Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 28. Liburan 3


__ADS_3

Pagi ini Tiara sedang bersiap untuk jalan-jalan menikmati keindahan pantai, sebelum itu dia menyiapkan baju ganti untuk dipakai Mahesa.


tok tok tok


Pintu kamar di ketuk dari luar, Tiara yang mendengar bergegas membukakan pintunya.


"Selamat pagi, Nyonya. Saya ingin mengantarkan sarapan untuk anda." Ucap pelayan yang bertugas mengantar sarapan yang sudah dipesan Mahesa tadi.


"Pagi, silakan masuk. Letakkan di meja dekat sofa saja!" Tiara mempersilakan pelayan itu menyiapkan makanan yang di bawanya.


"Sudah Nyonya. Saya permisi dulu."


"Baiklah, terima kasih." Tiara kemudian menutup pintu saat pelayan itu sudah keluar dari kamar. Dia memutuskan kembali ke dalam untuk sarapan bersama Mahesa.


"Kita sarapan dulu, Mas." Ucap Tiara saat melihat Mahesa sudah selesai mandi dan kini sedang berganti baju. Setelah selesai berpakaian Mahesa segera menyusul sang istri yang sudah menyiapkan makanan untuknya.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Mahesa lalu menerima piring yang sudah berisi makanan.

__ADS_1


Mereka sarapan bersama dengan suasana hening, hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.


*****


Sedangkan di kamar sebelah, tepatnya kamar Sintia dan mamanya. Mereka sedang duduk santai sambil menikmati pemandangan yang terlihat dari balkon kamar.


"Rasanya sangat menenangkan bisa berlibur seperti ini." Sintia membuka percakapan sembari menghirup udara segar.


"Iya Sayang. Sudah lama kita nggak pernah liburan bareng semenjak papa meninggal."


"Kamu benar Sayang, mungkin memang Tiara sudah di takdirkan menjadi pelengkap keluarga kita yang bisa memberikan warna pada kehidupan Mahesa juga."


"Apalagi sekarang kakakmu terlihat begitu mencintai Tiara, dulu dia yang menolak perjodohan dari Mama tapi sekarang Mama bersyukur karena usaha Mama tidak sia-sia. Semoga rumah tangga mereka selalu bahagia, walau kelak akan ada kerikil dan badai yang sewaktu-waktu datang menggoyahkan kehidupan mereka." Sambung Mama Mahesa, menerawang jauh tentang perjalanan rumah tangga anaknya kelak karena mengingat Mahesa mempunyai masa lalu yang bisa sewaktu-waktu menghancurkan kebahagiaan anak serta menantunya.


"Kita berdoa saja semoga rumah tangga kakak dan kakak ipar selalu kuat walau di terjang badai sekalipun." Ucap Sintia menenangkan Mamanya.


"Aamiin."

__ADS_1


*****


Kini Mahesa dan Tiara sedang berada di tepi pantai, mereka berjalan bergandengan tangan. Penampilan mereka cukup menarik perhatian wisatawan lain, pasalnya baju yang mereka kenakan sangat serasi. Si pria yang terlihat tampan dan cool begitu pula si wanita terlihat manis dan cantik, apalagi rambut panjang Tiara yang tergerai sebagian menutupi wajahnya karena tertiup angin.


"Segarnya udara di sini." Tiara merentangkan tangannya menghadap pantai, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Mahesa menyusul sang istri lalu memeluknya dari belakang.


Tiara yang merasakan pelukan sang suami, segera membalas pelukan tangan suaminya. Dan tanpa mereka sadari, momen tersebut berhasil di abadikan oleh Sintia yang saat itu sedang mencari souvenir bersama mamanya.


"Uhh, so sweetnya." Ucap Sintia saat berhasil mengambil gambar Mahesa dan Tiara yang sedang berpelukan di tepi pantai.


"Mereka pasangan yang serasi. Semoga secepatnya Mama bisa punya cucu biar makin rame kalau liburan kayak gini." Mama Mahesa menimpali ucapan Sintia dan di balas anggukan serta senyuman oleh Sintia.


"Mama benar, sebaiknya kita kembali ke kamar saja. Jangan ganggu mereka yang sedang menikmati masa pengantin baru." Ucap Sintia lalu menarik tangan sang mama untuk kembali ke penginapan.


Siang all, jangan lupa like dan komen 😍😘😘


Semoga nggak bosen dengan ceritaku😊😊

__ADS_1


__ADS_2