Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya, Icha sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Mahesa. Sebelum berangkat dia mendapat pesan dari Sintia, agar dia menunggu Sintia di halaman depan. Sebab ada yang akan dia bicarakan.


Setelah menempuh perjalanan 45 menit, Icha pun sampai di kediaman Mahesa. Dia berjalan menuju gerbang rumah, lalu memanggil Pak Ujang yang kebetulan sedang duduk di pos satpam.


"Permisi, Pak. Apa benar ini rumah Tuan Mahesa?" Tanya Icha.


"Bener, Neng. Ada yang bisa saya bantu?" Tawar Pak Ujang.


"Saya kemarin di telepon sama Mbak Sintia katanya di suruh ke sini. Sebelum berangkat tadi, Mbak Sintia kirim pesan katanya suruh nunggu di sini soalnya ada yang mau dibicarakan."


"Oh gitu, tunggu sebentar Neng saya panggilkan dulu. Silakan duduk di sini, Neng!" Ucap Pak Ujang sambil menarik kursi untuk Icha.


"Terima kasih, Pak."


Pak Ujang pun berlalu ke dalam rumah untuk memanggil Sintia. Kebetulan Sintia sedang rebahan di ruang tamu sambil bermain ponsel.


"Permisi Non." Ucap Pak Ujang.


"Eh Pak Ujang, ada apa Pak?" Tanya Sintia sambil beranjak dari rebahannya.


"Ada orang yang nyari Non Sintia. Katanya kemarin sudah ada janji dengan Non."


"Oh, iya Pak. Suruh tunggu sebentar, saya akan ke sana."


"Baik Non, kalau gitu saya balik ke pos lagi." Pamit Pak Ujang.


"Iya Pak."


Setelah Pak Ujang keluar, Sintia mencari keberadaan Mahesa. Dia bergegas ke ruang kerja kakaknya karena selama Tiara belum pulih Mahesa bekerja dari rumah, kecuali ada meeting penting yang mengharuskan dirinya hadir.


"Kak, lagi sibuk nggak?" Tanya Sintia ketika sudah membuka pintu.


"Kenapa?" Mahesa balik bertanya sambil menghentikan kegiatannya memeriksa email di laptop.


"Icha udah datang, dia ada di pos satpam." Ucap Sintia.


"Iya, kita keluar dulu kalau gitu." Ajak Mahesa.

__ADS_1


Sintia dan Mahesa keluar untuk menemui Icha di pos satpam.


Icha yang melihat kedatangan Sintia dan Mahesa langsung berdiri untuk menyalami mereka.


"Pagi, Cha. Maaf jadi harus buat kamu nunggu." Sapa Sintia dengan ramah.


"Enggak apa-apa kok Mbak."


"Oh ya ini suami Kak Tiara." Ucap Sintia memperkenalkan Mahesa.


"Perkenalkan saya Icha, Tuan." Ucap Icha pada Mahesa.


"Saya Mahesa, suaminya Tiara. Jadi kamu sudah siap untuk bekerja di sini?"


"Iya Tuan, saya siap."


"Ok, tapi ingat jangan sampai Tiara tahu kalau kamu langsung kerja di sini. Kalau dia tanya kenapa kamu bisa di sini, bilang aja kamu nggak sengaja ketemu Sintia di taman pas kamu lagi nungguin Tiara." Jelas Mahesa dan Icha pun menganggukkan kepalanya.


"Satu lagi, bilang aja kamu di suruh training di rumah oleh Sintia, dan untuk gaji nanti saya yang akan kasih ke kamu sesuai kinerja kamu." Imbuh Mahesa.


"Baik Tuan, saya mengerti."


Icha yang mendapat perlakuan hangat dari Sintia, hatinya pun terharu sekaligus bahagia. Karena baru kali ini dia mendapati perlakuan orang kaya terhadap orang biasa sepertinya, yang tak memandang status dan derajat.


Karena terlarut dalam lamunannya, tanpa sadar Icha sudah tiba di depan pintu kamar Tiara.


"Pagi Kak." Sapa Sintia saat sudah membuka pintu kamar.


"Pagi juga, Sin." Balas Tiara dengan tersenyum.


"Ada yang mau ketemu Kakak, nih."


"Siapa?" Tanya Tiara.


Sintia lantas meraih tangan Icha lalu mengajaknya masuk kamar.


"Icha, kok bisa di sini? Kamu sama siapa ke sini?" Tanya Tiara lalu memperbaiki posisinya yang semula setengah berbaring menjadi duduk.

__ADS_1


"Iya Mbak, kebetulan tadi pas nungguin Mbak Tiara di taman, saya ketemu Mbak Sintia." Jelas Icha.


"Ya Allah, iya aku lupa hari ini harusnya kita ketemu di taman. Maaf ya, Cha udah bikin kamu repot." Sesal Tiara.


"Enggak apa-apa Mbak. Em, seandainya saya training di sini bisa nggak Mbak? Soalnya Mbak Tiara kan kurang sehat, takutnya nanti malah fatal kalau dipaksain buat ketemu di luar." Usul Icha dengan hati-hati.


"Boleh kok, Cha. Aku malah seneng karena ada temen kalau Sintia dan Mas Mahesa lagi sibuk. Tapi tunggu Shaka pulang, ya! Soalnya lagi diajak mama jalan-jalan." Jelas Tiara.


"Iya Mbak."


***


Setelah mengobrol cukup lama, yang di tunggu pun sudah tiba.


"Mami." Panggil Shaka sambil berlari ke arah ranjang.


"Iya, Sayang. Jangan lari nanti jatuh!"


"Oh ya, kenalin ini Mbak Icha temennya Mami sekaligus yang bakal bantuin Mami urus keperluan Shaka." Terang Tiara pada Shaka, sedangkan Shaka menatap Icha dengan ekspresi imutnya.


"Boyeh temenin atu main uga, Mi?" Tanya Shaka dengan polosnya.


"Boleh dong, tapi tanya Mbak dulu mau apa enggak temenin Shaka main."


"Mbak, au dak temenin atu main?"


"Mau kok, nanti kita main bareng ya." Jawab Icha dengan tersenyum.


"Hole! Atu puna temen di lumah." Teriak Shaka dengan girang lalu keluar dari kamar untuk menemui omanya.


"Aku minta tolong banget sama kamu, Cha! Untuk sementara kamu urus semua keperluan dan kebutuhan Shaka, selama aku belum pulih." Pinta Tiara lalu menggenggam lembut tangan Icha.


"Iya Mbak, saya akan bantu Mbak Tiara untuk urus keperluan Den Shaka." Balas Icha


"Panggil Shaka aja, jangan sungkan kalau kamu perlu bantuan. Nanti kamu bisa minta tolong Bi Asih."


"Iya Mbak."

__ADS_1


Selamat malam semuanya, jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘😘


#Semangat_HUT RI yang ke 77 tahun 💪💪


__ADS_2