
Sejak pulang dari mall, Sintia jadi lebih sering melamun sambil tersenyum sendiri.
"Ciye, yang lagi kasmaran sama pangeran tampan." Goda Tiara sambil menyenggol lengan Sintia. "Apaan sih Kak. Siapa juga yang kasmaran?" Elak Sintia.
"Ngelak aja terus, ntar kalau keduluan orang lain baru deh nangis kejer." Ejek Tiara.
"Kakak ih, emang Kak Dika udah punya pacar?"
"Mau tahu aja apa mau tahu banget?"
"Kakak lama-lama ngeselin kayak Kak Mahesa." Protes Sintia. "Hahahaha, gitu aja ngambek. Dika tuh masih single sampai sekarang." Ungkap Tiara.
"Serius? Masa cowok tampan kayak dia masih jomblo sih?"
"Apa bedanya sama kamu? Cantik tapi masih jomblo juga." Goda Tiara yang membuat Sintia salah tingkah.
"Emang nggak ada gitu cewek yang lagi jadi incaran dia? Atau yang sesuai kriterianya?"
"Ada."
"Hah? Siapa Kak?"
"Yakin pengen tahu?"
"Iya, buruan!"
"Jangan bilang kalau Kak Dika ngincar Kakak Ipar?" Tebak Sintia.
"Ssttttt, jangan kenceng-kenceng ngomongnya! Kalau kakak kamu dengar bisa perang dunia tahu nggak."
"Hahahaha, baru tahu kalau ternyata saingan Kak Mahesa keren juga. Pantes aja posesif banget jadi orang, ternyata takut istrinya ditikung temennya."
"Istri siapa yang ditikung?" Sahut Mahesa yang baru datang lalu ikut bergabung dengan Tiara dan Sintia. "Kok pada diem, kenapa?"
"Enggak apa-apa, kaget aja tiba-tiba Kakak nongol di sini udah kayak jalangkung." Cerocos Sintia.
"Apa hubungannya Kakak sama jalangkung?"
"Ya ada lah hubungannya, sama-sama datang tak diundang pulang tak diantar."
"Sembarangan aja kalau ngomong." Gerutu Mahesa sambil menoyor kepala Sintia.
"Kakak, kebiasaan banget sih. Entar kalau kepalaku oleng gimana?" Protes Sintia.
__ADS_1
"Oh malah bagus itu, biar otak kamu rada beres."
"Kakak pikir aku stress?"
Tiara yang mendengar perdebatan itu hanya mampu mengelus dada sambil menggelengkan kepalanya, "Mulai lagi deh, berasa lagi nonton kartun Tom and Jerry." Gumam Tiara.
"Eh tadi pertanyaanku tadi belum kalian jawab." Ucap Mahesa lalu merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya.
"Manja." Ejek Sintia. "Biarin." Sahut Mahesa.
"Pertanyaan yang mana, Mas?"
"Itu yang dibilang Sintia, istri yang ditikung."
"Oh itu, tadi habis lihat drakor yang ceritanya itu ada sepasang suami istri yang ketemu sama sahabat masa kecil si istri. Dan ternyata sahabat masa kecilnya punya perasaan lebih ke cewek itu, si suami cewek itu tahu makanya dia over posesif banget karena takut istrinya kena tikung." Jelas Tiara untuk menutupi obrolannya bersama Sintia tadi.
"Oh cuma drakor. Aku pikir kamu yang mau ditikung."
"Kok aku?" Tanya Tiara heran.
"Iyalah, kan kamu tahu sendiri kalau Dika ada rasa ke kamu." Ucap Mahesa. Tiara dan Sintia saling pandang, antara bingung dan takut kalau Mahesa tahu yang dibicarakan sebenarnya adalah memang dia dan Dika.
"Itu sih cuma perasaan Kakak aja. Kakak kan udah jadi bucin banget sekarang, makanya pikiran Kakak itu berkeliaran ke mana-mana karena takut Kakak Ipar dilirik cowok lain."
"Setuju!" Sahut Tiara mengacungkan dua jempolnya.
Satu bulan kemudian.
"Mas!" Teriak Tiara.
"Ada apa sih, Yang? Kok teriak-teriak, aku mau mandi."
"Sini!" Pinta Tiara.
"Buruan!" Lanjut Tiara saat melihat Mahesa hanya bergeming di tempatnya.
"Ada apa?" Tanya Mahesa saat sudah di hadapan Tiara. "Pengen peluk!" Ucap Tiara dengan manja.
"Tapi aku mau mandi dulu, Yang. Nanti ya habis mandi, kamu bisa peluk sepuasnya."
"Enggak mau, pokoknya sekarang." Rajuk Tiara dengan mata berkaca-kaca.
Mau tak mau akhirnya Mahesa pun mengalah lalu memeluk istrinya. "Udah kan? Sekarang aku mandi dulu ya, nanti peluk lagi." Bujuk Mahesa.
__ADS_1
"Ikut!" Rengek Tiara. "Aku mau mandi lho, Yang. Beneran kamu mau ikut?" Tanya Mahesa memastikan dan Tiara menganggukkan kepalanya dengan antusias.
Mahesa menghela napas panjang karena heran dengan tingkah istrinya hari ini. Dan akhirnya, mereka berada di kamar mandi berdua. Mahesa yang mandi, sedangkan Tiara hanya duduk menunggu suaminya sampai selesai mandi.
Tak sampai disitu, drama antara Tiara dan Mahesa pun terjadi di ruang makan. Tiara yang biasanya melayani Mahesa untuk makan kini justru berbanding terbalik, Tiara merengek ingin disuapi jika tidak dituruti dia akan menangis persis seperti balita yang tak mendapat jatah jajan.
Mama Mahesa dan Sintia saling pandang, merasa heran dengan tingkah Tiara yang super manja tak seperti biasanya.
"Tiara kenapa? Tumben banget dia manja." Tanya Mama Mahesa.
"Enggak tahu, Mah. Dari tadi udah begini, minta dipeluk sampai nungguin aku mandi juga."
"Hah? Serius?" Tanya Sintia dengan ekspresi terkejut.
Mama Mahesa kembali diam sambil memperhatikan Tiara, hingga celetukan beliau membuat Mahesa yang sedang minum kopi langsung tersedak.
"Kayaknya Tiara lagi hamil lagi."
Uhukk uhukk
"Pelan-pelan Kak." Ucap Sintia, sedangkan yang jadi perhatian diam mematung. Tiara sedang memikirkan ucapan mertuanya.
"Apa iya aku hamil lagi? Tunggu, seharusnya minggu kemarin jadwal haidku. Tapi sampai sekarang belum juga haid." Batin Tiara.
"Yang, beneran kamu hamil lagi?" Tanya Mahesa antusias.
"Aku nggak tahu, Mas. Tapi minggu kemarin harusnya jadwal haidku tapi sampai sekarang belum haid juga."
"Sebaiknya langsung periksa ke dokter aja biar kita nggak menduga-duga." Saran Mama Mahesa. Tiara dan Mahesa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Benar saja setelah sarapan Tiara dan Mahesa menuju rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter Raisa.
"Selamat, Anda positif hamil! Usianya 5 minggu." Ucap Dokter Raisa sambil tersenyum.
Mahesa yang mendengar kabar kehamilan istrinya sangat bahagia karena sebentar lagi Shaka akan punya adik.
Tiara pun ikut tersenyum bahagia mendengar kabar ini, "Semoga ini menjadi awal dari kehidupan bahagia keluarga kita." Batin Tiara.
...TAMAT...
Selamat malam semuanya, terima kasih ya sudah mengikuti cerita ini sampai sekarang 🙏🙏🙏. Maaf karena ceritanya tamat sampai di sini.
Tapi jangan khawatir karena setelah ini akan ada season 2 yang menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dika, Sintia dan gadis ceroboh bernama Icha.
__ADS_1
Jadi jangan unfavorit ya, agar selalu tahu notifikasi up selanjutnya. See you all 😘😘 jangan lupa tinggalkan jejak kalian.