
"Kita mau cari Tiara ke mana?" Tanya Dika yang sedang fokus mengemudi.
Setelah Mahesa menghubungi Dika, mereka lantas mencari Tiara bersama.
"Kita cek ke rumahnya yang dulu, siapa tahu ada."
"Ok."
Dika pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Tiara dan Mahesa yang memberikan pengarahan.
Setibanya di sana, rumah Tiara tampak sepi dan hening. Mahesa yang penasaran langsung turun dari mobil, dia melihat sekeliling rumah tampak tak berpenghuni.
"Maaf, Mas mau cari siapa ya?" Tanya tetangga Tiara.
"Ini Bu, saya mau cari Tiara kira-kira ada nggak orangnya?"
"Tiara kan udah lama nggak tinggal di sini lagi, kurang lebih 2 tahun rumah ini kosong."
"Oh begitu, terima kasih atas infonya."
"Sama-sama Mas, saya permisi dulu!"
Usai kepergian salah satu tetangga Tiara, Mahesa hanya dapat menghela napas kecewa sebab istrinya tak ada di rumah itu.
"Ke mana lagi aku mencari kalian?" Ucap Mahesa frustasi.
Dika yang mengerti kondisi Mahesa pun hanya dapat menenangkan.
"Kamu yang sabar. Lebih baik kita cari lagi besok, semoga ada petunjuk yang bisa membuat kita menemukan keberadaan mereka!"
"Iya, maaf selalu merepotkan kamu."
__ADS_1
"Tidak masalah, selagi aku mampu apapun pasti akan aku bantu jika kamu butuh pertolongan."
Akhirnya, dengan harapan hampa Mahesa dan Dika memutuskan pulang. Mereka akan mencari keesokan harinya seraya berharap ada petunjuk untuk menemukan Tiara dan Shaka.
*****
"Nduk, kenapa suami kamu nggak ikut ke sini?" Tanya Mbok Sumi yang sedang duduk di samping Tiara.
"Dia lagi sibuk ngurus perusahaan yang sedang berkembang, Mbok. Jadi, nggak bisa ikut ke sini."
"Sesibuk apapun kalau soal keluarga harus nomor satu, yang jadi prioritas utama. Walaupun Simbok nggak tahu kesibukan suami kamu, tapi setidaknya jangan sampai mengabaikan keluarga."
"Iya, Mbok. Ara akan coba bicara dengan papinya Shaka." Pungkas Tiara.
"Pesan Simbok cuma satu, sebanyak dan seberat apapun ujian rumah tangga kalian hadapilah bersama. Kuatkan pondasi rumah tangga kalian, jangan pernah lari dari masalah karena itu hanya akan menimbulkan masalah baru."
Perkataan Mbok Sumi seakan menampar keras hati Tiara, sejauh apapun dia lari dari masalah pasti akan ada masalah lain yang datang.
"Iya, Mbok. Tiara akan ingat pesan Simbok." Jawab Tiara sambil menggenggam tangan Mbok Sumi.
"Hati-hati Mbok! Makasih untuk makanannya tadi."
"Sama-sama, besok Simbok bawakan lagi biar kamu nggak perlu masak karena cuma makan sendiri."
"Nggak usah Mbok, biar Ara masak sendiri aja nanti ngerepotin." Tolak Tiara.
"Enggak ngerepotin, justru Simbok seneng kalau ada yang mau makan masakan Simbok."
"Makasih Mbok, dari dulu Simbok selalu baik ke keluarga Ara."
"Iya, Nduk. Simbok pulang dulu, ya."
__ADS_1
Mbok Sumi pun meninggalkan Tiara yang masih di teras rumah. Setelah tak terlihat lagi, Tiara bergegas masuk rumah untuk menemani Shaka.
*****
"Kamu dari mana, Dik?" Tanya Papa Dika yang duduk di ruang tengah.
"Habis dari rumah Mahesa, Pah." Jawab Dika lalu duduk di sebelah papanya.
"Tumben, apa ada masalah lagi?"
"Iya, Pah. Tiara pergi dari rumah sejak pagi, sampai sekarang belum ketemu."
"Kok bisa?" Sahut Mama Dika yang baru saja datang dari dapur membawa minuman untuk suaminya.
"Tadi pagi dia pamit mau ke tempat bosnya karena dapat undangan ulang tahun. Pas mau pulang Mahesa dapat telepon dari mamanya kalau Tiara belum pulang." Jelas Dika.
"Emang ada masalah apa sampai Tiara pergi?"
Dika pun menceritakan semua apa yang di katakan Mahesa sewaktu meneleponnya tadi. Mama Dika yang mendengar pun hanya bisa menghela napas panjang.
"Pantes kalau Tiara pergi karena dari awal dia sudah tahu jika Mahesa sedang berbohong. Apalagi dia tahu tentang pernikahan itu, ya walaupun hanya pura-pura tapi sebagai perempuan dia juga merasa sakit hati. Siapa sih yang rela berbagi suami? Seandainya dari awal jujur, mungkin kejadiannya nggak akan seperti ini." Tutur Mama Dika.
Dika hanya bisa menunduk karena dia juga merasa bersalah pada Tiara sebab dirinya juga ikut andil dalam masalah itu.
"Lalu sekarang gimana? Mau cari Tiara ke mana lagi?" Sambung Papa Dika.
"Entahlah Pah. Karena kita udah datang ke rumah lama Tiara tapi dia nggak di sana. Nggak banyak orang yang dekat dengan Tiara, jadi kita juga kurang informasi lagi."
"Sebaiknya kamu minta tolong anak buah kamu untuk melacak keberadaan Tiara. Semoga saja ada petunjuk lain yang bisa kita dapatkan tentang keberadaan Tiara." Usul Papa Dika.
"Iya Pah. Nanti Dika hubungi Marvin dan lainnya agar membantu mencari keberadaan Tiara."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Dika beranjak dari duduknya lalu menuju kamarnya untuk istirahat karena lelah usai keliling mencari Tiara dan Shaka.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘