rumah sedang memainkan ponselnya untuk mencari pekerjaan.


Disaat tengah asik melihat-lihat lowongan pekerjaan, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di ponselnya.


Hai, Cha. Maaf ya ganggu kamu istirahat 🙏. Isi pesan dari Tiara.


Enggak kok, Mbak. Ada apa ya? Balas Icha.


Kamu besok ke kantor Dika nggak?


Iya Mbak, besok pagi aku masuk kerja di sana.


Oh gitu, jam makan siang bisa nggak kita ketemu di restoran dekat kantor Dika?


Bisa Mbak, kebetulan siang aku udah pulang.


Ok, aku tunggu di sana besok. Selamat istirahat 😊.


Setelah membaca pesan terakhir dari Tiara, Icha kembali melanjutkan melihat lowongan pekerjaan yang ada di ponselnya.

__ADS_1


Hingga waktu semakin larut, Icha memutuskan untuk istirahat sebab sejak tadi belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengannya.


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘


__ADS_2