
Kabar kehamilan Tiara langsung terdengar di telinga Sintia, pasalnya setibanya di rumah Mama Mahesa segera menghubungi putrinya dan di sambut antusias oleh Sintia. Hari yang membahagiakan bagi keluarga Mahesa, anak sekaligus cucu pertama yang begitu di nantikan akan hadir.
"Mulai hari ini, kamu nggak boleh ngapa-ngapain! Kalau butuh sesuatu bilang aja sama Bi Asih atau mama seandainya aku lagi kerja." Ucap Mahesa, kini Mahesa dan Tiara berada di kamar karena Tiara harus istirahat yang cukup.
"Iya Mas, kamu tenang aja."
"Ya udah, aku ke kantor dulu kamu mau pesen apa? Nanti biar aku pulang lebih awal." Tawar Mahesa sembari mengenakan kemeja.
"Nggak usah, nanti aku telfon kamu aja kalau lagi pengen sesuatu."
"Ok, ingat pesanku tadi." Ucap Mahesa kemudian mencium kening Tiara tak lupa mengelus perut Tiara.
"Papi kerja dulu, jangan rewel sama mami!" Mahesa juga mencium perut Tiara yang masih rata, dia sangat antusias dengan kehamilan istrinya.
Setelah kepergian Mahesa, Tiara langsung tidur karena badannya masih lemas lantaran mual dan muntah pagi tadi.
Pukul 12 siang, Tiara terbangun karena merasa lapar. Dia kemudian beranjak menuju ruang makan, sesampainya di sana dia bertemu mertuanya yang sehabis dari dapur.
"Sudah bangun, Sayang? Kamu butuh apa biar Bi Asih yang siapin?" Tanya mertuanya lalu mendekati Tiara.
"Aku cuma mau makan, Mah. Maaf tadi nggak bantuin Mama sama bibi."
"Nggak apa-apa. Tadinya Mama mau bangunin kamu buat makan siang, tapi pas lihat tidur kamu nyenyak banget jadi Mama nggak tega buat bangunin."
__ADS_1
"Ya udah, kamu sekarang makan dulu! Tadi bibi udah masak, kalau mau yang lain kamu bisa minta di buatin sama bibi." Lanjut Mertua Tiara sambil mengelus kepala Tiara.
"Iya Mah. Aku makan yang ada aja, kasihan bibi pasti capek."
Tiara akhirnya, makan siang dengan lahap karena sejak pagi perutnya tidak terisi apapun akibat dari mual dan muntah.
Selesai makan, Tiara memutuskan duduk di ruang tengah sambil menonton tv. Bosan hanya duduk tanpa melakukan kegiatan, Tiara pun pergi jalan-jalan di halaman belakang sambil menikmati udara sore hari.
*****
"Sayang, aku pulang." Ucap Mahesa sambil membuka pintu kamar, mencari keberadaan istrinya. Namun tak juga menemukan Tiara.
Mahesa lalu menemui Bi Asih untuk menanyakan keberadaan Tiara.
"Bi, Tiara di mana? Kok nggak ada di kamar?"
"Sayang, kamu ngapain di sini? Kan tadi aku udah bilang istirahat di kamar." Ucap Mahesa lalu memeluk Tiara dan mencium keningnya.
"Aku tuh lagi hamil, Mas. Bukan lagi sakit parah yang mesti rebahan di kamar terus. Lagian aku cuma jalan-jalan di sekitar sini doang, sekalian menikmati udara sore." Ucap Tiara merasa jengah karena sikap posesif suaminya kambuh lagi.
"Baiklah Ratuku. Sekarang kamu mandi dulu, udah sore!"
"Baik, Baginda Raja." Jawab Tiara dengan menunduk hormat layaknya adegan cerita kerajaan.
__ADS_1
Mahesa mengacak-acak rambut Tiara dengan gemas karena tingkah sang istri. Keduanya lalu ke kamar, Mahesa tak melepas rangkulan di bahu istrinya.
*****
"Mas, kamu pake parfum apa sih? Bikin kepalaku pusing jadi pengen muntah." Ucap Tiara sambil menutup mulutnya menahan gejolak di perut yang sudah meronta ingin keluar.
"Aku pake parfum biasanya kok, Yang." Jawab Mahesa sambil menciumi kedua lengannya.
Tiara yang sudah tidak bisa menahan gejolak di perutnya, langsung berlari ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya.
Hoek hoek hoek
"Yang, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Mahesa khawatir.
"Kamu mandi lagi deh Mas. Dan satu lagi jangan pake parfum apapun." Jawab Tiara.
"Tapi kan aku baru habis mandi, masa di suruh mandi lagi sih, Yang."
"Nggak mau tahu, pokoknya kamu mandi lagi. Kalau nggak mau mending kamu tidur di kamar lain." Ancam Tiara.
"Ok, ok. Aku bakalan mandi lagi." Mahesa pun akhirnya mengalah untuk mandi lagi, daripada dia harus tidur di kamar lain.
Dengan langkah gontai, dia menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tamu.
__ADS_1
Maafin kalau ceritanya terlalu bertele-tele dan ngebosenin, semoga kalian masih mau nunggu kelanjutan ceritaku ini 🙏🙏🙏.
Tinggalkan like dan komen kalian, biar makin semangat 😍😘😘😘