Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 51. Kesempatan


__ADS_3

"Aku mohon, Mi! Kasih aku kesempatan untuk buktiin sama kamu kalau aku nggak selingkuh."


"Baiklah aku kasih kamu kesempatan, tapi kalau sampai terbukti kamu memang melakukan hubungan dengan Oliv. Dengan sangat terpaksa aku akan mundur dari pernikahan ini karena aku juga tidak ingin berbagi suami." Tegas Tiara.


"Aku janji, dalam waktu dekat aku akan buktikan kalau semua itu murni jebakan." Ucap Mahesa sungguh-sungguh.


Tiara kemudian menghapus air matanya lalu keluar dari kamar untuk menemui putranya.


"Lho Shaka mana, Bik? Kok Bibi sendirian."


"Den Shaka diajak omanya keluar, Non. Katanya jalan-jalan di sekitar sini." Jelas Bi Asih.


"Oh ya sudah, kalau gitu kita masak aja Bik! Biar aku bantuin."


"Iya Non."


Tiara pun memasak bersama Bi Asih mumpung Shaka nggak ada jadi, Tiara bisa membantu menyiapkan makan malam.


****


Setelah makan malam, Mama Mahesa meminta Tiara untuk ke kamar beliau.


Tok tok tok


"Mah, ini Tiara."


"Masuk aja, Ra! Pintunya nggak dikunci."

__ADS_1


"Ada apa Mah? Apa Mama butuh bantuan?"


"Enggak, Ra. Mama cuma mau ngobrol sebentar sama kamu. Shaka udah tidur?"


"Baru aja tidur, Mah. Lagi di temenin sama papinya."


Suasana mendadak hening, baik Tiara ataupun Mama Mahesa saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Ra, apa kamu ada masalah dengan Mahesa?" Setelah beberapa saat terdiam akhirnya, Mama Mahesa mulai bertanya pada menantunya.


"Enggak kok, Mah. Tiara dan Mas Mahesa baik-baik aja." Tiara menjawab setenang mungkin sebab tak ingin membuat mertuanya khawatir.


"Mama tahu kamu bohong. Karena nggak biasanya sikap kamu berubah seperti tadi, mengurung diri dan raut wajahmu memperlihatkan kalau ada yang kamu sembunyikan."


"Cerita sama Mama, siapa tahu bisa mengurangi beban yang kamu rasakan. Mama sudah anggap kamu seperti anak Mama sendiri." Sambung Mama Mahesa.


"Maafin Tiara, Mah. Bukannya Tiara nggak mau berbagi sama Mama, tapi karena selama Tiara masih bisa menghadapi, Tiara akan selesaikan sendiri masalah yang ada. Doain Tiara semoga usaha Tiara nggak sia-sia untuk memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi milik Tiara."


"Iya, Ra. Pasti doa Mama akan selalu ada sama kamu, kamu pasti bisa karena kamu wanita yang kuat." Mama Mahesa memeluk Tiara, menguatkan dan memberi dukungan pada menantunya.


****


"Mah, Tiara titip Shaka dulu! Mau ke minimarket sebentar beli keperluan Shaka yang udah hampir habis."


"Iya, Ra. Sini Shaka ikut Oma biar mami pergi sebentar!" Mama Mahesa mengambil Shaka dari gendongan Tiara dan di sambut antusias oleh cucunya.


"Seneng ya ikut Oma, hem?" Mama Mahesa mencium seluruh wajah baby Shaka.

__ADS_1


"Tiara pergi dulu, Mah."


"Iya, hati-hati!"


Sesampainya di minimarket, Tiara memgambil keranjang belanjaan lalu menuju rak kebutuhan yang akan di belinya.


Setelah dirasa cukup Tiara bergegas menuju kasir lalu membayar semua belanjaannya. Ketika akan meninggalkan minimarket, ada yang memanggil nama Tiara.


"Tiara tunggu!" Tiara menghentikan langkahnya dan menengok ke arah suara yang memanggil namanya.


"Kamu apa kabar? Tante kangen banget sama kamu." Mama Dika memeluk Tiara dan mencium kedua pipinya.


"Tiara baik, Tante. Tante sendiri apa kabar?"


"Tante juga baik. Oh ya beberapa waktu lalu Tante sempet ketemu suami kamu, dia bilang kalau kamu udah lahiran."


"Alhamdulillah iya Tante dan sekarang sudah umur 3 bulan."


"Kapan-kapan Tante boleh ke rumah kamu nggak? Pengen ketemu anak kamu sekalian ngobrol sama kamu karena udah lama nggak ketemu."


"Boleh koq, Tan. Tante datang aja ke Perumahan Pondok Indah, rumah Tiara nomor 12 sebelah kanan jalan."


"Baiklah, nanti Tante kabari kalau mau kesana. Ini nomor ponsel Tante kamu simpan biar enak kalau mau hubungin."


Tiara mencatat nomor ponsel Mama Dika di ponselnya. Setelah itu Tiara pamit pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan baby Shaka.


Pagi semuanya, apa kabar? Semoga kalian senantiasa masih diberikan kesehatan, aamiin 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2