
Warning, bocil harap skip 🙏🙏😁
Sesuai apa yang dikatakan Nisa, dengan keyakinan yang kuat Tiara berencana akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Semua akan dia mulai malam ini, saat ini Tiara sudah berada di rumah, sepulang dari toko bunga dia membantu Bi Asih menyiapkan makan malam.
Selesai membantu menyiapkan makan malam, Tiara bergegas mandi dan kemudian memanggil mamanya untuk makan bersama.
"Wah, banyak sekali makanannya. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot masak, Ra. Kamu pasti capek habis bekerja."
"Nggak repot sama sekali, Ma. Justru Tiara senang bisa menyiapkan makanan untuk Mama juga. Karena Mama selalu berlaku baik dengan Tiara, sekarang Tiara yang akan memperlakukan Mama dengan sangat baik. Karena berkat Mama sekarang Tiara punya sosok seorang Ibu." Tiara menjawab dengan mata berkaca-kaca ketika mengingat mendiang sang ibu.
"Anggap Mama sebagai pengganti ibu kamu, bagi Mama kamu bukan menantu tapi anak Mama." Bu Sarah memberikan pelukan hangat pada Tiara, membuat air mata keduanya mengalir tanpa dikomando.
Tiara merasa beruntung bisa mengenal mertuanya yang baik, menjadi orang dari kalangan atas tak lantas membuat beliau tinggi hati dan sombong. Baginya harta dan tahta hanya titipan, yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Yang Kuasa.
****
Pukul 10 malam Mahesa baru tiba di rumah. Dia langsung menuju kamar dan membersihkan diri sebelum istirahat setelah bekerja keras hari ini.
__ADS_1
Tiara yang mengetahui kepulangan sang suami, segera menyiapkan air hangat kemudian mengambilkan baju tidur. Tiara tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Istri meskipun tak pernah dianggap oleh Mahesa. Tak lupa pula Tiara akan menjalankan misinya malam ini, dengan baju tidur yang sedikit seksi Tiara menunggu Mahesa keluar dari kamar mandi.
Klek
Pintu kamar mandi terbuka dari dalam, Mahesa keluar hanya dengan berbalut handuk dibagian pinggang. Melihat pemandangan tersebut, seketika membuat Tiara langsung gugup. Bagaimana tidak, dada bidang dan perut yang sixpack benar-benar idaman semua wanita.
Menyadari sedang diperhatikan Tiara, Mahesa langsung membuka suara.
"Ada apa? Aku tahu kalau aku memang tampan jadi tidak perlu melihatku seperti itu." Sontak Tiara merasa malu karena ketahuan sedang memandangi Mahesa.
Tiara lalu beranjak mendekati Mahesa, dengan gaya yang dibuat seolah-olah sedang menggoda. Saat sudah berada dihadapan Mahesa, Tiara berusaha menggoda Mahesa dengan mengelus dada dan mulai bicara dengan nada sensual.
"Memangnya kenapa Tuan, bukankah kita pasangan suami istri? Tidak akan ada yang melarang bahkan jika kita melakukan hal yang lebih dari ini." Sebagai lelaki normal, tentu saja perlakuan Tiara membuat gairahnya naik. Mahesa hanya diam sambil menutup mata menikmati setiap sentuhan tangan Tiara.
"Jangan memancingku Tiara, atau aku akan berbuat yang lebih." Mahesa berusaha mengontrol dirinya agar tidak terpancing godaan Tiara, apalagi saat tahu bahwa Tiara menggunakan gaun yang terlihat seksi, membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas.
Mahesa kesulitan menelan saliva, apalagi saat melihat pemandangan dua buah gunung yang begitu menantang adrenalin.
__ADS_1
Sedangkan Tiara, dia semakin gencar menggoda Mahesa setelah mengetahui ternyata misinya mulai berjalan lancar.
"Melakukan yang lebih apa Tuan. Silakan lakukan apa yang ingin Tuan lakukan!" Karena sudah tidak tahan dengan godaan Tiara, Mahesa langsung mencium dan mel*mat bibir Tiara dengan beringas. Tiara yang mendapat serangan mendadak, merasa terkejut dengan tindakan Mahesa.
Dengan napas yang memburu, Mahesa masih dengan kegiatan yang sama dan tangannya yang mulai bergerilya kemana-mana. Tanpa sadar Tiara melenguh karena merasakan sentuhan tangan Mahesa yang sudah ada dibalik baju tidur yang dipakainya.
Sebelum terjadi hal yang lebih, Tiara segera menarik kesadarannya. Yang membuat Mahesa uring-uringan karena hasratnya yang sudah menggebu harus terhenti sebelum memulainya.
"Maaf Tuan, saya sedang datang bulan." Mahesa menghentikan kegiatannya dan menggeram frustasi, dia terpaksa harus mengguyur tubuhnya yang sudah panas akibat kegiatan tadi.
Sedangkan Tiara menghela napas lega dan tertawa dalam hati.
"Ini baru awal Tuan, saya pastikan Anda akan jatuh cinta dan melupakan masa lalu Anda yang menyakitkan." Gumam Tiara lalu merebahkan diri di ranjang dan bersiap tidur.
Hai, maaf ya kalau telat upnya karena lagi kehilangan ide cerita. Akhirnya, baru bisa bikin sekarang 🙏😊😊.
Jangan lupa kencengin like dan komennya 😍😘😘😘
__ADS_1