Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 25. Salah Paham


__ADS_3

Mahesa yang mendengar penuturan dari Tiara seketika bungkam, karena rasa cemburu yang berlebihan membuatnya tak mampu berpikir jernih. Hingga dengan gelap mata, dia memberikan bogem mentah pada orang yang telah menyelamatkan nyawa sang istri.


"Ka-kamu tidak terluka kan?" Mahesa mencoba memeriksa anggota tubuh Tiara, namun ditanggapi senyuman sinis oleh Tiara.


"Tanpa harus aku jawab pun kamu pasti sudah tahu, Mas." Tanpa menanggapi lebih sang suami, Tiara bergegas membantu Dika untuk bangun dan membawanya duduk di kursi toko.


Tiara meminta kotak P3K pada Nisa, yang sejak tadi hanya jadi penonton dari kekacauan yang dibuat Mahesa. Karena dia tidak ingin terlibat, jika harus ikut campur masalah mereka. Nisa kembali dengan membawa kotak P3K dan air minum untuk Dika.


Tiara segera mengobati luka di sudut bibir Dika akibat pukulan suaminya. Dengan telaten Tiara membersihkan luka Dika lalu memberi obat merah pada lukanya.


Dika yang mendapat perhatian dari Tiara, seketika jantungnya berdetak lebih cepat. Dika sadar jika perasaannya pada Tiara adalah salah, tapi ketika melihat sikap tempramen dari Mahesa, semakin membuat Dika ingin selalu ada didekat Tiara. Menjadi tameng sekaligus pelindung bagi Tiara.


Selesai mengobati lukanya, Tiara memberikan air minum pada Dika. Sedangkan Mahesa, dia hanya diam memperhatikan istrinya, dalam hati dia merasa bersalah karena sudah bertindak sebelum mengetahui pokok masalahnya. Namun, karena ego yang tinggi membuat Mahesa tak mau merendahkan diri sekedar mengucapkan kata maaf. Dia bahkan berlalu pergi meninggalkan sang istri dengan Dika.


Meeting yang tak bisa diwakilkan, membuat Mahesa harus segera menuju restoran. Dia tak ingin karena masalah pribadi, akan berimbas pada nasib perusahaannya. Sebisa mungkin dia bersikap profesional, mengesampingkan masalah pribadi yang bisa di selesaikan saat di rumah.

__ADS_1


"Maafin aku, Dik. Gara-gara nolongin aku, kamu malah jadi sasaran kemarahan suamiku." Ucap Tiara merasa bersalah karena ulah Mahesa.


"Nggak perlu minta maaf karena aku juga salah udah meluk kamu tadi." Jawab Dika menghilangkan kecanggungan, agar Tiara tak perlu merasa bersalah.


"Tapi kamu jadi luka gini, harusnya kamu tadi nggak perlu nolongin aku. Biarin aku celaka, jika Tuhan masih menghendaki aku untuk hidup lama pasti aku bakal selamat, tapi kalau sebaliknya aku juga ikhlas karena mungkin takdirku sampai di sini."


Mendengar perkataan Tiara, membuat hati Dika seperti di hujam ribuan jarum. Tak sanggup jika harus kehilangan seseorang yang di sayanginya. Namun, dia tak berani mengungkapkan isi hatinya takut jika Tiara akan menjauhinya.


"Justru karena Tuhan masih memberimu kesempatan hidup jadi, kamu masih bisa selamat karena lewat pertolonganku." Dika mencoba mencairkan suasana yang tampak haru.


"Bagus juga julukan itu. Raja Rimba, sekalinya marah nggak memandang kawan atau lawan." Tiara ikut menimpali candaan dari Dika, membuat Dika tak bisa menahan tawanya.


"Udah-udah. Galak gitu juga suami kamu, Ra."


"Aku pulang dulu, bye Tiara." Dika pamit pulang sembari melambaikan tangannya, lalu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Tiara.

__ADS_1


****


Di rumah, Tiara masih mendiamkan Mahesa. Mahesa yang sejak tadi di cuekin oleh Tiara jadi kalang kabut. Pasalnya, dia tak tahan melihat istrinya tak memperdulikannya sama sekali.


"Yang, udahan dong marahnya. Aku ngaku, aku salah udah mukul dia, tapi aku juga nggak suka lihat kamu di peluk sama cowok lain." Mahesa berusaha membujuk Tiara agar tak marah lagi padanya.


"Harus berapa kali aku bilang, Mas. Dia meluk aku juga bukan karena ada maksud tertentu. Tapi karena dia berusaha buat tenangin aku yang masih shock, gara-gara kejadian yang mungkin bisa merenggut nyawaku saat itu juga, seandainya dia nggak nolongin aku."


"Harusnya sebelum bertindak itu kamu cari tahu dulu apa masalahnya. Bukan mengandalkan emosi sampai melukai orang yang jelas-jelas nggak bersalah."


"Iya Sayang, aku minta maaf karena udah salah paham tadi. Aku janji nggak akan ulangi lagi." Mahesa bersimpuh di hadapan Tiara, lalu mengecup punggung tangan Tiara.


"Kali ini aku maafin, tapi kalau sampai kamu nggak bisa tepatin omongan kamu, jangan harap aku bakal kasih kesempatan lagi." Pungkas Tiara dan diangguki oleh Mahesa. Mahesa langsung berhambur memeluk dan mencium puncak kepala istrinya.


Jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2