
Hari demi hari, bulan demi bulan pun berganti, saat ini usia kandungan Tiara sudah memasuki 7 bulan. Di usia kehamilan sekarang, Tiara jadi lebih manja. Ingin selalu di dekat suaminya, membuat Mahesa sedikit kerepotan, karena akhir-akhir ini sering sibuk bahkan banyak pertemuan penting yang harus dia hadiri.
Seperti pagi ini, pasti ada saja drama yang terjadi antara sepasang suami istri tersebut.
"Sayang, aku ke kantor sebentar. Aku janji bakal cepet pulang, kamu mau apapun pasti aku turuti." Bujuk Mahesa.
"Tapi aku maunya sama kamu terus, Mas. Kamu udah nggak sayang lagi sama aku?"
"Bukan gitu, tapi hari ini aku harus hadir di meeting penting. Semua ini juga demi masa depan keluarga kita termasuk masa depan boy."
"Aku janji bakal langsung pulang kalau udah selesai meeting." Lanjut Mahesa.
"Ya udah, tapi bener ya langsung pulang?"
"Iya Sayang." Ucap Mahesa lalu mencium kening sang istri.
***
Tak jauh dari rumah Mahesa, ada seseorang yang sedang memata-matai keadaan sekitar. Memastikan targetnya akan masuk dalam perangkapnya.
Mobil yang dikendarai Mahesa sudah keluar dari halaman rumah. Orang yang mengintai segera menghubungi seseorang.
"Bos, target sudah meninggalkan rumahnya."
"Bagus, awasi terus jangan sampai lengah! Jika ada peluang segera lakukan apa yang saya katakan! Bawa langsung ke tempat yang sudah disiapkan."
"Baik Bos."
__ADS_1
"Mahesa, kali ini kamu tidak bisa melawanku."
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, tapi belum ada tanda-tanda bahwa Mahesa akan pulang. Tiara yang jenuh menunggu, akhirnya berpamitan pada Bi Asih ingin ke minimarket sebentar.
Sesampainya di minimarket, Tiara mengambil keranjang belanjaan. Lalu dia memilih sesuatu yang ingin di belinya terutama camilan dan susu Ibu hamil.
Setelah dirasa cukup, Tiara langsung menuju kasir. Selesai membayar Tiara bergegas pulang. Namun saat di depan minimarket ada seseorang yang memanggil namanya.
"Ara!"
"Dika, kamu di sini?"
"Iya, kebetulan Mama nitip sesuatu tadi jadi, mampir sebentar."
"Kamu apa kabar?" Tanya Dika lalu matanya beralih menatap perut buncit Tiara.
"Sama, aku juga baik."
"Tapi hatiku yang nggak baik-baik aja, Ra." Lanjut Dika dalam hati.
"Syukurlah, kalau gitu aku duluan ya. Udah sore juga." Pamit Tiara.
"Hati-hati!" Ucap Dika dan dijawab anggukan oleh Tiara.
Dika memandangi Tiara yang semakin menjauh dari pandangannya dengan tatapan pilu. Hingga matanya tertuju pada sosok misterius yang membuntuti Tiara. Dika segera mengikuti jejak orang tersebut karena perasaannya mengatakan bahwa Tiara dalam bahaya.
__ADS_1
Dan benar saja, tak berapa lama ada sebuah mobil hitam yang berhenti di samping Tiara. Lalu orang yang membuntuti Tiara segera membekap mulut Tiara hingga tak sadarkan diri, kemudian memasukkan ke dalam mobil tersebut.
Dika yang memang mengikuti menggunakan mobil, bergegas mengejar mobil yang telah membawa Tiara. Dika mengatur jarak mobilnya agar tidak ketahuan bila sedang mengikuti mobil hitam tersebut.
Setelah perjalanan yang cukup lama, tibalah mereka di sebuah rumah tua yang jauh dari pemukiman warga. Letaknya yang ada di dalam hutan, membuat mereka leluasa menjalankan misinya. Dika yang berhenti tak jauh dari tempat itu, segera menghubungi koneksinya untuk meminta bantuan.
****
Di dalam rumah tua itu, Tiara diikat di sebuah kursi di sebuah ruangan yang sempit. Hingga muncullah seseorang dengan seringai jahatnya. Dia kemudian menyiram wajah Tiara dengan seember air yang di bawanya.
Byurrr
"Uhuk uhuk." Tiara terbatuk karena air yang di siramkan ke wajahnya.
"Apa kabar wanita kampung? Bagaimana kejutanku, bagus bukan?"
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku dasar wanita gila."
Plakkk
Satu tamparan mendarat di pipi kiri Tiara, membuat Tiara meringis menahan perih karena kerasnya tamparan dari Olivia.
"Tutup mulutmu jika ingin selamat, atau kamu mau aku melenyapkanmu saat ini bersama dengan anakmu itu." Ucap Olivia lalu menunjuk perut buncit Tiara.
"Jangan pernah sentuh anakku, aku tidak akan membiarkan siapapun melukainya!"
"Hahahaha, memangnya kamu bisa apa? Kamu sekarang sudah ada di bawah kendaliku."
__ADS_1
"Sebaiknya kita bersenang-senang dulu, bagaimana reaksi suamimu tercinta saat melihat istrinya ada di sini." Lanjut Olivia sambil melakukan panggilan ke nomor Mahesa.
Jangan lupa like dan komen 😍😍😘😘😘😘